Homepage > ULASAN > Atasi Jurang Teknologi dan Bisnis dengan Inkubator
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 1237
    Guest : 1237
    Members : 0

    Atasi Jurang Teknologi dan Bisnis dengan Inkubator

    Penilaian Pengguna: / 0
    JelekBagus 

    Jurang antara Teknologi dan Bisnis akan semakin dalam jika tidak segera dicarikan solusinya. Diperlukan mediator  yang bisa mencetak teknopreneur, wirausahawan muda berbasis teknologi.

    Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melalui Balai Inkubator Teknologi salah satu yang terpanggil untuk menumbuhkan teknopreneur di Indonesia.  Deputi Kepala BPPT Bidang Pengkajian Kebijakan Teknologi, Tatang A Taufik mengatakan teknoprenuership adalah sumber kesejahteraan masa kini dan masa yang akan datang. “Ditangan mereka ilmu pengetahuan dan teknologi berubah menjadi produk-produk yang akan meningkatkan kualitas kehidupan dan memiliki nilai tambah tinggi,” katanya kepada wartawan, Kamis (16/6) di Jakarta.

    Dalam penciptaan teknopreneur baru, Balai Inkubator Teknologi (BIT) melakukan inkubasi teknologi seperti  demand pull, yakni pengusaha-pengusaha baru datang BIT kemudian didampingi dalam proses inkubasi hingga pemilihan teknologinya. Atau pengusaha bisa melakukan technology push, yaitu teknologi-teknologi  yang dipunyai BPPT kemudian dipertemukan dengan mitra pengusaha kemudian dipasarkan.

    Menurut Kepala Balai Inkubator Teknologi, Bambang S Pujantiyo, sudah saatnya lulusan perguruan tinggi saat ini tidak berpikir untuk mencari kerja namun menciptakan lapangan pekerjaan. “Indonesia ini butuh pengusaha inovatif untuk meningkatkan daya saing. Potensi untuk menjadi menjadi pengusaha berbasis teknologi masih terbuka lebar. Banyak produk-produk yang memerlukan sentuhan teknologi agar bisa bersaing di pasaran. Lihat saja tempe yang dijual di luar negeri. Mereka menjual tempe dengan kemasan yang menarik. Bayangkan dengan tempe yang dijual di dalam negeri hanya memakasi kertas bekas atau daun pisang,” katanya.

    Pengembangan teknopreneur menjadi penting karena saat ini baru ada sekitar 0,24 persen wirausahawan di Indonesia. Idealnya Indonesia dengan jumlah penduduk dan jumlah lulusan terdidik bisa menghasilkan empat persen pengusaha muda berbasis teknologi.

    Oleh karena itu dalam meningkatkan jumlah teknopreneur di Indonesia maka diperlukan adanya incubator-inkubator di daerah. Bersamaan dengan penerapan Sistem Inovasi Daerah di 13 wilayah kabupaten kota, BIT merencanakan membangun inkubator di daerah tersebut.

    “Daerah yang punya komitmen membangun inkubator, Sumatera Selatan, Pekalongan, Semarang dan Gunungkidul,” ujar Bambang.***

     

    Umum

    Inilah Rekomendasi Hasil Rakernas Kemenristekdikti 2018
    Kamis, 18 Januari 2018 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat membuka Rakernas di Medan. Foto Fatimah Harahap/Kemenristekdikti   Technology-Indonesia.com – Rapat Kerja Nasional (Rakernas)...

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek