Homepage > ULASAN > Kembali Menanti Energi Alternatif
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 1750
    Guest : 1751
    Members : 0

    Kembali Menanti Energi Alternatif

    Penilaian Pengguna: / 1
    JelekBagus 

    energi_alternatif2_ JAKARTA - Beberapa waktu lalu, Kepala Balai Rekayasa Desain dan Sistem Teknologi BPPT Ir Soni Sulistia Wirawan M.Eng mengkhawatirkan bahwa Pertamina akan menurunkan kandungan FAME (Fatty Acid Methyl Ester) dalam biosolar dikarenakan lonjakan CPO (crude palm oil) yang tidak terkendali.

    Hal itu, lanjut dia, semakin menaikkan ketergantungan Indonesia kepada BBM  untuk sektor transportasi. "Padahal, sekitar 60 persen BBM diserap sektor transportasi," ujarnya.


    Sementara itu, kata Soni, program bahan bakar gas juga belum berjalan baik kendati sudah dilaksanakan sejak 1980-an. “BBG membutuhkan infrastruktur baru, yaitu SPBG (stasiun pengisin bahan bakar gas). Hingga saat ini, hanya sekitar 7 SPBG yang ada di Jakarta,” ujarnya.

    Di sisi lain, pernyataan Soni kembali mengingatkan begitu banyaknya masalah yang ada di seputar isu energi yang ada di tengah rencana pemerintah menaikkan harga BBM, yang banyak mendapat tentangan tersebut.

    Selama ini, negeri ini terus bertumpu pada energi  yang berasal dari fosil. Setidaknya, itu juga terlihat dari pembangkit listrik milik PLTN yang 72 persennya dari bahan bakar fosil, terdiri atas gas, minyak bumi, dan batubara.

    Sedangkan berbagai sumber daya lain, seperti angin, surya, air, ombak, dan panas bumi, belum optimal digunakan, walaupun sudah banyak riset yang menyatakan sumber itu layak untuk dikembangkan.

    PLN memang juga memiliki pembangkit listri tenaga air, tapi itu masih dalam kisaran persentase yang tidak jauh dari 10 persen.

    Sedangkan potensi energi gelombang juga masih lebih banyak dalam kajian riset. Padahal sejumlah peneliti menyebut laut Indonesia dapat dijadikan sumber energi yang terbarukan. Belum lama ini, BPPT juga mengembangkan pembangkit energi gelombang yang dipasang di tengah laut.

    Menurut data Indonesia Power, potensi energi panas bumi di Indonesia baru dimanfaatkan sebesar lima persennya. Sedangkan pembangkit PLN yang sumber energinya dari panas bumi baru berkisar dua persen dari seluruh daya yang dimiliki perusahaan listrik itu.

    Padahal, potensi tenaga panas bumi tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia, terutama di  di Sumatera sebesar 4.885 megawatt, di Jawa-Bali sebesar 8.101 megawatt, di Sulawesi sebesar 1.500 megawatt, dan di pulau-pulau lainnya sebesar 1.550 megawatt.

    Setidaknya, sejumlah data yang diungkapkan kembali itu mengingatkan bahwa  banyak potensi yang dimiliki negara ini belum digarap serius, sementara perdebatan soal harga BBM memicu kerusuhan di mana-mana.  (hape)

     


     

    Umum

    Menristekdikti: Perguruan Tinggi Harus Siapkan Lulusan untuk 65% Profesi Baru
    Sabtu, 24 Februari 2018 | Setiyo Bardono

      Teknology-Indonesia.com – Tantangan ekonomi digital sudah di depan mata. Berdasarkan kajian World Bank tahun 2017, diperkirakan 75-375 juta tenaga kerja global...

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek