Homepage > Pertanian & Pangan > Pertanian > Presiden Jokowi: Paradigma Pertanian Harus Diubah Total
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 1838
    Guest : 1839
    Members : 0

    Presiden Jokowi: Paradigma Pertanian Harus Diubah Total

    Penilaian Pengguna: / 0
    JelekBagus 
    alt
    Presiden Joko Widodo saat menyampaikan orasi pada Dies Natalis Institut Pertanian Bogor (IPB) ke 54 di Kampus IPB Dramaga Bogor. Foto Tulus/KSKP Kemenristekdikti
     
    Technology-Indonesia.com - Nilai tukar petani menjadi hal yang sangat fundamental. Kita harus berkonsentrasi bagaimana menaikkan keuntungan petani dengan nilai tukar petani.
     
    Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo pada  Dies Natalis Institut Pertanian Bogor (IPB) ke 54 dengaan tema Pengarusutamaan Pertanian untuk Kedaulatan Pangan Indonesia di Kampus IPB Dramaga, Bogor, Rabu (6/9/2017). Hadir dalam acara tersebut Ibu Negara Iriana, Menristekdikti Mohamad Nasir, Menko PMK Puan Maharani, Mensekneg Pratikno, Gubernur Jawa Barat, Gubernur Nangroe Aceh Darussalam, Bupati Bogor, Walikota Bogor, Bupati Banggai, dan Bupati Merauke.
     
    Dalam orasinya di depan civitas akademika IPB, Presiden Jokowi mengatakan selama ini kita hanya berkutat pada sektor budidaya padahal nilai tambah yang besar ada pada proses bisnis atau agrobisnisnya. Untuk itu paradigma di bidang pertanian harus diubah total, petani harus dari hulu ke hilir. 
     
    "Kuncinya ada pada bagaimana mengkonsolidasikan petani agar memiliki skala yang besar. Artinya kita harus mengkorporasikan petani, nelayan, peternak kita," terangnya.
     
    Proses korporasi itu harus disiapkan seperti industri benih, aplikasi-aplikasi modern untuk produksi, penggilingan padi yang modern, industri pengolahan beras. Presiden Jokowi meyakini IPB mempunyai kemampuan untuk menyiapkan petani-petani ke arah itu.
     
    Presiden Jokowi juga menyampaikan bahwa fakultas atau jurusan seharusnya mengikuti perubahan global yang ada. 
     
    "Kenapa tidak ada fakultas penggilingan padi? Atau manajemen logistik pangan?" kata Jokowi. Padahal, kebutuhan SDM di Indonesia untuk bidang itu sangat besar untuk memperbaiki sistem logistik nasional.
     
    Di akhir orasinya, Presiden Jokowi berpesan agar IPB terus bekerjasama dengan pemerintah, tidak berhenti melahirkan inovasi, tidak menjadi menara gading, terus turun ke lapangan untuk membantu mewujudkan kemandirian pangan Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan petani. 
     
    Pada kesempatan itu Rektor IPB Hery Suhardiyanto melaporkan, saat ini telah berhasil diproduksi 180 ton benih dasar padi IPB 3S yang siap disebarkan kepada para penangkar benih di Indonesia. Benih dasar tersebut bisa menghasilkan 30 ribu ton benih sebar yang bisa memenuhi kebutuhan benih padi untuk sawah seluas 1 juta hektar.
     
    "Produktivitas rata-rata IPB 3S adalah 8,4 ton gabah kering panen per hektar. Apabila digunakan angka perkiraan produktivitas tujuh ton gabah kering panen per hektar saja maka penggunaan benih padi IPB 3S seluas satu juta hektar diharapkan menghasilkan tujuh juta ton gabah kering panen pada musim panen mendatang," ungkapnya.
     
    IPB telah melakukan kerjasama dengan 15 kabupaten di 8 provinsi yang mempunyai program kabupaten mandiri benih, antara lain Kabupaten Bogor, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, Garut, Banggai, Kendal, Jember, Klaten, Bireuen, Pasaman Barat, Barito Kuala, Kapuas, Lombok Barat dan Merauke. Pogram mandiri benih dapat dilaksanakan mulai tingkat desa, kabupaten hingga provinsi.
     
    "Kami berharap dukungan pemerintah dalam bentuk kebijakan yang menempatkan kelompok tani menjadi penangkar benih dan produsen benih dalam rangka pengadaan benih nasional," ujar Hery. 
     
    Pada acara tersebut diserahkan bibit benih padi IPB 3S oleh Rektor IPB kepada empat kepala daerah yaitu Gubernur Jawa Barat, Gubernur Nangroe Aceh Darussalam, Bupati Banggai dan Bupati Merauke yang disaksikan oleh Presiden Jokowi dan Menristekdikti.
     
     

    Umum

    Inilah Rekomendasi Hasil Rakernas Kemenristekdikti 2018
    Kamis, 18 Januari 2018 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat membuka Rakernas di Medan. Foto Fatimah Harahap/Kemenristekdikti   Technology-Indonesia.com – Rapat Kerja Nasional (Rakernas)...

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek