Homepage > Transportasi > Transportasi Udara > Cuaca Penyebab Jatuhnya Merpati?
Resensi
article thumbnailSejarah Panjang Pengamatan Cuaca di Indonesia

Judul Buku : BMKG, 70 Tahun Melayani Masyarakat Penulis : Tim Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Penerbit : BMKG bekerjasama dengan MAPIPTEK Tebal : viii + 206 halam [ ... ]


Artikel Lainnya
Advertorial
article thumbnailLomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

  Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


Artikel Lainnya

 

Data Pengunjung
Registered users : 5
Online : 776
Guest : 776
Members : 0

Cuaca Penyebab Jatuhnya Merpati?

Penilaian Pengguna: / 1
JelekBagus 

Pesawat-Merpati-Nusantara-MA-60

Jatuhnya pesawat Merpati jenis MA 60 di Laut Kaimena, Papua Barat Sabtu (7/5) lalu telah menewaskan seluruh penumpangnya. Sebanyak 27 nyawa hilang dan puluhan keluarga yang ditinggalkan hanya bisa meratapi kematian akibat peristiwa nahas tersebut.

Keterangan resmi dari Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Harry Bakti menyebutkan kemungkinan pesawat jatuh akibat cuaca buruk. Pasalnya saat akan landing kondisi disana dalam keadaan hujan.

Keterangan yang sama seperti dikutip Metro TV diungkapkan Kepala Bandara Kaimana, Papua Barat, Gagarin Mulyansah. Kemungkinan jarak pandang pendek dan gelap sehingga menyebabkan pesawat jatuh di laut. Lokasi kejadiannya hanya sekitar 400 meter dari bandara yang berada di dekat laut.

Prosedur pendaratan di Bandara Kaimana cukup unik. Di sebelah kiri landasan pacu terdapat gunung yang cukup tinggi. Pesawat dari Sorong harus naik ke atas melewati gunung tersebut dan melintasi landasan pacu. Kemudian pesawat harus belok ke kiri untuk menempatkan posisi pendaratan di runway 01.

Pilot Merpati sudah komunikasi dengan menara pengawas, mau putar sebelum masuk landasan 01. Namun karena cuaca jelek pilot harus clear landasan dulu, kalau landasan pacunya sudah kelihatan baru bisa turun.

Kontak terakhir pilot dengan menara ATC di bandara adalah pesawat sudah belok ke kiri dan siap untuk mendarat. Namun setelah itu langsung hilang komunikasi.

Pesawat Merpati ini diperkirakan ditching (melakukan pendaratan di air/ laut). Nahasnya pesawat terlalu kencang saat membentur ombak di selat Kaimana yang jaraknya hanya sekitar 600 meter dari landasan.

Mendarat di laut atau di perairan itu ada dua jenis. Kalau bagus tidak akan pecah. Namun jika sewaktu landing, pesawat pecah, bisa langsung tenggelam.

Pesawat Baru Pesawat jenis MA-60 milik PT Merpati Nusantara Airlines yang mengalami kecelakaan di sekitar teluk Kaimana, Papua Barat tergolong baru Pesawat buatan pabrik Xian Aircraft China itu diproduksi pada tahun 2010 dengan serial number pesawat adalah 2807.Pesawat baru menjalani jam terbang 615 jan dan melakukan rotasi penerbangan 764 kali.

Jadi pesawat tersebut belum pernah menjalani perawatan berkala skala besar. Kecuali perawatan harian dan pemantauan 100 jam.

Menurut Direktur Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKUPPU) Yurlis Hasibuan, pesawat tersebut sudah memenuhi persayaratan keselamatan di Indonesia dan China.

“Walaupun produk China, namun karena sudah memenuhi standar kelayakan kita yang berarti layak terbang,” ujarnya. Selain di operasikan di Indonesia, pesawat ini juga digunakan di Cina, Myanmar, Kirzigstan, Zambia, Laos dan Filipina.

Faktor cuaca

Dugaan sementara Merpati jatuh karena faktor cuaca. Namun sebenarnya perkiraan cuaca saat ini bukanlah hal tidak bisa diprediksi. Dengan kemajuan teknologi cuaca bisa diperkirakan apakah akan hujan deras, ringan dan seterusnya.

Pemahaman cuaca yang baik diperlukan oleh pihak yang sifat kerjanya mengandalkan faktor alam seperti nelayan. Bahkan penerbangan udara pun tak bisa mengelak dengan cuaca. Ada baiknya di zaman yang sudah serba mudah ini, perkiraan cuaca pun bisa diakses diamanapun juga.

Informasi seperti ini waspada hujan deras disertai kilat/petir dan angin kencang atau prospek cuaca satu minggu ke depan bisa dengan mudah diketahui. Demikian pula hujan lebat dengan intensitas ; 10,0-20 mm/jam atau 50-100 mm/hari yang akan terjadi di wilayah tertentu dapat diketahui seketika.

Seperti disebutkan situs bmkg.go id, prospek 12-13 Mei 2011 di pesisir Barat NAD hingga Sumatera Barat, NAD, Sumatera Utara bagian Utara dan Timur, Sumatera Barat, Riau bagian Utara dan Timur, Kalimantan Timur bagian Utara, Kalimantan Tengah bagian Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan bagian Utara, Sulawesi Barat bagian Utara, Sulawesi Tenggara, Maluku bagian Tengah dan Tenggara, Maluku Utara bagian Utara, Papua Barat serta Papua bagian Tengah dan Utara.

Daerah tersebut diperkirakan akan terjadi hujan deras disertai kilat dan petik serta angin kencang.***

 
Pacu Inovasi, Kementerian Ristek Bangun Strategi Kebersamaan

Pacu Inovasi, Kementerian Ristek Bangun Strategi Kebersamaan

Sebagai upaya mensinergikan antara sisi penyedia dan sisi pengguna Iptek, Kementerian Riset dan... READ_MORE
Kamis, 01 Juli 2010 11:02
 Liliana Yetta Pandi, Dra

Liliana Yetta Pandi, Dra

  ... READ_MORE
Selasa, 16 Maret 2010 21:50
Asep Karsidi Jabat Kepala Bakosurtanal

Asep Karsidi Jabat Kepala Bakosurtanal

Menristek Suharna Surapranata hari ini melantik Dr. Asep Karsidi sebagai Kepala Badan Koordinasi... READ_MORE
Selasa, 15 Juni 2010 16:12
Siswa SD se-Jabodetabek Kunjungi PP IPTEK

Siswa SD se-Jabodetabek Kunjungi PP IPTEK

Jakarta : Pusat  Peragaan Iptek (PP-IPTEK) menjadi bagian program acara ”Ayo Ke Museum Bersama Ibu... READ_MORE
Kamis, 17 Juni 2010 16:07
Deteksi Jantung Melalui Treadmill Test

Deteksi Jantung Melalui Treadmill Test

Jakarta : Treadmill test hingga kini kerap diabaikan dalam proses medical check up penyakit jantung ... READ_MORE
Selasa, 15 Juni 2010 14:07
Goyangan Gempa di Jakarta Utara Lebih Terasa

Goyangan Gempa di Jakarta Utara Lebih Terasa

DKI diguncang gempa. Warga DKI Jakarta sontak panik. Untungnya, hal itu baru dugaan dari seseorang... READ_MORE
Senin, 06 Juni 2011 10:24
Biogas dari Limbah Tahu

Biogas dari Limbah Tahu

Kementerian Riset dan Teknologi melalui Program Pengendalian Dampak Perubahan Iklim membuat proyek... READ_MORE
Jumat, 14 May 2010 12:01
BPPT Mengganti Empat Deputi

BPPT Mengganti Empat Deputi

Jakarta : Empat pejabat Kedeputian Badan Pengkajian Penerapan Teknologi  (BPPT) diganti. Pelantikan... READ_MORE
Rabu, 16 Juni 2010 19:19

Pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan

Ketahanan pangan selalu dikaitkan dengan masalah kekurangan gizi. Masalah kurang gizi ini bukan... READ_MORE
Selasa, 09 April 2013 10:39

2oo Pelajar Dikenalkan Budaya Iptek

Kementerian Riset dan Teknologi merangkul generasi muda untuk terwujudnya pengembangan  budaya iptek... READ_MORE
Senin, 29 Oktober 2012 11:50
Batan melantik Deputi PTDBR Baru

Batan melantik Deputi PTDBR Baru

                        Jakarta : Dr Djarot Sulistio Wisnusubroto dilantik sebagai Dep... READ_MORE
Kamis, 17 Juni 2010 15:03

Ini Dia, Sepeda Motor Berbahan Bakar Air Plus

Ternyata bukan isapan jempol air bisa menjadi bahan bakar. Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU... READ_MORE
Rabu, 06 Juni 2012 15:15

BIG Dukung Kebutuhan Informasi Geospasial Tematik Kemenkokesra

Sekretaris Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Indroyono Soesilo mengatakan Kementerian... READ_MORE
Selasa, 27 November 2012 16:52

Anggota DPR RI Azwir Dainy Tara: Perhatian Pemerintah Masih Belum Maksimal

Minimnya anggaran yang tersedia untuk kegiatan Riset dan Teknologi (Ristek), menjadi salah satu... READ_MORE
Kamis, 21 Juni 2012 11:39
KLIBS Usung Anastesi Lokal untuk Bantu Orang Miskin

KLIBS Usung Anastesi Lokal untuk Bantu Orang Miskin

Dunia kedokteran sudah lama mengenal  anastesi lokal atau bius lokal. Namun penerapan bius... READ_MORE
Selasa, 05 April 2011 15:37
Titik Terang Mencari 'Bumi Tandingan'

Titik Terang Mencari 'Bumi Tandingan'

Setelah lima tahun mencari, peneliti NASA akhirnya menemuka dua planet yang paling mirip Bumi.... READ_MORE
Rabu, 07 Januari 2015 18:03
Indonesia Peringkat ke-3 Jumlah Penderita Hepatitis

Indonesia Peringkat ke-3 Jumlah Penderita Hepatitis

Jakarta : Indonesia menempati peringkat ketiga dunia setelah China dan India untuk jumlah penderita... READ_MORE
Rabu, 28 Juli 2010 16:09

Teknologi Aquaponik di Lahan Sempit

Upaya menambah luasan lahan pertanian sebagai solusi peningkatan ketahanan pangan masih menemui... READ_MORE
Selasa, 11 Februari 2014 13:01
BIT BPPT Dorong Tumbuhnya Teknoprenur baru

BIT BPPT Dorong Tumbuhnya Teknoprenur baru

Jakarta- Kurangnya fasilitas pemerintah dalam mendorong iklim usaha, regulasi yang menunjang dan... READ_MORE
Senin, 18 April 2011 10:19
Masyarakat Indonesia Kekurangan Air Bersih

Masyarakat Indonesia Kekurangan Air Bersih

Dari 92 daerah terluar di Indonesia, 64 diantaranya merupakan daerah sulit air bersih. Selain it... READ_MORE
Kamis, 15 Maret 2012 16:16

Umum

article thumbnail Ecodome, Wahana Baru di Kebun Raya Bogor
Rabu, 15 November 2017 | Setiyo Bardono

Ecodome, wahana baru di Kebun Raya Bogor (Foto Humas LIPI)   Technology-Indonesia.com - Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PKT...

Review

article thumbnail Memperbesar Peluang Energi Baru Terbarukan
Jumat, 19 Maret 2010

  “Sudah ditargetkan melalui Perpres No 5/2006 untuk mengurangi penggunaan minyak bumi. Namun,  hingga saat ini, belum ada action plan pemerintah kendati secara kebijakan atau regulasi...

 
iklantechno
Kolom
article thumbnailSpecies Baru Burung Hantu Ditemukan di Timur Tengah
21/08/2015 | Dedi Junaedi

Tim riset Natural History Museum of Bern (NHMB) di Swiss melaporkan pihaknya telah menemukan species baru burung hantu. Species itu diberi nama lmiah spesies Strix hadorami sebagai penghormatan terhad [ ... ]


Artikel Lainnya
Profil Peneliti
article thumbnailBasuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
05/08/2017

  Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


Profil Peneliti Lainnya
LOMBA UNTUK JURNALIS

Info Produk
Angket
Artikel Apa Yang Anda Sukai?
 
iklanmapiptek