Homepage > Pertanian & Pangan > Pertanian > Balitbangtan Tawarkan Padi Inpara
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 1894
    Guest : 1894
    Members : 0

    Balitbangtan Tawarkan Padi Inpara

    Penilaian Pengguna: / 0
    JelekBagus 
    inpara
    Jakarta - Untuk mendukung peningkatan produksi padi nasional, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) menawarkan aneka varietas padi rawa. Aneka varietas padi unggul ini cocok untuk ditanam di lahan pasang surut, kata Ka Balitbangtan Muhammad Syakir di Jakarta.

    Melalui Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi), kata Muhammad Syakir,  pihaknya telah melepas sejumlah varietas unggul padi rawa seperti Tapus (untuk lahan rawa dengan genangan maksimum 150 cm), Banyuasin, Batanghari, Dendang, Indragiri, Punggur (untuk lahan potensial gambut dan sulfat masam), Martapura dan Margasari (untuk lahan pasang surut).

    Selain itu, hingga awal 2015, tambahnya, Balitbangtan telah melepas tujuh varietas unggul padi rawa yaitu Inpara 1 hingga Inpara 9. Ketujuh Inpara memiliki karakter serta keunggulan masing-masing. Keunggulan Inpara 1 seperti tahan terhadap penyakit hawar daun bakteri dan blas, serta agak tahan wereng coklat biotipe 1 dan 2. Varietas Inpara 1 menghasilkan nasi bertekstur pera, sehingga lebih sesuai dikembangkan di daerah rawa yang penduduknya menyukai nasi pera seperti di Sumatera dan Kalimantan.

    Inpara 2 tahan terhadap hawar daun bakteri, penyakit blas, dan wereng cokelat biotipe 2. Nasi Inpara 2 bertekstur pulen. Sedang varietas Inpara 3, Inpara 4, dan Inpara 5 memiliki karakter tertentu yang berbeda dengan varietas padi rawa yang lainnya. Ketiga varietas tersebut dirakit untuk menghadapi cekaman banjir. Inpara 3 mampu bertahan dan berproduksi setelah terendam selama 7 hari, sedangkan Inpara 4 dan Inpara 5 mampu bertahan rendaman selama 10-14 hari.

    Ka Balitbangtan menjelaskan, Inpara cocok dikembangkan di lahan rawa lebak atau lahan sawah irigasi yang rawan banjir. Di lahan lebak Inpara 3 dapat berproduksi 5,60 ton GKG/ha. Varietas ini juga tahan terhadap penyakit blas dan tekstur nasinya tergolong pera.

    Inpara 1, 2 dan 3 sama-sama toleran terhadap keracunan besi (Fe) dan aluminium (Al) yang menjadi kendala penting dalam pengembangan tanaman padi di lahan pasang surut lebak.

    Di lahan lebak Inpara 4 dan 5 dapat berproduksi 7,60 dan 7,20 ton GKG/ha. Inpara 4 juga agak tahan terhadap wereng batang cokelat biotipe 3 dan tahan terhadap penyakit hawar daun bakteri strain IV dan VII serta tekstur nasinya tergolong pera dan sedang.

    Guna mendukung ketahanan pangan nasional, telah pula diluncurkan  Inpara 8 dan Inpara 9 yang juga tahan terhadap rendaman selama 7-14 hari.
     

    Umum

    Tingkatkan Peran Guru Besar dalam Pengembangan Peradaban
    Jumat, 23 Februari 2018 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti Mohamad Nasir dalam Forum Guru Besar Institut Teknologi Bandung (FGB-ITB), di Gedung Balai Pertemuan Ilmiah ITB, Kamis (22/2/2018).Ageng Prasetyo/BKKP...

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek