Homepage > ULASAN > Chip Cochlear untuk Memulihkan Pendengaran
Resensi
article thumbnailSejarah Panjang Pengamatan Cuaca di Indonesia

Judul Buku : BMKG, 70 Tahun Melayani Masyarakat Penulis : Tim Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Penerbit : BMKG bekerjasama dengan MAPIPTEK Tebal : viii + 206 halam [ ... ]


Artikel Lainnya
Advertorial
article thumbnailLomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

  Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


Artikel Lainnya

 

Data Pengunjung
Registered users : 5
Online : 979
Guest : 979
Members : 0

Chip Cochlear untuk Memulihkan Pendengaran

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 

Kabar baik bagi yang mengalami masalah pendengaran. Sebuah model implan telinga dalam (Cohlear) telah didesain dalam sebuah chip. Ukurannya jauh lebih kecil dari implan yang selama ini tersedia. Hanya setipis chip ukuran 3x2 mm.

Didesain oleh Centre for Bio-Inspired Technology di Imperial College London, New Scientist (4/2) melaporkan, chip Cochlear ini sengaja dibuat untuk membantu orang mengalami masalah pendengaran dan atau gangguan keseimbangan tubuh. Alat ini praktis, tahan lama dan bisa dipasang tanpa menggangu pemandangan.

Dikembangkan oleh Timothy Constandinou dari Imperial College London dan rekan, chip telinga dalam ini bisa menangkap sinyal secara linear maupun sinyal yang telah mengalami percepatan radial tiga dimensi dan mengubahnya menjadi sinyal yang memungkinkan otak dapat menafsirkan, dan mengembalikan fungsi pendengaran dan keseimbangan tubuh dalam cara yang mirip dengan Cochlea alaminya.

Chip Cochlear ini merupakan hasil terobosan dramatis, Sebelumnya, implan Cochlear yang dikenal berukuran besar, memakan tempat, dan terhambat oleh keterbatasan daya tahan baterai. Untuk menghemat biaya dan ruang, menurut Timothy, berbagai jenis implan dapat diintegrasikan pada wafer silikon tunggal.

Seperti diketahui, implan Cochlea adalah sebuah alat elektronik yang dapat membantu orang untuk mendengar. Implan ini biasanya digunakan pada orang yang tuli ataupun orang yang kesulitan mendengar. Implan cochlear tidak sama dengan hearing aid (alat bantu dengar) karena alat ini ditanamkan dengan pembedahan dan bekerja dengan cara yang berbeda. Implan cochlear disebut juga telinga bionik.

Pada telinga normal, udara dihantarkan melalui udara, menyebabkan membran timpani dan kemudian tulang telinga tengah bergetar. Cara ini mengirimkan gelombang getaran ke telinga bagian dalam. Gelombang ini oleh koklea diubah menjadi sinyal elektrik, yang dikirimkan ke sepanjang nervus auditorius ke otak.

Orang yang tuli tidak memiliki fungsi telinga dalam. Implan cochclear berusaha menggantikan fungsi telinga dalam dengan mengubah suara menjadi energi elektrik. Energi bentuk ini digunakan untuk merangsang nervus koklearis mengirimkan sinyal “suara” ke otak.

Kebanyakan implan cochlear bekerja menggunakan beberapa cara yang sama. Suara ditangkap oleh mikrofon yang terpasang pada telinga. Suara ini dikirimkan ke speech processor. Suara ini kemudian dianalisa dan diubah menjadi sinyal elektrik, yang dikirim pada receiver yang ditanam dibelakang telinga. Receiver ini mengirimkan sinyal melalui sebuah kabel kedalam telinga bagian dalam. Dari sana rangsangan elektrik dikirimkan ke otak.

 

Umum

article thumbnail 25 Tahun Hubungan Bilateral Indonesia-Armenia
Kamis, 21 September 2017 | Setiyo Bardono

  Technology-Indonesia.com - Perayaan Hari Kemerdekaan Armenia ke 26 yang jatuh pada 21 September bertepatan dengan peringatan ke 25 hubungan bilateral Indonesia dan...

Review

article thumbnail Kembali Menanti Energi Alternatif
Jumat, 19 Maret 2010

Hal itu, lanjut dia, semakin menaikkan ketergantungan Indonesia kepada BBM  untuk sektor transportasi. "Padahal, sekitar 60 persen BBM diserap sektor transportasi," ujarnya.

 
iklantechno
Kolom
article thumbnailAkselerasi Menuju Swasembada Kedelai
21/05/2015 | Dedi Junaedi

Dalam waktu tiga tahun, Pemerintahan Jokowi-JK berkomitmen untuk mengejar target swasembada pangan. Khususnya untuk tiga komoditas: beras, jagung, dan kedelai. Swasembada pangan, menurut Wapres JK,   [ ... ]


Artikel Lainnya
Profil Peneliti
article thumbnailRatno Nuryadi, Profesor Riset Bidang Elektronika
09/06/2016

Penelitian tentang nanosensor (sensor nano), salah satu produk nanoteknologi berbasis elektronik mengantar Dr. Ratno Nuryadi, M.Eng meraih gelar profesor riset bidang elektronika. Dalam prosesi peng [ ... ]


Profil Peneliti Lainnya
LOMBA UNTUK JURNALIS

Info Produk
Angket
Artikel Apa Yang Anda Sukai?
 
iklanmapiptek