Homepage > Pertanian & Pangan > Perkebunan > BIG Dukung Kebutuhan Informasi Geospasial Tematik Kemenkokesra
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 1827
    Guest : 1828
    Members : 0

    BIG Dukung Kebutuhan Informasi Geospasial Tematik Kemenkokesra

    Penilaian Pengguna: / 0
    JelekBagus 
    Sekretaris Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Indroyono Soesilo mengatakan Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mengapresiasi implementasi Undang-undang No. 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial. Khususnya tertahap penggunaan informasi dasar yang dibuat oleh Badan Informasi Geospasial yang bisa dipakai bersama-sama. "Untuk pembuatan informasi spasial tematik di lingkungan Menkokesra sebaiknya dibuat berdasarkan informasi geospasial dasar yang bersumber pada data di Badan Informasi Geospasial" kata Indroyono saat membacakan sesaat sebelum berakhirnya Rapat Kordinasi tentang Pemanfaatan Informasi Geospasial untuk Pembangunan Nasional dan Kesejahteraan Rakyat, di Jakarta, Selasa (27/11). Lebih lanjut Indroyono mengatakan Badan Informasi Geospasial tidak hanya mengkordinasikan kegiatan survey dan pemetaan untuk menghasilkan peta. Namun dituntut menghasilkan peta sebagai sumber informasi geospasial yang dapat dimanfaatkan secara maksimal dan dapat dipertanggungjawabkan agar program pembangunan nasional dapat dilaksanakan secara tepat lokasi dan tepat sasaran. Untuk selanjutnya Indroyono akan memantau kementerian di bawah Kementerian Kordinator Kesejahteraan Rakyat misalnya Kementerian Lingkungan Hidup, peta tematiknya harus dibuat berdasarkan informasi geospasial yang yang ada di Ina Geoportal dibuat Badan Informasi Geospasial. "Ada dua kementerian yang saya harapkan bisa mengimplementasikan kebutuhan peta tematik, kementerian agama dan pendidikan dan budaya. Kementerian agama bisa mencetak peta untuk seluruh pesantren yang junmlahnya sekitar 30 ribu pesantren dan 17 ribu madrasah," katanya. Demikian halnya dengan Kementerian Pendidikan Budaya, Indroyono berharap Kementerian Pendidikan Dan Budaya atau mmebagikan peta kepada seluruh SD dan SMP serta pendidikan tinggi. Sejalan dengan itu Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG), Asep Karsidi, mengatakan saat ini sedang dilakukan inventaris peta tematik. " Inventaris peta tematik sedang dikerjakan oleh Forum Kelompok Tematik. Ada sekitar 19 kelompok tematik. Dengan begitu ke depannya bisa diketahui bisa penanggungjawab peta tematik," ujar Asep. Selanjutnya Asep juga menyebut BIG juga mengarah pada sistem kerja yang sistematis dan bertanggungjawab. Ia menyontohkan sekarang ini peta wlayah Negara Kesatuan Republik Indonesia sedang ramai menjadi pembicaraan karena adanya perbedaan sumber informasi. "Untuk peta NKRI kita sudah bekerjasama dengan kementerian terkait dan sedang diiventarisasi luas wilayah Indonesia by name dan by cordonate. Peta ini juga sudah kami komunikasikan di tingkat internasional, PBB. Dan yang kita umumkan bahwa banyaknya pulau Indonesia adalah 13.466 pulau. Dan jumlah itu sudah sesuai dengan dasar pengetahuan dan teknologi. Namun jumlah itu masih tetap bisa berubah," jelas Asep. Sebagaimana diketahui Undang-undang Informasi Geospasial mendorong penggunaan referensi tunggal dalam penyelenggaraan Informasi Geospasial Dasar (IGD) dan Informasi Geospasial Tematik (IGT). Khusus IGT bisa dilakukan oleh semua pihak yang berkepentingan termasuk kementerian yang ada di bawah Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat. Seperti diutarakan Machasin, Staf Ahli Menteri Bidang Hukum dan HAM yang merangkap Kepala Diklat, Kementerian Agama, pihaknya punya data yang harus disebarkan kepada 5000 satuan kerja di seluruh Indonesia. "Kami punya data statis yang diperbarui setiap dua tahun sekali dan data dinamis. Kami juga punya data jumlah rumah ibadah di Indonesia serta data pesantren danmadrasah. Semua itu membutuhkan data informasi geospasialnya. Kami juga punya anggarannya. Nah, bagaimana kami bisa bekerjasama dengan BIG untuk menghasilkan peta tersebut," katanya Machasin. Demikian juga informasi spasial dibutuhkan oleh Kementerian Kesehatan. Agus Purwadianto, Staf Ahli Bidang Teknologi dan Globalisasi Kemeneterian Kesehatan mengatakan tahun 2014 Kementerian Kesehatan akan mengeluarkan jaminan kesehatan sosial untuk itu membutuhkan data kabupaten dan data penduduk yang bisa dibuatkan oleh BIG. Terkait pengintegerasian Informasi Geospasial Tematik maka BIG membangun infrastruktur dan jaringan Informasi Geospasial untuk menjamin kemudahan akses terhadap informasi geospasial. Infrastruktur ini dapat dimanfaatkan sebagai media komunikasi dan berbagi pakai antar pemangku kepentingan secara optimal sehingga perencanaan dan pembangunan nasional berbasis kewilayahan dapat dicapai.
     

    Umum

    Inilah Rekomendasi Hasil Rakernas Kemenristekdikti 2018
    Kamis, 18 Januari 2018 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat membuka Rakernas di Medan. Foto Fatimah Harahap/Kemenristekdikti   Technology-Indonesia.com – Rapat Kerja Nasional (Rakernas)...

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek