Homepage > Pertanian & Pangan > Pertanian > Riset Berorientasi Inovasi dan Invensi Tingkatkan Daya Saing
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 1693
    Guest : 1694
    Members : 0

    Riset Berorientasi Inovasi dan Invensi Tingkatkan Daya Saing

    Penilaian Pengguna: / 0
    JelekBagus 

    alt

    Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti, Muhammad Dimyati dalam Sosialiasi Kebijakan, Pengelolaan dan Pelaksanaan Riset Tahun 2017 dan 2018 di UGM, Yogyakarta (Foto Humas UGM)

     
    Technology-indonesia.com - Pengembangan riset dan inovasi merupakan kunci dalam membangun daya saing bangsa. Namun, penelitian-penelitian di Indonesia belum dapat memberikan efek multiplier besar sehingga tidak mampu untuk mendorong daya saing bangsa.
     
    Karena itu, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mendorong riset yang berorientasi pada inovasi dan invensi dalam upaya meningkatkan daya saing nasional untuk kesejahteraan rakyat.
     
    "Penelitian jangan hanya untuk memenuhi cum saja. Ubah orientasi ini dengan meneliti dalam mozaik untuk kesejahteraan masyarakat yang berpengaruh pada daya saing nasional,” kata Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti, Muhammad Dimyati, Kamis (6/4/2017) di Grha Sabha Pramana UGM, Yogyakarta.
     
    Dalam Sosialiasi Kebijakan, Pengelolaan dan Pelaksanaan Riset Tahun 2017 dan 2018, Dimyati menyebutkan dalam dua tahun terakhir daya saing Indonesia mengalami penurunan.  Kondisi ini mendorong Kemenristekdikti melakukan reformulasi skema pendanaan penelitian untuk meningkatkan produktivitas penelitian di perguruan tinggi. 
     
    Penyederhanaan ini diharapkan mampu mendorong riset yang berorientasi pada inovasi dan invensi guna meningkatkan daya saing bangsa. “Penyesuaian skema riset ini merupakan upaya untuk meningkatkan pencapaian indikator-indikator riset yaitu publikasi, kekayaan intelektual, dan prototipe industri,”jelasnya.
     
    Saat ini publikasi Indonesia berada di posisi keempat di antara negara anggota ASEAN dibawah Malaysia, Singapura, dan Thailand. “Tahun 2016 publikasi kita berada diangka 11.406, jauh dibawah Malaysia sebanyak 25.000 publikasi,”ungkapnya. 
     
    Namun Dimyati optimis ke depan Indonesia mampu menduduki posisi atas di ASEAN. Kemenristekdikti telah menyiapkan instrumen berupa Permenristekdikti No. 20 Tahun 2017 tentang Pemberian Tunjangan Profesi Dosen dan tunjangan Kehormatan Profesor untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi ilmiah lektor kepala dan guru besar. Serta Permenristekdikti No. 44 Tahun 2015 yang mengatur secara khusus tentang kewajiban publikasi mahasiswa program magister dan doktor. 
     
    “Menristekdikti berharap 2019 Indonesia bisa juara ASEAN. Ini sangat mungkin untuk dikejar dengan adanya dua instrumen Permenristekdikti yang mendorong publikasi ilmiah. Kita punya potensi 151 ribuan penelitian yang bisa dipublikasikan  ”urainya. 
     
    Selain publikasi, Kemenristekdikti juga mendorong peningkatan capaian kekayaan intelektual melalui hak cipta, merk, indikasi geografis, desain industri, tata letak sirkuit terpadu, rahasia dagang, paten, dan perlindungan varietas tanaman. Hal serupa dilakukan dalam menghilirkan produk-produk penelitian kepada dunia industri.

     

     

    Umum

    Cegah Korupsi Sistemik, Tiga Lembaga Matangkan Penerapan SNI ISO 37001
    Jumat, 23 Februari 2018 | Setiyo Bardono

    Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (tengah) bersama Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi dan Kepala BSN Bambang Prasetya dalam pertemuan di Gedung Bina Graha, Jakarta, pada Jumat (23/2/2018)....

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek