Homepage > Pertanian & Pangan > Pertanian > Panen Perdana Padi di Lokasi Endemik Wereng
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 1260
    Guest : 1260
    Members : 0

    Panen Perdana Padi di Lokasi Endemik Wereng

    Penilaian Pengguna: / 2
    JelekBagus 

    alt

    Panen perdana padi di Desa Tinggarjaya, Kecamatan Jatilawang, Banyumas (foto Humas Balitbangtan)

     
    Technology-Indonesia.com – Meskipun daerahnya terserang Wereng Batang Coklat (WBC), warga Dusun Kutowinangun, Desa Tinggarjaya, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas menggelar panen padi perdana pada Minggu (14/1/2018) dengan hasil yang baik. Keberhasilan ini berkat pendampingan dan pengawalan Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) melalui paket teknologi Jarwo Super WBC.
     
    Teknologi Jarwo Super WBC merupakan paket teknologi yang meliputi penggunaan varietas unggul toleran terhadap WBC yakni Inpari 13, Inpari 31 dan Inpari 33. Pola tanam yang dilakukan adalah Jajar Legowo (Jarwo) 2:1. Selain itu digunakan pestisida nabati (Bioprotektor), pupuk hayati (Agrimeth) dan Bio-dekomposer (DSA). 
     
    Kepala Puslitbang Tanaman Pangan, Andriko Noto Susanto mengatakan hasil panen pada hamparan padi seluas 350 hektar cukup baik. Percepatan tanam di lokasi endemis WBC ini tidak bermasalah, dimajukan satu bulan lebih awal tampaknya baik. 
     
    “Petani sangat yakin provitas-nya meningkat melihat keragaan padi Jarwo Super WBC. Terbukti hasil ubinan saat panen perdana tersebut untuk Inpari 13 sebanyak 8.96 ton/hektar GKP (Gabah Kering Panen) dengan KA (Kadar Air) 24 % dan Inpari 33 sebanyak 10.25 ton/ha GKP  dengan KA 30.8%,” terang Andriko.
     
    Sebelumnya,  masyarakat Desa Tinggarjaya menerapkan pola tanam padi-padi- palawija/bera. Awal tanam padi biasanya pada bulan Nopember akhir (Masa Tanam I) dengan sistem tanam Jarwo 4:1. Dosis pupuk yang digunakan, Urea 200 kg/hektar, NPK 300 kg/hektar. Varietas yang banyak ditanam adalah Ciherang, Mekongga, dan Logawa.
     
    “Serangan WBC mengakibatkan penurunan hasil provitas dari rata-rata 6 ton/hektar GKP menjadi 4,5 ton sampai dengan 5 ton/hektar GKP. Serangan WBC pada tahun 2017 mengakibatkan puso seluas 3-4 hektar,” lanjutnya.
     
    Menurut Andriko, sesudah penerapan teknologi Jarwo Super WBC, petani merasakan Jarwo 2:1 lebih baik. Petani juga tertarik dan mau menanam Inpari 33 pada musim berikutnya. 
     
    “Saat penerapan teknologi ini, ternyata tidak ditemukan gejala WBC. Hama yang kemarin menyerang tanaman, hama putih palsu (kurang lebih 2 hektar) dan walang sangit, tetapi bisa diatasi,” ungkap Andriko 
     
    Panen perdana ini juga dihadiri Kapusluhtan, perwakilan Dinas Pertanian Provinsi, Dandim, Kepala BBPP Batu, perwakilan BPTP Jateng, Kepala SubDivre Bulog Banyumas dan Camat serta petani yang bergabung dalam Kelompok Tani Bumi Jaya di Desa Tinggarjaya.
     
    Kasub Divre Bulog mengatakan stok beras Bulog masih tersedia untuk 4 sampai 5 bulan kedepan. Operasi pasar sedang dilakukan demikian juga serap gabah tetap jalan. 
     
    Dandim yang ikut mengawal kegiatan ini mengapreasi kolaborasi yang terjalin. Awalnya saat memulai kegiatan kondisi irigasi sedang dalam perbaikan, namun dengan tekat yang kuat memerintahkan agar pengolahan lahan dapat didahulukan dan hasilnya terbukti baik.  
     
    “Kita tunjukkan prestasi dapat menghalau serangan WBC. Kerja keras yang terukur untuk selalu tanam dan panen dan panen lagi. Hari ini petani di Banyumas sedang berbahagia menikmati harga yang bagus Rp 5.400.-. Jangan biarkan kebahagiaan ini cepat berlalu,” pungkasnya.
     

    Umum

    Revolusi Industri 4.0 Harus Diantisipasi Secara Serius
    Sabtu, 17 Februari 2018 | Setiyo Bardono

    Presiden Joko Widodo pada Peresmian Pembukaan Konvensi Kampus XIV dan Temu Tahunan XX Forum Rektor Indonesia (FRI) Tahun 2018. Foto Biro Pers...

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek