Homepage > Pertanian & Pangan > Pertanian > LIPI: Jamur Pangan Aman Dikonsumsi
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 1239
    Guest : 1239
    Members : 0

    LIPI: Jamur Pangan Aman Dikonsumsi

    Penilaian Pengguna: / 0
    JelekBagus 

    alt

    Jakarta, Technology-Indonesia.com - Beredarnya kripik jamur tahi sapi yang menyebabkan efek halusinasi telah meresahkan masyarakat. Beberapa jenis jamur di alam seperti Psilocybe, Coprinus memang mengandung senyawa psilosin yang bersifat halusinosic dan termasuk Golongan 1 Narkotika.
     
    Peneliti Budidaya Jamur Pangan, Pusat Penelitian Biologi LIPI Iwan Saskiawan menuturkan jenis-jenis jamur seperti ini disebut dengan magic mushroom dan secara alami mereka tumbuh pada kotoran hewan (dung mushroom). Melalui proses indentifikasi yang cukup rumit dan memerlukan keahlian tertentu, peneliti di Pusat Penelitian Biologi LIPI dapat mengidentifikasi beberapa jenis jamur yang dapat memberikan efek halusinasi. 
     
    Namun selain magic mushroom, ada beberapa jenis jamur yang tergolong aman untuk dikonsumsi dan bermanfaat bagi tubuh yaitu jamur pangan (edible mushroom). Berdasarkan Surat  Keputusan Menteri Pertanian No: 511/Kpts/PD.310/9/2006, beberapa jenis jamur yang aman untuk dikonsumsi adalah jamur merang (Volvariella), Jamur Tiram (Pleurotus),  jamur kuping (Auricularia), jamur shitake (Lentinus), jamur kancing/champignon (Agaricus), dan jamur lingchi (Ganoderma). 
     
    Jamur pangan merupakan salah satu sumber daya hayati Indonesia yang mulai dikembangkan sebagai bahan pangan. “Nilai ekonomi jamur sangat menguntungkan,” papar Iwan dalam Media Briefing “Budidaya Jamur Pangan di Indonesia” di Jakarta pada Senin (6/11/2017).
     
    Iwan memaparkan, jamur merupakan organisme tingkat rendah yang tidak mempunyai khlorofil (zat hijau daun). Untuk keperluan hidupnya, jamur menyerap nutrisi dari lingkungan sekitarnya. Beberapa jenis jamur dapat menghasilkan tubuh buah yang berukuran makroskopis, yang dapat dikonsumsi sebagai bahan pangan. 
     
    “Jamur-jamur yang kita konsumsi adalah jamur makro yang menghasilkan tubuh buah,” terangnya. 
     
    Jamur merupakan salah satu mikroorganisme yang dalam ilmu taksonomi, atau pengelompokan mahluk hidup digolongkan dalam satu kerajaan (kingdom) khusus yaitu Fungi.  Kingdom fungi berada di antara plantae dan animalia.
     
    "Ini yang menyebabkan secara nutrisi dan secara tekstur jamur itu mendekati animalia atau hewan. Sehingga bisa dimasak dengan bumbu-bumbu yang biasa digunakan untuk daging seperti rendang, tongseng atau sate jamur,” kata Iwan.
     
    Jamur dibudidayakan dari limbah organik terutama sisa-sisa tumbuhan misalnya jerami padi, limbah Kapas, ampas Aren, maupun serbuk gergaji. “Limbah budidaya jamur juga bisa digunakan untuk pupuk organik. Jadi para petani jamur mempunyai moto menggunakan limbah tanpa menghasilkan limbah,” lanjutnya.
     
    Selain mempunyai cita rasa yang lezat, jamur  dikenal mempunyai gizi tinggi. Dari hasil penelitian, rata-rata jamur mengandung 19-35 persen protein lebih tinggi jika dibandingkan dengan beras (7,38 persen) dan gandum (13,2 persen). Asam amino esensial pada jamur sekitar sembilan jenis dari 20 asam amino yang dikenal. 
     
    Selain itu, 72 persen lemak jamur termasuk jenis lemak tidak jenuh. Jamur juga mengandung berbagai jenis vitamin, antara lain B1 (thiamine), B2 (riboflavin), niasin dan biotin. Jamur juga mengandung berbagai jenis mineral seperti K, P, Ca, Na, Mg dan Cu. Jumlah kandungan seratnya yang berkisar 7,4 -24,6 persen sangat baik untuk pencernaan. Kandungan kalori jamur sangat rendah sehingga cocok bagi pelaku diet.
     
    Beberapa hasil penelitian menyimpulkan bahwa riboflavin, asam Nicotinat, Pantothenat, dan biotin (Vitamin B) masih terpelihara dengan baik meskipun jamur telah dimasak. Selain itu, jamur juga mengandung senyawa yang bersifat  antitumor, menurunkan kolesterol, dan antioksidan. 
     
    Karena khasiatnya, terang Iwan, jamur dimasukkan ke dalam kategori pangan fungsional. Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), pangan fungsional adalah bahan makanan alamiah, bisa juga diperoleh melalui penambahan dari luar atau telah melalui proses, mengandung satu atau lebih senyawa yang terbukti secara ilmiah mempunyai fungsi-fungsi fisiologis tertentu yang bermanfaat bagi kesehatan dan dikonsumsi sebagaimana layaknya makanan. 
     
    “Jika fungsi obat terhadap penyakit bersifat kuratif, pangan fungsional dapat dikonsumsi tanpa dosis tertentu, dapat dinikmati sebagaimana makanan pada umumnya, sebagai diet atau menu sehari-hari lezat dan bergizi,” pungkasnya.
     
     

    Umum

    Inilah Rekomendasi Hasil Rakernas Kemenristekdikti 2018
    Kamis, 18 Januari 2018 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat membuka Rakernas di Medan. Foto Fatimah Harahap/Kemenristekdikti   Technology-Indonesia.com – Rapat Kerja Nasional (Rakernas)...

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek