Homepage > Pertanian & Pangan > Pertanian > Presiden Jokowi: Paradigma Pertanian Harus Diubah Total
Resensi
article thumbnailSejarah Panjang Pengamatan Cuaca di Indonesia

Judul Buku : BMKG, 70 Tahun Melayani Masyarakat Penulis : Tim Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Penerbit : BMKG bekerjasama dengan MAPIPTEK Tebal : viii + 206 halam [ ... ]


Artikel Lainnya
Advertorial
article thumbnailLomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

  Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


Artikel Lainnya

 

Data Pengunjung
Registered users : 5
Online : 455
Guest : 455
Members : 0

Presiden Jokowi: Paradigma Pertanian Harus Diubah Total

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 
alt
Presiden Joko Widodo saat menyampaikan orasi pada Dies Natalis Institut Pertanian Bogor (IPB) ke 54 di Kampus IPB Dramaga Bogor. Foto Tulus/KSKP Kemenristekdikti
 
Technology-Indonesia.com - Nilai tukar petani menjadi hal yang sangat fundamental. Kita harus berkonsentrasi bagaimana menaikkan keuntungan petani dengan nilai tukar petani.
 
Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo pada  Dies Natalis Institut Pertanian Bogor (IPB) ke 54 dengaan tema Pengarusutamaan Pertanian untuk Kedaulatan Pangan Indonesia di Kampus IPB Dramaga, Bogor, Rabu (6/9/2017). Hadir dalam acara tersebut Ibu Negara Iriana, Menristekdikti Mohamad Nasir, Menko PMK Puan Maharani, Mensekneg Pratikno, Gubernur Jawa Barat, Gubernur Nangroe Aceh Darussalam, Bupati Bogor, Walikota Bogor, Bupati Banggai, dan Bupati Merauke.
 
Dalam orasinya di depan civitas akademika IPB, Presiden Jokowi mengatakan selama ini kita hanya berkutat pada sektor budidaya padahal nilai tambah yang besar ada pada proses bisnis atau agrobisnisnya. Untuk itu paradigma di bidang pertanian harus diubah total, petani harus dari hulu ke hilir. 
 
"Kuncinya ada pada bagaimana mengkonsolidasikan petani agar memiliki skala yang besar. Artinya kita harus mengkorporasikan petani, nelayan, peternak kita," terangnya.
 
Proses korporasi itu harus disiapkan seperti industri benih, aplikasi-aplikasi modern untuk produksi, penggilingan padi yang modern, industri pengolahan beras. Presiden Jokowi meyakini IPB mempunyai kemampuan untuk menyiapkan petani-petani ke arah itu.
 
Presiden Jokowi juga menyampaikan bahwa fakultas atau jurusan seharusnya mengikuti perubahan global yang ada. 
 
"Kenapa tidak ada fakultas penggilingan padi? Atau manajemen logistik pangan?" kata Jokowi. Padahal, kebutuhan SDM di Indonesia untuk bidang itu sangat besar untuk memperbaiki sistem logistik nasional.
 
Di akhir orasinya, Presiden Jokowi berpesan agar IPB terus bekerjasama dengan pemerintah, tidak berhenti melahirkan inovasi, tidak menjadi menara gading, terus turun ke lapangan untuk membantu mewujudkan kemandirian pangan Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan petani. 
 
Pada kesempatan itu Rektor IPB Hery Suhardiyanto melaporkan, saat ini telah berhasil diproduksi 180 ton benih dasar padi IPB 3S yang siap disebarkan kepada para penangkar benih di Indonesia. Benih dasar tersebut bisa menghasilkan 30 ribu ton benih sebar yang bisa memenuhi kebutuhan benih padi untuk sawah seluas 1 juta hektar.
 
"Produktivitas rata-rata IPB 3S adalah 8,4 ton gabah kering panen per hektar. Apabila digunakan angka perkiraan produktivitas tujuh ton gabah kering panen per hektar saja maka penggunaan benih padi IPB 3S seluas satu juta hektar diharapkan menghasilkan tujuh juta ton gabah kering panen pada musim panen mendatang," ungkapnya.
 
IPB telah melakukan kerjasama dengan 15 kabupaten di 8 provinsi yang mempunyai program kabupaten mandiri benih, antara lain Kabupaten Bogor, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, Garut, Banggai, Kendal, Jember, Klaten, Bireuen, Pasaman Barat, Barito Kuala, Kapuas, Lombok Barat dan Merauke. Pogram mandiri benih dapat dilaksanakan mulai tingkat desa, kabupaten hingga provinsi.
 
"Kami berharap dukungan pemerintah dalam bentuk kebijakan yang menempatkan kelompok tani menjadi penangkar benih dan produsen benih dalam rangka pengadaan benih nasional," ujar Hery. 
 
Pada acara tersebut diserahkan bibit benih padi IPB 3S oleh Rektor IPB kepada empat kepala daerah yaitu Gubernur Jawa Barat, Gubernur Nangroe Aceh Darussalam, Bupati Banggai dan Bupati Merauke yang disaksikan oleh Presiden Jokowi dan Menristekdikti.
 
 

Artikel Terkait

Pacu Inovasi, Kementerian Ristek Bangun Strategi Kebersamaan

Pacu Inovasi, Kementerian Ristek Bangun Strategi Kebersamaan

Sebagai upaya mensinergikan antara sisi penyedia dan sisi pengguna Iptek, Kementerian Riset dan... READ_MORE
Kamis, 01 Juli 2010 11:02
 Liliana Yetta Pandi, Dra

Liliana Yetta Pandi, Dra

  ... READ_MORE
Selasa, 16 Maret 2010 21:50
Deteksi Jantung Melalui Treadmill Test

Deteksi Jantung Melalui Treadmill Test

Jakarta : Treadmill test hingga kini kerap diabaikan dalam proses medical check up penyakit jantung ... READ_MORE
Selasa, 15 Juni 2010 14:07
Asep Karsidi Jabat Kepala Bakosurtanal

Asep Karsidi Jabat Kepala Bakosurtanal

Menristek Suharna Surapranata hari ini melantik Dr. Asep Karsidi sebagai Kepala Badan Koordinasi... READ_MORE
Selasa, 15 Juni 2010 16:12
Siswa SD se-Jabodetabek Kunjungi PP IPTEK

Siswa SD se-Jabodetabek Kunjungi PP IPTEK

Jakarta : Pusat  Peragaan Iptek (PP-IPTEK) menjadi bagian program acara ”Ayo Ke Museum Bersama Ibu... READ_MORE
Kamis, 17 Juni 2010 16:07
Goyangan Gempa di Jakarta Utara Lebih Terasa

Goyangan Gempa di Jakarta Utara Lebih Terasa

DKI diguncang gempa. Warga DKI Jakarta sontak panik. Untungnya, hal itu baru dugaan dari seseorang... READ_MORE
Senin, 06 Juni 2011 10:24
Biogas dari Limbah Tahu

Biogas dari Limbah Tahu

Kementerian Riset dan Teknologi melalui Program Pengendalian Dampak Perubahan Iklim membuat proyek... READ_MORE
Jumat, 14 May 2010 12:01

Pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan

Ketahanan pangan selalu dikaitkan dengan masalah kekurangan gizi. Masalah kurang gizi ini bukan... READ_MORE
Selasa, 09 April 2013 10:39

Ini Dia, Sepeda Motor Berbahan Bakar Air Plus

Ternyata bukan isapan jempol air bisa menjadi bahan bakar. Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU... READ_MORE
Rabu, 06 Juni 2012 15:15
BPPT Mengganti Empat Deputi

BPPT Mengganti Empat Deputi

Jakarta : Empat pejabat Kedeputian Badan Pengkajian Penerapan Teknologi  (BPPT) diganti. Pelantikan... READ_MORE
Rabu, 16 Juni 2010 19:19

2oo Pelajar Dikenalkan Budaya Iptek

Kementerian Riset dan Teknologi merangkul generasi muda untuk terwujudnya pengembangan  budaya iptek... READ_MORE
Senin, 29 Oktober 2012 11:50
Batan melantik Deputi PTDBR Baru

Batan melantik Deputi PTDBR Baru

                        Jakarta : Dr Djarot Sulistio Wisnusubroto dilantik sebagai Dep... READ_MORE
Kamis, 17 Juni 2010 15:03

BIG Dukung Kebutuhan Informasi Geospasial Tematik Kemenkokesra

Sekretaris Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Indroyono Soesilo mengatakan Kementerian... READ_MORE
Selasa, 27 November 2012 16:52

Anggota DPR RI Azwir Dainy Tara: Perhatian Pemerintah Masih Belum Maksimal

Minimnya anggaran yang tersedia untuk kegiatan Riset dan Teknologi (Ristek), menjadi salah satu... READ_MORE
Kamis, 21 Juni 2012 11:39
KLIBS Usung Anastesi Lokal untuk Bantu Orang Miskin

KLIBS Usung Anastesi Lokal untuk Bantu Orang Miskin

Dunia kedokteran sudah lama mengenal  anastesi lokal atau bius lokal. Namun penerapan bius... READ_MORE
Selasa, 05 April 2011 15:37
Indonesia Peringkat ke-3 Jumlah Penderita Hepatitis

Indonesia Peringkat ke-3 Jumlah Penderita Hepatitis

Jakarta : Indonesia menempati peringkat ketiga dunia setelah China dan India untuk jumlah penderita... READ_MORE
Rabu, 28 Juli 2010 16:09
Titik Terang Mencari 'Bumi Tandingan'

Titik Terang Mencari 'Bumi Tandingan'

Setelah lima tahun mencari, peneliti NASA akhirnya menemuka dua planet yang paling mirip Bumi.... READ_MORE
Rabu, 07 Januari 2015 18:03

Teknologi Aquaponik di Lahan Sempit

Upaya menambah luasan lahan pertanian sebagai solusi peningkatan ketahanan pangan masih menemui... READ_MORE
Selasa, 11 Februari 2014 13:01
Masyarakat Indonesia Kekurangan Air Bersih

Masyarakat Indonesia Kekurangan Air Bersih

Dari 92 daerah terluar di Indonesia, 64 diantaranya merupakan daerah sulit air bersih. Selain it... READ_MORE
Kamis, 15 Maret 2012 16:16
Buah Lokal Vs Buah Impor

Buah Lokal Vs Buah Impor

... READ_MORE
Senin, 11 Juli 2011 15:04

Umum

article thumbnail Politeknik Industri Logam Morowali Jadi Pusat Inovasi Berbasis Nikel
Selasa, 19 September 2017 | Setiyo Bardono

Technology-Indonesia.com -  Politeknik Industri Logam Morowali digadang menjadi pusat inovasi teknologi dan pengembangan produk berbasis nikel. Sekolah tinggi vokasi yang...

Review

article thumbnail Dibalik Musibah Uji Coba Roket Kendali Lumajang
Rabu, 03 Februari 2010

  Minggu lalu, terbetik berita salah satu roket uji coba milik konsorsium dibawah Kementerian Riset dan Teknologi di wilayah Lumajang, Jawa Timur melenceng dari sasaran. Para wakil konsorsium yang...

 
iklantechno
Kolom
article thumbnailPemanasan Global Meningkatkan Zona Mati Lautan
21/08/2015 | Dedi Junaedi

Bukti-bukti di Zaman Es menunjukkan peningkatan suhu bisa meningkatkan luas area air laut dengan sedikit oksigen. Rendahnya kadar oksigen membuat daya dukung terhadap kehidupan di laut menurun drastic [ ... ]


Artikel Lainnya
Profil Peneliti
article thumbnailRatno Nuryadi, Profesor Riset Bidang Elektronika
09/06/2016

Penelitian tentang nanosensor (sensor nano), salah satu produk nanoteknologi berbasis elektronik mengantar Dr. Ratno Nuryadi, M.Eng meraih gelar profesor riset bidang elektronika. Dalam prosesi peng [ ... ]


Profil Peneliti Lainnya
LOMBA UNTUK JURNALIS

Info Produk
Angket
Artikel Apa Yang Anda Sukai?
 
iklanmapiptek