Homepage > Pertanian & Pangan > Pertanian > Largo Super, Terobosan Teknologi Budidaya Padi Gogo
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 1762
    Guest : 1762
    Members : 0

    Largo Super, Terobosan Teknologi Budidaya Padi Gogo

    Penilaian Pengguna: / 1
    JelekBagus 

    alt

    Technology-Indonesia.com - Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) mengembangkan teknologi budidaya padi gogo Largo Super di Desa Banjarejo dan Desa Puliharjo, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Dengan teknologi ini, produktivitas padi ditargetkan mencapai 10 ton/hektar.
     
    Kepala Puslitbang Tanaman Pangan, Andriko Noto Susanto mengatakan Largo (larik gogo) merupakan terobosan teknologi budidaya padi gogo dengan merekayasa jumlah populasi per hektar minimal 200.000 rumpun. Teknologi ini menerapkan cara tanam jajar legowo (Jarwo) dengan alsin tabela larik pola jarwo 2:1.
     
    Penerapan sistem tanam Jarwo, lanjut Andriko, jarak tanam padi gogo 25 x 25 cm antar rumpun dalam baris; 12,5 cm jarak dalam baris; dan 50 cm sebagai jarak antar barisan/lorong atau ditulis 25x12,5x50 cm.
     
    “Sistem tanam legowo 2:1 akan menghasilkan jumlah populasi tanaman per hektar sebanyak 213.300 rumpun, meningkat 33,31% dibanding pola tanam tegel 25 x 25 cm yang hanya 160.000 rumpun/hektar. Dengan pola tanam ini, seluruh barisan tanaman akan mendapat tanaman sisipan,” terang Andriko pada Technology-Indonesia.com, Minggu (14/1/2018). 
     
    Penerapan teknologi  Largo Super dimulai saat menggunakan varietas adaftif dengan provitas/produktivitas tinggi seperti varietas unggul padi gogo Inpago 8, 9, 10 dan IPB 9G. Varietas dengan provitas tinggi ini adalah kombinasi wajib larik gogo plus pupuk hayati, pestisida nabati dan biodekomposer. 
     
    “Teknologi ini tepat dalam pengelolaan di lahan kering terbuka maupun ternaungi tanaman hutan dan perkebunan di Indonesia,” lanjutnya.
     
    Tim Balitbangtan yang terdiri dari Puslitbang Tanaman Pangan, Balai Besar Penelitian Padi serta Dinas Pertanian Kabupaten Kebumen telah mengunjungi lokasi pertanaman yang sudah mulai masuk fase panen, pada Sabtu (13/1/2018). Kebumen dipilih sebagai lokasi uji karena wilayah lahan kering yang luas menghampar sepanjang pantai selatan baik terbuka maupun ditanami tanaman tahunan terutama kelapa.
     
    Lokasi kegiatan terletak sekitar 1 - 3 km dari laut, dengan ketinggian 20-50 mdpl. Namun demikian air yang mengairi persawahan tidak asin. Periode tanam dilaksanakan pada Oktober 2017 sampai Februari 2018 di hamparan lahan seluas 30 hektar. 
     
    Sebelumnya, pola tanam eksisting adalah padi - palawija. Sedang dibawah tegakan kelapa berupa lahan kosong atau ditanami hortikultura sayur dan bumbu. “Di bawah naungan kelapa yang biasanya bero atau tidak ditanami dan dibiarkan sampai musim tanam berikutnya, kita masukan padi gogo agar luas panen meningkat,” terangnya.
     
    Hasil tinjauan lapangan, performa tanaman pada hamparan terbuka bagus, sehingga target  provitas 10 ton/hektar optimis tercapai. “Sebelumnya, petani ada yang menanam padi gogo dengan cara lama yaitu tanam pindah, atau tugal jarak tidak teratur, dengan provitas sekitar 4 ton/hektar,” kata Andriko.
     
    Petani terkesan dengan produktivitas Inpago 9 dan 10, namun akan menguji beras dan rasa nasi sebelum memutuskan pilihan. Sedangkan performa tanaman di bawah tegakan kelapa masih perlu mendapat perhatian terutama pengendalian hama dan pemupukan.
     
    Menurut Andriko, luas lahan kering di Jawa Tengah untuk berbagai penggunaan lahan sekitar 739.000 hektar. Untuk pengembangan gogo sekitar 576.000 hektar. Untuk itu, pihaknya akan mendorong penerapan teknologi ini menjadi rekomendasi nasional.
     
    “Ini kita siapkan untuk teknologi pengelolaan lahan kering. Kalau padi sawah andalan teknologi kita Jarwo Super. Kalau padi gogo Largo Super,” pungkasnya.
     

    Umum

    Inilah Rekomendasi Hasil Rakernas Kemenristekdikti 2018
    Kamis, 18 Januari 2018 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat membuka Rakernas di Medan. Foto Fatimah Harahap/Kemenristekdikti   Technology-Indonesia.com – Rapat Kerja Nasional (Rakernas)...

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek