Homepage > Pertanian & Pangan > Pertanian > Jejak Meteor di Antartika
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 1303
    Guest : 1303
    Members : 0

    Jejak Meteor di Antartika

    Penilaian Pengguna: / 0
    JelekBagus 

     

    Menjelang akhir tahun 2014, Geofisikan Jerman menjejak fenomena tidak biasa. Dalam satu penerbangan rutin di wilayah kutub Utara, dia menyaksikan adanya jejak aneh membekas di atas hamparan es laut Antartika.

    "Bercak cincin es itu seperti bekas tumbukan meteorit," ungkap Christian Müller, geofisikawan Alfred Wegener Institute dan konsultan riset Fielak Bremerhaven, Jerman. Situs New Scientist (14/1) melaporkan peristiwa langka itu terjadi pada 20 Desember 2014.

    Müller  berada di Antartika untuk keperluan survei kutub yang digelar Alfred Wegener Institute. Enam hari setelah bercak es-cincin aneh pertama kali terlihat, ia dan rekannya kembali terbang di atas situs pada dua ketinggian yang berbeda, untuk memotret dan scanning in situ. Tim Ahli dari Jerman itu berteori bahwa cincin atau kawah es itu diduga sebagai dampak dari tumbukan meteorit besar yang menabrak Antartika pada tahun 2004.

    Dua penelitian sebelumnya tampaknya mendukung teori tersebut. Pertama, jejak debu pernah terekam pada posisi 30 kilometer di atas Antartika pada tanggal 3 September 2004. Saat itu, Tim Australia –sebagaimana dilaporkan Nature (10/2004) berspekulasi gumpalan panjang debu itu adalah sisa-sisa dari salah satu meteoroid terbesar yang telah memasuki atmosfer bumi selama dekade terakhir.

    Kedua, pada tahun 2007, tim lain yang yang menggunakan analisis data infrasonik global berhasil melacak lokasi satu dentuman besar dari meteorit sebesar ruymah pada tanggal yang sama. Mereka, sebagaimana ditulis jurnal Earth, Moon and Planets (10/2007) menunjuk adanya rak es Antartika pada lokasi sangat dekat dengan tempat Müller melihat adanya cincih kawah es tersebut.

    Müller dan rekan-rekannya mengakui bahwa teori yang mereka masih perlu dikaji lebih hati-hati.  Apakah tumbukan meteor itu berdampak pada perubahan lingkungan Antartka dan iklim global? "Untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi masih memerlukan penelitian lebih lanjut,’’ tegasnya.

     

    Umum

    Inilah Rekomendasi Hasil Rakernas Kemenristekdikti 2018
    Kamis, 18 Januari 2018 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat membuka Rakernas di Medan. Foto Fatimah Harahap/Kemenristekdikti   Technology-Indonesia.com – Rapat Kerja Nasional (Rakernas)...

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek