Homepage > Transportasi > Sistem Transportasi > BPPT Kembangkan Sistem Pemantau Penerbangan Sipil
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 2025
    Guest : 2025
    Members : 0

    BPPT Kembangkan Sistem Pemantau Penerbangan Sipil

    Penilaian Pengguna: / 0
    JelekBagus 

    JAKARTA – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melalui Pusat Teknologi Elektronik (PTE) mengembangkan sistem pemantauan penerbangan sipil pada fase pendaratan berbasis ADS-B (Automatic Dependent Surveillance Broadcast).  Inovasi teknologi ini digunakan untuk menghindari kecelakaan di dunia penerbangan.

    Direktur PTE-BPPT, Yudi Purwantoro mengatakan teknologi ini mampu memantau pergerakan pesawat dan kendaraan bergerak lainnya di bandara, baik ketika pesawat sedang melakukan approach pendaratan, ketika sudah mendarat, maupun ketika bergerak di sekitar terminal.

    Keunggulan ADS-B hasil inovasi BPPT ini harganya lebih terjangkau tanpa mengorbankan kecanggihan. “Inovasi BPPT ini tetap mengedepankan dan menerapkan teknologi terkini,” tegas Yudi dalam acara Media Gathering Deputi TIEM BPPT di Jakarta, Selasa (19/4/2016).

    Yudi memaparkan, ADS-B bermanfaat untuk meningkatkan keselamatan dan pelayanan penerbangan dan membantu memonitor posisi pesawat. Alat navigasi ini bisa meminimalisis delay di udara karena petugas ATC (Air Traffic Control)  dapat memanage traffic lebih awal. ADS-B juga mengurangi beban komunikasi antara petugas ATC dengan pilot.

    ADS-B BPPT, lanjut Yudi, memberikan informasi penerbangan dengan akurat berupa identitas pesawat, koordinat lokasi, ketinggian, kecepatan pesawat dan lain-lain. ADS-B menggunakan sistem Human Machine Interface (HMI) untuk mengolah data dan menampilkan track perjalanan pesawat hingga mendarat.

    Menurut Yudi, konfigurasi perangkat utama meliputi antenna, LNA, kabel, ADS-B Receiver, Server, S/W ADS-B monitoring dan HMI. Alat navigasi tersebut dirancang menggunakan komponen yang dapat diperoleh di pasaran. “ADS-B buatan BPPT berbasis software open source atau perangkat lunak berbasis terbuka, sehingga mudah dalam pemeliharaan,” paparnya.

    Ia menambahkan, inovasi ini telah mencapai desain purwarupa dan akan diuji fungsi di lapangan dan laboratorium sebagai bagian dari sertifikasi. Yudi berharap teknologi tersebut siap diaplikasikan setelah sertifikasi dan ada industri nasional yang melakukan komersialisasi.

    Teknologi ini telah digunakan bandara di Semarang sejak 2012 dan Bandung sejak 2014 hingga sekarang. Sebelumnya, di kedua bandara tersebut komunikasi antara petugas ATC dan pilot menggunakan komunikasi suara. “Penggunaan alat ini bisa mengurangi beban petugas di bandara,” lanjutnya.

    Dari hasil testimoni pengguna alat tersebut, ADS-B buatan BPPT memiliki kehandalan yang baik, beroperasi 24 jam tanpa kendala berarti. Akurasi posisi pesawat sangat baik diakui oleh petugas ATC dengan dikonfirmasi posisinya dengan pilot pesawat.

    “Selain tampilan HMI yang sangat informatif, daya jangkaunya (coverage) melebihi layanan wilayah ATC. Sistem ADS-B BPPT yang terpasang di Bandung mampu mengatasi kendala halangan (obstacle) pegunungan dalam pemantauan penerbangan,” ungkapnya.

    Yudi berharap inovasi ini mendapat dukungan dari pemangku kebijakan terkait, khususnya dalam hal regulasi. “Selain itu, juga ada industri nasional yang siap melakukan komersialisasi,” pungkasnya.

     

     

     

    Umum

    Inilah Rekomendasi Hasil Rakernas Kemenristekdikti 2018
    Kamis, 18 Januari 2018 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat membuka Rakernas di Medan. Foto Fatimah Harahap/Kemenristekdikti   Technology-Indonesia.com – Rapat Kerja Nasional (Rakernas)...

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek