Homepage > Pertanian & Pangan > Pertanian > Panen Perdana Padi Toleran Salin "Inpari Unsoed 79 Agritan"
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 1224
    Guest : 1225
    Members : 0

    Panen Perdana Padi Toleran Salin "Inpari Unsoed 79 Agritan"

    Penilaian Pengguna: / 0
    JelekBagus 
    alt
     
    Pemalang, Technology-Indonesia.com - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menggelar panen perdana padi toleran salin “Inpari Unsoed 79 Agritan” di desa Nyamplungsari, Kecamatan Petarukan, Pemalang, Selasa (15/8/2017). Varietas padi yang mampu tumbuh di sawah dengan kadar garam tinggi ini dikembangkan pemulia dari Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto.
     
    Kegiatan dalam bentuk Farmer Field Day (FFD) ini merupakan bagian dari Program Hilirisasi Inovasi Teknologi Perguruan Tinggi, Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti berupa produksi benih dan pengembangan padi varietas unggul toleran salin "Inpari Unsoed 79 Agritan" di empat kabupaten yaitu Cilacap, Kebumen, Tegal, dan Pemalang dengan total luas 400 hektar.
     
    Direktur Jenderal (Dirjen) Penguatan Inovasi Kemenristekdikti, Jumain Appe mengatakan program ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang selama ini sangat tidak beruntung dalam peningkatan kesejahteraaan.
     
    “Indonesia kaya sumber daya alam, tapi kita belum berhasil mengoptimalkan SDA tersebut untuk sebesar-besarnya kesejahteraan dan kemakmuran rakyat," ujarnya seusai panen perdana padi "Inpari Unsoed 79 Agritan" di Desa Nyamplungsari, Pemalang.
     
    Jumain berharap dalam penyediaan SDM, perguruan tinggi menghasilkan lulusan yang siap untuk kerja dan tahu apa yang dipelajari di bangku sekolah. "Perguruan tinggi ke depan lulusannya harus berorientasi pada dunia kerja atau menciptakan pekerjaan," tegasnya.
     
    Salah satu pemulia padi Inpari Unsoed 79 Agritan, Suprayogi mengatakan program ini merupakan kemitraan antara Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM)  Unsoed dengan mitra produsen benih yaitu CV Gemilang Karya Sentosa.
     
    "Progam ini didasari pada kenyataan bahwa sektor pertanian masih sangat penting dalam perekonomian negara kita. Bahkan dalam era industrialisasi, pertanian telah membuktikan sebagai sektor yang selalu berperan di garis depan dalam mengatasi krisis ekonomi," ungkapnya
     
    Bupati Pemalang Junaedi mengungkapkan Kabupaten Pemalang merupakan penyangga pangan nomor dua di Jawa Tengah. Dalam Perda RTRW yang baru tahun 2016-2036, diwajibkan agar kabupaten pemalang untuk mempertahankan lahan pertanian berkelanjutan 3.295 hektar. Lahan tersebut tidak boleh dialih fungsikan.
     
    Dalam kesempatan tersebut Junaedi menyatakan kebanggaannya karena, "Kabupaten Pemalang mendapat kepercayaan sebagai laboratorium dari penelitian hingga aplikasi padi Inpari Unsoed 79 Agritan."
     
    Sementara itu Rektor Unsoed, Achmad Iqbal menekankan agar penelitian yang dilakukan para dosen bukan sekedar penelitian. Penelitian, lanjutnya, jangan hanya untuk peneliti, tapi harus ada ujungnya atau hilirnya yaitu kesejahteraan masyarakat.
     
    "Contohnya daerah salin yang kemarin tidak bisa ditanami padi, dengan inovasi teknologi perguruan tinggi mengembangkan Inpari Unsoed 79 Agritan."
     
    Terkait masalah padi, Unsoed juga memproduksi padi Inpago Unsoed 1 untuk lahan kering dengan aromatik serta padi yang mengandung zat besi untuk mengobati gondok. 
     
    Rektor berharap Pemalang bisa mengembangkan produk-produk hasil penelitian Unsoed. Mahasiswa Unsoed juga bisa dimanfaatkan melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik misalnya khusus budidaya lahan salin.
     
    Dalam kesempatan tersebut, Cokrowolo, Ketua Kelompok Tani Sido Makmur Desa Nyamplungsari mengungkapkan hasil panen padi Unsoed 79 di lahan salin menurut laporan petani sebanyak 8,7 ton/hektar dan 8,5 ton/hektar untuk lahan padi ubinan. Namun demikian, tidak  semua lahan menghasilkan panen sebanyak itu.
     
    "Hasilnya sudah terbukti meningkat karena hasil sebelumnya rendah. Jangankan 8 ton, untuk mencapai 5 ton susah. Dengan varietas baru ini mudah-mudahan bisa meningkatkan hasil produksi dan taraf ekonomi petani," katanya.
     
    Menurut Cokrowolo, hasil panen padi Unsoed 79 di lahan normal tidak kalah dengan padi Ciherang. Kualitas berasnya juga super. Ia berharap padi ini bisa terus dikembangkan karena sudah terbukti hasilnya bagus. 
     
    Acara FFD diakhiri dengan diskusi antara  para pemangku kepentingan produksi padi di Jawa Tengah terutama yang memiliki lahan salin dengan Dirjen Penguatan Inovasi dan Rektor Unsoed.
     
     
     

    Umum

    Inilah Rekomendasi Hasil Rakernas Kemenristekdikti 2018
    Kamis, 18 Januari 2018 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat membuka Rakernas di Medan. Foto Fatimah Harahap/Kemenristekdikti   Technology-Indonesia.com – Rapat Kerja Nasional (Rakernas)...

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek