Homepage > Pertanian & Pangan > Pertanian > Petani Bali Mulai Panen Inpari 43 Agritan GSR
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 1264
    Guest : 1264
    Members : 0

    Petani Bali Mulai Panen Inpari 43 Agritan GSR

    Penilaian Pengguna: / 1
    JelekBagus 

    alt

    Panen Inpari 43 Agritan GSR di Subak, Tibubeleng, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana. (Foto Humas Balitbangtan)

    Technology-Indonesia.com - Varietas baru Inpari 43 Agritan Green Super Rice (GSR) siap meramaikan panen raya padi di Bali. Produktivitas dan respon masyarakat yang tinggi membuat varietas ini berpotensi mendongkrak produksi padi di Bali.
     
    Inpari 43 Agritan GSR temuan Badan Litbang Pertanian dilepas pada 2016 melalui SK Menteri Pertanian No. 369/Kpts/TP.010/6/2016. Sejak diluncurkannya Provinsi Bali menjadi salah satu lokasi pengembangannya. 
     
    Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan Bali kemudian bergerak memperkenalkan Inpari 43 kepada petani. Hasilnya, banyak petani yang tertarik untuk mengembangkannya. Terpantau pada 2017, varietas ini sudah berkembang di empat kabupaten yaitu, Kabupaten Badung, Gianyar, Karangasem, dan Jembrana. 
     
    Kepala BPTP Balitbangtan Bali, I Made Rai Yasa mengatakan sebagai varietas yang  baru dikenal petani, Inpari 43 Agritan GSR akan ikut meramaikan panen raya padi di Bali. Saat ini, sudah ada petani yang mulai panen Inpari 43.
     
    “Kalau melihat provitas dan respon masyarakat yang tinggi, varietas ini berpotensi mendongkrak produksi padi di Bali dan sebagai varietas alternatif  untuk dikembangkan ke depan,” kata I Made Rai kepada Technology-Indonesia, Senin (15/1/2017).
     
    Peneliti BPTP Bali, IB Suryawan menerangkan istilah Green Super Rice (GSR) diberikan karena Inpari 43 ramah lingkungan (Green) sebab mampu mengurangi penggunaan input seperti pestisida, pupuk kimia, dan air. Potensi hasilnya juga tinggi > 9 ton/hektar (Super Rice).
     
    Keunggulan Inpari 43 adalah berumur genjah (111 hari), tanaman pendek (88 cm), daun bendera panjang dan tegak, serta malai tersembunyi sehingga aman dari serangan hama burung. Varietas ini tahan penyakit Tungro, Blas, dan Hawar Daun Bakteri. Rasa nasinya enak/pulen. Inpari 43 masih mampu berproduksi tinggi pada kondisi sub optimal (kekeringan atau kebanjiran). 
     
    Menurut Suryawan, Inpari 43 berpotensi sebagai alternatif padi hibrida karena selain performanya serupa, produktivitasnya tidak kalah. Selain itu, harga benih Inpari 43 jauh lebih murah hanya Rp 9.000 – 11.000, dibandingkan benih padi hibrida yang harganya di atas Rp 100 ribu. 
     
    Inpari 43 pertama kali diperkenalkan di Bali pada 2016 dengan hasil yang sangat memuaskan. Produktivitasnya mencapai 8,25 – 10,29 ton/hektar. Pada 2017 berkembang di beberapa kabupaten di Bali, seperti Jembrana, Gianyar, Badung, Karangasem. 
     
    “Saat ini ada sekitar 100 hektar Inpari 43 di Jembrana sudah siap panen dan 135 hektar baru tanam,” terangnya.
     
    Petugas pendamping Upsus BPTP Balitbangtan Bali melaporkan hasil panen padi Inpari 43 Agritan GSR di Subak Tibubeleng, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana-Bali pada Senin (15/1/2018). Dari potensi panen seluas 150 hektar, telah dipanen  seluas 2 hektar. Produktivitas padi yang diperoleh sebesar 8.5 ton/hektar, Gabah Kering Panen (GKP).
     
    Panen dilakukan petani dengan kelompok panen (Sekehe Manyi), didampingi LO BPTP Balitbangtan Bali. Petani setempat memperoleh harga jual gabah sebesar Rp. 5.100 per kilogramnya. 
     
    Gusti Sutarpa petani Subak Tibubeleng mengaku suka menanam Inpari 43 Agritan GSR, karena umurnya genjah, produktivitasnya tinggi, dan tahan hama penyakit. "Padi ini tidak disukai burung, sehingga tidak repot mengusir burung," jelasnya. 
     
    Menurut Gusti Sutarpa, petani memperoleh benih dari hasil penangkaran benih kegiatan Kedaulatan Desa Mandiri Benih BPTP Balitbangtan Bali yang berlokasi di Subak Jagaraga, Desa Penyaringan, tahun  2017 pada Musim Tanam 1.
     
     

    Umum

    Revolusi Industri 4.0 Harus Diantisipasi Secara Serius
    Sabtu, 17 Februari 2018 | Setiyo Bardono

    Presiden Joko Widodo pada Peresmian Pembukaan Konvensi Kampus XIV dan Temu Tahunan XX Forum Rektor Indonesia (FRI) Tahun 2018. Foto Biro Pers...

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek