Homepage > Transportasi > Transportasi Laut > LIPI Kaji Efektivitas Tol Laut
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 619
    Guest : 620
    Members : 0

    LIPI Kaji Efektivitas Tol Laut

    Penilaian Pengguna: / 0
    JelekBagus 
    alt
     
    Jakarta, technology-indonesia.com - Tol laut merupakan salah satu program prioritas Presiden Jokowi untuk mengembangkan sektor kemaritiman. Setelah dua tahun berjalan, sejauh manakah efektivitas tol laut?
     
    Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Penelitian Ekonomi (P2E) telah melakukan kajian efektivitas dan implementasi tol laut bagi pertumbuhan ekonomi. Hasil kajian disampaikan oleh peneliti P23 LIPI dalam Media Briefing “Peran Infrastruktur Ekonomi Dalam Industri Maritim Nasional” di Media Center LIPI, Jakarta, Jum’at (25/8/2017).
     
    Latif Adam peneliti P2E LIPI yang bertindak sebagai moderator mengatakan sejak awal program tol laut yang fenomenal telah menjadi pro kontra di tengah masyarakat. Pemerintah membutuhkan dana sekitar 700 triliun untuk membangun infrastruktur seperti pembangunan 24 pelabuhan tol strategis, pembangunan galangan kapal, dan lain-lain.
     
    Panky Tri Febiyansah, Peneliti P2E LIPI memaparkan konsep tol laut adalah membangun transportasi laut dengan kapal atau sistem logistik kelautan, yang melayani tanpa henti dari Sabang hingga Merauke. Strategi pengembangan tol laut didukung oleh berbagai macam paket kebijakan ekonomi, seperti Paket Stimulus No. 15 yang memfokuskan perbaikan sistem logistik.
     
    “Integrasi ekonomi melalui penguatan konektivitas antar pulau dan domestik-internasional merupakan sebuah kebutuhan bagi negara kepulauan seperti Indonesia. Hal ini bertujuan untuk mempercepat pembangunan dan memeratakan hasil-hasilnya ke seluruh pelosok negeri,” ungkapnya.
     
    Panky memaparkan konsep tol laut membutuhkan variasi dan kecukupan muatan baik dari barat ke timur maupun dari timur ke barat, infrastruktur pelabuhan yang handal, industri pelayaran yang mapan, pelayaran rutin dan terjadwal, serta infrastruktur daratan yang memadai.
     
    Pembangunan infrastruktur maritim memiliki peran yang krusial. Infrastruktur mempengaruhi biaya operasi, kualitas layanan, serta kecepatan dan ketepatan pengiriman. Pada gilirannya, peran yang dijalankan infrastruktur akan menjadi faktor pembentuk harga akhir produk.
     
    “Apabila infrastruktur belum mampu menjalankan perannya secara optimal, maka ini akan mendorong tidak saja biaya transportasi, tetapi juga menyebabkan munculnya disparitas harga dan ketidakseimbangan pembangunan ekonomi antar wilayah,” terang Panky.
     
    Dalam kesempatan tersebut, Panky menyampaikan temuan sementara yang memperlihatkan bahwa dimensi perspektif atas tol laut yang dipahami selama ini adalah port to port. Hal ini menyebabkan masih adanya disparitas harga terutama di daerah pedalaman dan pulau-pulau terpencil. “Kalau konsepnya port to port maka yang merasakan manfaat adalah masyarakat sekitar pelabuhan saja,” tegasnya.
     
    Panky juga memaparkan sejauh mana integrasi tol laut dengan sistem logistik nasional. Menurutnya konektivitas yang efektif dan efisien dapat tercapai jika sektor transportasi maritim terintegrasi dan menjadi bagian penting dari kerangka sistem logistik nasional. 
     
    Dari hasil kajian, Panky menyampaikan rekomendasi sementara antara lain dimensi perspektif atas tol laut seharusnya mulai diperluas menjadi door - port to port – door sehingga terjadi pemerataan ekonomi di seluruh wilayah Indonesia.
     
    Rekomendasi selanjutnya, pada pulau-pulau utama perlu adanya pembangunan jalan desa dengan melakukan optimalisasi dana desa untuk pengembangan dan peningkatan kualitas jalan. “Syaratnya harus terintegrasi dengan sistem logistik nasional atau konsep tol laut,” lanjutnya.
     
    Selain itu diperlukan juga peningkatan keahlian pekerja dan pelaku usaha Industri logistik. Keahlian ini perlu dimasukkan dalam kurikulum dalam pendidikan vokasi atau melalui pelatihan di LSP yang fokus pada sistem logistik.
     
    Untuk menyentuh wilayah pulau-pulau kecil, Panky berpendapat perlunya memberdayakan pelayaran rakyat sebagai saluran arteri ke pulau-pulau kecil dan alternatif pelayaran perintis. Untuk itu, diperlukan subsidi asuransi kapal agar pemilik kapal mampu mengembangkan usahanya.
     
    “Pelayaran rakyat perlu didorong karena potensial untuk menyerap tenaga kerja dan membantu mengurangi disparitas harga,” pungkasnya.
     

    Umum

    Inilah Rekomendasi Hasil Rakernas Kemenristekdikti 2018
    Kamis, 18 Januari 2018 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat membuka Rakernas di Medan. Foto Fatimah Harahap/Kemenristekdikti   Technology-Indonesia.com – Rapat Kerja Nasional (Rakernas)...

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek