Homepage > Transportasi > Transportasi Laut > Menristekdikti Tinjau Pabrikasi Kapal Pelat Datar
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 1908
    Guest : 1909
    Members : 0

    Menristekdikti Tinjau Pabrikasi Kapal Pelat Datar

    Penilaian Pengguna: / 0
    JelekBagus 
    alt
     
    CIKARANG - Kapal Pelat Datar 10 GT karya peneliti dan alumni Universitas Indonesia (UI) melaju ke tahap pabrikasi di area produksi PT Gunung Steel Group, Cikarang. Pabrikasi kapal ini merupakan upaya penguatan dan persiapan Kapal Pelat Datar agar dapat diproduksi massal  tahun ini. 
     
    Sebelum dilakukan pabrikasi, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir telah melakukan uji coba Kapal Pelat Datar pada 20 Agustus 2016 di Kepulauan Seribu. Desain kapal ini merupakan generasi ke-6, yang telah mengalami penyempurnaan dari desain sebelumnya.
     
    Menristekdikti mengatakan kapal baja dengan teknologi pelat datar memiliki keunggulan yang dapat menjadi solusi di masa depan sebagai alternatif kapal kayu dan kapal fiberglass. “Kapal berbahan baku pelat datar harganya jauh lebih murah dan lifetime-nya dua kali lipat hingga mencapai 20 tahun,” kata Nasir saat meninjau Pabrikasi Kapal Pelat Datar 10 GT di Cikarang pada Minggu (15/1/2017).
     
    Menurut Nasir, desain buritan kapal yang membentuk huruf W terbalik (semi trimaran) menyebabkan energi gelombang yang dipecah bagian depan kapal mampu menggerakan propeler hingga dua kali lipat. “Generasi awal kapal ini kecepatannya mencapai 24,5 knot.  Mesin yang digunakan 50% dari kapal model V yang menggunakan 350 horse power.  Kapal ini hanya membutuhkan 170 horse power, manuvernya juga bagus,” ujarnya.
     
    Dari segi harga, lanjut Nasir, Kapal Pelat Datar lebih murah. Kapal 10 GT berbahan fiberglass harganya sekitar Rp  420 juta, kapal kayu harganya Rp 350 juta. Sementara kapal baja harganya Rp 275 juta. Selain bisa didaur ulang, baja sebagai bahan material kapal 100% lokal. Sementara bahan fiberglass 100% impor. 
     
    Kapal Pelat Datar juga lebih mudah dalam pengerjaannya, karena tidak ada lengkungan. Pelat baja dipotong berdasarkan pola dan dirakit menggunakan las. “Proses ini bisa menimbulkan industri kapal baru. Di sini menyediakan materialnya, setelah cutting kemudian dipaketkan ke industri kapal untuk di-assembling,” terang Nasir.
     
    Kapal Pelat Datar 10 GT (Gross Tonnage) yang dipabrikasi mempunyai panjang 13.5 meter. Kapal ini jika dijadikan sebagai kapal penumpang mampu menampung 25 orang. Sementara untuk kapal ikan, menampung 7 orang dengan daya angkut 5 ton. “Setelah dipabrikasi, kapal ini akan menjalani proses sertifikasi agar  bisa diproduksi massal,” ujarnya.
     
    Prototipe kapal ini rencananya akan dioperasikan di wilayah Teluk Bintuni, atas permintaan Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat. Kapal Pelat Datar diyakini mampu dan cocok melayani pelayaran di wilayah berkarakteristik seperti di wilayah Teluk Bintuni.
     
    Nasir optimis produk ini sangat menjanjikan untuk perkapalan di Indonesia. Ia berharap dengan adanya Kapal Pelat Datar, kebutuhan 3.500 kapal nelayan di Indonesia akan bisa dipenuhi dengan baik. “Mudah-mudahan sertifikasi segera selesai, sehingga kapal ini bisa bersaing di Indonesia dan dunia,” pungkasnya. 
     
    Baca juga:
     

    Umum

    Inilah Rekomendasi Hasil Rakernas Kemenristekdikti 2018
    Kamis, 18 Januari 2018 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat membuka Rakernas di Medan. Foto Fatimah Harahap/Kemenristekdikti   Technology-Indonesia.com – Rapat Kerja Nasional (Rakernas)...

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek