Homepage > Pertanian & Pangan > Pertanian > FGD Pakan Mandiri: Menuju Kedaulatan Pakan Ikan
Resensi
article thumbnailSejarah Panjang Pengamatan Cuaca di Indonesia

Judul Buku : BMKG, 70 Tahun Melayani Masyarakat Penulis : Tim Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Penerbit : BMKG bekerjasama dengan MAPIPTEK Tebal : viii + 206 halam [ ... ]


Artikel Lainnya
Advertorial
article thumbnailLomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

  Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


Artikel Lainnya

 

Data Pengunjung
Registered users : 5
Online : 1033
Guest : 1033
Members : 0

FGD Pakan Mandiri: Menuju Kedaulatan Pakan Ikan

Penilaian Pengguna: / 1
JelekBagus 

Iklim sedang bersahabat ketika Workshop dan Focus Group Discussion (FGD) Pakan Mandiri ini diselenggarakan Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Tawar, Bogor, Senin (23/2) lalu. Seharian penuh para pakar dan praktisi industri pakan ikan berdiskusi mencari solusi bagaimana program pakan mandiiri bisa mendukung target budidaya ikan nasional.

Bertema “Pengembangan Teknologi Pakan Mandiri untuk Mendukung Produksi Perikanan Budidaya yang Berdaya Saing dan Berkelanjutan”, acaradibuka oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan PerikananDr Achmad Purnomo. Selain arahan dari Ka Balitbang KP. FGD menghadirkan empat narasumber utama. Yaitu, Dr Coco Cokarkin, Direktur Produksi Ditjen Perikanan Budidaya yang membahas “Gerakan Pakan Ikan Mandiri (GERPARI)”, Dr Mas Tri Djoko S (BalitbangKP) membahas “Peluang dan Tantangan Pengembangan Pakan Mandiri”, Dr Nur Bambang Priyo Utomo (Institut Pertanian Bogor) membahas “Strategi Pengembangan Pakan Mandiri Menuju Kedaulatan Pakan Ikan”, dan Denny Indrajaya M.Si (Ketua GPMT) membahas “Kebutuhan Pakan Ikan/Udang Nasional dan Sumber Bahan Bakunya.”

Acara ini dihadiri oleh 121 peserta dari berbagai kalangan. Mulai dari pejabat dan peneliti Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan Budidaya (P4B), Ditjen Perikanan Budidaya dan P2HP, Balai Besar/Balai/Loka lingkup P4B, Dinas Perikanan Provinsi Jawa Barat, kalangan pakar dari Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI), IPB, Unpad, BPPT dan Kemenristek Dikti, serta praktisi dari kalangan swasta (PT. Sinta Prima Feedmill, PT. Wonokoyo Group, PT. Matahari Sakti, PT. Comfeed, PT. CP Prima, PT Feedmill Indonesia, PT. Cargill Indonesia, ABILINDO dan AP5I).

Forum mencatat bahwa kebijakan KKP menjadi bangsa mandiri dalam pangan da target produksi perikanan budidaya tahun 2015 (17,9 juta ton: 7,6 juta ton ikan dan 10,3 juta ton rumput laut basah), bahkan target produksi perikanan dua kali lipat menjadi 31,3 juta ton pada 2019, perlu dukungan, perlu dukungan penyediaan pakan ekonomis. Apalagi mengingat biaya pakan sekitar 60-70% biaya produksi.

Pada saat yang sama, pengembangan pakan ikan mandiri melalui Gerpari (Gerakan Pakan Ikan Mandiri) untuk menekan biaya pakan hingga kurang dari 60 persen merupakan salah satu dari tujuh program unggulan KKP tahun 2015-2019 dalam mencapai perikanan budidaya yang tangguh dan mandiri.

Maka, salah satu alternatif untuk penyediaan pakan yang ekonomis adalah melalui teknologi pakan mandiri yang utamanya diperuntukan bagi pembudidaya ikan air tawar pada skala kecil dan menengah. Komoditas ikan air tawar yang dijadikan sasaran target antara lain ikan nila, patin, lele, mas dan gurame. Hampir setengah kebutuhan pakan ikan/udang nasional yaitu 4,54 juta ton adalah untuk pasokan pakan komoditas air tawar. Diharapkan dengan teknologi pakan mandiri ini kontribusi biaya pakan dalam budidaya ikan dapat ditekan hingga dibawah 50% dari total biaya produksi.

Sejumlah pihak optimis, teknologi pakan mandiri bisa menjadi solusi kebijakan. Pasalnya, tersedia cukup berlimpah beberapa bahan baku lokal pengganti bahan baku impor, antara lain: tepung ikan lokal, ikan rucah, minyak ikan/jagung, hasil samping olahan, bahan nabati, dll.Forum menilai, industri filet patin Vietnam,yang memanfatkan by product sebagai bahan baku pakan, dapat dijadikan lesson learning untuk pengembangan  pakan mandiri di Indonesia.

Hanya saja, untuk optimalisasi teknologi pakan mandiri, perlu terlebih dahulu menyelesaikan beberapa tantangan yang ada seperti terbatasnya sistem pendataan (terkait jenis, potensi, karakter dan sebaran bahan baku lokal), kurangnya  infrastruktur pengembangan pakan mandiri di daerah-daerah, serta beberapa kelemahan bahan baku lokal (harga tidak selalu kompetitif, kuantitas dan kualitasyang fluktuatif tergantung musim, keterbatasan penguasaan teknologi prosessingbahan baku. Untuk mengatasinya, perlu sinergitas yang baik dalam pelaksanaan program dan kelembagaan kemandirian pakan antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah dan masyarakat pembudidaya.

Forum FGD menilai bahwa penerapan kemandirian pakan ikan masih belum bisa dilakukan secara Nasional, sehinga program pakan mandiri perlu difokuskan pada produksi ikan berbasis kebutuhan pembudiaya lokal.Selkain itu, masalah pakan khususnya terkait dengan ketersediaan bahan baku, tidak dapat diselesaikan hanya oleh KKP saja, sehingga perlu disegera dikoordinasikan dengan instansi terkait misalnya kementerian pertanian, keuangan, perdagangan, perindustrian, kehutanan, BUMN, dll.

Atas dasar hal-hal tersebut, FGD Pakan Mandiri merekomendasikan langkah-langkah sebagai berikut: inventarisasi dan karakterisasi bahan baku lokal serta adanya inovasi teknologi untuk meningkatkan kualitas bahan baku lokal; perbaikan ketersediaan, distribusi dan perdagangan bahan baku lokal, serta perbaikan akses untuk mendapatkan bahan baku lokal hasil by product perusahaan besar; menentukan dan mengembangakan beberapa bahan baku lokal yang dapat diproduksi secara massal dan berkelanjutan. Perlu diusahakan sertifikasi tepung ikan  produksi local; menyusun “Roadmap Kedaulatan Pakan Ikan Indonesia”, serta mendorong berkembangnya industri pabrik bahan baku lokal untuk pakan ikan dan industri pakan ikan skala rumah tangga  (pakan mandiri) melalui berbagai insentif seperti akses permodalan, pendampingan teknologi produksi, pendampingan manajemen, dll serta mendorong penerapan sistem least cost formulation.

Forum juga mengusulkan, agar program pakan mandiri masuk ke dalam agenda riset nasional. Forum menghimbau, kalangan pengusaha pakan bisa menurunkan harga pakan dengan menurunkan kadar protein pakan, namun masih sesuai dengan SNI. Pada saat yang sama, Forum mengusulkan agar pembiayaaan pakan kepada pembudidaya dibebankan kepada perbankan.

 
Pacu Inovasi, Kementerian Ristek Bangun Strategi Kebersamaan

Pacu Inovasi, Kementerian Ristek Bangun Strategi Kebersamaan

Sebagai upaya mensinergikan antara sisi penyedia dan sisi pengguna Iptek, Kementerian Riset dan... READ_MORE
Kamis, 01 Juli 2010 11:02
 Liliana Yetta Pandi, Dra

Liliana Yetta Pandi, Dra

  ... READ_MORE
Selasa, 16 Maret 2010 21:50
Asep Karsidi Jabat Kepala Bakosurtanal

Asep Karsidi Jabat Kepala Bakosurtanal

Menristek Suharna Surapranata hari ini melantik Dr. Asep Karsidi sebagai Kepala Badan Koordinasi... READ_MORE
Selasa, 15 Juni 2010 16:12
Siswa SD se-Jabodetabek Kunjungi PP IPTEK

Siswa SD se-Jabodetabek Kunjungi PP IPTEK

Jakarta : Pusat  Peragaan Iptek (PP-IPTEK) menjadi bagian program acara ”Ayo Ke Museum Bersama Ibu... READ_MORE
Kamis, 17 Juni 2010 16:07
Deteksi Jantung Melalui Treadmill Test

Deteksi Jantung Melalui Treadmill Test

Jakarta : Treadmill test hingga kini kerap diabaikan dalam proses medical check up penyakit jantung ... READ_MORE
Selasa, 15 Juni 2010 14:07
Goyangan Gempa di Jakarta Utara Lebih Terasa

Goyangan Gempa di Jakarta Utara Lebih Terasa

DKI diguncang gempa. Warga DKI Jakarta sontak panik. Untungnya, hal itu baru dugaan dari seseorang... READ_MORE
Senin, 06 Juni 2011 10:24
Biogas dari Limbah Tahu

Biogas dari Limbah Tahu

Kementerian Riset dan Teknologi melalui Program Pengendalian Dampak Perubahan Iklim membuat proyek... READ_MORE
Jumat, 14 May 2010 12:01
BPPT Mengganti Empat Deputi

BPPT Mengganti Empat Deputi

Jakarta : Empat pejabat Kedeputian Badan Pengkajian Penerapan Teknologi  (BPPT) diganti. Pelantikan... READ_MORE
Rabu, 16 Juni 2010 19:19

Pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan

Ketahanan pangan selalu dikaitkan dengan masalah kekurangan gizi. Masalah kurang gizi ini bukan... READ_MORE
Selasa, 09 April 2013 10:39

2oo Pelajar Dikenalkan Budaya Iptek

Kementerian Riset dan Teknologi merangkul generasi muda untuk terwujudnya pengembangan  budaya iptek... READ_MORE
Senin, 29 Oktober 2012 11:50
Batan melantik Deputi PTDBR Baru

Batan melantik Deputi PTDBR Baru

                        Jakarta : Dr Djarot Sulistio Wisnusubroto dilantik sebagai Dep... READ_MORE
Kamis, 17 Juni 2010 15:03

Ini Dia, Sepeda Motor Berbahan Bakar Air Plus

Ternyata bukan isapan jempol air bisa menjadi bahan bakar. Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU... READ_MORE
Rabu, 06 Juni 2012 15:15

BIG Dukung Kebutuhan Informasi Geospasial Tematik Kemenkokesra

Sekretaris Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Indroyono Soesilo mengatakan Kementerian... READ_MORE
Selasa, 27 November 2012 16:52

Anggota DPR RI Azwir Dainy Tara: Perhatian Pemerintah Masih Belum Maksimal

Minimnya anggaran yang tersedia untuk kegiatan Riset dan Teknologi (Ristek), menjadi salah satu... READ_MORE
Kamis, 21 Juni 2012 11:39
KLIBS Usung Anastesi Lokal untuk Bantu Orang Miskin

KLIBS Usung Anastesi Lokal untuk Bantu Orang Miskin

Dunia kedokteran sudah lama mengenal  anastesi lokal atau bius lokal. Namun penerapan bius... READ_MORE
Selasa, 05 April 2011 15:37
Titik Terang Mencari 'Bumi Tandingan'

Titik Terang Mencari 'Bumi Tandingan'

Setelah lima tahun mencari, peneliti NASA akhirnya menemuka dua planet yang paling mirip Bumi.... READ_MORE
Rabu, 07 Januari 2015 18:03
Indonesia Peringkat ke-3 Jumlah Penderita Hepatitis

Indonesia Peringkat ke-3 Jumlah Penderita Hepatitis

Jakarta : Indonesia menempati peringkat ketiga dunia setelah China dan India untuk jumlah penderita... READ_MORE
Rabu, 28 Juli 2010 16:09

Teknologi Aquaponik di Lahan Sempit

Upaya menambah luasan lahan pertanian sebagai solusi peningkatan ketahanan pangan masih menemui... READ_MORE
Selasa, 11 Februari 2014 13:01
BIT BPPT Dorong Tumbuhnya Teknoprenur baru

BIT BPPT Dorong Tumbuhnya Teknoprenur baru

Jakarta- Kurangnya fasilitas pemerintah dalam mendorong iklim usaha, regulasi yang menunjang dan... READ_MORE
Senin, 18 April 2011 10:19
Masyarakat Indonesia Kekurangan Air Bersih

Masyarakat Indonesia Kekurangan Air Bersih

Dari 92 daerah terluar di Indonesia, 64 diantaranya merupakan daerah sulit air bersih. Selain it... READ_MORE
Kamis, 15 Maret 2012 16:16

Umum

article thumbnail Ecodome, Wahana Baru di Kebun Raya Bogor
Rabu, 15 November 2017 | Setiyo Bardono

Ecodome, wahana baru di Kebun Raya Bogor (Foto Humas LIPI)   Technology-Indonesia.com - Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PKT...

Review

article thumbnail Memperbesar Peluang Energi Baru Terbarukan
Jumat, 19 Maret 2010

  “Sudah ditargetkan melalui Perpres No 5/2006 untuk mengurangi penggunaan minyak bumi. Namun,  hingga saat ini, belum ada action plan pemerintah kendati secara kebijakan atau regulasi...

 
iklantechno
Kolom
article thumbnailRiset Baru Menggoyang Standar Model Partikel
21/08/2015 | Dedi Junaedi

Teori Standar Model yang selama ini cukup mapan untuk menjelaskan komposisi partikel dalam suatu materi terancam goyah. Pasalnya, hasil riset terbaru menunjukkan aktivitas subatomik yang menyimpang da [ ... ]


Artikel Lainnya
Profil Peneliti
article thumbnailTri Panji
20/06/2016

Pria kelahiran Sragen, 29 Mei 1961 ini menyelesaikan  pendidikan  di  Jurusan  Kimia,  Fakultas Matematika  dan  Ilmu  Pengetahuan  Alam,  Universitas  Gadjah Mada  1983. Tri Panji merup [ ... ]


Profil Peneliti Lainnya
LOMBA UNTUK JURNALIS

Info Produk
Angket
Artikel Apa Yang Anda Sukai?
 
iklanmapiptek