Homepage > Pertanian & Pangan > Perkebunan > BPPT Gelar Pelatihan Teknologi ex Vitro Pengembangan Bibit Jati
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 2578
    Guest : 2581
    Members : 0

    BPPT Gelar Pelatihan Teknologi ex Vitro Pengembangan Bibit Jati

    Penilaian Pengguna: / 0
    JelekBagus 
    alt
    Pembukaan Pelatihan Teknologi Kultur ex Vitro untuk Pengembangan Bibit Jati di Bojonegoro (foto Humas BPPT)
     
    Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menggelar pelatihan teknologi kultur ex Vitro untuk penyediaan bibit jati yang cepat, murah dan mudah. Pelatihan kepada penangkar bibit jati di Bojonegoro, Jawa Timur ini mendapat dukungan Komisi VII DPR RI.
     
    Deputi BPPT Bidang Pengkajian Kebijakan Teknologi (PKT), Gatot Dwianto mengatakan bahwa  Jati memberikan manfaat yang besar bagi income pendapatan negara. "Kayu Jati yang dihasilkan dari daerah hutan di Bojonegoro merupakan salah satu kayu jati terbaik di Indonesia," ujar Gatot saat membuka pelatihan di Bojonegoro, Sabtu (21/1/2017).
     
    BPPT melalui Balai Bioteknologi, menggelar pelatihan ini sebagai solusi atas permasalahan pengembangan produksi bibit jati secara umum di Indonesia. Dari hasil analisis BPPT, jati memiliki pertumbuhan lambat, karena itu BPPT menghadirkan teknologi kultur ex Vitro.
     
    Gatot menerangkan, metode ini merupakan teknologi perbanyakan tanaman melalui penyediaan bibit jati unggul di masyarakat dengan teknik ex Vitro. Intinya, perawatan dan adaptasi untuk menghasilkan bibit tanaman yang siap tanam di lapangan. 
     
    "Bibit jati hasil rekayasa secara ex Vitro ini lebih cepat besar. Kalau biasanya butuh waktu 10-20 tahun untuk mencapai diameter 20-25 cm, dengan ex Vitro tanaman jati hanya membutuhkan waktu 5-6 tahun untuk mencapai diameter yang sama," lanjutnya.
     
    Selama ini jati diproduksi secara konvensional menggunakan biji. Hal ini mengakibatkan rendahnya produktivitas penangkar bibit jati di Bojonegoro.
    alt
    Deputi PKT Gatot Dwianto menjelaskan keunggulan teknik ex Vitro Bibit Jati pada Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Satya W. Yudha (foto Humas BPPT)
     
    Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Satya Widya Yudha menyampaikan, sejak tahun 1999, pengrajin kayu jati mengalami kesulitan dalam memperoleh bahan baku kayu jati. "Sulitnya memperoleh bahan baku inilah yang menyebabkan harga kayu jati menjadi mahal. Sehingga tidak cukup untuk memenuhi permintaan atas kayu jati," tuturnya.
     
    Padahal, kayu jati yang dihasilkan Bojonegoro memiliki kualitas unggul. Kayu jati asli Bojonegoro berwarna merah bata, seratnya rata, kering, padat dan kuat sehingga kerajinan mebel dan ukiran kayu jati asal Bojonegoro sangat terkenal. “Untuk itu dibutuhkan ketersediaan sumber kayu jati yang berkelanjutan, serta bibit terbaik yang cepat masa tumbuhnya," tegas Satya.
     
    Sementara itu, Direktur Pusat Teknologi Produksi Pertanian BPPT, Arief Arianto mewakili Deputi Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi, mengatakan BPPT melalui rekayasa teknologi terus berupaya untuk menyediakan bibit unggul, serta mempercepat masa tumbuh Jati. Pada pelatihan ini, peserta akan mendapatkan pembekalan berupa materi dan praktek perbanyakan bibit jati secara kultur ex Vitro. 
     
    Tahapan yang dilakukan dalam kultur ex Vitro sama dengan tahapan kultur in Vitro. Tahap pertama berupa pemilihan tanaman induk yang berkualitas dan bebas hama penyakit. Setelah itu pencucian dengan bahan surfaktan untuk menghilangkan kontaminan yang menempel dan membuka pori-pori sel, serta sterilisasi dengan bahan aktif yang mampu membunuh jamur dan bakteri. Selanjutnya inkubasi dalam media tanam dalam ruang inkubator pada suhu dan kelembaban terkontrol, aklimatisasi, adaptasi serta perawatan untuk menghasilkan bibit siap tanam.
     
     

    Umum

    Inilah SNI Wajib untuk Mainan Anak
    Selasa, 23 Januari 2018 | Setiyo Bardono

    Jakarta, Technology-Indonesia.com - Badan Standardisasi Nasional (BSN) menetapkan beberapa Standar Nasional Indonesia (SNI)  tentang Mainan Anak. Sebagian SNI Mainan Anak...

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek