Homepage > Pertanian & Pangan > Pertanian > Hasil Inovasi Harus Disampaikan ke Industri
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 1299
    Guest : 1299
    Members : 0

    Hasil Inovasi Harus Disampaikan ke Industri

    Penilaian Pengguna: / 0
    JelekBagus 

    alt

    Menristekdikti, Mohammad Nasir (tengah) didampingi Sekjen Kemenristekdikti, Ainun Na'im (kiri) dan Wakil Ketua Komite Tetap Ristek KADIN Indonesia, Utama Kajo (kanan).

    JAKARTA - Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mendorong agar hasil-hasil penelitian dan pengembangan terus ditingkatkan levelnya hingga siap dihilirisasi. Saat ini, masih banyak hasil riset yang belum banyak dimanfaatkan oleh industri.

    Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir berharap Dewan Riset Nasional (DRN) bisa berkolaborasi dengan para peneliti di lembaga penelitian dan perguruan tinggi untuk bisa mensinergikan hasil-hasil inovasi. Jangan sampai terjadi redundancy dalam penelitian, sehingga akan menghasilkan mutu penelitian yang lebih baik.

    Dalam World Economic Forum, indeks kompetisi global Indonesia pada 2016 mengalami penurunan dari posisi 37 menjadi 41. “Namun hal ini tidak berkaitan langsung dengan inovasi. Inovasi kita meningkat menjadi 31 yang sebelumnya ada di 35. Artinya inovasi-inovasi masih baik,” kata Nasir seusai memberikan Apresiasi Lembaga Penelitian dan Pengembangan 2016 di Jakarta, Kamis (23/12/2016).

    Apresiasi ini diberikan kepada para peneliti dan lembaga yang telah melakukan inovasi-inovasi yang baik di negeri ini. Topik-topik yang diangkat dalam kegiatan ini terkait tujuh fokus bidang ditambah bidang sosial dan humaniora.

    Menristekdikti menyampaikan agar riset-riset terus didorong untuk bisa menghasilkan suatu inovasi. Tantangannya adalah bagaimana meningkatkan kesiapan teknologi itu di angka sembilan, sehingga bisa dimanfaatkan oleh industri yang bisa menghasilkan inovasi.

    Technology Readiness Level (TRL) atau tingkat kesiapan teknologi jika dirunut dari dasar dikelompokkan menjadi tiga yaitu basic riset, prototipe, dan inovasi. “TRL level 1-3 itu basic riset, level 4-6 prototipe. Inovasi adalah yang sudah dimanfaatkan oleh industri di level 7-9,” jelas Nasir.

    Menurut Menristekdikti, riset Indonesia dari segi publikasi semakin baik. Target Kemenristekdikti, publikasi internasional di tahun 2016 meningkat menjadi 6.250 dari sebelumnya 5.500. Capaian pada Desember 2016, publikasi Indonesia sudah di angka 9.012.

    Dalam riset inovasi, target yang masuk di Pusat Unggulan Iptek (PUI) sebanyak 26, mengalami peningkatan menjadi 48. Walaupun mengalami peningkatan, namun TRL-nya masih jauh dari pesaing. “Karena itu publikasi dan prototipe harus kita tingkatkan, supaya bisa menuju ke inovasi yang lebih baik,” lanjutnya.

    Menristekdikti akan menggandeng industri agar prototipe hasil riset bisa ditingkatkan menjadi inovasi. Salah satunya melalui kegiatan "Inventor, Innovator, Investor Collaboration" agar riset dan industri tidak berjalan sendiri-sendiri.

    “Dalam riset ini harus kita lihat bagaimana kebutuhan industri. Jangan sampai kita riset hanya untuk keinginan sendiri. Paling tidak kebutuhan industri atau demand market itu apa. Penelitian dasar tetap jalan tetapi penelitian yang dibutuhkan industri harus kita dorong,” tegasnya. 

    Menristekdikti telah menugaskan Ditjen Penguatan Inovasi agar hasil inovasi ini harus disampaikan ke industri. “Kita juga meminta ke industri, riset atau inovasi apa yang diinginkan. Nanti disambungkan ke Ditjen Risbang dan Kelembagaan. Jadi ada multi link.”

    Nasir berharap ke depan, pusat-pusat unggulan,  badan litbang maupun lembaga penelitian yang PUI-nya sudah mapan lebih dari satu bisa didorong untuk menjadi Techno Park. “Ini adalah suatu usaha untuk mensinergikan antara riset dan inovasi,” pungkasnya.

    Wakil Ketua Komite Tetap Ristek Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Utama Kajo mengatakan tanpa inovasi industri tidak mampu bersaing. “Kami menunggu keterbukaan seperti ini dan kini dibuka lebar oleh Menristekdikti melalui program hilirisasi riset," lanjutnya.

    Utama menyambut baik apa yang disampaikan Menristekdikti, “Ini merupakan era baru bagi kami untuk memanfaatkan temuan atau hasil-hasil riset sebesar-besarnya untuk menciptakan daya saing industri manufaktur nasional.”

    Utama yang juga merupakan Wakil Ketua Komisi Teknis Pangan dan Pertanian Dewan Riset Nasional (DRN) ini menegaskan industri akan berkomitmen menggunakan inovasi-inovasi dalam negeri. Bahkan jika memungkinkan, industri menggunakan 100 persen inovasi anak negeri.

     

    Umum

    Inilah Rekomendasi Hasil Rakernas Kemenristekdikti 2018
    Kamis, 18 Januari 2018 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat membuka Rakernas di Medan. Foto Fatimah Harahap/Kemenristekdikti   Technology-Indonesia.com – Rapat Kerja Nasional (Rakernas)...

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek