Homepage > Pertanian & Pangan > Pertanian > LIPI Dorong Peran Riset dan Kebijakan untuk Penguatan Nilai Ubi Kayu
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 611
    Guest : 612
    Members : 0

    LIPI Dorong Peran Riset dan Kebijakan untuk Penguatan Nilai Ubi Kayu

    Penilaian Pengguna: / 0
    JelekBagus 

    alt

    Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, Enny Sudarmonowati menyerahkan buku Ubi Kayu: Dari Biodiversitas menjadi Klon Unggul untuk Ketahanan Pangan dan Industri kepada Komarudin dari Badan Ketahanan Pangan.
     
    Cibinong, Technology-Indonesia.com - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mendorong peran riset dan kebijakan untuk penguatan rantai nilai ubi kayu. Indonesia saat ini cenderung bergantung pada impor ubi kayu olahan. Penyebabnya, produksi dan pemrosesan ubi kayu masih menghadapi kendala sehingga belum mampu bersaing dengan produk impor yang kualitasnya lebih baik, ketersediaan berkelanjutan, dan harga lebih murah.
     
    Ubi kayu merupakan salah satu tanaman pangan sumber karbohidrat penting di Indonesia yang kegunaannya juga meliputi non pangan. Ubi kayu yang diolah menjadi pati dan tepung telah dimanfaatkan secara luas oleh berbagai jenis industri, baik industri makanan maupun industri tekstil, kertas, farmasi, hingga bioenergi.
     
    Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, Enny Sudarmonowati mengatakan peningkatan kebutuhan ubi kayu olahan belum mampu diimbangi oleh produk pertanian lokal yang didukung oleh inovasi teknologi. Inilah penyebab utama meningkatnya jumlah impor ubi kayu olahan, yang berdampak menurunnya luas lahan panen, jumlah produksi, dan produktivitas ubi kayu. Hal ini merupakan indikasi berkurangnya minat petani untuk melanjutkan peranannya dalam rantai nilai ekonomi ubi kayu. 
     
    “Peran dan perhatian pemerintah melalui bentuk kebijakan yang mengatur tata niaga dan produksi sangat diperlukan untuk mendorong petani, akademisi dan peneliti, serta praktisi ubi kayu untuk meningkatkan produksi, kualitas serta daya saing produk ubi kayu dalam negeri,” kata Enny dalam workshop bertajuk “Peran Riset dan Kebijakan untuk Penguatan Rantai Nilai Ubi Kayu Indonesia” di Kantor Pusat Penelitian Bioteknologi, Cibinong, Bogor pada Kamis (7/9/2017)
     
    Kegiatan itu ditujukan untuk membentuk konsorsium ubi kayu antar akademisi, peneliti, praktisi, dan pemangku kebijakan untuk meningkatkan sinergi peran institusi yang terkait dalam rantai ekonomi ubi kayu. 
     
    “Tidak ada gunanya teknologi yang canggih jika tidak didukung kebijakan. Begitu juga sebaliknya, kebijakan harus didasarkan pada hasil-hasil riset,” lanjutnya. Karena itu, rekomendasi hasil workshop akan disampaikan pada instansi terkait untuk dijadikan acuan pengambilan keputusan.
     
    Enny mengatakan selama ini pendanaan dari pemerintah untuk pangan lebih terfokus pada padi, jagung dan kedele (Pajale). Sementara di satu sisi pemerintah mengembar-gemborkan diversifikasi pangan. Selain itu, kebanyakan petani menanam ubi kayu ala kadarnya sehingga hasilnya tidak maksimal. Karena itu perlu inovasi baik dari budidaya hingga pemanfaatannya.
     
    “Riset yang sejalan  dengan kebijakan pemerintah ataupun kebijakan yang mendukung tumbuhnya inovasi baru diharapkan mampu menguatkan peran riset lebih besar dalam mempercepat gerakan rantai nilai ekonomi ubi kayu,” terang Enny.
     
    Enny berharap berbagai hasil riset seperti bibit ubi kayu unggul berdaya hasil tinggi, kaya nutrisi penting, tahan kekeringan, umbi tahan simpan, teknologi pengolahan pasca panen, dan teknologi budidaya dengan memanfaatkan pupuk hayati dapat diaplikasikan pada pertanian dan industri berbasis ubi kayu.
     
    Untuk meningkatkan perhatian berbagai pihak terhadap produksi dan tata niaga ubi kayu, Kepala Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI, Bambang Sunarko mengungkapkan, perlu dilaksanakan pertemuan ilmiah yang melibatkan peran serta aktif akademisi, peneliti, praktisi dan kementerian teknis untuk membahasnya. 
     
    “Dengan pembahasan dalam pertemuan tersebut kan dihasilkan rancangan implementatif riset maupun rumusan kebijakan untuk menjadi aksi nyata dalam mendorong peningkatan dan penguatan produksi ubi kayu olahan di Indonesia,” terangnya.
     
    Menurut Bambang, perumusan kebijakan untuk mengatur tata niaga importasi ubi kayu Indonesia sangat diperlukan. Kebebasan impor ubi kayu menyebabkan kerugian besar kepada petani karena harus menjual singkong dengan harga lebih rendah.
     
    "Selain itu, kebijakan pemerintah lainnya untuk meningkatkan produksi dan kualitas ubi kayu Indonesia masih perlu direkomendasikan. Begitu pula dengan riset dan inovasi teknologi untuk meningkatkan daya saing produk ubi kayu Indonesia perlu ditingkatkan supaya petani tidak kembali dirugikan," kata Bambang.
     
    Workshop yang diikuti 130 peserta ini merupakan bagian dari Open House Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI yang diselenggarakan pada 7-8 September 2017. Open house ini diisi beragam kegiatan seperti pameran hasil riset, pelatihan bidang bioteknologi, kunjungan laboratorium, demo etalase produk teknologi pertanian dan peternakan terpadu zero waste, serta workshop kegiatan riset unggulan bioteknologi.
     
    Pada kesempatan tersebut dilaksanakan juga soft launcing buku berjudul Ubi Kayu: Dari Klon Biodiversitas Menjadi Klon Unggul untuk Ketahanan Pangan dan Industri yang ditulis oleh sembilan peneliti ubi kayu. 
     
     

    Umum

    Inilah Rekomendasi Hasil Rakernas Kemenristekdikti 2018
    Kamis, 18 Januari 2018 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat membuka Rakernas di Medan. Foto Fatimah Harahap/Kemenristekdikti   Technology-Indonesia.com – Rapat Kerja Nasional (Rakernas)...

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek