Homepage > Pertanian & Pangan > Pertanian > Penerapan Hasil Riset Percepat Kedaulatan Pangan
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 1880
    Guest : 1881
    Members : 0

    Penerapan Hasil Riset Percepat Kedaulatan Pangan

    Penilaian Pengguna: / 0
    JelekBagus 

    JAKARTA - Kementeriaan Pertanian (Kementan) dan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), hari ini bertekad mempercepat perwujudan kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani dengan cara membumikan riset strategis. Kesepakatan ini melibatkan tiga lembaga riset yaitu BATAN, LIPI, dan BPPT.

    Kepala Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian, Muhammad Syakir mengatakan kesepakatan ini merupakan tindaklanjut dari harapan Presiden RI, Joko Widodo yang menyampaikan dalam berbagai kesempatan, bahwa pembangunan pertanian di Indonesia harus berbasis riset dan inovasi teknologi agar bisa bermuara pada peningkatan kesejahteraan petani.

    “Pada Februari 2016, semua sepakat untuk bersama-sama mempersembahkan riset dan inovasi yang bermanfaat bagi rakyat,” kata M. Syakir dalam konferensi pers di Gedung Balitbangtan, Jakarta, pada Rabu (1/6/2016). Pertemuan ini, lanjutnya, dalam rangka tindaklanjut kesepakatan yang sudah berjalan secara baik serta untuk memperbaharui tekad-tekad yang ada supaya lebih membumikan riset strategis untuk kesejahteraan petani.

    Menurut M. Syakir, ada tiga poin yang telah disepakati. Pertama, bersama-sama melakukan riset dasar dan riset strategis yang mencakup kedaulatan pangan, kemandirian energi, dan peningkatan nilai tambah, termasuk di dalamnya pengolahan lahan suboptimal.

    Kedua, teknologi-teknologi yang sudah ada, khususnya varietas unggul yang mendukung swasembada padi, jagung, dan kedelai (pajale) termasuk gula serta ternak maupun teknologi pendukungnya akan dimanfaatkan bersama-sama untuk percepatan pengembangan di tingkat petani. Ketiga, bersama-sama melakukan pengembangan penerapan teknologi di daerah perbatasan Indonesia.

    “Khusus poin ketiga akan diadakan pertemuan kembali untuk lebih mendetailkan konkrit-konkrit apa yang dilakukan. Akan tetapi kita sudah memiliki mapping karakteristik daerah-daerah perbatasan, ekosistem, sosial budaya, ekonomi, dan aksebilitasnya. Kondisi-kondisi ini yang mewarnai inovasi apa yang dibutuhkan untuk mendorong bagaimana pengembangan komoditas mampu secara signifikan meningkatkan kesejahteraan daerah perbatasan,” terang M. Syakir.

    Dalam kesempatan tersebut, Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti, Muhammad Dimyati mengatakan kerjasama ini untuk menegaskan kembali implementasi Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) yang sudah berjalan. Untuk bidang pangan dan pertanian, dalam rangka mendorong kemandirian daging, dimulai dengan menerapkan hasil-hasil riset di 22 UPT (Unit Pelaksana Teknis) yang fokus di ternak, pembibitan dan pakan.

    “Kita juga akan menerapkan hasil-hasil riset yang mendukung swasembada padi, jagung, dan kedele di 11 provinsi. Penerapan itu merupakan integrasi hasil-hasil riset dari perguruan tinggi, LPNK, dan Lembaga litbang,” kata Dimyati.

    Kesepakatan ini, menurutnya bisa menjawab keresahan yang terjadi bahwa sinergitas antar institusi selama ini dianggap tidak terwujud. “Ini salah satu bukti bahwa kita mulai mensinergikan hasil-hasil riset di bidang fokus pangan dan pertanian. Di bidang lain juga akan kita usahakan seperti itu,” kata Dimyati

    Sementara itu, Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti Jumain Appe mengatakan semua pihak harus melakukan berbagai inovasi-inovasi untuk memperkuat swasembada. “Yang harus kita lakukan adalah bagaimana inovasi atau teknologi bisa mempercepat proses swasembada/produktifitas dan memberi nilai tambah,” ungkap Jumain.

    Menurutnya, peranan pemerintah daerah sangat penting dalam memberikan iklim kondusif terhadap pengembangan pertanian berbasis inovasi. Petani sebagai obyek yang sangat vital juga harus ditingkatkan juga kemampuannya. Karena itu, lanjut Jumain, perguruan tinggi harus berperan dalam mendorong peningkatan produktivitas dan mendorong potensi yang ada di daerah.

    “Inovasi adalah kegiatan yang harmoni dan sinergi supaya terjadi proses keluar dari pola pikir secara bersama-sama untuk mencapai suatu pertanian yang maju dan modern,” pungkas Jumain.

     

    Umum

    Inilah Rekomendasi Hasil Rakernas Kemenristekdikti 2018
    Kamis, 18 Januari 2018 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat membuka Rakernas di Medan. Foto Fatimah Harahap/Kemenristekdikti   Technology-Indonesia.com – Rapat Kerja Nasional (Rakernas)...

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek