Homepage > ULASAN > Riset Baru Menggoyang Standar Model Partikel
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 1569
    Guest : 1569
    Members : 0

    Riset Baru Menggoyang Standar Model Partikel

    Penilaian Pengguna: / 0
    JelekBagus 

    Teori Standar Model yang selama ini cukup mapan untuk menjelaskan komposisi partikel dalam suatu materi terancam goyah. Pasalnya, hasil riset terbaru menunjukkan aktivitas subatomik yang menyimpang dari kaidah  fisika partikel itu.  

    Scientific American melaporkan, dua tim riset berbeda, Large Hadron Collider  (LHC) di Swiss dan  High Energy Accelerator Research Organization (HEARO) di Jepang, menengarai adanya peluruhan partikel subatomik Lepton dan Meson yang menyimpang dari ramalan teori Standar Model.quark (enam macam),

    Standar Model adalah sebuah pendekatan mutakhir dalam Fisika Partikel. Ia merupakan hasil pengembangan lanjutan dari Teori Atom yang konvensional. Jika menurut teori konvensional, atom adalah partikel terkecil  penyusun sebuah materi; dan atom tesusun atas elemen dasar seperti proton, neutron dan elektron. Maka, menurut Standar Model, elemen dasar seperti proton, neutron dan elektron masih terbagi lagi atas partikel -partikel dasar subatomik yang jumlahnya belum dipastikan.

    Partikel dasar itu awalnya ada enam (disebut quark), kemudian menjadi  17 (enam quark, enam lepton, dan lima boson). Belakangan, partikel dasar itu ada 61  macam, terdiri 18 quark, 18 antiquark, 6 leptom, 6 antilepton, 8 gluon, 4 boson, dan 1 hig bosson). Partikel-partikel subatomik itu bisa bergabung membantuk kombinasi sejumlah partikel yang lebih besar dari quark, tapi lebih kecil dari proton antara lain meson, baryon, graviton, muon, nukleon, neutrino, dan photon. Bagaimana mereka bisa bergabung membentuk karakteriktik, massa, warna, dan muatan tertentu, semuanya mengikuti aturan atau kaidah Standar Model.   

    Nah, Tim  Swiss melakukan hasil riset menggunakan akselerator LHC. Hasilnya, mereka menemukan fenomena  menarik. Menurut kaidahnya, ketika  proton-proton bertabrakan sesamanya akan menghasilkan Lepton dalam jumlah terntentu. Ini ada rumus dasarnya. Ternyata, ketika dianalisis  dengan seksama, Tim menemukan fakta jumlah Leptn yang dihasilkan lebih banyak dari angka prediksinya.  Simpangan atau standar deviasi bisa sampai 3,9.  Mereka, sebagaimana dilaporkan  Physical Review Letters, juga  mengamati kelebihan potensi Taus sekitar 25 sampai 30 persen lebih besar daripada frekuensi yang diprediksi Standar Model.

    Gejala mirip, menurut Physical Review , juga diamati Tim Riset di Jepang . Bedanya, mereka menggunakan akselator elektron dan positron. Di sini mereka menemukan adanya pembentukan dan peluruhan Meson B (tersusun atas quark dan antiquark). Jumlah yang terbentuk maupun yang meluruh tidak seimbang, lebih tinggi dari predksi Standar Model.  Temuan itu disampaikan Belle dari HEARO  dalam konferensi internasional Flavor Physics & CP Violation 2015 di Nagoya, Jepang, Mei lalu.

    Dua hasil riset itu membuat heran ahli fisika teori California Institute of Technology ,  Mark Wise. “Ini mengejutkan. Bbenar-benar aneh," ucapnya. Dia menduga anomali itu bisa menjadi masukan berharga untuk penyempurnaan Teori Standar Model. Boleh jadi yang terbentuk partikel subatomik bari. Yang pasti, temuan itu menunjukkan bahwa selalu ada sisi gelap tak terduga dari sebuah tesis fisika teori.

    Standar-Model yang merupakan buah dari teroi Supersimetri-tidak pernah membuat prediksi adanya  efek seperti  yang ditemukan Tm LHC dan HEARO. Hasil riset itu, menurut Hassan Jawahery, seorang fisikawan dari University of Maryland dan anggota dari kolaborasi riset LHC, ” jelas melanggar postulat supersimetri."

    Dia menduga kelebihan itu berasal dari peluruhan partikel Boson Higgs yang mungkin membentuk varian  Higgs baru, yang memiliki masa  lebih berat dari partikel  B Meson. Pilihan lain adalah partikel hipotetis yang lebih eksotis disebut leptoquark, merupakan komposit dari quark dan lepton yang belum pernah terlihat di alam. Partikel in berinteraksi lebih kuat dengan tau daripada  muon dan elektron. "Leptoquarks bisa jatu kini benar-benar telah bisa terbentuk,"  tegasnya.

     

    Umum

    Inilah Rekomendasi Hasil Rakernas Kemenristekdikti 2018
    Kamis, 18 Januari 2018 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat membuka Rakernas di Medan. Foto Fatimah Harahap/Kemenristekdikti   Technology-Indonesia.com – Rapat Kerja Nasional (Rakernas)...

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek