Homepage > Transportasi > Transportasi Laut > Menteri PUPR Lepas Kapal Pengangkut Bentang Utama Jembatan Holtekamp ke Jayapura
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 1778
    Guest : 1778
    Members : 0

    Menteri PUPR Lepas Kapal Pengangkut Bentang Utama Jembatan Holtekamp ke Jayapura

    Penilaian Pengguna: / 0
    JelekBagus 

    alt

    Technology-Indonesia.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, Indonesia memiliki kemampuan membangun jembatan bentang panjang dengan kualitas yang rapi dan kuat. Hal ini telah dibuktikan dalam pembangunan Jembatan Holtekamp di Jayapura dengan tipe Box Baja Pelengkung. Pengerjaan bentang utamanya dilakukan di PT PAL Indonesia, Surabaya. 
     
    Keberadaan Jembatan Holtekamp memiliki nilai strategis untuk mengatasi kepadatan kawasan perkotaan, pemukiman, dan kegiatan perekonomian di dalam Kota Jayapura. Pasalnya, jembatan ini memangkas jarak tempuh hingga 17 kilometer di antara kedua lokasi tersebut. 
     
    Waktu tempuh dari Kota Jayapura ke Muara Tami menuju Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw yang sebelumnya membutuhkan waktu 2,5 jam, kini menjadi 60 menit. Jembatan Holtekamp nantinya akan menjadi ikon dan destinasi wisata baru di Papua, khususnya Jayapura.
     
    Menteri PUPR meminta kepada Dirjen Bina Marga dan Kepala Balitbang agar ke depan pembangunan jembatan panjang bisa didesain untuk bisa dilaksanakan dengan sumber daya Indonesia sehingga tidak perlu impor.
     
    "Kebijakan ini akan mendorong inovasi sehingga kita bisa bersaing," tegas Menteri Basuki saat pelepasan keberangkatan kapal yang membawa satu dari dua bentang utama sepanjang 112,5 meter, di pelabuhan PT. PAL, Surabaya, Minggu (3/12/2017). Acara pelepasan ini bertepatan dengan peringatan Hari Bakti PU ke-72 tanggal 3 Desember. 
     
    Menteri Basuki menambahkan pembangunan jembatan dapat menggerakan industri baja nasional dan memberikan pekerjaan kepada para tenaga ahli dan pekerja konstruksi Indonesia.  Pengerjaan bentang utama oleh PT. PAL di Surabaya, merupakan bagian dari memanfaatkan sumber daya yang dimiliki Indonesia. PT. PAL memiliki fasilitas, tenaga ahli terutama untuk pengelasan baja dan dilengkapi pelabuhan. 
     
    "Pengelasannya tidak main-main karena berpengaruh terhadap kekuatan. Tidak semua memiliki fasilitas yang lengkap. Saat ini belum bisa dilakukan di Papua karena fasilitasnya belum tersedia," kata Menteri Basuki.
     
    Pertimbangan lainnya untuk memproduksi bentang utama oleh PT. PAL Indonesia di Surabaya adalah untuk mitigasi kegagalan konstruksi bila rangka bentang utama dikerjakan di Jayapura. Pasalnya, kawasan tersebut termasuk kawasan rawan gempa. Sehingga akan meningkatkan aspek keselamatan kerja, dan mempercepat waktu pelaksanaan. 
     
    Penyelesaian bentang utama dengan bobot 2.000 ton ini lebih cepat dari jadwal karena menggunakan metode center span strand lifting yang pertama dilakukan di Indonesia. Bentang utama 1 dikerjakan sejak 22 Juli 2017 dan selesai 17 Oktober 2017. Bentang utama 2 dikerjakan mulai 19 September hingga 3 Desember 2017. 
     
    Pembangunan Jembatan Holtekamp juga menjadi jembatan pertama yang dikapalkan secara utuh dan terjauh karena menempuh jarak 3.200 km dengan waktu 28 hari perjalanan. Menteri Basuki menargetkan pembangunan Jembatan Holtekamp dapat diselesaikan pada September 2018. Saat ini progres pembangunan fisik jembatan telah mencapai 91,80 persen.
     
    Total panjang bentang utama jembatan ini 400 meter ditambah jembatan pendekat 332 meter yang terdiri 33 meter dari arah Hamadi dan 299 meter dari arah Holtekamp sehingga total 732 meter. Lebar jembatan 21 meter yang terdiri 4 lajur 2 arah, dilengkapi median jalan. 
     
    Pembangunan Jembatan Holtekamp dilakukan bersama oleh Kementerian PUPR, Pemerintah Provinsi Papua, dan Pemerintah Kota Jayapura. Kementerian PUPR mendanai pembangunan jembatan utama. Pemerintah Provinsi Papua mendanai pembangunan jembatan pendekat arah Holtekamp. Sementara Pemerintah Kota Jayapura mendanai pembangunan jalan pendekat dan pembebasan lahan. 
     
    Biaya yang dikeluarkan untuk membangun jembatan di atas Teluk Youtefa ini mencapai Rp 1,7 triliun. Proyek ini dikerjakan kontraktor konsorsium PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, PT Hutama Karya (Persero), dan PT Nindya Karya (Persero).
     
     

    Umum

    Tingkatkan Peran Guru Besar dalam Pengembangan Peradaban
    Jumat, 23 Februari 2018 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti Mohamad Nasir dalam Forum Guru Besar Institut Teknologi Bandung (FGB-ITB), di Gedung Balai Pertemuan Ilmiah ITB, Kamis (22/2/2018).Ageng Prasetyo/BKKP...

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek