Homepage > Pertanian & Pangan > Pertanian > Populasi Dugong Terancam Punah
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 954
    Guest : 955
    Members : 0

    Populasi Dugong Terancam Punah

    Penilaian Pengguna: / 0
    JelekBagus 

    JAKARTA - Dugong merupakan salah satu jenis mamalia laut yang hidup pada habitat lamun. Hewan yang juga anggota lembu laut ini kini statusnya dalam kategori rawan.

    Dugong menjadi salah satu hewan buruan manusia karena daging dan minyaknya. Perburuan masif yang terjadi sangat mengancam jumlah populasi Dugong khususnya di wilayah perairan Indonesia. Ancaman kepunahan Dugong juga dipicu oleh usia reproduksi dugong yang sangat lambat. Dugong membutuhkan waktu 10 tahun untuk menjadi dewasa dan 14 bulan untuk melahirkan satu individu baru pada interval 2,5 - 5 tahun.

    Kepala Pusat Peneltian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dirhamsyah mengatakan pemerintah telah mengeluarkan peraturan dan menetapkan Dugong sebagai mamalia laut yang dilindungi. Namun tanpa adanya penanganan tepat dikhawatirkan binatang ini akan mengalami kepunahan di Indonesia.

    “Melihat fenomena penurunan populasi Dugong di Indonesia, sangat diperlukan pertukaran data dan hasil kajian terkait Dugong dan habitatnya,” ungkap Dirhamsyah dalam keterangan persnya di Jakarta, Selasa (19/4/2016). Karena itu LIPI menggelar Simposium Nasional Dugong dan Habitat Lamun 2016 pada di IPB International Convention Center, Bogor, Rabu (20/4/2016).

    Dirhamsyah menyebutkan pertemuan antara perumus kebijakan, akademisi, peneliti dan praktisi yang memahami Dugong dan habitat Lamun sangat diperlukan agar dapat menyusun rekomendasi penyelamatan keduanya. Populasi Dugong yang tersebar di sepanjang wilayah pesisir Indonesia ini memiliki ketergantungan dengan ekosistem lamun.

    Lamun adalah jenis tumbuhan berbunga yang hidup di dalam air laut dan menjadi sumber utama pakan Dugong. “Dugong adalah satu-satunya mamalia herbivora pemakan lamun yang hidup diperairan laut tropis dan sub-tropis Indo Pasifik,” tambah Dirhamsyah.

    Kondisi habitat  lamun sangat memengaruhi keberadaan Dugong, sehingga penyebaran hewan ini terbatas pada kawasan pantai tempat tumbuhan lamun. Laju kerusakan ekosistem Lamun di Indonesia, berkontribusi terhadap meningkatnya ancaman terhadap kepunahan Dugong.

    Luas Padang Lamun di Indonesia diperkirakan mencapai 31.000 km2. Namun data Pusat Penelitian Oseanografi LIPI menyatakan, sejauh ini baru 25.752 ha padang lamun yang tervalidasi dari 29 lokasi di Indonesia. “Besaran populasi Dugong yang ada di perairan Indonesia sampai sekarang juga belum dapat dipastikan karena kajian status populasi yang dilakukan masih terbatas,” kata Dirhamsyah.

    Dirhamsyah mengharapkan simposium ini mampu memberikan solusi untuk kelestarian Dugong dan habitat Lamun.

     

     

     

    Umum

    Tingkatkan Peran Guru Besar dalam Pengembangan Peradaban
    Jumat, 23 Februari 2018 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti Mohamad Nasir dalam Forum Guru Besar Institut Teknologi Bandung (FGB-ITB), di Gedung Balai Pertemuan Ilmiah ITB, Kamis (22/2/2018).Ageng Prasetyo/BKKP...

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek