Homepage > Pertanian & Pangan > Pertanian > Rekomendasi LIPI untuk Mengurangi Kerentanan Sumba
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 1274
    Guest : 1274
    Members : 0

    Rekomendasi LIPI untuk Mengurangi Kerentanan Sumba

    Penilaian Pengguna: / 0
    JelekBagus 

    alt

    JAKARTA - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) telah menyelesaikan Ekspedisi Widya Nusantara (E-WIN) untuk menyingkap potensi biodiversitas Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada April dan Agustus 2016. Berdasarkan hasil temuan para peneliti, LIPI memberi rekomendasi untuk mengurangi kerentanan masyarakat perdesaan Sumba.

    Deputi Bidang Jasa Ilmiah LIPI, Bambang Subiyanto mewakili Kepala LIPI mengatakan E-WIN merupakan salah satu kegiatan unggulan LIPI yang dilakukan untuk mengungkap kekayaan alam berupa keanekaragaman hayati di daratan, pesisir, maupun lautan yang dilakukan sejak 2006. Mulai tahun 2015, kegiatan E-WIN difokuskan pada pulau-pulau terluar atau terdepan.

    “Pulau Sumba terpilih sebagai tempat kegiatan E-WIN 2016 karena memiliki ekosistem yang unik, dimana Pulau Sumba merupakan bagian dari Wallace Region yaitu wilayah yang memiliki fauna dan flora percampuran dari Asia dan Australia,” kata Bambang  dalam Ekspose dan Talkshow E-WIN 2016: Menggali Potensi Bioresources untuk Mengurangi Kerentanan Masyarakat Perdesaan Sumba di Auditorium LIPI, Jakarta, pada Senin (19/12/2016).

    Menurut Bambang, tema ini dipilih karena Sumba dengan berbagai permasalahannya memiliki sejumlah potensi bioresources yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalahnya sendiri dengan menyertakan kearifan lokal.

    Ekspedisi tahun ini melibatkan 50 peneliti dari tiga kedeputian, yang memiliki latar keilmuwan yang berbeda yakni kedeputian Ilmu Pengetahuan Hayati (IPH), Ilmu pengetahuan Kebumian (IPK) dan Ilmu Pengetahuan  Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK).

    Kegiatan ekspose ini bertujuan menyampaikan apa-apa yang telah diperoleh oleh para peneliti selama melakukan penelitian di Sumba baik dari sisi potensi bioresources kawasan terrestrial, maupun kawasan laut, sekaligus kondisi sosial kemasyarakatan perdesaan yang ada di pulau sumba.

    “Sangat disayangkan keanekaragaman hayati Pulau Sumba ini belum banyak ketahui. Temuan peneliti LIPI menunjukkan bahwa Sumba kaya akan kearifan lokal dan sejumlah bioresources di darat dan laut yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai sumber energi baru, pangan dan obat-obatan,” paparnya.

    Bambang menilai, ditinjau dari target dan temuan yang diperoleh secara keseluruhan, kegiatan ekspedisi di Pulau Sumba dapat dikatakan berhasil. Keberhasilan ini atas dukungan pemerintah daerah mulai dari gubernur hingga kepala desa serta kepala suku dan masyarakat Sumba.

    “Temuan-temuan peneliti LIPI dan rekomendasi di Pulau Sumba merupakan informasi awal yang masih perlu ditindaklanjuti dengan melibatkan stakeholder lainnya untuk pengembangannya. Pemda perlu mengacu dan menindaklanjuti hasil tersebut untuk pembangunan yang berkelanjutan,” kata Bambang.

    Bambang berharap hasil-hasil penelitian LIPI harus dapat dirasakan oleh masyarakat luas. “Penelitian yang mendasar yang dapat menyejahterakan masyarakat perlu terus dilakukan untuk memecahkan masalah bangsa terutama masalah yang ada di Sumba,” pungkasnya.

    Sebagai pertimbangan ilmiah, LIPI memberi rekomendasi berdasarkan hasil ekspedisi untuk pengelolaan bioresources yang ada di Sumba dengan membagi Sumba Timur dan Sumba Barat sesuai dengan karakteristik ekosistemnya. 

    Rekomendasi pertama, penguatan masyarakat dan lingkungan Sumba Timur meliputi pengembangan intensifikasi ternak dengan sistem Sentra Peternakan Sapi (SPS) di tingkat kecamatan, yang sekaligus memanfaatkan kekayaan alam untuk ekowisata,  pengembangan lahan pertanian sekaligus tambak ikan air tawar, serta penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat melalui koperasi. Ketahanan pangan perlu dikembangkan dengan menaikan status tanaman pangan lokal  sebagai bahan pangan pokok.

    Kedua, untuk Sumba Barat Daya difokuskan penguatan pakan ternak lokal dan produktivitas ternak lokal, dan membangun masyarakat tani polibian di pesisir, serta memperkenalkan teknologi pembuatan gula kelapa kristal. 

    Ketiga, secara umum rekomendasi pengelolaan perairan dan laut Sumba meliputi penegakan hukum untuk pengamanan dari bom ikan, upaya pelestarian dan transplantasi terumbu karang, serta pelestarian padang lamun dan budidaya rumput laut. Hal ini agar dapat memberikan manfaat jasa layanan ekosistemya secara maksimal.

    Pada kesempatan yang sama, LIPI melakukan soft launching empat buku dan film dokumenter serta film bahan ajar biologi hasil E-WIN serta hasil ekspedisi unggulan kedeputian IPH LIPI ke Sulawesi Barat dan Kabupaten Tambrauw, Papua Barat.

    ------------------------------

    Baca juga:
     

    Umum

    Inilah Rekomendasi Hasil Rakernas Kemenristekdikti 2018
    Kamis, 18 Januari 2018 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat membuka Rakernas di Medan. Foto Fatimah Harahap/Kemenristekdikti   Technology-Indonesia.com – Rapat Kerja Nasional (Rakernas)...

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek