Homepage > Pertanian & Pangan > Perikanan > Berkat Sistem MBES, KR Baruna Jaya I BPPT Mampu Petakan Dasar Laut Hingga Kedalaman 11 KM
Resensi
article thumbnailIndeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia

  Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


Artikel Lainnya
Advertorial
article thumbnailLomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

  Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


Artikel Lainnya

 

Data Pengunjung
Registered users : 5
Online : 1532
Guest : 1532
Members : 0

Berkat Sistem MBES, KR Baruna Jaya I BPPT Mampu Petakan Dasar Laut Hingga Kedalaman 11 KM

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 
alt
 
Jakarta, Technology-Indonesia.com - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) berhasil melakukan pengujian sistem Multibeam Echosounder (MBES) Hydrosweep DS (Deep Sea) yang terpasang pada Kapal Riset (KR) Baruna Jaya 1. Sistem MBES berfungsi untuk pemetaan dasar laut hingga kedalaman 11 km.
 
Kepala Program Revitalisasi KR Baruna Jaya, Agus Sudaryanto mengatakan pengujian dilakukan di Samudera Hindia sebelah Barat Sumatra melalui misi Sea Acceptance Test (SAT) bersama pabrikan Teledyne.  SAT dilakukan pada 26 hingga 29 November 2017 dengan area coverage mulai dari kedalaman laut 10 meter di Selat Sunda sampai kedalaman 2.000 meter di Samudera Hindia. 
 
“Awalnya kita ingin mencoba sampai kedalaman 6.000 meter. Namun kita terkena badai Siklon Cempaka di Samudera Hindia. Sehingga yang semula 6.000 meter menjadi kedalaman 2.000 meter dan arahnya bergeser ke Barat Sumatera,” terang Agus di Jakarta, Kamis (30/11/2017).
 
Menurut Agus, hasil uji sistem MBES dan akuisisi data multibeam, alat ini sudah siap digunakan karena sudah berfungsi dan sesuai spesifikasi. Pada kedalaman 2000 meter, MBES mampu memberikan coverage 11.000 meter sesuai spesifikasi.  “Kita juga mencoba melakukan pemetaan dasar laut, sekaligus mendeteksi obyek dasar laut,” kata Agus. 
 
Sistem ini, lanjutnya, berhasil memberikan gambaran bagus dalam verifikasi bangkai kapal di dasar laut dari KM. Bahuga Jaya yang tenggelam di perairan Selat Sunda, sekitar 5 mil menuju pelabuhan Bakauheni pada 26 September 2012.
 
alt
Uji fungsi sistem MBES pada KR. Baruna Jaya I tanggal 29 November 2017 untuk pemetaan dasar laut dan verifikasi bangkai kapal di dasar laut dari KM. Bahuga Jaya. 
 
Pengadaaan peralatan Multibeam Echosounder (MBES) Hydrosweep DS merupakan rangkaian dari revitalisasi peralatan survei kelautan KR. Baruna Jaya BPPT. Sistem MBES juga didukung beberapa peralatan survei kelautan portable seperti Conductivity Temperature Depth (CTD) untuk hidro-oseanografi massa air laut, Acoustic Doppler Profiler (ADP) untuk pengukuran arus laut dan Singlebeam Echosounder untuk pemetaan dasar laut dangkal. 
 
Pengadaan revitalisasi peralatan ini bekerjasama dengan PT. Satya Megah Intektama yang didukung oleh vendor PT. Asmin Adisentosa selaku agent peralatan survei/Teledyne di Indonesia, Sea and Land Technologies Pte Ltd Singapore dan Teledyne Marine yang pabrikannya berbasis di Denmark. 
 
MBES sebagai peralatan utama yang harus terpasang di kapal berhasil diinstalasi pada KR. Baruna Jaya I di galangan kapal PT. Samudera Marine Indonesia (SMI), Banten pada 26 Oktober - 21 November 2017. Instalasi sistem MBES melibatkan expert Teledyne Marine serta didukung tim teknis dari PT Asmin Adisentosa. Instalasi ini disupervisi tim teknis dari BPPT selaku pemilik kapal untuk menjamin hasil sesuai keinginan, baik dari sisi struktur bangunan kapal, sistem elektronik, akuisisi dan pengolahan data MBES. 
 
“Revitalisasi peralatan survei termasuk sistem MBES full depth merupakan langkah awal untuk membuat KR. Baruna Jaya I BPPT sebagai kapal survei penelitian multi guna baik untuk survei hidro-oseanografi maupun pemetaan laut dalam,” ungkap Agus.
 
Untuk melengkapi peralatan MBES deep sea, BPPT berencana menambah peralatan Sub Bottom Profiler (SBP) dengan depth range hingga 10,000 meter, serta Acoustic Doppler Current Profiler (ADCP) yang akan dilengkapi CTD Sea Bird dan water sampler dengan kemampuan hingga kedalaman 7.000 meter. Dengan penambahan peralatan ini, kapal Baruna Jaya I memiliki peralatan riset lengkap dan mempunyai kemampuan sangat memadai untuk melaksanakan survei kelautan sesuai dengan standar internasional.
 
Menurut Agus, berfungsinya sistem MBES full depth menjadikan KR. Baruna Jaya I sebagai kapal riset satu-satunya di Indonesia yang mampu melakukan pemetaan dasar laut sampai kedalaman 11.000 meter. Sistem ini bisa digunakan untuk survei penentuan jalur kabel, jalur pipa, penempatan buoy gempa dan tsunami, maupun survei geoteknik untuk pembangunan jembatan dan infrastruktur di laut. Pemanfaatan lainnya, membantu pemetaan jalur kapal di pelabuhan, studi geodinamik, dan pencarian sumber migas di dasar laut.
 
Dengan berfungsinya sistem MBES revitalisasi pada KR. Baruna Jaya I, Agus berharap pengoperasiannya dapat membantu berbagai pihak, baik perguruan tinggi, institusi pemerintah maupun swasta. BPPT antara lain membantu Badan Informasi Geospasial (BIG) dalam memetakan lingkungan laut nasional, terutama laut dalam. BPPT juga dapat terus terlibat dalam Pengembangan Konektivitas Palapa Ring Timur untuk pemilihan dan penentuan jalur kabel bawah laut. 
 
Selama pengoperasiannya sejak 28 tahun lalu, KR Baruna Jaya I pernah dikerahkan untuk mendukung Operasi SAR, yaitu dalam pencarian pesawat Air Asia QZ 8501 pada 2014-2015. Selain KR. Baruna Jaya I untuk survei kelautan dan perikanan, BPPT juga mengoperasikan Baruna Jaya II, III, dan IV.
 
 
 
 
 

Artikel Terkait

Pacu Inovasi, Kementerian Ristek Bangun Strategi Kebersamaan

Pacu Inovasi, Kementerian Ristek Bangun Strategi Kebersamaan

Sebagai upaya mensinergikan antara sisi penyedia dan sisi pengguna Iptek, Kementerian Riset dan... READ_MORE
Kamis, 01 Juli 2010 11:02
 Liliana Yetta Pandi, Dra

Liliana Yetta Pandi, Dra

  ... READ_MORE
Selasa, 16 Maret 2010 21:50
Asep Karsidi Jabat Kepala Bakosurtanal

Asep Karsidi Jabat Kepala Bakosurtanal

Menristek Suharna Surapranata hari ini melantik Dr. Asep Karsidi sebagai Kepala Badan Koordinasi... READ_MORE
Selasa, 15 Juni 2010 16:12
Siswa SD se-Jabodetabek Kunjungi PP IPTEK

Siswa SD se-Jabodetabek Kunjungi PP IPTEK

Jakarta : Pusat  Peragaan Iptek (PP-IPTEK) menjadi bagian program acara ”Ayo Ke Museum Bersama Ibu... READ_MORE
Kamis, 17 Juni 2010 16:07
Deteksi Jantung Melalui Treadmill Test

Deteksi Jantung Melalui Treadmill Test

Jakarta : Treadmill test hingga kini kerap diabaikan dalam proses medical check up penyakit jantung ... READ_MORE
Selasa, 15 Juni 2010 14:07
Goyangan Gempa di Jakarta Utara Lebih Terasa

Goyangan Gempa di Jakarta Utara Lebih Terasa

DKI diguncang gempa. Warga DKI Jakarta sontak panik. Untungnya, hal itu baru dugaan dari seseorang... READ_MORE
Senin, 06 Juni 2011 10:24
Biogas dari Limbah Tahu

Biogas dari Limbah Tahu

Kementerian Riset dan Teknologi melalui Program Pengendalian Dampak Perubahan Iklim membuat proyek... READ_MORE
Jumat, 14 May 2010 12:01
BPPT Mengganti Empat Deputi

BPPT Mengganti Empat Deputi

Jakarta : Empat pejabat Kedeputian Badan Pengkajian Penerapan Teknologi  (BPPT) diganti. Pelantikan... READ_MORE
Rabu, 16 Juni 2010 19:19

2oo Pelajar Dikenalkan Budaya Iptek

Kementerian Riset dan Teknologi merangkul generasi muda untuk terwujudnya pengembangan  budaya iptek... READ_MORE
Senin, 29 Oktober 2012 11:50
Batan melantik Deputi PTDBR Baru

Batan melantik Deputi PTDBR Baru

                        Jakarta : Dr Djarot Sulistio Wisnusubroto dilantik sebagai Dep... READ_MORE
Kamis, 17 Juni 2010 15:03

Pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan

Ketahanan pangan selalu dikaitkan dengan masalah kekurangan gizi. Masalah kurang gizi ini bukan... READ_MORE
Selasa, 09 April 2013 10:39

Ini Dia, Sepeda Motor Berbahan Bakar Air Plus

Ternyata bukan isapan jempol air bisa menjadi bahan bakar. Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU... READ_MORE
Rabu, 06 Juni 2012 15:15

BIG Dukung Kebutuhan Informasi Geospasial Tematik Kemenkokesra

Sekretaris Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Indroyono Soesilo mengatakan Kementerian... READ_MORE
Selasa, 27 November 2012 16:52

Anggota DPR RI Azwir Dainy Tara: Perhatian Pemerintah Masih Belum Maksimal

Minimnya anggaran yang tersedia untuk kegiatan Riset dan Teknologi (Ristek), menjadi salah satu... READ_MORE
Kamis, 21 Juni 2012 11:39
Titik Terang Mencari 'Bumi Tandingan'

Titik Terang Mencari 'Bumi Tandingan'

Setelah lima tahun mencari, peneliti NASA akhirnya menemuka dua planet yang paling mirip Bumi.... READ_MORE
Rabu, 07 Januari 2015 18:03
KLIBS Usung Anastesi Lokal untuk Bantu Orang Miskin

KLIBS Usung Anastesi Lokal untuk Bantu Orang Miskin

Dunia kedokteran sudah lama mengenal  anastesi lokal atau bius lokal. Namun penerapan bius... READ_MORE
Selasa, 05 April 2011 15:37
Indonesia Peringkat ke-3 Jumlah Penderita Hepatitis

Indonesia Peringkat ke-3 Jumlah Penderita Hepatitis

Jakarta : Indonesia menempati peringkat ketiga dunia setelah China dan India untuk jumlah penderita... READ_MORE
Rabu, 28 Juli 2010 16:09

Teknologi Aquaponik di Lahan Sempit

Upaya menambah luasan lahan pertanian sebagai solusi peningkatan ketahanan pangan masih menemui... READ_MORE
Selasa, 11 Februari 2014 13:01
BIT BPPT Dorong Tumbuhnya Teknoprenur baru

BIT BPPT Dorong Tumbuhnya Teknoprenur baru

Jakarta- Kurangnya fasilitas pemerintah dalam mendorong iklim usaha, regulasi yang menunjang dan... READ_MORE
Senin, 18 April 2011 10:19
Menyambut Harteknas ke-20

Menyambut Harteknas ke-20

Hari ini, 20 tahun lalu, Indonesia mencatat sejarah. Untuk pertama kalinya, sebuah pesawat komuter... READ_MORE
Senin, 10 Agustus 2015 09:54

Umum

article thumbnail Inilah Penerima Apresiasi Lembaga Litbang 2017
Kamis, 14 Desember 2017 | Setiyo Bardono

  Jakarta-Teknology-Indonesia.com - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) kembali memberikan Apresiasi kepada Lembaga Penelitian dan...

Review

article thumbnail Memperbesar Peluang Energi Baru Terbarukan
Jumat, 19 Maret 2010

  “Sudah ditargetkan melalui Perpres No 5/2006 untuk mengurangi penggunaan minyak bumi. Namun,  hingga saat ini, belum ada action plan pemerintah kendati secara kebijakan atau regulasi...

 
iklantechno
Kolom
article thumbnailPemanasan Global Meningkatkan Zona Mati Lautan
21/08/2015 | Dedi Junaedi

Bukti-bukti di Zaman Es menunjukkan peningkatan suhu bisa meningkatkan luas area air laut dengan sedikit oksigen. Rendahnya kadar oksigen membuat daya dukung terhadap kehidupan di laut menurun drastic [ ... ]


Artikel Lainnya
Profil Peneliti
article thumbnail Liliana Yetta Pandi, Dra
16/03/2010

  Keahliannya memang tak bisa dianggap enteng. Yaitu mengkaji perangkat peraturan bidang keselamatan nuklir. Memegang kendali dalam bidang keselamatan nuklir mulai dijalani Liliana Yetta Pandi setel [ ... ]


Profil Peneliti Lainnya
LOMBA UNTUK JURNALIS

Info Produk
Angket
Artikel Apa Yang Anda Sukai?
 
iklanmapiptek