Homepage > Pertanian & Pangan > Perikanan > Konsep Sato Umi Akan Diterapkan di Sabang
Resensi
article thumbnailSejarah Panjang Pengamatan Cuaca di Indonesia

Judul Buku : BMKG, 70 Tahun Melayani Masyarakat Penulis : Tim Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Penerbit : BMKG bekerjasama dengan MAPIPTEK Tebal : viii + 206 halam [ ... ]


Artikel Lainnya
Advertorial
article thumbnailLomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

  Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


Artikel Lainnya

 

Data Pengunjung
Registered users : 5
Online : 1008
Guest : 1008
Members : 0

Konsep Sato Umi Akan Diterapkan di Sabang

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 
alt
 
Jakarta, Technology-Indonesia.com - Indonesia akan menerapkan konsep Sato Umi dari Jepang untuk mengelola sumber daya perikanan, pesisir, dan kelautan berkelanjutan. Konsep ini rencananya akan diterapkan di Sabang, Nanggroe Aceh Darussalam yang akan menggelar Sail Sabang pada 28 November – 5 Desember 2017.
 
Deputi Bidang Sumber Daya Manusia, Iptek dan Budaya Maritim Kemenko Bidang Kemaritiman, Safri Burhanuddin mengatakan konsep Sato Umi untuk perikanan berkelanjutan didefinisikan sebagai produktivitas dan keanekaragaman hayati yang tinggi di pesisir laut dengan interaksi manusia. Menurutnya, konsep ini sangat tepat untuk diadopsi oleh Indonesia. 
 
“Penerapan konsep Sato Umi diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan lahan tambak marjinal dan idle serta sumber daya kelautan di wilayah pesisir Indonesia guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pendapatan ekonomi lokal, regional dan nasional,” kata Safri dalam National Seminar On Science Technology For  Sabang Marine Tourism Development And The 4th International Workshop On Sato Umi, di Jakarta, Kamis (5/10/2017).
 
Safri memaparkan, pembangunan sektor maritim sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Sayangnya berdasarkan laporan Bank Indonesia, kontribusi sektor maritim hanya menyumbang sekitar empat persen.  Padahal potensi sektor kemaritiman Indonesia sangat besar termasuk pariwisata bahari. 
 
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional dari sektor kelautan dan kemaritiman akan bertambah menjadi 15% dari PDB (Produk Domestik Bruto) pada 2025, 20% pada 2035, hingga 30% pada 2045. “Semua itu tidak bisa terealisasi tanpa dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi, riset kelautan, serta usaha untuk fokus dan tekun,” ungkapnya.
 
Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti, Muhammad Dimyati memaparkan konsep Sato Umi sebagai perkampungan wisata nelayan yang diinisiasi Prof Tetsuo Yanagi dari Jepang memiliki kemungkinan baik untuk diterapkan di Indonesia dalam mendorong pembangunan wisata bahari. 
 
“Konsep ini perlu kita letakkan menjadi bagian dari sebuah sistem pembangunan wilayah. Pengembangan konsep Sato Umi ini harus dikaitkan dengan pengembangan wilayah Sabang, Aceh dan Sumatera secara lebih luas lagi,” kata Dimyati.
 
Pengembangan wilayah ini, lanjutnya, harus didukung dengan berbagai regulasi di Sabang dan Aceh yang harus dilaksanakan dan didukung oleh seluruh sektor. Selain itu, dukungan iptek yang dihasilkan melalui berbagai riset dan pengembangan juga sangat dibutuhkan.
 
Deputi Bidang Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam BPPT, Wimpie Agoeng Noegroho mengatakan Sato Umi merupakan konsep untuk memberdayakan daerah pesisir dengan manfaatkan perikanan terpadu. Wimpie berharap melalui seminar dan workshop ini konsep Sato Umi bisa dimanfaatkan, diadopsi, dan dikembangkan di Sabang.
 
“Pemerintah Provinsi Aceh,  dalam hal ini Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) sudah mensupport kami.  Targetnya kita bisa mengembangkan daerah  wisata pesisir berbasis pada perikanan,” terang Wimpie. 
 
Seminar Pengembangan Wisata Bahasi Sabang dan Workshop ke-empat mengenai Sato Umi ini diselenggarakan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan (BPPT) bekerjasama dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Environmental Management of Enclosed Coastal Seas (EMECS), dan The North Pacific Marine Science Organization (PICES), Ministry of Agriculture, Forestry dan Fisheries of Japan (MAFF), dan Fisheries Research of Agriculture (FRA). 
 
Dalam kesempatan tersebut Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menyatakan Pulau Weh atau yang lebih dikenal sebagai Pulau Sabang telah ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Potensi pariwisata di kawasan Sabang sangat besar dan didukung posisi geografis yang sangat strategis karena berada di jalur internasional.
 
“Potensi pariwisata bahari Sabang boleh dikatakan sangat lengkap hingga dijuluki Surga Terpendam di Ujung Sumatera. Bahkan Great Britain Publishing memberi julukan Sabang sebagai The Gold Island  atau Pulau Emas dan memasukkannya ke dalam 501 pulau yang harus di kunjungi di dunia,” ungkap Nova.
 
Kunjungan wisatawan ke Sabang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2013 kunjungan wisatawan hanya 450 orang dan pada 2014 menjadi 500 ribu orang. Seiring hadirnya penerbangan langsung dari Medan ke Sabang pada 2015, jumlah wisatan melonjak menjadi 700 ribu orang. Pada 2016 meningkat hingga hinggga 1 juta wisatawan.  
 
“Potensi selain pariwisata adalah sebagai kawasan investasi yang berkelas dunia karena posisinya yang dekat dengan jalur internasional. Posisi ini menempatkan Sabang sebagai salah satu kawasan maritim yang layak dikembangkan,” lanjutnya.
 
Nova berharap akan ada tindak lanjut dari seminar ini untuk memoles dan mengupgrade wajah Sabang bagi kesejahteraan rakyat Aceh dan Indonesia. “Kami berharap daya tarik Sabang bagi wisatawan manca negara semakin hari semakin meningkat,” pungkasnya.
 

Artikel Terkait

Pacu Inovasi, Kementerian Ristek Bangun Strategi Kebersamaan

Pacu Inovasi, Kementerian Ristek Bangun Strategi Kebersamaan

Sebagai upaya mensinergikan antara sisi penyedia dan sisi pengguna Iptek, Kementerian Riset dan... READ_MORE
Kamis, 01 Juli 2010 11:02
 Liliana Yetta Pandi, Dra

Liliana Yetta Pandi, Dra

  ... READ_MORE
Selasa, 16 Maret 2010 21:50
Asep Karsidi Jabat Kepala Bakosurtanal

Asep Karsidi Jabat Kepala Bakosurtanal

Menristek Suharna Surapranata hari ini melantik Dr. Asep Karsidi sebagai Kepala Badan Koordinasi... READ_MORE
Selasa, 15 Juni 2010 16:12
Siswa SD se-Jabodetabek Kunjungi PP IPTEK

Siswa SD se-Jabodetabek Kunjungi PP IPTEK

Jakarta : Pusat  Peragaan Iptek (PP-IPTEK) menjadi bagian program acara ”Ayo Ke Museum Bersama Ibu... READ_MORE
Kamis, 17 Juni 2010 16:07
Deteksi Jantung Melalui Treadmill Test

Deteksi Jantung Melalui Treadmill Test

Jakarta : Treadmill test hingga kini kerap diabaikan dalam proses medical check up penyakit jantung ... READ_MORE
Selasa, 15 Juni 2010 14:07
Goyangan Gempa di Jakarta Utara Lebih Terasa

Goyangan Gempa di Jakarta Utara Lebih Terasa

DKI diguncang gempa. Warga DKI Jakarta sontak panik. Untungnya, hal itu baru dugaan dari seseorang... READ_MORE
Senin, 06 Juni 2011 10:24
Biogas dari Limbah Tahu

Biogas dari Limbah Tahu

Kementerian Riset dan Teknologi melalui Program Pengendalian Dampak Perubahan Iklim membuat proyek... READ_MORE
Jumat, 14 May 2010 12:01
BPPT Mengganti Empat Deputi

BPPT Mengganti Empat Deputi

Jakarta : Empat pejabat Kedeputian Badan Pengkajian Penerapan Teknologi  (BPPT) diganti. Pelantikan... READ_MORE
Rabu, 16 Juni 2010 19:19

Pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan

Ketahanan pangan selalu dikaitkan dengan masalah kekurangan gizi. Masalah kurang gizi ini bukan... READ_MORE
Selasa, 09 April 2013 10:39

2oo Pelajar Dikenalkan Budaya Iptek

Kementerian Riset dan Teknologi merangkul generasi muda untuk terwujudnya pengembangan  budaya iptek... READ_MORE
Senin, 29 Oktober 2012 11:50
Batan melantik Deputi PTDBR Baru

Batan melantik Deputi PTDBR Baru

                        Jakarta : Dr Djarot Sulistio Wisnusubroto dilantik sebagai Dep... READ_MORE
Kamis, 17 Juni 2010 15:03

Ini Dia, Sepeda Motor Berbahan Bakar Air Plus

Ternyata bukan isapan jempol air bisa menjadi bahan bakar. Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU... READ_MORE
Rabu, 06 Juni 2012 15:15

BIG Dukung Kebutuhan Informasi Geospasial Tematik Kemenkokesra

Sekretaris Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Indroyono Soesilo mengatakan Kementerian... READ_MORE
Selasa, 27 November 2012 16:52

Anggota DPR RI Azwir Dainy Tara: Perhatian Pemerintah Masih Belum Maksimal

Minimnya anggaran yang tersedia untuk kegiatan Riset dan Teknologi (Ristek), menjadi salah satu... READ_MORE
Kamis, 21 Juni 2012 11:39
KLIBS Usung Anastesi Lokal untuk Bantu Orang Miskin

KLIBS Usung Anastesi Lokal untuk Bantu Orang Miskin

Dunia kedokteran sudah lama mengenal  anastesi lokal atau bius lokal. Namun penerapan bius... READ_MORE
Selasa, 05 April 2011 15:37
Titik Terang Mencari 'Bumi Tandingan'

Titik Terang Mencari 'Bumi Tandingan'

Setelah lima tahun mencari, peneliti NASA akhirnya menemuka dua planet yang paling mirip Bumi.... READ_MORE
Rabu, 07 Januari 2015 18:03
Indonesia Peringkat ke-3 Jumlah Penderita Hepatitis

Indonesia Peringkat ke-3 Jumlah Penderita Hepatitis

Jakarta : Indonesia menempati peringkat ketiga dunia setelah China dan India untuk jumlah penderita... READ_MORE
Rabu, 28 Juli 2010 16:09

Teknologi Aquaponik di Lahan Sempit

Upaya menambah luasan lahan pertanian sebagai solusi peningkatan ketahanan pangan masih menemui... READ_MORE
Selasa, 11 Februari 2014 13:01
BIT BPPT Dorong Tumbuhnya Teknoprenur baru

BIT BPPT Dorong Tumbuhnya Teknoprenur baru

Jakarta- Kurangnya fasilitas pemerintah dalam mendorong iklim usaha, regulasi yang menunjang dan... READ_MORE
Senin, 18 April 2011 10:19
Masyarakat Indonesia Kekurangan Air Bersih

Masyarakat Indonesia Kekurangan Air Bersih

Dari 92 daerah terluar di Indonesia, 64 diantaranya merupakan daerah sulit air bersih. Selain it... READ_MORE
Kamis, 15 Maret 2012 16:16

Umum

article thumbnail Ecodome, Wahana Baru di Kebun Raya Bogor
Rabu, 15 November 2017 | Setiyo Bardono

Ecodome, wahana baru di Kebun Raya Bogor (Foto Humas LIPI)   Technology-Indonesia.com - Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PKT...

Review

article thumbnail Dibalik Musibah Uji Coba Roket Kendali Lumajang
Rabu, 03 Februari 2010

  Minggu lalu, terbetik berita salah satu roket uji coba milik konsorsium dibawah Kementerian Riset dan Teknologi di wilayah Lumajang, Jawa Timur melenceng dari sasaran. Para wakil konsorsium yang...

 
iklantechno
Kolom
article thumbnailFGD Pakan Mandiri: Menuju Kedaulatan Pakan Ikan
21/08/2015 | Dedi Junaedi

Iklim sedang bersahabat ketika Workshop dan Focus Group Discussion (FGD) Pakan Mandiri ini diselenggarakan Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Tawar, Bogor, Senin (23/2) lalu. Seharian penu [ ... ]


Artikel Lainnya
Profil Peneliti
article thumbnailAdiseno PhD
20/08/2010

Adiseno PhD
Bandung, 14 November 1967 Bidang Keilmuan : MIPA Kimia Elektronika Adiseno memperoleh master di bidang teknik elektronika dari Delft University of Technology, Belanda pada 1994 yang se [ ... ]


Profil Peneliti Lainnya
LOMBA UNTUK JURNALIS

Info Produk
Angket
Artikel Apa Yang Anda Sukai?
 
iklanmapiptek