Homepage > Pertanian & Pangan > Pertanian > Mengungkap Potensi Perairan Sumba
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 1989
    Guest : 1989
    Members : 0

    Mengungkap Potensi Perairan Sumba

    Penilaian Pengguna: / 0
    JelekBagus 

    alt

    JAKARTA - Sumber daya perairan dan laut Pulau Sumba memiliki potensi dan keunikan yang tinggi karena posisinya di bagian selatan zona transisi Wallacea dengan karakteristik biogeografi Indo-Malaya dan Australasia. Sayangnya, potensi ini masih minim informasi ilmiah.

    Karena itu, Ekspedisi Widya Nusantara (E-WIN) 2016 yang melibatkan Pusat Penelitian Oseanografi (P2O) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mencoba mengungkap proses oseanografi, biogeokimia, dan potensi sumber daya laut di kawasan Perairan Sumba, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

    Deputi Bidang Ilmu Kebumian (IPK) LIPI, Zainal Arifin menuturkan, potensi terumbu karang, ikan karang dan padang lamun, di perairan Sumba cukup tinggi dan variatif. “Ekosistem terumbu karang dapat menghasilkan tangkapan ikan sebesar 3 hingga 37 ton/km2/tahun,” jelas Zainal pada Ekspose dan Talkshow E-WIN 2016: Menggali Potensi Bioresources untuk Mengurangi Kerentanan Masyarakat Perdesaan Sumba di Auditorium LIPI, Jakarta, pada Senin (19/12/2016).

    Zainal menjelaskan padang lamun yang ditemukan di Sumba Timur berperan penting dalam menunjang usaha perikanan, karena menjadi tempat pembesaran dan pengasuhan berbagai jenis ikan bernilai niaga, misalnya baronang dan kakap.

    Dari hasil ekspedisi ini, Zainal menyampaikan catatan penting yaitu adanya isu illegal fishing berupa penggunaan bom oleh nelayan untuk menangkap ikan sehingga merusak ekosistem terumbu karang.

    Yang kedua, potensi pengembangan budi daya rumput laut dan upaya konservasi kawasan ekosistem padang lamun. Catatan ini merupakan hasil kajian padang lamun seluas sekitar 20 hektar hanya di 2 kabupaten di Sumba Timur dan Sumba Barat. Padang lamun sangat penting bagi kehidupan biota ikan sebagai daerah asuhan dan pembesaran, sehingga perlu dijaga kelestariannya.

    “Kalau kita mampu melakukan upaya konservasi pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan budidaya rumput laut dan mencegah kegiatan penangkapan ikan dengan bom maka keinginan pemerintah daerah terkait pengembangan pariwisata kemungkinan akan berhasil,” ungkap Zainal.

    Peneliti Pusat Penelitian Oseanografi LIPI, Udhi Eko Hernawan dalam paparannya menyampaikan temuan-temuan penting antara lain adanya front di perairan ujung barat Pulau Sumba, yang berpotensi menimbulkan eddy (pusaran air).

    Adanya empat massa air di sisi barat, utara dan selatan P. Sumba, yaitu NPSW (Northern Pacific Subtropical Water), NPIW (Northern Pacific Intermediate Water), NISW (Northern Indian Subtropical Water) dan NIIW membuktikan bahwa kawasan ini menjadi salah satu pintu keluar Arlindo (Arus Lintas Indonesia).

    Kawasan perairan di sebelah utara Pulau Sumba merupakan kawasan yang sangat subur dengan kadar klorofil-a sangat tinggi, mencapai 4,25 mg/m3. Kondisi ini menunjukkan adanya potensi sumber daya perikanan yang tinggi di wilayah tersebut.

    Kondisi perairan Pulau Sumba dan sekitarnya dinilai masih cukup baik berdasarkan fakta berupa rendahnya kepadatan zooplankton yang bersifat merugikan seperti Ctenophores.

    Kondisi terumbu karang bervariasi dari kategori kurang hingga cukup, dan ditemukan banyak praktek penangkapan ikan yang merusak. Hal ini menunjukkan pentingnya penegakan hukum dan penyadartahuan masyarakat mengenai konservasi terumbu karang.

    Udhi berharap hasil ekspedisi ini dapat menjadi rujukan bagi pemanfaatan dan pengembangan sumber daya laut yang tepat sasaran dan berkesinambungan.

    ------------------

    Baca juga:
     

    Umum

    Inilah Rekomendasi Hasil Rakernas Kemenristekdikti 2018
    Kamis, 18 Januari 2018 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat membuka Rakernas di Medan. Foto Fatimah Harahap/Kemenristekdikti   Technology-Indonesia.com – Rapat Kerja Nasional (Rakernas)...

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek