Homepage > Pertanian & Pangan > Pertanian > Balitbangtan Perkenalkan Kopi Kalong
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 1269
    Guest : 1269
    Members : 0

    Balitbangtan Perkenalkan Kopi Kalong

    Penilaian Pengguna: / 2
    JelekBagus 

    alt Kopi apakah yang paling populer? Sebagian besar orang mungkin akan menjawabnya: kopi luwak. Ya, kopi  luwak  merupakan  produk  kopi  hasil fermentasi menggunakan binatang  luwak  (Paradoxurus  hermaphrodirus). Kopi ini memiliki  cita  rasa  spesifik  dan istimewa  karena berasal dari buah  matang pilihan luwak.

    Namun begitu, Badan Peneltian dan Pengembangan Kementerian Pertanian punya pandangan berbeda. Belum lama ini, Balitbangtan memperkenalkan jenis kopi baru. Namanya, Kopi Kalong yang merupakan hasil inovasi dari peneliti mereka di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bali. Kopi ini konon tak kalah enak dari Kopi Luwak.

    Kalong  adalah  hewan  yang  termasuk  anggota  bangsa kelelawar  (Chirotera),  yang  tergolong  sub  ordo  (marga):  Megachiroptera,  yakni kelompok  kelelawar  besar  yang  memakan  buah-buahan.

    Kalong termasuk binatang noktural yang mencari makan di malam hari dengan  mengandalkan  indra  penciuman  untuk  mendeteksi  buah  yang  masak.  Di dalam mulut hewan ini terdapat beberapa jenis mikroba yang dapat menghasilkan enzim-enzim yang berperan penting dalam pencernaan.

    Sebagaimana dilaporkan situs Kementan.go.id, peneliti BPTP Bali, Suprio Guntoro, berhasil  mengisolasi  beberapa  jenis mikroba yang terdapat dalam saliva kalong tersebut dan memanfaatkannya untuk memfermentasi biji  kopi  yang  telah benar-benar masak.

    Berdasarkan  hasil  analisa  laboratorium menunjukkan bahwa melalui proses  fermentasi  dengan  mikroba-mikroba  yang terdapat dalam saliva kalong, akan terjadi pembentukan beberapa jenis  asam  organik  yang  bermanfaat  bagi  tubuh sebagaimana  yang terdapat  pula  dalam  kopi  luwak.

    Perbedaannya  bila  pada  kopi  luwak  kandungan  asam  lemak yang  menonjol adalah  asam  butirat  sedangkan  pada  kopi  kalong yang  menonjol  adalah  kandungan  asam  asetat  dan  asam  laktat.

    Asam  asetat  merupakan  sejenis  asam  organik  yang  berperan melarutkan  lemak  dan  mengontrol  kadar  gula  dalam  darah, sedangkan  asam  laktat    berperan  membantu  dalam  proses pencernaan.

    Bercita rasa  yang enak dan khas, meski aromanya  memang  masih  lebih  kuat  pada  kopi luwak, kopi  kalong  rasanya  sedikit  lebih  masam. Kehadiran  produk  kopi  kalong  ini  setidaknya  akan menambah  keragaman  jenis  produk  kopi  di  tanah  air.
     

    Umum

    Inilah Rekomendasi Hasil Rakernas Kemenristekdikti 2018
    Kamis, 18 Januari 2018 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat membuka Rakernas di Medan. Foto Fatimah Harahap/Kemenristekdikti   Technology-Indonesia.com – Rapat Kerja Nasional (Rakernas)...

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek