Homepage > Pertanian & Pangan > Pertanian > Rekomendasi LIPI untuk Mengurangi Kerentanan Sumba
Resensi
article thumbnailSejarah Panjang Pengamatan Cuaca di Indonesia

Judul Buku : BMKG, 70 Tahun Melayani Masyarakat Penulis : Tim Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Penerbit : BMKG bekerjasama dengan MAPIPTEK Tebal : viii + 206 halam [ ... ]


Artikel Lainnya
Advertorial
article thumbnailLomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

  Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


Artikel Lainnya

 

Data Pengunjung
Registered users : 5
Online : 185
Guest : 185
Members : 0

Rekomendasi LIPI untuk Mengurangi Kerentanan Sumba

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 

alt

JAKARTA - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) telah menyelesaikan Ekspedisi Widya Nusantara (E-WIN) untuk menyingkap potensi biodiversitas Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada April dan Agustus 2016. Berdasarkan hasil temuan para peneliti, LIPI memberi rekomendasi untuk mengurangi kerentanan masyarakat perdesaan Sumba.

Deputi Bidang Jasa Ilmiah LIPI, Bambang Subiyanto mewakili Kepala LIPI mengatakan E-WIN merupakan salah satu kegiatan unggulan LIPI yang dilakukan untuk mengungkap kekayaan alam berupa keanekaragaman hayati di daratan, pesisir, maupun lautan yang dilakukan sejak 2006. Mulai tahun 2015, kegiatan E-WIN difokuskan pada pulau-pulau terluar atau terdepan.

“Pulau Sumba terpilih sebagai tempat kegiatan E-WIN 2016 karena memiliki ekosistem yang unik, dimana Pulau Sumba merupakan bagian dari Wallace Region yaitu wilayah yang memiliki fauna dan flora percampuran dari Asia dan Australia,” kata Bambang  dalam Ekspose dan Talkshow E-WIN 2016: Menggali Potensi Bioresources untuk Mengurangi Kerentanan Masyarakat Perdesaan Sumba di Auditorium LIPI, Jakarta, pada Senin (19/12/2016).

Menurut Bambang, tema ini dipilih karena Sumba dengan berbagai permasalahannya memiliki sejumlah potensi bioresources yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalahnya sendiri dengan menyertakan kearifan lokal.

Ekspedisi tahun ini melibatkan 50 peneliti dari tiga kedeputian, yang memiliki latar keilmuwan yang berbeda yakni kedeputian Ilmu Pengetahuan Hayati (IPH), Ilmu pengetahuan Kebumian (IPK) dan Ilmu Pengetahuan  Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK).

Kegiatan ekspose ini bertujuan menyampaikan apa-apa yang telah diperoleh oleh para peneliti selama melakukan penelitian di Sumba baik dari sisi potensi bioresources kawasan terrestrial, maupun kawasan laut, sekaligus kondisi sosial kemasyarakatan perdesaan yang ada di pulau sumba.

“Sangat disayangkan keanekaragaman hayati Pulau Sumba ini belum banyak ketahui. Temuan peneliti LIPI menunjukkan bahwa Sumba kaya akan kearifan lokal dan sejumlah bioresources di darat dan laut yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai sumber energi baru, pangan dan obat-obatan,” paparnya.

Bambang menilai, ditinjau dari target dan temuan yang diperoleh secara keseluruhan, kegiatan ekspedisi di Pulau Sumba dapat dikatakan berhasil. Keberhasilan ini atas dukungan pemerintah daerah mulai dari gubernur hingga kepala desa serta kepala suku dan masyarakat Sumba.

“Temuan-temuan peneliti LIPI dan rekomendasi di Pulau Sumba merupakan informasi awal yang masih perlu ditindaklanjuti dengan melibatkan stakeholder lainnya untuk pengembangannya. Pemda perlu mengacu dan menindaklanjuti hasil tersebut untuk pembangunan yang berkelanjutan,” kata Bambang.

Bambang berharap hasil-hasil penelitian LIPI harus dapat dirasakan oleh masyarakat luas. “Penelitian yang mendasar yang dapat menyejahterakan masyarakat perlu terus dilakukan untuk memecahkan masalah bangsa terutama masalah yang ada di Sumba,” pungkasnya.

Sebagai pertimbangan ilmiah, LIPI memberi rekomendasi berdasarkan hasil ekspedisi untuk pengelolaan bioresources yang ada di Sumba dengan membagi Sumba Timur dan Sumba Barat sesuai dengan karakteristik ekosistemnya. 

Rekomendasi pertama, penguatan masyarakat dan lingkungan Sumba Timur meliputi pengembangan intensifikasi ternak dengan sistem Sentra Peternakan Sapi (SPS) di tingkat kecamatan, yang sekaligus memanfaatkan kekayaan alam untuk ekowisata,  pengembangan lahan pertanian sekaligus tambak ikan air tawar, serta penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat melalui koperasi. Ketahanan pangan perlu dikembangkan dengan menaikan status tanaman pangan lokal  sebagai bahan pangan pokok.

Kedua, untuk Sumba Barat Daya difokuskan penguatan pakan ternak lokal dan produktivitas ternak lokal, dan membangun masyarakat tani polibian di pesisir, serta memperkenalkan teknologi pembuatan gula kelapa kristal. 

Ketiga, secara umum rekomendasi pengelolaan perairan dan laut Sumba meliputi penegakan hukum untuk pengamanan dari bom ikan, upaya pelestarian dan transplantasi terumbu karang, serta pelestarian padang lamun dan budidaya rumput laut. Hal ini agar dapat memberikan manfaat jasa layanan ekosistemya secara maksimal.

Pada kesempatan yang sama, LIPI melakukan soft launching empat buku dan film dokumenter serta film bahan ajar biologi hasil E-WIN serta hasil ekspedisi unggulan kedeputian IPH LIPI ke Sulawesi Barat dan Kabupaten Tambrauw, Papua Barat.

------------------------------

Baca juga:
 

Artikel Terkait

Pacu Inovasi, Kementerian Ristek Bangun Strategi Kebersamaan

Pacu Inovasi, Kementerian Ristek Bangun Strategi Kebersamaan

Sebagai upaya mensinergikan antara sisi penyedia dan sisi pengguna Iptek, Kementerian Riset dan... READ_MORE
Kamis, 01 Juli 2010 11:02
 Liliana Yetta Pandi, Dra

Liliana Yetta Pandi, Dra

  ... READ_MORE
Selasa, 16 Maret 2010 21:50
Deteksi Jantung Melalui Treadmill Test

Deteksi Jantung Melalui Treadmill Test

Jakarta : Treadmill test hingga kini kerap diabaikan dalam proses medical check up penyakit jantung ... READ_MORE
Selasa, 15 Juni 2010 14:07
Asep Karsidi Jabat Kepala Bakosurtanal

Asep Karsidi Jabat Kepala Bakosurtanal

Menristek Suharna Surapranata hari ini melantik Dr. Asep Karsidi sebagai Kepala Badan Koordinasi... READ_MORE
Selasa, 15 Juni 2010 16:12
Siswa SD se-Jabodetabek Kunjungi PP IPTEK

Siswa SD se-Jabodetabek Kunjungi PP IPTEK

Jakarta : Pusat  Peragaan Iptek (PP-IPTEK) menjadi bagian program acara ”Ayo Ke Museum Bersama Ibu... READ_MORE
Kamis, 17 Juni 2010 16:07
Goyangan Gempa di Jakarta Utara Lebih Terasa

Goyangan Gempa di Jakarta Utara Lebih Terasa

DKI diguncang gempa. Warga DKI Jakarta sontak panik. Untungnya, hal itu baru dugaan dari seseorang... READ_MORE
Senin, 06 Juni 2011 10:24
Biogas dari Limbah Tahu

Biogas dari Limbah Tahu

Kementerian Riset dan Teknologi melalui Program Pengendalian Dampak Perubahan Iklim membuat proyek... READ_MORE
Jumat, 14 May 2010 12:01

Pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan

Ketahanan pangan selalu dikaitkan dengan masalah kekurangan gizi. Masalah kurang gizi ini bukan... READ_MORE
Selasa, 09 April 2013 10:39

Ini Dia, Sepeda Motor Berbahan Bakar Air Plus

Ternyata bukan isapan jempol air bisa menjadi bahan bakar. Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU... READ_MORE
Rabu, 06 Juni 2012 15:15
BPPT Mengganti Empat Deputi

BPPT Mengganti Empat Deputi

Jakarta : Empat pejabat Kedeputian Badan Pengkajian Penerapan Teknologi  (BPPT) diganti. Pelantikan... READ_MORE
Rabu, 16 Juni 2010 19:19

2oo Pelajar Dikenalkan Budaya Iptek

Kementerian Riset dan Teknologi merangkul generasi muda untuk terwujudnya pengembangan  budaya iptek... READ_MORE
Senin, 29 Oktober 2012 11:50
Batan melantik Deputi PTDBR Baru

Batan melantik Deputi PTDBR Baru

                        Jakarta : Dr Djarot Sulistio Wisnusubroto dilantik sebagai Dep... READ_MORE
Kamis, 17 Juni 2010 15:03

BIG Dukung Kebutuhan Informasi Geospasial Tematik Kemenkokesra

Sekretaris Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Indroyono Soesilo mengatakan Kementerian... READ_MORE
Selasa, 27 November 2012 16:52

Anggota DPR RI Azwir Dainy Tara: Perhatian Pemerintah Masih Belum Maksimal

Minimnya anggaran yang tersedia untuk kegiatan Riset dan Teknologi (Ristek), menjadi salah satu... READ_MORE
Kamis, 21 Juni 2012 11:39
KLIBS Usung Anastesi Lokal untuk Bantu Orang Miskin

KLIBS Usung Anastesi Lokal untuk Bantu Orang Miskin

Dunia kedokteran sudah lama mengenal  anastesi lokal atau bius lokal. Namun penerapan bius... READ_MORE
Selasa, 05 April 2011 15:37
Indonesia Peringkat ke-3 Jumlah Penderita Hepatitis

Indonesia Peringkat ke-3 Jumlah Penderita Hepatitis

Jakarta : Indonesia menempati peringkat ketiga dunia setelah China dan India untuk jumlah penderita... READ_MORE
Rabu, 28 Juli 2010 16:09
Titik Terang Mencari 'Bumi Tandingan'

Titik Terang Mencari 'Bumi Tandingan'

Setelah lima tahun mencari, peneliti NASA akhirnya menemuka dua planet yang paling mirip Bumi.... READ_MORE
Rabu, 07 Januari 2015 18:03

Teknologi Aquaponik di Lahan Sempit

Upaya menambah luasan lahan pertanian sebagai solusi peningkatan ketahanan pangan masih menemui... READ_MORE
Selasa, 11 Februari 2014 13:01
Masyarakat Indonesia Kekurangan Air Bersih

Masyarakat Indonesia Kekurangan Air Bersih

Dari 92 daerah terluar di Indonesia, 64 diantaranya merupakan daerah sulit air bersih. Selain it... READ_MORE
Kamis, 15 Maret 2012 16:16
Buah Lokal Vs Buah Impor

Buah Lokal Vs Buah Impor

... READ_MORE
Senin, 11 Juli 2011 15:04

Umum

article thumbnail Politeknik Industri Logam Morowali Jadi Pusat Inovasi Berbasis Nikel
Selasa, 19 September 2017 | Setiyo Bardono

Technology-Indonesia.com -  Politeknik Industri Logam Morowali digadang menjadi pusat inovasi teknologi dan pengembangan produk berbasis nikel. Sekolah tinggi vokasi yang...

Review

article thumbnail Kembali Menanti Energi Alternatif
Jumat, 19 Maret 2010

Hal itu, lanjut dia, semakin menaikkan ketergantungan Indonesia kepada BBM  untuk sektor transportasi. "Padahal, sekitar 60 persen BBM diserap sektor transportasi," ujarnya.

 
iklantechno
Kolom
article thumbnailM-RNA untuk Menambah Umur Biologis
20/08/2015 | dedi junaedi

Belakangan kian banyak muncul penyakit degeneratif dan gejala penuaan (aging). Bagaimana menyembuhkannya, apakah ada solusi ampuh mengatasinya? Mungkinkah manusia bisa menambah umur biologisnya? Ini  [ ... ]


Artikel Lainnya
Profil Peneliti
article thumbnailTri Panji
20/06/2016

Pria kelahiran Sragen, 29 Mei 1961 ini menyelesaikan  pendidikan  di  Jurusan  Kimia,  Fakultas Matematika  dan  Ilmu  Pengetahuan  Alam,  Universitas  Gadjah Mada  1983. Tri Panji merup [ ... ]


Profil Peneliti Lainnya
LOMBA UNTUK JURNALIS

Info Produk
Angket
Artikel Apa Yang Anda Sukai?
 
iklanmapiptek