Homepage > Pertanian & Pangan > Peternakan > Lima Lembaga Riset Dorong Kemandirian Daging dan Pajalai
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 1922
    Guest : 1922
    Members : 0

    Lima Lembaga Riset Dorong Kemandirian Daging dan Pajalai

    Penilaian Pengguna: / 0
    JelekBagus 

    JAKARTA - Dua kementerian dan tiga lembaga riset sepakat memfokuskan penelitian mereka di bidang pangan dan pertanian. Hal itu dilakukan guna mendorong kemandirian empat komoditi utama yaitu daging, padi, jagung dan kedelai. Kesepakatan itu dilakukan di ruang rapat 3A Kantor Balitbangtan Kementerian Pertanian, tepat pada peringatan hari lahir Pancasila, 1 Juni 2016.

    Kedua kementerian yang telah menyatakan kesepakatan adalah Kementerian Pertanian dan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Sedangkan tiga lembaga riset adalah LIPI, BATAN dan BPPT. Menurut Dirjen Penguatan Risbang Kemenristekdikti Muhammad Dimyati, hal itu merupakan implementasi rencana induk riset nasional. “Tentu ada banyak tema riset yang lain. Tetapi untuk bidang pangan dan pertanian kita mulai implementasikan untuk mendorong kemandirian daging dan pajalai,” ujarnya.

    Langkah tersebut menurut Dimyati sekaligus menepis keresahan masyarakat sekarang ini karena riset-riset yang dilakukan hanya bertanggung-jawab pada organisasi, tetapi sinergitas antarinstitusi  selama ini dianggap tidak terwujud. “Ini salah satu bukti bahwa kita mulai mensinergikan hasil-hasil riset yang fokus di bidang pangan dan pertanian,” tegasnya.

    Dijelaskan, untuk kemandirian daging, kelima lembaga pemerintah tersebut menetapkan 22 UPT (Unit Pelaksana Teknis) sebagai lokasi penerapan teknologi pembibitan dan pakannya. “Ini merupakan satu upaya untuk memulai mengimplementasikan apa yang dicanangkan dalam rencana induk, mensinergikan hasil-hasil temuan dari seluruh lembaga riset baik yang berasal dari perguruan tinggi, LPNK (Lembaga Pemerintan Non Kementerian) dan lembaga Litbang yang lain,” ungkap Dimyati.

    Menurut Dimyati, pelaksanaannya kesepakatan tersebut tentu bukan sekadar menjalankan riset saja, tetapi juga menerapkan hasil-hasil riset yang selama ini sudah didapatkan di lokasi-lokasi di 22 UPT yang dipilih. “Kita juga ingin menerapkan hasil-hasil riset yang mendukung swa sembada padi jagung dan kedelai dengan fokus pada benih-benih sumber dan benih-benih sebar. Itu ada di 11 provinsi yang merupakan integrasi dari hasil-hasil riset atau temuan dari temen-temen di perguruan tinggi, LPNK maupun lembaga-lembaga litbang,”ungkapnya.

    Dimyati menyebutkan salah satu contoh, kalau riset di perguruan tinggi menemukan pupuk dengan kualitas yang sangat luar biasa dalam mendorong kuantitas, maka hal itu akan dikombinasikan dengan temuan dari LPNK yang berkaitan dengan benih dan sistem pengelolaan. Kalau hasil temuan tersebut ada dalam satu lokasi, tentu hal itu akan memberikan multiple effect yang dahsyat dibandingkan kalau kita hanya fokus mendorong diseminasi benih saja. “Nah untuk itu kerjasama ini menegaskan bahwa integrasi dari seluruh institusi riset kita mulai. Sebagai langkah awal, untuk pajalai di 11 provinsi dan untuk daging di 22 UPT. Semua itu dalam rangka merealisasikan rencana induk riset nasional yang akan menjadi rujukan kita bersama dalam komunitas riset di Indonesia,” paparnya.

    Dimyati menambahkan, Rencana Induk Riset Nasional itu disusun oleh seluruh komunitas riset yang anggotanya ada 11 kelompok kerja. Masing-masing pokja itu terdiri dari para peneliti yang berasal dari perguruan tinggi, LPNK, dan lembaga riset non pemerintah.

    Mereka memformulasikan berbagai pendekatan. Misalnya di bidang pertanian, lima tahun ke depan, kita akan fokus kepada riset di empat tema riset saja. Empat tema riset ini bisa dibreakdown lagi. ”Ke depan kita tidak akan melakukan riset masing -masing dengan fokus tertentu, tapi kita hanya akan memilih sebagian tema riset yang bisa mendukung program pangan dan pertanian, swa sembada padi, jagung, kedelai, daging dan gula. Utamanya itu. Masing-masing riset itu punya indikator tertentu. Listnya ada di sini dan ini semua mendukung kebijakan kemandirian pangan,” tandasnya. (laksmi wuryaningtyas)

     

    Umum

    Tingkatkan Peran Guru Besar dalam Pengembangan Peradaban
    Jumat, 23 Februari 2018 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti Mohamad Nasir dalam Forum Guru Besar Institut Teknologi Bandung (FGB-ITB), di Gedung Balai Pertemuan Ilmiah ITB, Kamis (22/2/2018).Ageng Prasetyo/BKKP...

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek