Homepage > Pertanian & Pangan > Perkebunan > Sistim Irigasi Otomatis “AiRi” Kebun Kelapa Sawit
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 1191
    Guest : 1192
    Members : 0

    Sistim Irigasi Otomatis “AiRi” Kebun Kelapa Sawit

    Penilaian Pengguna: / 0
    JelekBagus 

    alt

    Sistem irigasi "AiRi" karya mahasiswa Universitas Gadjah Mada (foto Humas UGM)

    Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil mengembangkan “AiRi”, sebuah sistim irigasi otomatis sesuai kebutuhan tanaman di areal perkebunan kelapa sawit. Alat yang masih prototipe ini berhasil menjadi jawara kompetisi Agribiz Challenge  kategori on farm pada Desember 2016.

    Sistim irigasi “AiRi” dikembangkan Andrianto Ansari  dari Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) yang berkolaborasi dengan beberapa alumni FTP yaitu Widagdo Purbowaskito, Yustafat Fawzi, dan Dualim Atma serta Muhammad Ghufron Mustaqim dari FISIPOL. Kelimanya tergabung dalam  tim Merapi Tani Instrument (Mertani) Indonesia. 

    “AiRi merupakan teknologi otomatisasi untuk irigasi pada pembibitan kelapa sawit yang mengkombinasikan hardware dan software yang bekerja secara real time,” jelas Andrianto pada Rabu (4/1/2016). 

    Pengembangan alat dilakukan sejak 2012 ini, menurut Andrianto berawal dari keprihatinan terhadap sistim irigasi tradisional yang dilakukan para petani Indonesia. Irigasi secara manual dinilai kurang efektif karena membutuhkan banyak tenaga dan waktu dalam pengerjaannya.

    “Dengan adanya teknologi otomatisasi irigasi ini diharapkan tidak hanya bisa mengurangi pengeluaran biaya dan tenaga. Namun demikian dapat mengoptimalkan pertumbuhan tanaman dan menghemat penggunaan air,” lanjutnya. 

    Teknologi otomatisasi irigasi ini menggunakan sensor nutrisi, sensor lengas tanah, serta sensor iklim mikro berbasis jaringan nirkabel. Melalui sensor-sensor itu dapat diketahui kondisi kelembaban tanah, nutrisi dan iklim di area perkebunan. Pengoperasian sistem irigasi “AiRi” menggunakan panel surya sebagai sumber energi.

    “Alat ini bekerja secara otomatis saat tanaman membutuhkan air,” ujar pria asal Sedayu, Bantul ini.

    AiRi bekerja dengan mengalirkan air irigasi otomatis saat tanaman membutuhkan air melalui pendekatan titik layu. Irigasi berhenti otomatis saat tanah mencapai kapasitas lapang lewat pembacaan skor lengas tanah. “Dengan begitu sistim otomatisasi irigasi ini mampu menghemat penggunaan air,” tuturnya.

    AiRi telah diaplikasikan di beberapa tempat, salah satunya Pusat Penelitian kelapa Sawit (PPKS) Medan dan pernah diujicobakan di kebun tembakau PTPN X Klaten. Saat ini sistim irigasi “Airi” menggunakan sistim tetes. Ke depan, Tim Mertani akan mengembangkan dengan sistim sprinkle agar pengairan lebih optimal.

    “Berbagai pengembangan terus kami lakukan agar alat ini  bisa bekerja lebih maksimal dan diproduksi secara massal agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat,” pungkasnya. 

     

    Umum

    Inilah Rekomendasi Hasil Rakernas Kemenristekdikti 2018
    Kamis, 18 Januari 2018 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat membuka Rakernas di Medan. Foto Fatimah Harahap/Kemenristekdikti   Technology-Indonesia.com – Rapat Kerja Nasional (Rakernas)...

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek