Homepage > Pertanian & Pangan > Pertanian > Inovasi Agroindustri dan Bioteknologi BPPT Tingkatkan Perekonomian Rakyat
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 1853
    Guest : 1854
    Members : 0

    Inovasi Agroindustri dan Bioteknologi BPPT Tingkatkan Perekonomian Rakyat

    Penilaian Pengguna: / 0
    JelekBagus 
    alt
     
    SERPONG - Dalam upaya menginformasikan capaian inovasi-inovasi teknologi di bidang pangan, pertanian dan kesehatan sepanjang 2016, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menggelar “Innovation of Bioeconomics on Agroindustri Program 2017.” Acara ini berisi presentasi 22 program dan 48 kegiatan dengan tema Inovasi Teknologi di bidang Agroindustri dan Bioteknologi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.
     
    Untuk menciptakan dan mengembangkan produk-produk inovasi di bidang pangan, pertanian, dan kesehatan, BPPT memanfaatkan bioteknologi, biologi molekuler, precision farming, teknologi nano, teknologi pasca panen, teknologi enzim, teknologi informasi komunikasi, serta pemanfaatan sumberdaya alam di Indonesia.  Penggunaan beragam teknologi tersebut menjadikan produk-produk inovasi BPPT memiliki keunggulan komparatif.
     
    Deputi Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi (TAB) – BPPT, Eniya Listiyani Dewi mengatakan salah satu fokus program pada 2017 adalah pengembangan pati farmasi sebagai bahan baku obat. Selama ini, kebutuhan pati farmasi sebagai filler obat tablet dipenuhi dari seratus persen impor. Untuk mensubtitusi impor tersebut, BPPT mengembangkan singkong sebagai bahan baku pati farmasi. 
     
    “Singkong menjadi kandidat bahan baku obat dan sudah selesai diteliti oleh BPPT. Sekarang kita ingin skill up dan menaikkannya menjadi pharmaceutical grade. Tujuannya, kita ingin petani bisa menjual singkong dari seribu rupiah perkilo menjadi Rp 20 ribu sampai Rp 30 ribu perkilo kalau sudah jadi bahan baku obat,” kata Eniya di sela-sela acara “Innovation of Bioeconomics on Agroindustri Program 2017”di Puspitek Serpong, Senin (30/1/2017). 
     
    Fokus lainnya adalah diversifikasi pangan. Eniya mengatakan, BPPT sudah berhasil membuat beras sagu dengan indeks glikemiknya sangat rendah sehingga sangat cocok untuk penderita diabetes. “Nanti bisa dikembangkan lagi untuk kita deliver ke berbagai area. Kita ingin membuat beras sagu ini menjadi konsumsi pangan semua orang,” ungkapnya. 
     
    Menurut Eniya, selama ini beras sagu di pasaran harganya agak mahal sampai Rp 30 ribu hingga Rp 40 ribu, karena biaya produksi di laboratorium Rp 18 ribu. Melalui produksi massal di balai besar, biaya produksinya bisa turun sampai Rp 10 ribu. Dengan begitu reseller atau indutri yang memasarkannya bisa mempunyai margin yang tinggi. Sebab, sekarang yang punya healthy life style itu masih kelas menengah ke atas. 
     
    Fenomena yang perlu disiasati, lanjut Eniya, hasil analisa atau hasil data menunjukkan bahwa yang memiliki penyakit diabetes paling tinggi adalah masyarakat ekonomi lemah, karena pola makan yang tidak teratur. “Kita menyiasatinya dengan produksi massal sehingga harga bisa diturunkan sampai margin terkecil dan bisa bersaing dengan beras biasa,” kata Eniya.
     
    Untuk teknologi benih, BPPT lebih mengarah ke layanan agar bibit-bibit unggul bisa tersebar dengan baik serta perbanyakan bibit dengan teknologi ex vitro. Contoh bibit unggul inovasi BPPT adalah bibit jagung BR-4 dan BR-2 yang sudah tersertifikasi. Selain tahan penyakit, jagung ini bisa tahan di lahan kering dan tidak memerlukan air terlalu banyak. Jagung ini memiliki masa tanam lebih pendek yaitu 85 hari. Jagung biasa masa tanamnya 110 hari. Sehingga satu tahun bisa empat kali panen dengan produktivitas 10-11 ton per hektar.
     
    Kegiatan ini dihadiri lebih dari 200 peserta dari BPPT, LIPI, BATAN, dan kementerian terkait seperti Kementerian Pertanian, Kementerian Kesehatan, serta mitra kerja lainnya. Acara ini diharapkan dapat menjadi wahana menjalin interaksi dan memperkenalkan program-program BPPT kepada masyarakat luas.
     
     

    Umum

    Inilah Rekomendasi Hasil Rakernas Kemenristekdikti 2018
    Kamis, 18 Januari 2018 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat membuka Rakernas di Medan. Foto Fatimah Harahap/Kemenristekdikti   Technology-Indonesia.com – Rapat Kerja Nasional (Rakernas)...

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek