Homepage > Pertanian & Pangan > Pertanian > Hubungan Riset dan Industri Harus Dipererat
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 1913
    Guest : 1913
    Members : 0

    Hubungan Riset dan Industri Harus Dipererat

    Penilaian Pengguna: / 0
    JelekBagus 

    Hasil-hasil riset dari lembaga litbang dan perguruan tinggi selama ini belum banyak dimanfaatkan oleh sektor produksi barang dan jasa. Hal ini menunjukkan belum terjadi hilirisasi atau komersialisasi hasil riset di dunia industri.

    Hasil riset lembaga litbang dan perguruan tinggi banyak terhenti sebagai karya ilmiah yang hanya bermanfaat untuk kepentingan peneliti atau perekayasa. Di lain pihak, ada kesan dunia industri tidak terlalu berminat untuk terlibat dalam dunia litbang. Hampir 80% dana riset nasional merupakan kontribusi pemerintah. Sisanya, 20% dikeluarkan oleh industri/swasta. Dunia industri cenderung membeli hasil iptek dari luar negeri karena lebih mudah dan beresiko rendah.

    Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Muhammad Nasir mengatakan untuk dapat bersaing di tingkat global, sektor produksi barang dan jasa nasional harus memanfaatkan inovasi yang dihasilkan oleh kegiatan riset dalam negeri. Ketergantungan pada lisensi luar negeri hanya akan memperlemah industri nasional.

    “Untuk itu, diperlukan terobosan untuk memperbaiki dan mempererat hubungan antara dunia riset dengan industri. Kendala dan halangan dalam proses hilirisasi dan komersialisasi hasil riset perlu diidentifikasi dan dicarikan jalar  keluar,” kata Nasir dalam Workshop dan Temu Bisnis dalam rangka Sidang Paripurna III Dewan Riset Nasional (DRN) 2015, di Jakarta, Jumat (11/12).

    Menristekdikti mengapresiasi kegiatan yang bertujuan untuk melakukan hilirisasi dan komersialisasi hasil-hasil riset kepada pengusaha atau masyarakat. “Yang paling penting adalah bagaimana hasil-hasil riset ini bisa dimanfaatkan industri dan masyarakat. Biaya riset yang begitu besar kalau tidak bisa dimanfaatkan oleh masyarakat itu sangat rugi besar,” lanjut Nasir

    Dalam Workshop tersebut, Kemenristekdikti menyampaikan hasil-hasil penelitian dari delapan bidang riset yaitu bidang pangan dan pertanian, energi, kesehatan dan obat-obatan,  transportasi, TIK, pertahanan dan keamanan, material maju, serta kemaritiman.

    “Apa yang dilakukan para peneliti belum sampai ke tahap industri. Harapan saya ke depan semua inovasi dan invensi harus menjadi harus menjadi produk industri. Ini tugas DRN agar mencoba mengembangkan dan menemukan antara keinginan industri dengan kemampuan riset yang kita miliki. Ini harus dijaga dan tingkatkan agar riset itu betul-betul bermanfaat,” kata Nasir.

    Mengenai dukungan pendanaan, APBN Kemenristekdikti yang dialokasikan untuk perguruan tinggi sekitar 1.6 Triliun. Di Ristek ada sekitar 200 Milyar untuk penerapan riset dan 90 Milyar untuk inovasi ada 90M. “Ini belum termasuk PMBP yang dimiliki perguruan tinggi. Saya minta dialokasikan 10% untuk riset. Selama ini hal itu tidak diatur,” ungkapnya.

    Penyelenggaraan workshop dan temu bisnis ini dimaksudkan untuk mempertemukan para pelaku usaha/bisnis, pelaku riset/akademisi, dan pemangku kebijakan untuk memaparkan hasil riset yang telah siap dimanfaatkan sektor industri. Workshop ini juga untuk mengetahui iptek dan inovasi yang dibutuhkan dunia usaha, serta memperoleh masukan untuk penyempurnaan agenda riset dan rencana induk riset dan inovasi nasional termasuk kebijakan pendukungnya.

    Dalam kegiatan ini dilaksanakan juga gelar iptek hasil riset dari berbagai lembaga litbang dan perguruan tinggi. Temu bisnis juga diikuti 170 asosiasi dan himpunan dunia usaha guna memanfaatkan dan memberikan masukan tentang riset yang perlu dikembangkan.

     

     

    Umum

    Tingkatkan Peran Guru Besar dalam Pengembangan Peradaban
    Jumat, 23 Februari 2018 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti Mohamad Nasir dalam Forum Guru Besar Institut Teknologi Bandung (FGB-ITB), di Gedung Balai Pertemuan Ilmiah ITB, Kamis (22/2/2018).Ageng Prasetyo/BKKP...

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek