Homepage > Transportasi > Transportasi Udara > Indonesia-Perancis Tingkatkan Kerjasama Iptek dan Inovasi
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 1529
    Guest : 1529
    Members : 0

    Indonesia-Perancis Tingkatkan Kerjasama Iptek dan Inovasi

    Penilaian Pengguna: / 0
    JelekBagus 
    alt
    Presiden Joko Widodo dan Presiden Perancis menyaksikan Menristekdikti Mohamad Nasir dan Menteri Muda Bidang Industri, Digitalisasi dan Inovasi Perancis Christophe Sirugue menandatangani perjanjian kerjasama (Foto Kemenristekdikti/Ardian)
     
    Jakarta, technology-indonesia.com - Presiden Perancis Francois Hollande melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada hari ini, Rabu (29/3/2017). Kunjungan tersebut bersejarah karena merupakan kunjungan pertama Presiden Perancis setelah 30 tahun. 
     
    Presiden Perancis bertemu Presiden Joko Widodo untuk membahas rencana peningkatan kerja sama di berbagai bidang. Sejumlah nota kesepakatan telah ditandatangani di bidang pembangunan berkelanjutan, riset teknologi dan pendidikan tinggi, pertahanan, kelautan perikanan dan pariwisata.
     
    Salah satunya naskah kerjasama di bidang iptek dan inovasi. Perjanjian tersebut merupakan pembaruan perjanjian serupa yang ditandatangani pada 1979. 
     
    Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menyatakan peningkatan kerjasama antara Pemerintah Indonesia dan Perancis khususnya di bidang riset, teknologi dan pendidikan tinggi memiliki nilai strategis  bagi kedua negara.
     
    "Penandatanganan perjanjian ini merupakan momentum kebangkitan kerjasama iptek, inovasi dan pendidikan tinggi antara kedua negara” ujar Menristekdikti. 
     
    Dalam perjanjian tersebut, pemerintah kedua negara sepakat mengimplementasikan beberapa bentuk kerjasama. Salah satunya proyek dan program penelitian dan inovasi ilmiah bersama.
     
    Kedua negara sepakat melakukan kunjungan dan pertukaran ilmuan, staf ahli, atau pakar bidang tertentu, termasuk pendidikan tinggi dan vokasi, serta pertukaran mahasiswa, trainee, dosen dan ilmuan muda.
     
    Kesepakatan lainnya adalah penyelenggaraan konferensi ilmiah, seminar, workshop, pameran buku, pameran iptek dan kegiatan bersama lainnya, serta pengembangan dan penilaian kurikulum dan kualifikasi.
     
    Kedua negara juga sepakat melaksanakan pertukaran informasi program gelar sarjana di kedua negara untuk membantu proses pengakuan akademik bagi sarjana dan diploma, serta pertukaran informasi penelitian dan pengembangan inovatif, model inovasi dan berbagi best practices di bidang kepentingan umum seperti kemitraan publik-swasta-akademik.
     
    Melalui perjanjian ini, kerjasama iptek dan inovasi Indonesia-Perancis akan digagas pada bidang keamanan pangan dan agrikultur, energi, kesehatan, transportasi, advanced material, teknologi informasi dan komunikasi, maritim, dan lain-lain.
     
    Sedangkan di sektor pendidikan tinggi, kerjasama kedua negara akan diintensifkan di bidang pembelajaran dan pengajaran; termasuk pendidikan guru dan pengembangan profesi, e-learning; teknologi pembelajaran inovatif, fasilitas dan model operasional terkait; teknologi pendidikan dan e-governance; pengakuan bersama gelar akademik dan diploma, serta pertukaran informasi sistem pendidikan dan kurikulum.
     
    Perjanjian kerjasama ini ditandatangani Menristekdikti bersama dengan Christophe Sirugue, Menteri Muda Bidang Industri, Digitalisasi dan Inovasi Perancis. 
     
    Perjanjian tersebut akan menjadi payung hukum bagi beberapa kesepakatan kerjasama lain di bidang Iptekdikti yang juga akan ditandatangani dalam kunjungan Presiden Perancis ke Indonesia.
     
    Kesepakatan tersebut diantaranya pengaturan Kemitraan Hubert Curien Perancis-lndonesia "Nusantara"; perjanjian  kerja  sama  dalam  bidang  riset  dan  inovasi  antara  Kemenristekdikti  dengan Cosmetic Valley; perjanjian kerangka  kerja  sama  antara BPPT dengan INSA; dan perjanjian antara   Kemenristekdikti   dengan   Universitas  Montpellier   tentang   Program Peningkatan Kapasitas.
     
    Khusus untuk kerjasama Program Kemitraan Hubert Curien (PHC) “Nusantara”, Menristekdikti menyatakan program tersebut telah digagas kedua negara sejak 2008, dan berhasil diimplementasikan dengan baik hingga saat ini. 
     
    Kesepakatan terkait Program Nusantara kali ini untuk memperbarui program kerjasama PHC Nusantara yang telah disesuaikan dengan program prioritas di Indonesia dan Perancis. Tujuan dari program kerjasama PHC Nusantara untuk mempromosikan dan mendukung kerjasama penelitian di Indonesia dan Perancis. 
     
    "Kerjasama tersebut dapat dijalin baik antar negara maupun asosiasi penelitian (baik milik pemerintah maupun swasta) selama mereka memiliki satu tujuan dalam penelitian bersama", pungkas Menristekdikti.
     

    Umum

    Inilah Rekomendasi Hasil Rakernas Kemenristekdikti 2018
    Kamis, 18 Januari 2018 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat membuka Rakernas di Medan. Foto Fatimah Harahap/Kemenristekdikti   Technology-Indonesia.com – Rapat Kerja Nasional (Rakernas)...

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek