Homepage > Pertanian & Pangan > Perkebunan > Menristekdikti Resmikan Pusat Bibit Buah Nusantara di Subang
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 1779
    Guest : 1779
    Members : 0

    Menristekdikti Resmikan Pusat Bibit Buah Nusantara di Subang

    Penilaian Pengguna: / 1
    JelekBagus 

    alt

    Menristekdikti Mohamad Nasir  mencoba melakukan pembibitan tanaman alpukat dengan teknik sambung pucuk, didampingi Rektor IPB Herry Suhardiyanto, di Pusat Bibit Buah Nusantara, Subang, Jawa Barat, Selasa (12/12/2017). 

    Subang-Technology-Indonesia.com - Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir meresmikan Pusat Bibit Buah Nusantara pada Selasa (12/12/2017) di Desa Curugrendeng, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Pusat bibit buah ini menjadi fondasi awal penguatan pilar Revolusi Oranye.

    Revolusi Oranye merupakan program nasional peningkatan daya saing buah nusantara dengan visi mengupayakan kemandirian konsumsi buah nasional agar tidak bergantung pada impor. Revolusi ini bertujuan menjadikan Indonesia sebagai salah satu eksportir besar buah-buahan tropis di Asia Tenggara pada tahun 2025 dan dunia pada tahun 2045. 

    Menristekdikti dalam sambutannya berharap dengan adanya Pusat Industri Bibit Buah Nusantara yang mampu memproduksi bibit buah lokal berkualitas, Indonesia bisa panen buah lokal sepanjang tahun.
     
    Agar bisa memasuki pasar ekspor, Menristekdikti menekankan pentingnya standarsisasi dan kajian pasar buah Nusantara. “Standardisasi pada bibit, hasil buah dan mutunya menjadi penting. Kalau tidak punya strandarisasi, kita akan mengalami kesulitan dalam mengekspor buah Nusantara,” lanjutnya.
     
    Dalam kesempatan tersebut, Menristekdikti secara secara tegas melarang untuk mengekspor bibit buahnya. Menurutnya, mengekspor bibit sama saja dengan menjual inovasi. Hasil dari bibit buah yang harus dimanfaatkan untuk masyarakat atau seluruh dunia. 
     
    “Jangan ekspor bibit buahnya, nantinya kita yang riset negara lain yang menikmatinya. Kalau kita ekspor bibit, bisa jadi nanti 5-10 tahun kedepan kita yang mengimpor buah lokal kita sendiri dari negara lain,” tegasnya.
     
    Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Herry Suhardiyanto mengatakan pembangunan Pusat Bibit Buah Nusantara merupakan wujud pelaksanaan Revolusi Oranye yang digagas IPB  untuk meningkatkan kapasitas produksi buah Nusantara.
     
    Pusat Industri Bibit Buah Nusantara ini dikelola oleh PT Botani Seed Indonesia yang merupakan joint operation antara anak perusahaan PT Bogor Life Science and Technology-Holding Company milik IPB dengan Pusat Kajian Holtikultura Tropika (PKHT)-LPPM IPB.
     
    Pembangunan pusat bibit buah ini bertujuan membuat sistem produksi pembibitan buah unggul bermutu yang terstandarisasi dengan infrastuktur memadai serta membentuk sistem jaringan produksi dan pemasaran buah nasional.
     
    “Jika kita bisa menghasilkan buah tropika asal Nusantara, kemungkinan besar kita akan menjadi eksportir buah yang berkualitas,” ungkapnya.
     
    Pada kesempatan yang sama Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Jumain Appe mengatakan kegiatan yang dilaksanakan oleh PKHT – IPB dan PT. Botani Seed Indonesia ini merupakan salah satu program yang dibiayai dengan skema pendanaan inovasi perguruan tinggi di Industri oleh Kemenristekdikti. 
     
    Menurutnya, dana yang telah diberikan oleh Kemenristekdikti melalui Ditjen Penguatan Inovasi untuk pengembangan industri bibit buah tahun 2017 ini sebesar Rp 8,1 miliar. Pendanaan ini digunakan untuk investasi sarana produksi seperti green house dan embung untuk persediaan air, produksi bibit buah tropika dengan perbanyak biji (generatif) dan teknis grafting (vegetatif), pelatihan kepada 52  orang produsen bibit buah dari 17 provinsi se-Indonesia, dan lain-lain. 
     
    Pusat Bibit  Buah yang berlokasi di Ciater ini secara fisik mempunyai luas awal pengembangan 5 Ha, dengan greenhouse 1.120 m2, net house 4.500 m2. Bibit buah yang dikembangkan yaitu durian, alpukat, lengkeng, jeruk yang menggunakan mata tempel dari pohon induk terpilih dan Pepaya Callina dikembangkan dengan biji.  
     
    Pusat Bibit  Buah Nusantara telah memproduksi bibit pepaya Callina hasil pemuliaan PKHT  sebanyak 1 juta benih, Durian (varietas Pelangi, Matahari, Montong) sebanyak 45000 bibit, Alpukat (varietas Wina dan Kendil) sebanyak 25000 bibit, Jeruk (varietas Siam madu dan Keprok Batu 55) sebanyak 40 000 bibit, dan Lengkeng (varietas Kateki dan Itoh) sebanyak 40 000 bibit.  
     
    Ke depannya, di lokasi Pusat Bibit Buah Nusantara selain sebagai lokasi program teaching industry, juga akan dikembangkan menjadi Fruit Paradise yang merupakan percontohan orchard buah varietas unggul nasional, dan wahana eduagrotourism berupa wisata pendidikan, pertanian dan umum. 
     
     

    Umum

    Inilah Rekomendasi Hasil Rakernas Kemenristekdikti 2018
    Kamis, 18 Januari 2018 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat membuka Rakernas di Medan. Foto Fatimah Harahap/Kemenristekdikti   Technology-Indonesia.com – Rapat Kerja Nasional (Rakernas)...

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek