Homepage > Pertanian & Pangan > Pertanian > LIPI Dorong Peran Riset dan Kebijakan untuk Penguatan Nilai Ubi Kayu
Resensi
article thumbnailSejarah Panjang Pengamatan Cuaca di Indonesia

Judul Buku : BMKG, 70 Tahun Melayani Masyarakat Penulis : Tim Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Penerbit : BMKG bekerjasama dengan MAPIPTEK Tebal : viii + 206 halam [ ... ]


Artikel Lainnya
Advertorial
article thumbnailLomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

  Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


Artikel Lainnya

 

Data Pengunjung
Registered users : 5
Online : 1223
Guest : 1223
Members : 0

LIPI Dorong Peran Riset dan Kebijakan untuk Penguatan Nilai Ubi Kayu

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 

alt

Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, Enny Sudarmonowati menyerahkan buku Ubi Kayu: Dari Biodiversitas menjadi Klon Unggul untuk Ketahanan Pangan dan Industri kepada Komarudin dari Badan Ketahanan Pangan.
 
Cibinong, Technology-Indonesia.com - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mendorong peran riset dan kebijakan untuk penguatan rantai nilai ubi kayu. Indonesia saat ini cenderung bergantung pada impor ubi kayu olahan. Penyebabnya, produksi dan pemrosesan ubi kayu masih menghadapi kendala sehingga belum mampu bersaing dengan produk impor yang kualitasnya lebih baik, ketersediaan berkelanjutan, dan harga lebih murah.
 
Ubi kayu merupakan salah satu tanaman pangan sumber karbohidrat penting di Indonesia yang kegunaannya juga meliputi non pangan. Ubi kayu yang diolah menjadi pati dan tepung telah dimanfaatkan secara luas oleh berbagai jenis industri, baik industri makanan maupun industri tekstil, kertas, farmasi, hingga bioenergi.
 
Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, Enny Sudarmonowati mengatakan peningkatan kebutuhan ubi kayu olahan belum mampu diimbangi oleh produk pertanian lokal yang didukung oleh inovasi teknologi. Inilah penyebab utama meningkatnya jumlah impor ubi kayu olahan, yang berdampak menurunnya luas lahan panen, jumlah produksi, dan produktivitas ubi kayu. Hal ini merupakan indikasi berkurangnya minat petani untuk melanjutkan peranannya dalam rantai nilai ekonomi ubi kayu. 
 
“Peran dan perhatian pemerintah melalui bentuk kebijakan yang mengatur tata niaga dan produksi sangat diperlukan untuk mendorong petani, akademisi dan peneliti, serta praktisi ubi kayu untuk meningkatkan produksi, kualitas serta daya saing produk ubi kayu dalam negeri,” kata Enny dalam workshop bertajuk “Peran Riset dan Kebijakan untuk Penguatan Rantai Nilai Ubi Kayu Indonesia” di Kantor Pusat Penelitian Bioteknologi, Cibinong, Bogor pada Kamis (7/9/2017)
 
Kegiatan itu ditujukan untuk membentuk konsorsium ubi kayu antar akademisi, peneliti, praktisi, dan pemangku kebijakan untuk meningkatkan sinergi peran institusi yang terkait dalam rantai ekonomi ubi kayu. 
 
“Tidak ada gunanya teknologi yang canggih jika tidak didukung kebijakan. Begitu juga sebaliknya, kebijakan harus didasarkan pada hasil-hasil riset,” lanjutnya. Karena itu, rekomendasi hasil workshop akan disampaikan pada instansi terkait untuk dijadikan acuan pengambilan keputusan.
 
Enny mengatakan selama ini pendanaan dari pemerintah untuk pangan lebih terfokus pada padi, jagung dan kedele (Pajale). Sementara di satu sisi pemerintah mengembar-gemborkan diversifikasi pangan. Selain itu, kebanyakan petani menanam ubi kayu ala kadarnya sehingga hasilnya tidak maksimal. Karena itu perlu inovasi baik dari budidaya hingga pemanfaatannya.
 
“Riset yang sejalan  dengan kebijakan pemerintah ataupun kebijakan yang mendukung tumbuhnya inovasi baru diharapkan mampu menguatkan peran riset lebih besar dalam mempercepat gerakan rantai nilai ekonomi ubi kayu,” terang Enny.
 
Enny berharap berbagai hasil riset seperti bibit ubi kayu unggul berdaya hasil tinggi, kaya nutrisi penting, tahan kekeringan, umbi tahan simpan, teknologi pengolahan pasca panen, dan teknologi budidaya dengan memanfaatkan pupuk hayati dapat diaplikasikan pada pertanian dan industri berbasis ubi kayu.
 
Untuk meningkatkan perhatian berbagai pihak terhadap produksi dan tata niaga ubi kayu, Kepala Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI, Bambang Sunarko mengungkapkan, perlu dilaksanakan pertemuan ilmiah yang melibatkan peran serta aktif akademisi, peneliti, praktisi dan kementerian teknis untuk membahasnya. 
 
“Dengan pembahasan dalam pertemuan tersebut kan dihasilkan rancangan implementatif riset maupun rumusan kebijakan untuk menjadi aksi nyata dalam mendorong peningkatan dan penguatan produksi ubi kayu olahan di Indonesia,” terangnya.
 
Menurut Bambang, perumusan kebijakan untuk mengatur tata niaga importasi ubi kayu Indonesia sangat diperlukan. Kebebasan impor ubi kayu menyebabkan kerugian besar kepada petani karena harus menjual singkong dengan harga lebih rendah.
 
"Selain itu, kebijakan pemerintah lainnya untuk meningkatkan produksi dan kualitas ubi kayu Indonesia masih perlu direkomendasikan. Begitu pula dengan riset dan inovasi teknologi untuk meningkatkan daya saing produk ubi kayu Indonesia perlu ditingkatkan supaya petani tidak kembali dirugikan," kata Bambang.
 
Workshop yang diikuti 130 peserta ini merupakan bagian dari Open House Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI yang diselenggarakan pada 7-8 September 2017. Open house ini diisi beragam kegiatan seperti pameran hasil riset, pelatihan bidang bioteknologi, kunjungan laboratorium, demo etalase produk teknologi pertanian dan peternakan terpadu zero waste, serta workshop kegiatan riset unggulan bioteknologi.
 
Pada kesempatan tersebut dilaksanakan juga soft launcing buku berjudul Ubi Kayu: Dari Klon Biodiversitas Menjadi Klon Unggul untuk Ketahanan Pangan dan Industri yang ditulis oleh sembilan peneliti ubi kayu. 
 
 

Artikel Terkait

Pacu Inovasi, Kementerian Ristek Bangun Strategi Kebersamaan

Pacu Inovasi, Kementerian Ristek Bangun Strategi Kebersamaan

Sebagai upaya mensinergikan antara sisi penyedia dan sisi pengguna Iptek, Kementerian Riset dan... READ_MORE
Kamis, 01 Juli 2010 11:02
 Liliana Yetta Pandi, Dra

Liliana Yetta Pandi, Dra

  ... READ_MORE
Selasa, 16 Maret 2010 21:50
Asep Karsidi Jabat Kepala Bakosurtanal

Asep Karsidi Jabat Kepala Bakosurtanal

Menristek Suharna Surapranata hari ini melantik Dr. Asep Karsidi sebagai Kepala Badan Koordinasi... READ_MORE
Selasa, 15 Juni 2010 16:12
Siswa SD se-Jabodetabek Kunjungi PP IPTEK

Siswa SD se-Jabodetabek Kunjungi PP IPTEK

Jakarta : Pusat  Peragaan Iptek (PP-IPTEK) menjadi bagian program acara ”Ayo Ke Museum Bersama Ibu... READ_MORE
Kamis, 17 Juni 2010 16:07
Deteksi Jantung Melalui Treadmill Test

Deteksi Jantung Melalui Treadmill Test

Jakarta : Treadmill test hingga kini kerap diabaikan dalam proses medical check up penyakit jantung ... READ_MORE
Selasa, 15 Juni 2010 14:07
Goyangan Gempa di Jakarta Utara Lebih Terasa

Goyangan Gempa di Jakarta Utara Lebih Terasa

DKI diguncang gempa. Warga DKI Jakarta sontak panik. Untungnya, hal itu baru dugaan dari seseorang... READ_MORE
Senin, 06 Juni 2011 10:24
Biogas dari Limbah Tahu

Biogas dari Limbah Tahu

Kementerian Riset dan Teknologi melalui Program Pengendalian Dampak Perubahan Iklim membuat proyek... READ_MORE
Jumat, 14 May 2010 12:01
BPPT Mengganti Empat Deputi

BPPT Mengganti Empat Deputi

Jakarta : Empat pejabat Kedeputian Badan Pengkajian Penerapan Teknologi  (BPPT) diganti. Pelantikan... READ_MORE
Rabu, 16 Juni 2010 19:19

Pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan

Ketahanan pangan selalu dikaitkan dengan masalah kekurangan gizi. Masalah kurang gizi ini bukan... READ_MORE
Selasa, 09 April 2013 10:39

2oo Pelajar Dikenalkan Budaya Iptek

Kementerian Riset dan Teknologi merangkul generasi muda untuk terwujudnya pengembangan  budaya iptek... READ_MORE
Senin, 29 Oktober 2012 11:50
Batan melantik Deputi PTDBR Baru

Batan melantik Deputi PTDBR Baru

                        Jakarta : Dr Djarot Sulistio Wisnusubroto dilantik sebagai Dep... READ_MORE
Kamis, 17 Juni 2010 15:03

Ini Dia, Sepeda Motor Berbahan Bakar Air Plus

Ternyata bukan isapan jempol air bisa menjadi bahan bakar. Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU... READ_MORE
Rabu, 06 Juni 2012 15:15

BIG Dukung Kebutuhan Informasi Geospasial Tematik Kemenkokesra

Sekretaris Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Indroyono Soesilo mengatakan Kementerian... READ_MORE
Selasa, 27 November 2012 16:52

Anggota DPR RI Azwir Dainy Tara: Perhatian Pemerintah Masih Belum Maksimal

Minimnya anggaran yang tersedia untuk kegiatan Riset dan Teknologi (Ristek), menjadi salah satu... READ_MORE
Kamis, 21 Juni 2012 11:39
KLIBS Usung Anastesi Lokal untuk Bantu Orang Miskin

KLIBS Usung Anastesi Lokal untuk Bantu Orang Miskin

Dunia kedokteran sudah lama mengenal  anastesi lokal atau bius lokal. Namun penerapan bius... READ_MORE
Selasa, 05 April 2011 15:37
Titik Terang Mencari 'Bumi Tandingan'

Titik Terang Mencari 'Bumi Tandingan'

Setelah lima tahun mencari, peneliti NASA akhirnya menemuka dua planet yang paling mirip Bumi.... READ_MORE
Rabu, 07 Januari 2015 18:03
Indonesia Peringkat ke-3 Jumlah Penderita Hepatitis

Indonesia Peringkat ke-3 Jumlah Penderita Hepatitis

Jakarta : Indonesia menempati peringkat ketiga dunia setelah China dan India untuk jumlah penderita... READ_MORE
Rabu, 28 Juli 2010 16:09

Teknologi Aquaponik di Lahan Sempit

Upaya menambah luasan lahan pertanian sebagai solusi peningkatan ketahanan pangan masih menemui... READ_MORE
Selasa, 11 Februari 2014 13:01
BIT BPPT Dorong Tumbuhnya Teknoprenur baru

BIT BPPT Dorong Tumbuhnya Teknoprenur baru

Jakarta- Kurangnya fasilitas pemerintah dalam mendorong iklim usaha, regulasi yang menunjang dan... READ_MORE
Senin, 18 April 2011 10:19
Masyarakat Indonesia Kekurangan Air Bersih

Masyarakat Indonesia Kekurangan Air Bersih

Dari 92 daerah terluar di Indonesia, 64 diantaranya merupakan daerah sulit air bersih. Selain it... READ_MORE
Kamis, 15 Maret 2012 16:16

Umum

article thumbnail Ecodome, Wahana Baru di Kebun Raya Bogor
Rabu, 15 November 2017 | Setiyo Bardono

Ecodome, wahana baru di Kebun Raya Bogor (Foto Humas LIPI)   Technology-Indonesia.com - Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PKT...

Review

article thumbnail Memperbesar Peluang Energi Baru Terbarukan
Jumat, 19 Maret 2010

  “Sudah ditargetkan melalui Perpres No 5/2006 untuk mengurangi penggunaan minyak bumi. Namun,  hingga saat ini, belum ada action plan pemerintah kendati secara kebijakan atau regulasi...

 
iklantechno
Kolom
article thumbnailInsiatif Jakarta untuk Reduksi Emisi Karbon
21/08/2015 | Dedi Junaedi

Menko Maritim Indroyono Susilo menegaskan bahwa Indonesia tetap berkomitmen untuk berpartisipasi aktif dalam memenuhi target penurunan emisi karbon. Sebagai satu bukti komitmennya, Indonesia akan mena [ ... ]


Artikel Lainnya
Profil Peneliti
article thumbnailAdiseno PhD
20/08/2010

Adiseno PhD
Bandung, 14 November 1967 Bidang Keilmuan : MIPA Kimia Elektronika Adiseno memperoleh master di bidang teknik elektronika dari Delft University of Technology, Belanda pada 1994 yang se [ ... ]


Profil Peneliti Lainnya
LOMBA UNTUK JURNALIS

Info Produk
Angket
Artikel Apa Yang Anda Sukai?
 
iklanmapiptek