Homepage > Pertanian & Pangan > Pertanian > Penerapan Hasil Riset Percepat Kedaulatan Pangan
Resensi
article thumbnailSejarah Panjang Pengamatan Cuaca di Indonesia

Judul Buku : BMKG, 70 Tahun Melayani Masyarakat Penulis : Tim Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Penerbit : BMKG bekerjasama dengan MAPIPTEK Tebal : viii + 206 halam [ ... ]


Artikel Lainnya
Advertorial
article thumbnailLomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

  Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


Artikel Lainnya

 

Data Pengunjung
Registered users : 5
Online : 246
Guest : 246
Members : 0

Penerapan Hasil Riset Percepat Kedaulatan Pangan

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 

JAKARTA - Kementeriaan Pertanian (Kementan) dan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), hari ini bertekad mempercepat perwujudan kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani dengan cara membumikan riset strategis. Kesepakatan ini melibatkan tiga lembaga riset yaitu BATAN, LIPI, dan BPPT.

Kepala Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian, Muhammad Syakir mengatakan kesepakatan ini merupakan tindaklanjut dari harapan Presiden RI, Joko Widodo yang menyampaikan dalam berbagai kesempatan, bahwa pembangunan pertanian di Indonesia harus berbasis riset dan inovasi teknologi agar bisa bermuara pada peningkatan kesejahteraan petani.

“Pada Februari 2016, semua sepakat untuk bersama-sama mempersembahkan riset dan inovasi yang bermanfaat bagi rakyat,” kata M. Syakir dalam konferensi pers di Gedung Balitbangtan, Jakarta, pada Rabu (1/6/2016). Pertemuan ini, lanjutnya, dalam rangka tindaklanjut kesepakatan yang sudah berjalan secara baik serta untuk memperbaharui tekad-tekad yang ada supaya lebih membumikan riset strategis untuk kesejahteraan petani.

Menurut M. Syakir, ada tiga poin yang telah disepakati. Pertama, bersama-sama melakukan riset dasar dan riset strategis yang mencakup kedaulatan pangan, kemandirian energi, dan peningkatan nilai tambah, termasuk di dalamnya pengolahan lahan suboptimal.

Kedua, teknologi-teknologi yang sudah ada, khususnya varietas unggul yang mendukung swasembada padi, jagung, dan kedelai (pajale) termasuk gula serta ternak maupun teknologi pendukungnya akan dimanfaatkan bersama-sama untuk percepatan pengembangan di tingkat petani. Ketiga, bersama-sama melakukan pengembangan penerapan teknologi di daerah perbatasan Indonesia.

“Khusus poin ketiga akan diadakan pertemuan kembali untuk lebih mendetailkan konkrit-konkrit apa yang dilakukan. Akan tetapi kita sudah memiliki mapping karakteristik daerah-daerah perbatasan, ekosistem, sosial budaya, ekonomi, dan aksebilitasnya. Kondisi-kondisi ini yang mewarnai inovasi apa yang dibutuhkan untuk mendorong bagaimana pengembangan komoditas mampu secara signifikan meningkatkan kesejahteraan daerah perbatasan,” terang M. Syakir.

Dalam kesempatan tersebut, Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti, Muhammad Dimyati mengatakan kerjasama ini untuk menegaskan kembali implementasi Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) yang sudah berjalan. Untuk bidang pangan dan pertanian, dalam rangka mendorong kemandirian daging, dimulai dengan menerapkan hasil-hasil riset di 22 UPT (Unit Pelaksana Teknis) yang fokus di ternak, pembibitan dan pakan.

“Kita juga akan menerapkan hasil-hasil riset yang mendukung swasembada padi, jagung, dan kedele di 11 provinsi. Penerapan itu merupakan integrasi hasil-hasil riset dari perguruan tinggi, LPNK, dan Lembaga litbang,” kata Dimyati.

Kesepakatan ini, menurutnya bisa menjawab keresahan yang terjadi bahwa sinergitas antar institusi selama ini dianggap tidak terwujud. “Ini salah satu bukti bahwa kita mulai mensinergikan hasil-hasil riset di bidang fokus pangan dan pertanian. Di bidang lain juga akan kita usahakan seperti itu,” kata Dimyati

Sementara itu, Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti Jumain Appe mengatakan semua pihak harus melakukan berbagai inovasi-inovasi untuk memperkuat swasembada. “Yang harus kita lakukan adalah bagaimana inovasi atau teknologi bisa mempercepat proses swasembada/produktifitas dan memberi nilai tambah,” ungkap Jumain.

Menurutnya, peranan pemerintah daerah sangat penting dalam memberikan iklim kondusif terhadap pengembangan pertanian berbasis inovasi. Petani sebagai obyek yang sangat vital juga harus ditingkatkan juga kemampuannya. Karena itu, lanjut Jumain, perguruan tinggi harus berperan dalam mendorong peningkatan produktivitas dan mendorong potensi yang ada di daerah.

“Inovasi adalah kegiatan yang harmoni dan sinergi supaya terjadi proses keluar dari pola pikir secara bersama-sama untuk mencapai suatu pertanian yang maju dan modern,” pungkas Jumain.

 

Artikel Terkait

Pacu Inovasi, Kementerian Ristek Bangun Strategi Kebersamaan

Pacu Inovasi, Kementerian Ristek Bangun Strategi Kebersamaan

Sebagai upaya mensinergikan antara sisi penyedia dan sisi pengguna Iptek, Kementerian Riset dan... READ_MORE
Kamis, 01 Juli 2010 11:02
 Liliana Yetta Pandi, Dra

Liliana Yetta Pandi, Dra

  ... READ_MORE
Selasa, 16 Maret 2010 21:50
Deteksi Jantung Melalui Treadmill Test

Deteksi Jantung Melalui Treadmill Test

Jakarta : Treadmill test hingga kini kerap diabaikan dalam proses medical check up penyakit jantung ... READ_MORE
Selasa, 15 Juni 2010 14:07
Asep Karsidi Jabat Kepala Bakosurtanal

Asep Karsidi Jabat Kepala Bakosurtanal

Menristek Suharna Surapranata hari ini melantik Dr. Asep Karsidi sebagai Kepala Badan Koordinasi... READ_MORE
Selasa, 15 Juni 2010 16:12
Siswa SD se-Jabodetabek Kunjungi PP IPTEK

Siswa SD se-Jabodetabek Kunjungi PP IPTEK

Jakarta : Pusat  Peragaan Iptek (PP-IPTEK) menjadi bagian program acara ”Ayo Ke Museum Bersama Ibu... READ_MORE
Kamis, 17 Juni 2010 16:07
Goyangan Gempa di Jakarta Utara Lebih Terasa

Goyangan Gempa di Jakarta Utara Lebih Terasa

DKI diguncang gempa. Warga DKI Jakarta sontak panik. Untungnya, hal itu baru dugaan dari seseorang... READ_MORE
Senin, 06 Juni 2011 10:24
Biogas dari Limbah Tahu

Biogas dari Limbah Tahu

Kementerian Riset dan Teknologi melalui Program Pengendalian Dampak Perubahan Iklim membuat proyek... READ_MORE
Jumat, 14 May 2010 12:01

Pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan

Ketahanan pangan selalu dikaitkan dengan masalah kekurangan gizi. Masalah kurang gizi ini bukan... READ_MORE
Selasa, 09 April 2013 10:39
BPPT Mengganti Empat Deputi

BPPT Mengganti Empat Deputi

Jakarta : Empat pejabat Kedeputian Badan Pengkajian Penerapan Teknologi  (BPPT) diganti. Pelantikan... READ_MORE
Rabu, 16 Juni 2010 19:19

Ini Dia, Sepeda Motor Berbahan Bakar Air Plus

Ternyata bukan isapan jempol air bisa menjadi bahan bakar. Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU... READ_MORE
Rabu, 06 Juni 2012 15:15

2oo Pelajar Dikenalkan Budaya Iptek

Kementerian Riset dan Teknologi merangkul generasi muda untuk terwujudnya pengembangan  budaya iptek... READ_MORE
Senin, 29 Oktober 2012 11:50
Batan melantik Deputi PTDBR Baru

Batan melantik Deputi PTDBR Baru

                        Jakarta : Dr Djarot Sulistio Wisnusubroto dilantik sebagai Dep... READ_MORE
Kamis, 17 Juni 2010 15:03

BIG Dukung Kebutuhan Informasi Geospasial Tematik Kemenkokesra

Sekretaris Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Indroyono Soesilo mengatakan Kementerian... READ_MORE
Selasa, 27 November 2012 16:52

Anggota DPR RI Azwir Dainy Tara: Perhatian Pemerintah Masih Belum Maksimal

Minimnya anggaran yang tersedia untuk kegiatan Riset dan Teknologi (Ristek), menjadi salah satu... READ_MORE
Kamis, 21 Juni 2012 11:39
KLIBS Usung Anastesi Lokal untuk Bantu Orang Miskin

KLIBS Usung Anastesi Lokal untuk Bantu Orang Miskin

Dunia kedokteran sudah lama mengenal  anastesi lokal atau bius lokal. Namun penerapan bius... READ_MORE
Selasa, 05 April 2011 15:37
Indonesia Peringkat ke-3 Jumlah Penderita Hepatitis

Indonesia Peringkat ke-3 Jumlah Penderita Hepatitis

Jakarta : Indonesia menempati peringkat ketiga dunia setelah China dan India untuk jumlah penderita... READ_MORE
Rabu, 28 Juli 2010 16:09
Titik Terang Mencari 'Bumi Tandingan'

Titik Terang Mencari 'Bumi Tandingan'

Setelah lima tahun mencari, peneliti NASA akhirnya menemuka dua planet yang paling mirip Bumi.... READ_MORE
Rabu, 07 Januari 2015 18:03

Teknologi Aquaponik di Lahan Sempit

Upaya menambah luasan lahan pertanian sebagai solusi peningkatan ketahanan pangan masih menemui... READ_MORE
Selasa, 11 Februari 2014 13:01
Masyarakat Indonesia Kekurangan Air Bersih

Masyarakat Indonesia Kekurangan Air Bersih

Dari 92 daerah terluar di Indonesia, 64 diantaranya merupakan daerah sulit air bersih. Selain it... READ_MORE
Kamis, 15 Maret 2012 16:16
Buah Lokal Vs Buah Impor

Buah Lokal Vs Buah Impor

... READ_MORE
Senin, 11 Juli 2011 15:04

Umum

article thumbnail Politeknik Industri Logam Morowali Jadi Pusat Inovasi Berbasis Nikel
Selasa, 19 September 2017 | Setiyo Bardono

Technology-Indonesia.com -  Politeknik Industri Logam Morowali digadang menjadi pusat inovasi teknologi dan pengembangan produk berbasis nikel. Sekolah tinggi vokasi yang...

Review

article thumbnail Memperbesar Peluang Energi Baru Terbarukan
Jumat, 19 Maret 2010

  “Sudah ditargetkan melalui Perpres No 5/2006 untuk mengurangi penggunaan minyak bumi. Namun,  hingga saat ini, belum ada action plan pemerintah kendati secara kebijakan atau regulasi...

 
iklantechno
Kolom
article thumbnailMenyambut Harteknas ke-20
10/08/2015 | Dedi Junaedi


Hari ini, 20 tahun lalu, Indonesia mencatat sejarah. Untuk pertama kalinya, sebuah pesawat komuter fly by wire  berhasil dibuat dan diterbangkan. Prototipe A-1, N-20 dengan sandi Gatotkaca, terbang m [ ... ]


Artikel Lainnya
Profil Peneliti
article thumbnailAdiseno PhD
20/08/2010

Adiseno PhD
Bandung, 14 November 1967 Bidang Keilmuan : MIPA Kimia Elektronika Adiseno memperoleh master di bidang teknik elektronika dari Delft University of Technology, Belanda pada 1994 yang se [ ... ]


Profil Peneliti Lainnya
LOMBA UNTUK JURNALIS

Info Produk
Angket
Artikel Apa Yang Anda Sukai?
 
iklanmapiptek