Homepage > Pertanian & Pangan > Pertanian > Menyingkap Kekayaan Hayati Pulau Sumba
Resensi
article thumbnailSejarah Panjang Pengamatan Cuaca di Indonesia

Judul Buku : BMKG, 70 Tahun Melayani Masyarakat Penulis : Tim Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Penerbit : BMKG bekerjasama dengan MAPIPTEK Tebal : viii + 206 halam [ ... ]


Artikel Lainnya
Advertorial
article thumbnailLomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

  Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


Artikel Lainnya

 

Data Pengunjung
Registered users : 5
Online : 288
Guest : 288
Members : 0

Menyingkap Kekayaan Hayati Pulau Sumba

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 

alt

JAKARTA - Pulau Sumba, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) diyakini memiliki sumber daya alam yang tinggi serta unik karena berada di bagian selatan zona transisi Wallacea, di mana karakteristik biogeografi Indo-Malaya dan Australasia bertemu. Tingkat keberagaman dan endemisitas yang tinggi di Pulau Sumba bisa menjadi dasar pembangunan berkelanjutan dan meningkatkan daya saing Indonesia.

Selama Ekspedisi Widya Nusantara (E-WIN) 2016, tim peneliti bidang ilmu pengetahuan hayati (IPH) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melakukan kajian yang meliputi kajian fauna, flora, mikroba, serta pangan dan material maju di Pulau Sumba.

Deputi Bidang IPH LIPI, Enny Sudarmonowati mengatakan dari hasil ekspedisi tersebut, tim penelitian bidang hayati mencatat beberapa jenis tanaman liar yang berpotensi dikembangkan sebagai sumber pangan yaitu jewawut, kelompok uwi atau ganyong, dan garut.

“Tanaman ini dapat ditingkatkan statusnya menjadi tanaman budidaya dan diharapkan dapat meningkatkan gizi masyarakat setempat,” ujar Enny dalam Ekspose dan Talkshow E-WIN 2016: Menggali Potensi Bioresources untuk Mengurangi Kerentanan Masyarakat Perdesaan Sumba di Auditorium LIPI, Jakarta, pada Senin (19/12/2016).

Dari potensi penelitian potensi pangan lokal, tim IPH LIPI mengidentifikasikan potensi serealia (selain padi dan jagung) berupa 3 jenis umbi-umbian, 7 jenis kacang-kacangan, serta 20 jenis buah dan sayur. Tantangan bagi LIPI dan pemerintah daerah adalah bagaimana membuat sumber pangan lokal ini bisa disenangi oleh masyarakat. “Kadang-kadang yang potensi ini rasanya tidak enak. Jadi bagaimana kita membuat rasanya itu enak seperti mereka memakan jagung,” lanjutnya.

Sementara eksplorasi fauna di Pulau Sumba ditujukan untuk mendata potensi fauna, menemukan jenis baru, serta menguak potensi pemanfaatan dan aspek konservasi jenis-jenis endemik Pulau Sumba. Di Pulau Sumba tercatat 18 jenis serangga, 75 jenis burung, 56 jenis ikan, 12 jenis reptil, 5 jenis amfibi, 139 jenis serangga, 44 jenis keong, 25 jenis kepiting, 37 jenis udang, dan 2 jenis kelomang. Ditemukan tiga kandidat jenis baru yaitu 1 jenis tikus Rattus sp. dan 2 lalat buah Drospilla sp.

Berdasarkan kajian molekuler (DNA), Kuda Sumba (Sandel) berasal dari dua garis keturunan yang berbeda. Dalam populasi Kuda Sumba sudah terjadi perkawinan silang dalam (inbreeding). Hal ini ditunjukkan dengan rendahnya diversitas genetiknya. Informasi ini bisa digunakan untuk pertimbangan ilmiah konservasi genetik Kuda Sumba.

Enny mengemukakan adanya fauna yang telah diintroduksikan ke Sumba dan berpotensi menjadi hama pertanian yaitu Bekicot (Achatina fulica) dan Keong Mas (Pomacea canaliculata). “Ini berbahaya kalau diperbanyak karena bisa menjadi invasif spesies yang mendominasi spesies lainnya, sehingga spesies lokal habis,” lanjutnya.

Untuk kajian flora Sumba, terdapat empat tipe ekosistem yaitu ekosistem hutan hujan pegunungan bawah, ekosistem hutan hujan dataran rendah, ekosistem pada rumput dan ekosistem pantai berpasir.

Puncak tertinggi di Sumba adalah Gunung Wanggameti (1225 m dpl) yang terletak di kawasan Taman Nasional (TN) Laiwangi-Wanggameti. Berdasarkan literatur, di puncak Wanggameti terdapat hutan elfin (kerdil) yang tumbuhannya berukuran kecil. Fenomena ini sangat unik di antara tipe-tipe ekosistem lainnya.

Tim IPH LIPI yang melakukan penelitian hingga puncak ketinggian 1225 m dpl menyatakan berdasarkan fisionominya, hutan Wanggameti merupakan hutan hujan atau berasosiasi dengan hutan lumut karena atmosfer jenuh yang konstan. TN Laiwangi-Wanggameti mempunyai fungsi tata air yang sangat penting bagi Kabupaten Sumba Timur yang perlu dilesarikan.

Tercatat 103 jenis pohon di kawasan TN Laiwangi-Wanggameti yang tergabung dalam 81 marga dan 42 suku. Setidaknya ada 17 jenis tumbuhan asal Sumba yang memiliki potensi sebagai tanaman hias dan penghasil kayu. Untuk potensi tumbuhan kayu, tim peneliti menemukan 10 jenis pohon yang tergolong kelas kuat (II).

Tim IPH LIPI juga menemukan flora unik di TN Laiwangi-Wanggameti yaitu bambu Dinochloa kostermansiana (Lulu ura) yang tidak tumbuh tegak, melainkan merambat hingga ketinggian 30 meter pada pohon sekitarnya. Bambu endemik NTT ini hanya dijumpai di Flores dan Sumba.  

Keunikan dan endemisitas Lulu ura bisa digunakan sebagai dasar penetapan bambu ini menjadi salah satu aset dan maskot flora TN Laiwangi-Wanggameti.  Masyarakat lokal memanfaatkan Lulu ura untuk membuat anyaman anyaman tapihan beras dan rangka atap bangunan. 

---------------------

Baca juga:
 

Artikel Terkait

Pacu Inovasi, Kementerian Ristek Bangun Strategi Kebersamaan

Pacu Inovasi, Kementerian Ristek Bangun Strategi Kebersamaan

Sebagai upaya mensinergikan antara sisi penyedia dan sisi pengguna Iptek, Kementerian Riset dan... READ_MORE
Kamis, 01 Juli 2010 11:02
 Liliana Yetta Pandi, Dra

Liliana Yetta Pandi, Dra

  ... READ_MORE
Selasa, 16 Maret 2010 21:50
Deteksi Jantung Melalui Treadmill Test

Deteksi Jantung Melalui Treadmill Test

Jakarta : Treadmill test hingga kini kerap diabaikan dalam proses medical check up penyakit jantung ... READ_MORE
Selasa, 15 Juni 2010 14:07
Asep Karsidi Jabat Kepala Bakosurtanal

Asep Karsidi Jabat Kepala Bakosurtanal

Menristek Suharna Surapranata hari ini melantik Dr. Asep Karsidi sebagai Kepala Badan Koordinasi... READ_MORE
Selasa, 15 Juni 2010 16:12
Siswa SD se-Jabodetabek Kunjungi PP IPTEK

Siswa SD se-Jabodetabek Kunjungi PP IPTEK

Jakarta : Pusat  Peragaan Iptek (PP-IPTEK) menjadi bagian program acara ”Ayo Ke Museum Bersama Ibu... READ_MORE
Kamis, 17 Juni 2010 16:07
Goyangan Gempa di Jakarta Utara Lebih Terasa

Goyangan Gempa di Jakarta Utara Lebih Terasa

DKI diguncang gempa. Warga DKI Jakarta sontak panik. Untungnya, hal itu baru dugaan dari seseorang... READ_MORE
Senin, 06 Juni 2011 10:24
Biogas dari Limbah Tahu

Biogas dari Limbah Tahu

Kementerian Riset dan Teknologi melalui Program Pengendalian Dampak Perubahan Iklim membuat proyek... READ_MORE
Jumat, 14 May 2010 12:01

Pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan

Ketahanan pangan selalu dikaitkan dengan masalah kekurangan gizi. Masalah kurang gizi ini bukan... READ_MORE
Selasa, 09 April 2013 10:39
BPPT Mengganti Empat Deputi

BPPT Mengganti Empat Deputi

Jakarta : Empat pejabat Kedeputian Badan Pengkajian Penerapan Teknologi  (BPPT) diganti. Pelantikan... READ_MORE
Rabu, 16 Juni 2010 19:19

Ini Dia, Sepeda Motor Berbahan Bakar Air Plus

Ternyata bukan isapan jempol air bisa menjadi bahan bakar. Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU... READ_MORE
Rabu, 06 Juni 2012 15:15

2oo Pelajar Dikenalkan Budaya Iptek

Kementerian Riset dan Teknologi merangkul generasi muda untuk terwujudnya pengembangan  budaya iptek... READ_MORE
Senin, 29 Oktober 2012 11:50
Batan melantik Deputi PTDBR Baru

Batan melantik Deputi PTDBR Baru

                        Jakarta : Dr Djarot Sulistio Wisnusubroto dilantik sebagai Dep... READ_MORE
Kamis, 17 Juni 2010 15:03

BIG Dukung Kebutuhan Informasi Geospasial Tematik Kemenkokesra

Sekretaris Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Indroyono Soesilo mengatakan Kementerian... READ_MORE
Selasa, 27 November 2012 16:52

Anggota DPR RI Azwir Dainy Tara: Perhatian Pemerintah Masih Belum Maksimal

Minimnya anggaran yang tersedia untuk kegiatan Riset dan Teknologi (Ristek), menjadi salah satu... READ_MORE
Kamis, 21 Juni 2012 11:39
KLIBS Usung Anastesi Lokal untuk Bantu Orang Miskin

KLIBS Usung Anastesi Lokal untuk Bantu Orang Miskin

Dunia kedokteran sudah lama mengenal  anastesi lokal atau bius lokal. Namun penerapan bius... READ_MORE
Selasa, 05 April 2011 15:37
Indonesia Peringkat ke-3 Jumlah Penderita Hepatitis

Indonesia Peringkat ke-3 Jumlah Penderita Hepatitis

Jakarta : Indonesia menempati peringkat ketiga dunia setelah China dan India untuk jumlah penderita... READ_MORE
Rabu, 28 Juli 2010 16:09
Titik Terang Mencari 'Bumi Tandingan'

Titik Terang Mencari 'Bumi Tandingan'

Setelah lima tahun mencari, peneliti NASA akhirnya menemuka dua planet yang paling mirip Bumi.... READ_MORE
Rabu, 07 Januari 2015 18:03

Teknologi Aquaponik di Lahan Sempit

Upaya menambah luasan lahan pertanian sebagai solusi peningkatan ketahanan pangan masih menemui... READ_MORE
Selasa, 11 Februari 2014 13:01
Masyarakat Indonesia Kekurangan Air Bersih

Masyarakat Indonesia Kekurangan Air Bersih

Dari 92 daerah terluar di Indonesia, 64 diantaranya merupakan daerah sulit air bersih. Selain it... READ_MORE
Kamis, 15 Maret 2012 16:16
Buah Lokal Vs Buah Impor

Buah Lokal Vs Buah Impor

... READ_MORE
Senin, 11 Juli 2011 15:04

Umum

article thumbnail Menristekdikti Luncurkan Green Tourism PNB
Senin, 25 September 2017 | Setiyo Bardono

Technology-Indonesia.com – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir meluncurkan Pusat Unggulan Teknologi Green Tourism di...

Review

article thumbnail Memperbesar Peluang Energi Baru Terbarukan
Jumat, 19 Maret 2010

  “Sudah ditargetkan melalui Perpres No 5/2006 untuk mengurangi penggunaan minyak bumi. Namun,  hingga saat ini, belum ada action plan pemerintah kendati secara kebijakan atau regulasi...

 
iklantechno
Kolom
article thumbnailBanjir Jakarta, Banjir Pesanan?
21/08/2015 | Atang Trisnanto

Bumi pertiwi seakan tak bosan menerima bencana dari satu wilayah ke wilayah lain. Tanah longsor, banjir bandang, gempa bumi, kebakaran lahan, dan berbagai bencana alam lain sering menyapa tanah zamrud [ ... ]


Artikel Lainnya
Profil Peneliti
article thumbnailProf. Dr. Kris Tri Basuki
21/08/2015

Dua jenjang pendidikan tinggi sebelumnya, Sarjana Muda maupun Sarjana, yang ditekuni Kris, di Universitas Gajah Mada (Yogyakarta), adalah di bidang kimia. Tetapi, saat memilih program Pasca Sarjana di [ ... ]


Profil Peneliti Lainnya
LOMBA UNTUK JURNALIS

Info Produk
Angket
Artikel Apa Yang Anda Sukai?
 
iklanmapiptek