Homepage > Pertanian & Pangan > Pertanian > Revolusi Data untuk Kebijakan Publik Yang Cepat dan Tepat
Resensi
article thumbnailIndeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia

  Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


Artikel Lainnya
Advertorial
article thumbnailLomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

  Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


Artikel Lainnya

 

Data Pengunjung
Registered users : 5
Online : 1443
Guest : 1443
Members : 0

Revolusi Data untuk Kebijakan Publik Yang Cepat dan Tepat

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 

alt

Menteri PPN/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro saat membuka  Konferensi Internasional Revolusi Data untuk Perumus Kebijakan di Jakarta, Selasa (21/2/2017)

 
JAKARTA - Indonesia sebagai tuan rumah bagi jutaan pengguna teknologi merupakan salah satu sumber data digital atau big data terkaya di dunia. Big data ini membuka peluang-peluang baru yang tidak terbatas untuk para perumus kebijakan.
 
Menteri PPN/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro mengatakan revolusi data sangat penting dalam perumusan kebijakan yang lebih baik bagi masyarakat Indonesia. Kemampuan para perumus kebijakan untuk untuk memanfaatkan berbagai sumber data, termasuk jejak digital dapat membantu pemerintah untuk mengambil keputusan secara cepat dan tepat.
 
"Data berkualitas tinggi akan membuat penyediaan informasi yang benar pada perumus kebijakan untuk merancang, memantau, dan mengevaluasi kebijakan," kata Bambang dalam Konferensi Internasional Revolusi Data untuk Perumus Kebijakan di Jakarta, Selasa (21/2/2017).
 
Konferensi yang diselenggarakan oleh Kementerian PPN/Bappenas dan Pulse Lab Jakarta, bekerjasama dengan Knowledge Sector Initiative ini bertujuan membahas peluang dan tantangan pemanfaatan sumber data baru bagi para perumus kebijakan. Konferensi juga bertujuan menguji coba solusi-solusi inovasi data yang kuat dari sisi teknologi dan tepat guna untuk perumusan kebijakan yang berbasis data/bukti. 
 
Bambang berharap konferensi ini dapat menghasilkan keluaran yang mampu membekali para perumus kebijakan untuk memanfaatkan revolusi data di Indonesia dalam pengembangan kebijakan dan program yang bisa memenuhi pembangunan inklusif di Indonesia dan sekitarnya.
 
Kelompok Penasihat Ahli Independen (the Independent Expert Advisory Group/IEAG) yang dibentuk Sekretaris Jenderal PBB dalam laporannya pada 2014 menyoroti beberapa tantangan dalam penggunaan big data untuk memberikan gambaran yang lebih baik mengenai dunia yang kita tempati. Konferensi ini diselenggarakan sebagai jawaban atas rekomendasi laporan IEAG untuk berbagi teknologi dan inovasi untuk kebaikan bersama.
 
Laporan bertajuk “A World that Counts: Mobilising the Data Revolution for Sustainable Development” ini menyebutkan bahwa teknologi-teknologi baru yang muncul mempercepat peningkatan volume dan jenis data yang tersedia, dan karenanya membuka peluang-peluang yang tidak terbatas untuk menginformasikan dan mentransformasi masyarakat serta melestarikan lingkungan. Hal Ini merupakan revolusi data dimana pemerintah, perusahaan, peneliti, dan masyarakat bereksperimen, berinovasi dan beradaptasi dalam era data baru yang lebih besar, lebih cepat dan lebih rinci dari sebelumnya.
 
Direktur UN Global Pulse Robert Kirkpatrick menekankan pentingnya penggunaan teknologi analisis data mutakhir untuk pembuatan kebijakan. “Big data dapat mengubah sudut pandang pembuat kebijakan dalam melihat suatu masalah dan menjadi masukan untuk keputusan strategis," ujarnya.
 
Big data, lanjutnya, juga dapat mengukur dan mencapai kemajuan menuju Agenda Pembangunan Berkelanjutan  tahun 2030. “Di dunia yang saat ini terhubung secara digital, akan bergantung dari kemampuan kita dalam melihat sumber-sumber baru dari data real time dan teknologi-teknologi inovatif untuk memberikan informasi dalam perumusan kebijakan,” ujar Kirkpatrick.
 
Kepala Perwakilan PBB di Indonesia Douglas Broderick mengatakan hal ini harus diikuti dengan upaya-upaya pemanfaatan kumpulan data yang sudah ada, termasuk yang dimiliki oleh pemerintah untuk menghasilkan wawasan yang lebih kaya. “Pengumpulan data secara tradisional membutuhkan waktu yang lama. Survei memakan banyak biaya dan diskusi kelompok tidak cukup untuk menangkap keberagaman di Indonesia,” kata Douglas. 
 
Ia mengungkapkan saat ini kita membutuhkan informasi yang beragam, terintegrasi, tepat waktu dan dapat dipercaya. Data ini dapat melengkapi sumber-sumber data tradisional untuk perumusan kebijakan yang lebih baik.
 
Konferensi ini menampilkan plenary session bersama perwakilan senior dari kalangan pemerintah, PBB, sektor swasta dan publik dengan mengusung berbagai tema. Pembahasan tema disertai beberapa contoh interaktif pengumpulan data warga, visualisasi data, analisis big data dan sesi inovasi data yang difasilitasi oleh para ahli data. 
 
Petrarca Karetji, Team Leader dari Knowledge Sector Initiative, menekankan pentingnya mengaitkan pendekatan inovasi data dengan kebutuhan riil para pembuat kebijakan. “Kita perlu memahami terlebih dahulu faktor-faktor yang mendorong permintaan pembuat kebijakan akan analisis data sehingga kita dapat menghasilkan solusi yang bukan hanya kuat secara teknis, namun bisa diimplementasikan,” ungkapnya.
 
Konferensi selama dua hari ini dihadiri lebih dari 300 peneliti, perumus kebijakan, aktivis dan analis data, perwakilan Pemerintah Indonesia, sektor swasta, Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan lembaga-lembaga swadaya masyarakat.
 

Artikel Terkait

Pacu Inovasi, Kementerian Ristek Bangun Strategi Kebersamaan

Pacu Inovasi, Kementerian Ristek Bangun Strategi Kebersamaan

Sebagai upaya mensinergikan antara sisi penyedia dan sisi pengguna Iptek, Kementerian Riset dan... READ_MORE
Kamis, 01 Juli 2010 11:02
 Liliana Yetta Pandi, Dra

Liliana Yetta Pandi, Dra

  ... READ_MORE
Selasa, 16 Maret 2010 21:50
Asep Karsidi Jabat Kepala Bakosurtanal

Asep Karsidi Jabat Kepala Bakosurtanal

Menristek Suharna Surapranata hari ini melantik Dr. Asep Karsidi sebagai Kepala Badan Koordinasi... READ_MORE
Selasa, 15 Juni 2010 16:12
Siswa SD se-Jabodetabek Kunjungi PP IPTEK

Siswa SD se-Jabodetabek Kunjungi PP IPTEK

Jakarta : Pusat  Peragaan Iptek (PP-IPTEK) menjadi bagian program acara ”Ayo Ke Museum Bersama Ibu... READ_MORE
Kamis, 17 Juni 2010 16:07
Deteksi Jantung Melalui Treadmill Test

Deteksi Jantung Melalui Treadmill Test

Jakarta : Treadmill test hingga kini kerap diabaikan dalam proses medical check up penyakit jantung ... READ_MORE
Selasa, 15 Juni 2010 14:07
Goyangan Gempa di Jakarta Utara Lebih Terasa

Goyangan Gempa di Jakarta Utara Lebih Terasa

DKI diguncang gempa. Warga DKI Jakarta sontak panik. Untungnya, hal itu baru dugaan dari seseorang... READ_MORE
Senin, 06 Juni 2011 10:24
Biogas dari Limbah Tahu

Biogas dari Limbah Tahu

Kementerian Riset dan Teknologi melalui Program Pengendalian Dampak Perubahan Iklim membuat proyek... READ_MORE
Jumat, 14 May 2010 12:01
BPPT Mengganti Empat Deputi

BPPT Mengganti Empat Deputi

Jakarta : Empat pejabat Kedeputian Badan Pengkajian Penerapan Teknologi  (BPPT) diganti. Pelantikan... READ_MORE
Rabu, 16 Juni 2010 19:19

Pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan

Ketahanan pangan selalu dikaitkan dengan masalah kekurangan gizi. Masalah kurang gizi ini bukan... READ_MORE
Selasa, 09 April 2013 10:39

2oo Pelajar Dikenalkan Budaya Iptek

Kementerian Riset dan Teknologi merangkul generasi muda untuk terwujudnya pengembangan  budaya iptek... READ_MORE
Senin, 29 Oktober 2012 11:50
Batan melantik Deputi PTDBR Baru

Batan melantik Deputi PTDBR Baru

                        Jakarta : Dr Djarot Sulistio Wisnusubroto dilantik sebagai Dep... READ_MORE
Kamis, 17 Juni 2010 15:03

Ini Dia, Sepeda Motor Berbahan Bakar Air Plus

Ternyata bukan isapan jempol air bisa menjadi bahan bakar. Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU... READ_MORE
Rabu, 06 Juni 2012 15:15

BIG Dukung Kebutuhan Informasi Geospasial Tematik Kemenkokesra

Sekretaris Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Indroyono Soesilo mengatakan Kementerian... READ_MORE
Selasa, 27 November 2012 16:52

Anggota DPR RI Azwir Dainy Tara: Perhatian Pemerintah Masih Belum Maksimal

Minimnya anggaran yang tersedia untuk kegiatan Riset dan Teknologi (Ristek), menjadi salah satu... READ_MORE
Kamis, 21 Juni 2012 11:39
KLIBS Usung Anastesi Lokal untuk Bantu Orang Miskin

KLIBS Usung Anastesi Lokal untuk Bantu Orang Miskin

Dunia kedokteran sudah lama mengenal  anastesi lokal atau bius lokal. Namun penerapan bius... READ_MORE
Selasa, 05 April 2011 15:37
Titik Terang Mencari 'Bumi Tandingan'

Titik Terang Mencari 'Bumi Tandingan'

Setelah lima tahun mencari, peneliti NASA akhirnya menemuka dua planet yang paling mirip Bumi.... READ_MORE
Rabu, 07 Januari 2015 18:03
Indonesia Peringkat ke-3 Jumlah Penderita Hepatitis

Indonesia Peringkat ke-3 Jumlah Penderita Hepatitis

Jakarta : Indonesia menempati peringkat ketiga dunia setelah China dan India untuk jumlah penderita... READ_MORE
Rabu, 28 Juli 2010 16:09

Teknologi Aquaponik di Lahan Sempit

Upaya menambah luasan lahan pertanian sebagai solusi peningkatan ketahanan pangan masih menemui... READ_MORE
Selasa, 11 Februari 2014 13:01
BIT BPPT Dorong Tumbuhnya Teknoprenur baru

BIT BPPT Dorong Tumbuhnya Teknoprenur baru

Jakarta- Kurangnya fasilitas pemerintah dalam mendorong iklim usaha, regulasi yang menunjang dan... READ_MORE
Senin, 18 April 2011 10:19
Masyarakat Indonesia Kekurangan Air Bersih

Masyarakat Indonesia Kekurangan Air Bersih

Dari 92 daerah terluar di Indonesia, 64 diantaranya merupakan daerah sulit air bersih. Selain it... READ_MORE
Kamis, 15 Maret 2012 16:16

Umum

article thumbnail DRN Sampaikan Naskah Akademik untuk Undang-Undang Inovasi
Kamis, 23 November 2017 | Setiyo Bardono

Ketua Dewan Riset Nasional (DRN), Bambang Setiadi dalam Seminar Nasional bertema “Inovasi, Invensi, dan Komersialisasi Teknologi untuk Meningkatkan Daya Saing Nasional” di Hotel...

Review

article thumbnail Memperbesar Peluang Energi Baru Terbarukan
Jumat, 19 Maret 2010

  “Sudah ditargetkan melalui Perpres No 5/2006 untuk mengurangi penggunaan minyak bumi. Namun,  hingga saat ini, belum ada action plan pemerintah kendati secara kebijakan atau regulasi...

 
iklantechno
Kolom
article thumbnailMenristek: SINas Iptek Dukung Pertumbuhan Ekonomi
22/08/2010 | Setiyo Bardono

Menristek Suharna Surapranata menegaskan bahwa pembentukan Sistem Inovasi Nasional (SINas) tidak bisa ditawar-tawar lagi. Untuk itu, perlu segera dibangun SINas yang berbasis pada Sistem Nasional Ipte [ ... ]


Artikel Lainnya
Profil Peneliti
article thumbnailBasuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
05/08/2017

  Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


Profil Peneliti Lainnya
LOMBA UNTUK JURNALIS

Info Produk
Angket
Artikel Apa Yang Anda Sukai?
 
iklanmapiptek