Homepage > Transportasi > Transportasi Udara > RIRN 2017-2045, Dorong Pembangunan Ekonomi Berbasis Riset
Resensi
article thumbnailSejarah Panjang Pengamatan Cuaca di Indonesia

Judul Buku : BMKG, 70 Tahun Melayani Masyarakat Penulis : Tim Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Penerbit : BMKG bekerjasama dengan MAPIPTEK Tebal : viii + 206 halam [ ... ]


Artikel Lainnya
Advertorial
article thumbnailLomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

  Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


Artikel Lainnya

 

Data Pengunjung
Registered users : 5
Online : 784
Guest : 784
Members : 0

RIRN 2017-2045, Dorong Pembangunan Ekonomi Berbasis Riset

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 

alt

JAKARTA - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) bersama Kementerian dan Lembaga (K/L) terkait sedang mempersiapkan konsep Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) 2017-2045.  Roadmap riset ini berisi rencana dan proyeksi program riset jangka panjang, sehingga Indonesia memiliki arah dan target pembangunan riset yang jelas dan terukur.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir mengatakan RIRN 2017-2045 ini rencananya akan dituangkan dalam bentuk Peraturan Presiden (Perpres). “Harapannya bisa dilaksanakan untuk pembangunan ekonomi berbasis riset,” kata Nasir di sela Rapat Kerja BPPT 2017 di Jakarta, Selasa (21/2/2017).

Menurut Menristekdikti, di dalam RIRN 2017-2045 terdapat masalah pembiayaan riset yang saat ini hanya 0,2%. “Mungkin tidak ke depan menjadi 1 persen atau 2 persen,” ungkapnya. Menristekdikti juga mendorong agar pemerintah dan swasta bisa bekerjasama untuk membiayai riset tersebut.

"Saat ini RIRN sedang dalam proses harmonisasi di Kementerian Hukum dan HAM. Maret 2017 kita agendakan untuk bisa diajukan ke Presiden," terang Nasir.

Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Unggul Priyanto mengatakan BPPT sebagai satu dari tujuh Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) yang berada di bawah Kemenristekdikti ikut terlibat dalam penyusunan RIRN tersebut. “Riset yang dilaksanakan BPPT tak lepas dari roadmap dari Kemenristekdikti karena itu merupakan payungnya,” ungkap Unggul.

Menurut Unggul, BPPT telah membuat dua aturan untuk meningkatkan hasil-hasil inovasi di BPPT. Pertama hasil riset dengan tingkat kesiapan teknologi atau Technology Readiness Level (TRL) di bawah enam umumnya akan ditolak. “Kecuali penemuan yang betul-betul baru,” lanjutnya.

Aturan kedua, setiap riset sedapat mungkin bekerjasama dengan industri. “Saya minta hampir semua riset di BPPT ini bekerjasama dengan industri supaya cepat aplikasinya ke masyarakat. Kalau kita mulai sendiri dari awal, nanti meyakinkan industri akan susah,” terang Unggul.

Hingga saat ini, BPPT telah menghasilkan banyak inovasi di berbagai fokus bidang. Di bidang pangan misalnya, BPPT mengembangkan beras analog untuk diversifikasi pangan serta jagung hibrida yang usianya lebih pendek. “Jagung hibrida ini umurnya hanya 85 hari, namun produksinya sama dengan jagung yang usianya 120 hari. Diharapkan petani dalam satu tahun bisa menanam beberapa kali,” kata Unggul.

Inovasi di bidang obat-obatan berupa garam farmasi. Di bidang transportasi berupa layanan teknologi rencana pembangunan kereta cepat Jakarta-Surabaya serta sistem navigasi pesawat Automatic Dependent Surveillance Broadcast (ADS-B). Di bidang pertahanan dan keamanan (hankam), pesawat tanpa awak atau drone. Di bidang kebencanaan, BPPT mengembangkan alat untuk mendeteksi tanah longsor.

Dari sisi teknologi informasi dan komunikasi, BPPT telah mengajukan e-voting dan e-government. Sementara di bidang energi terbarukan, BPPT mengajukan teknologi pembangkit listrik panas bumi panas bumi skala kecil dengan TKDN maksimum hingga 70 persen.

Untuk tahun 2017, BPPT mentargetkan berbagai hal. Misalnya di bidang obat-obatan, BPPT akan mengembangkan filler obat berbahan baku singkong. “Selama ini bahan baku untuk filler, campuran untuk pil itu impor serartus pesen. Harganya cukup mahal 30 ribu rupiah per kilo,” ungkapnya.

BPPT juga akan mengembangkan garam industri, jagung hibrida, serta vaksin untuk malaria dan analisa uji demam berdarah. “Sampai sekarang ujinya lama dan susah di prediksi dengan cepat,” pungkasnya.

 

Artikel Terkait

Pacu Inovasi, Kementerian Ristek Bangun Strategi Kebersamaan

Pacu Inovasi, Kementerian Ristek Bangun Strategi Kebersamaan

Sebagai upaya mensinergikan antara sisi penyedia dan sisi pengguna Iptek, Kementerian Riset dan... READ_MORE
Kamis, 01 Juli 2010 11:02
 Liliana Yetta Pandi, Dra

Liliana Yetta Pandi, Dra

  ... READ_MORE
Selasa, 16 Maret 2010 21:50
Asep Karsidi Jabat Kepala Bakosurtanal

Asep Karsidi Jabat Kepala Bakosurtanal

Menristek Suharna Surapranata hari ini melantik Dr. Asep Karsidi sebagai Kepala Badan Koordinasi... READ_MORE
Selasa, 15 Juni 2010 16:12
Siswa SD se-Jabodetabek Kunjungi PP IPTEK

Siswa SD se-Jabodetabek Kunjungi PP IPTEK

Jakarta : Pusat  Peragaan Iptek (PP-IPTEK) menjadi bagian program acara ”Ayo Ke Museum Bersama Ibu... READ_MORE
Kamis, 17 Juni 2010 16:07
Deteksi Jantung Melalui Treadmill Test

Deteksi Jantung Melalui Treadmill Test

Jakarta : Treadmill test hingga kini kerap diabaikan dalam proses medical check up penyakit jantung ... READ_MORE
Selasa, 15 Juni 2010 14:07
Goyangan Gempa di Jakarta Utara Lebih Terasa

Goyangan Gempa di Jakarta Utara Lebih Terasa

DKI diguncang gempa. Warga DKI Jakarta sontak panik. Untungnya, hal itu baru dugaan dari seseorang... READ_MORE
Senin, 06 Juni 2011 10:24
Biogas dari Limbah Tahu

Biogas dari Limbah Tahu

Kementerian Riset dan Teknologi melalui Program Pengendalian Dampak Perubahan Iklim membuat proyek... READ_MORE
Jumat, 14 May 2010 12:01
BPPT Mengganti Empat Deputi

BPPT Mengganti Empat Deputi

Jakarta : Empat pejabat Kedeputian Badan Pengkajian Penerapan Teknologi  (BPPT) diganti. Pelantikan... READ_MORE
Rabu, 16 Juni 2010 19:19

Pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan

Ketahanan pangan selalu dikaitkan dengan masalah kekurangan gizi. Masalah kurang gizi ini bukan... READ_MORE
Selasa, 09 April 2013 10:39

2oo Pelajar Dikenalkan Budaya Iptek

Kementerian Riset dan Teknologi merangkul generasi muda untuk terwujudnya pengembangan  budaya iptek... READ_MORE
Senin, 29 Oktober 2012 11:50
Batan melantik Deputi PTDBR Baru

Batan melantik Deputi PTDBR Baru

                        Jakarta : Dr Djarot Sulistio Wisnusubroto dilantik sebagai Dep... READ_MORE
Kamis, 17 Juni 2010 15:03

Ini Dia, Sepeda Motor Berbahan Bakar Air Plus

Ternyata bukan isapan jempol air bisa menjadi bahan bakar. Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU... READ_MORE
Rabu, 06 Juni 2012 15:15

BIG Dukung Kebutuhan Informasi Geospasial Tematik Kemenkokesra

Sekretaris Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Indroyono Soesilo mengatakan Kementerian... READ_MORE
Selasa, 27 November 2012 16:52

Anggota DPR RI Azwir Dainy Tara: Perhatian Pemerintah Masih Belum Maksimal

Minimnya anggaran yang tersedia untuk kegiatan Riset dan Teknologi (Ristek), menjadi salah satu... READ_MORE
Kamis, 21 Juni 2012 11:39
KLIBS Usung Anastesi Lokal untuk Bantu Orang Miskin

KLIBS Usung Anastesi Lokal untuk Bantu Orang Miskin

Dunia kedokteran sudah lama mengenal  anastesi lokal atau bius lokal. Namun penerapan bius... READ_MORE
Selasa, 05 April 2011 15:37
Titik Terang Mencari 'Bumi Tandingan'

Titik Terang Mencari 'Bumi Tandingan'

Setelah lima tahun mencari, peneliti NASA akhirnya menemuka dua planet yang paling mirip Bumi.... READ_MORE
Rabu, 07 Januari 2015 18:03
Indonesia Peringkat ke-3 Jumlah Penderita Hepatitis

Indonesia Peringkat ke-3 Jumlah Penderita Hepatitis

Jakarta : Indonesia menempati peringkat ketiga dunia setelah China dan India untuk jumlah penderita... READ_MORE
Rabu, 28 Juli 2010 16:09

Teknologi Aquaponik di Lahan Sempit

Upaya menambah luasan lahan pertanian sebagai solusi peningkatan ketahanan pangan masih menemui... READ_MORE
Selasa, 11 Februari 2014 13:01
BIT BPPT Dorong Tumbuhnya Teknoprenur baru

BIT BPPT Dorong Tumbuhnya Teknoprenur baru

Jakarta- Kurangnya fasilitas pemerintah dalam mendorong iklim usaha, regulasi yang menunjang dan... READ_MORE
Senin, 18 April 2011 10:19
Masyarakat Indonesia Kekurangan Air Bersih

Masyarakat Indonesia Kekurangan Air Bersih

Dari 92 daerah terluar di Indonesia, 64 diantaranya merupakan daerah sulit air bersih. Selain it... READ_MORE
Kamis, 15 Maret 2012 16:16

Umum

article thumbnail Ecodome, Wahana Baru di Kebun Raya Bogor
Rabu, 15 November 2017 | Setiyo Bardono

Ecodome, wahana baru di Kebun Raya Bogor (Foto Humas LIPI)   Technology-Indonesia.com - Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PKT...

Review

article thumbnail Dibalik Musibah Uji Coba Roket Kendali Lumajang
Rabu, 03 Februari 2010

  Minggu lalu, terbetik berita salah satu roket uji coba milik konsorsium dibawah Kementerian Riset dan Teknologi di wilayah Lumajang, Jawa Timur melenceng dari sasaran. Para wakil konsorsium yang...

 
iklantechno
Kolom
article thumbnailCapaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
23/10/2017 | Setiyo Bardono

Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


Artikel Lainnya
Profil Peneliti
article thumbnailDra. Noer Laily, Msi
21/08/2015

Usia muda tidak berarti sedikit berkarya. Dra Noer Laily, Msi mampu membuktikan di usianya yang menginjak 39 tahun, mampu membuahkan suatu temuan baru. Bersama rekan-rekannya, Noer Laily menemukan pro [ ... ]


Profil Peneliti Lainnya
LOMBA UNTUK JURNALIS

Info Produk
Angket
Artikel Apa Yang Anda Sukai?
 
iklanmapiptek