Homepage > Pertanian & Pangan > Peternakan > Lima Lembaga Riset Dorong Kemandirian Daging dan Pajalai
Resensi
article thumbnailSejarah Panjang Pengamatan Cuaca di Indonesia

Judul Buku : BMKG, 70 Tahun Melayani Masyarakat Penulis : Tim Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Penerbit : BMKG bekerjasama dengan MAPIPTEK Tebal : viii + 206 halam [ ... ]


Artikel Lainnya
Advertorial
article thumbnailLomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

  Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


Artikel Lainnya

 

Data Pengunjung
Registered users : 5
Online : 293
Guest : 293
Members : 0

Lima Lembaga Riset Dorong Kemandirian Daging dan Pajalai

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 

JAKARTA - Dua kementerian dan tiga lembaga riset sepakat memfokuskan penelitian mereka di bidang pangan dan pertanian. Hal itu dilakukan guna mendorong kemandirian empat komoditi utama yaitu daging, padi, jagung dan kedelai. Kesepakatan itu dilakukan di ruang rapat 3A Kantor Balitbangtan Kementerian Pertanian, tepat pada peringatan hari lahir Pancasila, 1 Juni 2016.

Kedua kementerian yang telah menyatakan kesepakatan adalah Kementerian Pertanian dan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Sedangkan tiga lembaga riset adalah LIPI, BATAN dan BPPT. Menurut Dirjen Penguatan Risbang Kemenristekdikti Muhammad Dimyati, hal itu merupakan implementasi rencana induk riset nasional. “Tentu ada banyak tema riset yang lain. Tetapi untuk bidang pangan dan pertanian kita mulai implementasikan untuk mendorong kemandirian daging dan pajalai,” ujarnya.

Langkah tersebut menurut Dimyati sekaligus menepis keresahan masyarakat sekarang ini karena riset-riset yang dilakukan hanya bertanggung-jawab pada organisasi, tetapi sinergitas antarinstitusi  selama ini dianggap tidak terwujud. “Ini salah satu bukti bahwa kita mulai mensinergikan hasil-hasil riset yang fokus di bidang pangan dan pertanian,” tegasnya.

Dijelaskan, untuk kemandirian daging, kelima lembaga pemerintah tersebut menetapkan 22 UPT (Unit Pelaksana Teknis) sebagai lokasi penerapan teknologi pembibitan dan pakannya. “Ini merupakan satu upaya untuk memulai mengimplementasikan apa yang dicanangkan dalam rencana induk, mensinergikan hasil-hasil temuan dari seluruh lembaga riset baik yang berasal dari perguruan tinggi, LPNK (Lembaga Pemerintan Non Kementerian) dan lembaga Litbang yang lain,” ungkap Dimyati.

Menurut Dimyati, pelaksanaannya kesepakatan tersebut tentu bukan sekadar menjalankan riset saja, tetapi juga menerapkan hasil-hasil riset yang selama ini sudah didapatkan di lokasi-lokasi di 22 UPT yang dipilih. “Kita juga ingin menerapkan hasil-hasil riset yang mendukung swa sembada padi jagung dan kedelai dengan fokus pada benih-benih sumber dan benih-benih sebar. Itu ada di 11 provinsi yang merupakan integrasi dari hasil-hasil riset atau temuan dari temen-temen di perguruan tinggi, LPNK maupun lembaga-lembaga litbang,”ungkapnya.

Dimyati menyebutkan salah satu contoh, kalau riset di perguruan tinggi menemukan pupuk dengan kualitas yang sangat luar biasa dalam mendorong kuantitas, maka hal itu akan dikombinasikan dengan temuan dari LPNK yang berkaitan dengan benih dan sistem pengelolaan. Kalau hasil temuan tersebut ada dalam satu lokasi, tentu hal itu akan memberikan multiple effect yang dahsyat dibandingkan kalau kita hanya fokus mendorong diseminasi benih saja. “Nah untuk itu kerjasama ini menegaskan bahwa integrasi dari seluruh institusi riset kita mulai. Sebagai langkah awal, untuk pajalai di 11 provinsi dan untuk daging di 22 UPT. Semua itu dalam rangka merealisasikan rencana induk riset nasional yang akan menjadi rujukan kita bersama dalam komunitas riset di Indonesia,” paparnya.

Dimyati menambahkan, Rencana Induk Riset Nasional itu disusun oleh seluruh komunitas riset yang anggotanya ada 11 kelompok kerja. Masing-masing pokja itu terdiri dari para peneliti yang berasal dari perguruan tinggi, LPNK, dan lembaga riset non pemerintah.

Mereka memformulasikan berbagai pendekatan. Misalnya di bidang pertanian, lima tahun ke depan, kita akan fokus kepada riset di empat tema riset saja. Empat tema riset ini bisa dibreakdown lagi. ”Ke depan kita tidak akan melakukan riset masing -masing dengan fokus tertentu, tapi kita hanya akan memilih sebagian tema riset yang bisa mendukung program pangan dan pertanian, swa sembada padi, jagung, kedelai, daging dan gula. Utamanya itu. Masing-masing riset itu punya indikator tertentu. Listnya ada di sini dan ini semua mendukung kebijakan kemandirian pangan,” tandasnya. (laksmi wuryaningtyas)

 

Artikel Terkait

Pacu Inovasi, Kementerian Ristek Bangun Strategi Kebersamaan

Pacu Inovasi, Kementerian Ristek Bangun Strategi Kebersamaan

Sebagai upaya mensinergikan antara sisi penyedia dan sisi pengguna Iptek, Kementerian Riset dan... READ_MORE
Kamis, 01 Juli 2010 11:02
 Liliana Yetta Pandi, Dra

Liliana Yetta Pandi, Dra

  ... READ_MORE
Selasa, 16 Maret 2010 21:50
Deteksi Jantung Melalui Treadmill Test

Deteksi Jantung Melalui Treadmill Test

Jakarta : Treadmill test hingga kini kerap diabaikan dalam proses medical check up penyakit jantung ... READ_MORE
Selasa, 15 Juni 2010 14:07
Asep Karsidi Jabat Kepala Bakosurtanal

Asep Karsidi Jabat Kepala Bakosurtanal

Menristek Suharna Surapranata hari ini melantik Dr. Asep Karsidi sebagai Kepala Badan Koordinasi... READ_MORE
Selasa, 15 Juni 2010 16:12
Siswa SD se-Jabodetabek Kunjungi PP IPTEK

Siswa SD se-Jabodetabek Kunjungi PP IPTEK

Jakarta : Pusat  Peragaan Iptek (PP-IPTEK) menjadi bagian program acara ”Ayo Ke Museum Bersama Ibu... READ_MORE
Kamis, 17 Juni 2010 16:07
Goyangan Gempa di Jakarta Utara Lebih Terasa

Goyangan Gempa di Jakarta Utara Lebih Terasa

DKI diguncang gempa. Warga DKI Jakarta sontak panik. Untungnya, hal itu baru dugaan dari seseorang... READ_MORE
Senin, 06 Juni 2011 10:24
Biogas dari Limbah Tahu

Biogas dari Limbah Tahu

Kementerian Riset dan Teknologi melalui Program Pengendalian Dampak Perubahan Iklim membuat proyek... READ_MORE
Jumat, 14 May 2010 12:01

Pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan

Ketahanan pangan selalu dikaitkan dengan masalah kekurangan gizi. Masalah kurang gizi ini bukan... READ_MORE
Selasa, 09 April 2013 10:39
BPPT Mengganti Empat Deputi

BPPT Mengganti Empat Deputi

Jakarta : Empat pejabat Kedeputian Badan Pengkajian Penerapan Teknologi  (BPPT) diganti. Pelantikan... READ_MORE
Rabu, 16 Juni 2010 19:19

Ini Dia, Sepeda Motor Berbahan Bakar Air Plus

Ternyata bukan isapan jempol air bisa menjadi bahan bakar. Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU... READ_MORE
Rabu, 06 Juni 2012 15:15

2oo Pelajar Dikenalkan Budaya Iptek

Kementerian Riset dan Teknologi merangkul generasi muda untuk terwujudnya pengembangan  budaya iptek... READ_MORE
Senin, 29 Oktober 2012 11:50
Batan melantik Deputi PTDBR Baru

Batan melantik Deputi PTDBR Baru

                        Jakarta : Dr Djarot Sulistio Wisnusubroto dilantik sebagai Dep... READ_MORE
Kamis, 17 Juni 2010 15:03

BIG Dukung Kebutuhan Informasi Geospasial Tematik Kemenkokesra

Sekretaris Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Indroyono Soesilo mengatakan Kementerian... READ_MORE
Selasa, 27 November 2012 16:52

Anggota DPR RI Azwir Dainy Tara: Perhatian Pemerintah Masih Belum Maksimal

Minimnya anggaran yang tersedia untuk kegiatan Riset dan Teknologi (Ristek), menjadi salah satu... READ_MORE
Kamis, 21 Juni 2012 11:39
KLIBS Usung Anastesi Lokal untuk Bantu Orang Miskin

KLIBS Usung Anastesi Lokal untuk Bantu Orang Miskin

Dunia kedokteran sudah lama mengenal  anastesi lokal atau bius lokal. Namun penerapan bius... READ_MORE
Selasa, 05 April 2011 15:37
Indonesia Peringkat ke-3 Jumlah Penderita Hepatitis

Indonesia Peringkat ke-3 Jumlah Penderita Hepatitis

Jakarta : Indonesia menempati peringkat ketiga dunia setelah China dan India untuk jumlah penderita... READ_MORE
Rabu, 28 Juli 2010 16:09
Titik Terang Mencari 'Bumi Tandingan'

Titik Terang Mencari 'Bumi Tandingan'

Setelah lima tahun mencari, peneliti NASA akhirnya menemuka dua planet yang paling mirip Bumi.... READ_MORE
Rabu, 07 Januari 2015 18:03

Teknologi Aquaponik di Lahan Sempit

Upaya menambah luasan lahan pertanian sebagai solusi peningkatan ketahanan pangan masih menemui... READ_MORE
Selasa, 11 Februari 2014 13:01
Masyarakat Indonesia Kekurangan Air Bersih

Masyarakat Indonesia Kekurangan Air Bersih

Dari 92 daerah terluar di Indonesia, 64 diantaranya merupakan daerah sulit air bersih. Selain it... READ_MORE
Kamis, 15 Maret 2012 16:16
Buah Lokal Vs Buah Impor

Buah Lokal Vs Buah Impor

... READ_MORE
Senin, 11 Juli 2011 15:04

Umum

article thumbnail Menristekdikti Luncurkan Green Tourism PNB
Senin, 25 September 2017 | Setiyo Bardono

Technology-Indonesia.com – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir meluncurkan Pusat Unggulan Teknologi Green Tourism di...

Review

article thumbnail Memperbesar Peluang Energi Baru Terbarukan
Jumat, 19 Maret 2010

  “Sudah ditargetkan melalui Perpres No 5/2006 untuk mengurangi penggunaan minyak bumi. Namun,  hingga saat ini, belum ada action plan pemerintah kendati secara kebijakan atau regulasi...

 
iklantechno
Kolom
article thumbnailFGD Pakan Mandiri: Menuju Kedaulatan Pakan Ikan
21/08/2015 | Dedi Junaedi

Iklim sedang bersahabat ketika Workshop dan Focus Group Discussion (FGD) Pakan Mandiri ini diselenggarakan Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Tawar, Bogor, Senin (23/2) lalu. Seharian penu [ ... ]


Artikel Lainnya
Profil Peneliti
article thumbnailTri Panji
20/06/2016

Pria kelahiran Sragen, 29 Mei 1961 ini menyelesaikan  pendidikan  di  Jurusan  Kimia,  Fakultas Matematika  dan  Ilmu  Pengetahuan  Alam,  Universitas  Gadjah Mada  1983. Tri Panji merup [ ... ]


Profil Peneliti Lainnya
LOMBA UNTUK JURNALIS

Info Produk
Angket
Artikel Apa Yang Anda Sukai?
 
iklanmapiptek