Homepage > Pertanian & Pangan > Pertanian > Penanaman Bambu Efektif Atasi Banjir Bandang
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 942
    Guest : 943
    Members : 0

    Penanaman Bambu Efektif Atasi Banjir Bandang

    Penilaian Pengguna: / 0
    JelekBagus 

    alt

    JAKARTA - Penanaman pohon bambu bisa menjadi solusi jitu untuk mengatasi banjir bandang. Bambu cocok untuk memperbaiki kondisi hulu dan sempadan sungai yang mengalami kerusakan akibat banjir bandang dan tanah longsor. Tanaman ini memiliki akar serabut yang menyetabilkan tanah dan menanggulangi erosi.

    Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Enny Sudarmonowati mengatakan penanaman bambu di hulu dan sempadan sungai merupakan langkah tepat daripada melakukan betonisasi. Pembetonan di sempadan sungai hanya menyetabilkan tanah secara kinetik. Sebenarnya tanah sempadan tetap tidak stabil.

    Akibatnya, ketika air datang, sempadan tidak mampu menahan erosi. “Betonisasi juga berdampak buruk pada sumber mata air di sekitar sungai. Mata air ini akan hilang,”  ujar Enny dalam siaran pers Launching Policy Brief: Penanaman Bambu Solusi Penanggulangan Banjir dan Longsor serta Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat, di Jakarta, Rabu (23/11/2016) 

    Enny melanjutkan, penanaman bambu mampu mencegah agar sumber mata air tidak hilang karena tanaman ini mampu mengonservasi air. “Batangnya dapat menghisap dan menampung air karena bersifat kapiler, sehingga air dapat dialirkan ke bawah dan menimbulkan mata air saat musim kemarau,” jelasnya.

    Elizabeth A Widjaja, peneliti bambu dari Pusat Penelitian Biologi LIPI menambahkan, penanaman bambu di hulu dan sempadan sungai harus digalakkan. Banyak manfaat yang bisa diambil untuk jangka pendek maupun panjang dalam mencegah bahaya banjir dan tanah longsor.

    Bambu juga bernilai ekonomi untuk masyarakat setempat terutama bila ada pemberdayaan industri. “Bambu juga mampu menjaga kebersihan udara karena menghasilkan 30 persen oksigen lebih besar ketimbang pohon lainnya,” imbuhnya.

    Elizabeth menyebutkan, jenis bambu yang cocok ditanam di hulu dan sempadan sungai tidaklah sembarangan. Jenis-jenis ini biasanya Bambusa vulgaris (bambu ampel, haur) atau Bambusa vulgaris var. striata (bambu ampel kuning, bambu kuning) untuk daerah yang terendam air hingga lima bulan.

    Ada lagi Schizostachyum iraten (buluh suling, buluh tamiang), Schizostachyum silicatum (buluh suling), Schizostachyum lima (butuh toi). “Jenis lain adalah Neololeba atra (loleba) digunakan di Indonesia yaitu Sulawesi Utara, Maluku, dan Papua,” tambahnya.

    Elizabeth menekankan, gerakan penanaman bambu di hulu dan sempadan sungai akan berhasil bila mendapat dukungan dari pemerintah dan para stakeholder terkait. Selama ini, langkah penanaman bambu belum mendapat kebijakan yang mendukung. Bahkan keberadaan bambu malah dianggap masyarakat kurang perlu sehingga mereka cenderung menebangnya.

    Karena itu, LIPI merasa perlu untuk menggerakkan kembali penanaman bambu sebagai solusi banjir dan tanah longsor. Policy brief ini secara simbolis akan diserahkan kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

     

    Umum

    Tingkatkan Peran Guru Besar dalam Pengembangan Peradaban
    Jumat, 23 Februari 2018 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti Mohamad Nasir dalam Forum Guru Besar Institut Teknologi Bandung (FGB-ITB), di Gedung Balai Pertemuan Ilmiah ITB, Kamis (22/2/2018).Ageng Prasetyo/BKKP...

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek