Homepage > Transportasi > Transportasi Udara > Cuaca Penyebab Jatuhnya Merpati?
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 1534
    Guest : 1534
    Members : 0

    Cuaca Penyebab Jatuhnya Merpati?

    Penilaian Pengguna: / 1
    JelekBagus 

    Pesawat-Merpati-Nusantara-MA-60

    Jatuhnya pesawat Merpati jenis MA 60 di Laut Kaimena, Papua Barat Sabtu (7/5) lalu telah menewaskan seluruh penumpangnya. Sebanyak 27 nyawa hilang dan puluhan keluarga yang ditinggalkan hanya bisa meratapi kematian akibat peristiwa nahas tersebut.

    Keterangan resmi dari Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Harry Bakti menyebutkan kemungkinan pesawat jatuh akibat cuaca buruk. Pasalnya saat akan landing kondisi disana dalam keadaan hujan.

    Keterangan yang sama seperti dikutip Metro TV diungkapkan Kepala Bandara Kaimana, Papua Barat, Gagarin Mulyansah. Kemungkinan jarak pandang pendek dan gelap sehingga menyebabkan pesawat jatuh di laut. Lokasi kejadiannya hanya sekitar 400 meter dari bandara yang berada di dekat laut.

    Prosedur pendaratan di Bandara Kaimana cukup unik. Di sebelah kiri landasan pacu terdapat gunung yang cukup tinggi. Pesawat dari Sorong harus naik ke atas melewati gunung tersebut dan melintasi landasan pacu. Kemudian pesawat harus belok ke kiri untuk menempatkan posisi pendaratan di runway 01.

    Pilot Merpati sudah komunikasi dengan menara pengawas, mau putar sebelum masuk landasan 01. Namun karena cuaca jelek pilot harus clear landasan dulu, kalau landasan pacunya sudah kelihatan baru bisa turun.

    Kontak terakhir pilot dengan menara ATC di bandara adalah pesawat sudah belok ke kiri dan siap untuk mendarat. Namun setelah itu langsung hilang komunikasi.

    Pesawat Merpati ini diperkirakan ditching (melakukan pendaratan di air/ laut). Nahasnya pesawat terlalu kencang saat membentur ombak di selat Kaimana yang jaraknya hanya sekitar 600 meter dari landasan.

    Mendarat di laut atau di perairan itu ada dua jenis. Kalau bagus tidak akan pecah. Namun jika sewaktu landing, pesawat pecah, bisa langsung tenggelam.

    Pesawat Baru Pesawat jenis MA-60 milik PT Merpati Nusantara Airlines yang mengalami kecelakaan di sekitar teluk Kaimana, Papua Barat tergolong baru Pesawat buatan pabrik Xian Aircraft China itu diproduksi pada tahun 2010 dengan serial number pesawat adalah 2807.Pesawat baru menjalani jam terbang 615 jan dan melakukan rotasi penerbangan 764 kali.

    Jadi pesawat tersebut belum pernah menjalani perawatan berkala skala besar. Kecuali perawatan harian dan pemantauan 100 jam.

    Menurut Direktur Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKUPPU) Yurlis Hasibuan, pesawat tersebut sudah memenuhi persayaratan keselamatan di Indonesia dan China.

    “Walaupun produk China, namun karena sudah memenuhi standar kelayakan kita yang berarti layak terbang,” ujarnya. Selain di operasikan di Indonesia, pesawat ini juga digunakan di Cina, Myanmar, Kirzigstan, Zambia, Laos dan Filipina.

    Faktor cuaca

    Dugaan sementara Merpati jatuh karena faktor cuaca. Namun sebenarnya perkiraan cuaca saat ini bukanlah hal tidak bisa diprediksi. Dengan kemajuan teknologi cuaca bisa diperkirakan apakah akan hujan deras, ringan dan seterusnya.

    Pemahaman cuaca yang baik diperlukan oleh pihak yang sifat kerjanya mengandalkan faktor alam seperti nelayan. Bahkan penerbangan udara pun tak bisa mengelak dengan cuaca. Ada baiknya di zaman yang sudah serba mudah ini, perkiraan cuaca pun bisa diakses diamanapun juga.

    Informasi seperti ini waspada hujan deras disertai kilat/petir dan angin kencang atau prospek cuaca satu minggu ke depan bisa dengan mudah diketahui. Demikian pula hujan lebat dengan intensitas ; 10,0-20 mm/jam atau 50-100 mm/hari yang akan terjadi di wilayah tertentu dapat diketahui seketika.

    Seperti disebutkan situs bmkg.go id, prospek 12-13 Mei 2011 di pesisir Barat NAD hingga Sumatera Barat, NAD, Sumatera Utara bagian Utara dan Timur, Sumatera Barat, Riau bagian Utara dan Timur, Kalimantan Timur bagian Utara, Kalimantan Tengah bagian Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan bagian Utara, Sulawesi Barat bagian Utara, Sulawesi Tenggara, Maluku bagian Tengah dan Tenggara, Maluku Utara bagian Utara, Papua Barat serta Papua bagian Tengah dan Utara.

    Daerah tersebut diperkirakan akan terjadi hujan deras disertai kilat dan petik serta angin kencang.***

     

    Umum

    Inilah Rekomendasi Hasil Rakernas Kemenristekdikti 2018
    Kamis, 18 Januari 2018 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat membuka Rakernas di Medan. Foto Fatimah Harahap/Kemenristekdikti   Technology-Indonesia.com – Rapat Kerja Nasional (Rakernas)...

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek