Homepage > Pertanian & Pangan > Perikanan > BPPT Gelar Workshop Pengelolaan Kawasan Pesisir Berbasis Sato Umi
Resensi
article thumbnailSejarah Panjang Pengamatan Cuaca di Indonesia

Judul Buku : BMKG, 70 Tahun Melayani Masyarakat Penulis : Tim Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Penerbit : BMKG bekerjasama dengan MAPIPTEK Tebal : viii + 206 halam [ ... ]


Artikel Lainnya
Advertorial
article thumbnailLomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

  Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


Artikel Lainnya

 

Data Pengunjung
Registered users : 5
Online : 1004
Guest : 1004
Members : 0

BPPT Gelar Workshop Pengelolaan Kawasan Pesisir Berbasis Sato Umi

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 

alt

Jakarta, technology-indonesia.com - Indonesia memiliki sumberdaya kelautan yang besar untuk pengembangan pariwisata bahari dan sumberdaya perikanan. Potensi tersebut perlu dikembangkan pemanfaatannya secara optimal dan berkelanjutan melalui konsep Sato Umi yang telah diterapkan di berbagai negara.
 
Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Unggul Priyanto mengatakan Sato Umi merupakan konsep pengelolaan sumberdaya perikanan secara berkelanjutan dimana intervensi manusia dalam pengelolaan sumberdaya perikanan di wilayah pesisir dan laut dapat meningkatkan produktivitas dan keragaman jenis sumberdaya perikanan. 
 
“Sato Umi adalah konsep bagaimana membuat satu sustainable development di daerah-daerah pesisir terutama untuk para nelayan sehingga terjadi harmonisasi antara laut dengan manusia,” kata Unggul saat membuka National Seminar On Science Technology For  Sabang Marine Tourism Development And The 4th International Workshop On Sato Umi, di Jakarta, Kamis (5/10/2017).
 
Seminar dan workshop ini diselenggarakan oleh BPPT bekerjasama dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Environmental Management of Enclosed Coastal Seas (EMECS), dan The North Pacific Marine Science Organization (PICES), Ministry of Agriculture, Forestry dan Fisheries of Japan (MAFF), dan Fisheries Research of Agriculture (FRA). 
 
Dalam skala yang lebih luas, lanjutnya, konsep dasar Sato Umi dapat diterapkan untuk menjaga keseimbangan ketersediaan sumber daya alam sebagai sumber pangan dengan menjaga stabilitas ekosistemnya. 
 
Pada tahun 2007 pemerintah Jepang telah mengimplementasikan konsep pengelolaan sumberdaya alam secara bijaksana antara masyarakat di sekitar hutan yang dikenal dengan Sato Yama yang selanjutnya diadopsi menjadi Sato Umi. Hal ini untuk menunjukkan keterkaitan hubungan antara masyarakat pesisir dengan sumberdaya perikanan yang ada di wilayah pesisir dan laut. 
 
Pengembangan model budidaya perikanan terintegrasi berbasis Sato Umi seperti Integrated Multi Tropic Aquaculture (IMTA) dengan menggunakan multi spesies komoditas perikanan dan sistem bio-resirkulasi pada model sistem tertutup dan sistem terbuka sedang dikaji dan dikembangkan BPPT. Melalui sistem ini diharapkan pengembangan kegiatan budidaya perikanan di wilayah pesisir lebih produktif dan berkelanjutan.
 
Dengan sistem biore sirkulasi, limbah anorganik dan organik dari sisa pakan, kotoran ikan, dan sumber polutan lainnya dapat dikurangi dan diminimalkan, sehingga kondisi ekosistem perairannya lebih stabil, bebas polusi, dan lebih produktif.
 
Dengan menerapkan konsep Sato Umi diharapkan sumberdaya perikanan dan lingkungannya khusus di wilayah pesisir yang telah rusak dapat pulih kembali, lebih produktif dan kaya akan keanekaragaman sumberdaya hayati secara seimbang dan harmonis serta dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.  
 
Penerapan konsep Sato Umi diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan lahan tambak marjinal dan idle serta sumberdaya perikanan dan kelautan di wilayah pesisir Indonesia guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pendapatan ekonomi lokal, regional dan nasional. 
 
Selain potensi sumberdaya perikanan, Indonesia memiliki potensi wisata bahari yang sangat besar. Namun kontribusi wisata bahari hanya sekitar 10 persen dari total penerimaan devisa di sektor pariwisata yang jumlahnya US$ 12,6 miliar atau sekitar Rp 167 triliun pada 2016. Tahun 2017, Kementerian Pariwisata memproyeksikan penerimaan dari wisata bahari sebesar US$ 4 miliar atau sekitar Rp 53 triliun. 
 
“Indonesia memiliki potensi wisata bahari yang tak tertandingi, kelemahan kita di prasarana dan sikap masyarakat sekitar yang masih belum ke arah pariwisata. Kalau itu betul-betul ditingkatkan, baik dari prasarana, transportasi, pelabuhan dan lain-lain, saya yakin bisa meningkat drastis,” ujarnya. 
 
Malaysia yang panjang pantainya lebih kecil dari Indonesia mampu meraup hingga 40 persen devisa pariwisatanya dari wisata bahari dengan kontribusi yang mencapai US$ 8 miliar atau 8 kali lipat Indonesia. Untuk itu perlu dilakukan berbagai upaya percepatannya guna menjadikan sektor wisata bahari sebagai sektor unggulan dalam meraup devisa negara. 
 
Salah satu kegiatan untuk mendukung promosi wisata  bahari Indonesia adalah melalui kegiatan Sail Sabang pada 28 November – 5 Desember 2017. “Sail Sabang yang dicanangkan pemerintah untuk meningkatkan sektor wisata bahari di Sabang dan seluruh kawasan wisata bahari di Indonesia, menjadi momentum yang tepat untuk menggalang kekuatan dan seluruh potensi wisata bahari Indonesia dalam anjang perhelatan kegiatan promosi wisata bahari nasional dan internasional,” lanjutnya. 
 
Unggul berharap seminar dan workshop ini dapat memberikan masukkan kepada pemerintah dan menginspirasi serta memberikan semangat baru kepada para stakeholders dalam mengembangkan program wisata bahari baik di Sabang maupun kawasan wisata bahari lainnya di Indonesia. 
 
Ke depan, pemerintah bersama-sama dengan masyarakat harus dapat mengelola dan memanfaatkan seluruh potensi wisata bahari dan sumberdaya perikanan, pesisir dan kelautan secara optimal, harmonis, produktif dan berkelanjutan untuk menjamin kesinambungan wisata bahari, pengembangan minawisata dan ekowisata,  penyediaan pangan berbasis perikanan untuk kejayaan bangsa dan negara.  
 

 

 

Artikel Terkait

Pacu Inovasi, Kementerian Ristek Bangun Strategi Kebersamaan

Pacu Inovasi, Kementerian Ristek Bangun Strategi Kebersamaan

Sebagai upaya mensinergikan antara sisi penyedia dan sisi pengguna Iptek, Kementerian Riset dan... READ_MORE
Kamis, 01 Juli 2010 11:02
 Liliana Yetta Pandi, Dra

Liliana Yetta Pandi, Dra

  ... READ_MORE
Selasa, 16 Maret 2010 21:50
Asep Karsidi Jabat Kepala Bakosurtanal

Asep Karsidi Jabat Kepala Bakosurtanal

Menristek Suharna Surapranata hari ini melantik Dr. Asep Karsidi sebagai Kepala Badan Koordinasi... READ_MORE
Selasa, 15 Juni 2010 16:12
Siswa SD se-Jabodetabek Kunjungi PP IPTEK

Siswa SD se-Jabodetabek Kunjungi PP IPTEK

Jakarta : Pusat  Peragaan Iptek (PP-IPTEK) menjadi bagian program acara ”Ayo Ke Museum Bersama Ibu... READ_MORE
Kamis, 17 Juni 2010 16:07
Deteksi Jantung Melalui Treadmill Test

Deteksi Jantung Melalui Treadmill Test

Jakarta : Treadmill test hingga kini kerap diabaikan dalam proses medical check up penyakit jantung ... READ_MORE
Selasa, 15 Juni 2010 14:07
Goyangan Gempa di Jakarta Utara Lebih Terasa

Goyangan Gempa di Jakarta Utara Lebih Terasa

DKI diguncang gempa. Warga DKI Jakarta sontak panik. Untungnya, hal itu baru dugaan dari seseorang... READ_MORE
Senin, 06 Juni 2011 10:24
Biogas dari Limbah Tahu

Biogas dari Limbah Tahu

Kementerian Riset dan Teknologi melalui Program Pengendalian Dampak Perubahan Iklim membuat proyek... READ_MORE
Jumat, 14 May 2010 12:01
BPPT Mengganti Empat Deputi

BPPT Mengganti Empat Deputi

Jakarta : Empat pejabat Kedeputian Badan Pengkajian Penerapan Teknologi  (BPPT) diganti. Pelantikan... READ_MORE
Rabu, 16 Juni 2010 19:19

Pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan

Ketahanan pangan selalu dikaitkan dengan masalah kekurangan gizi. Masalah kurang gizi ini bukan... READ_MORE
Selasa, 09 April 2013 10:39

2oo Pelajar Dikenalkan Budaya Iptek

Kementerian Riset dan Teknologi merangkul generasi muda untuk terwujudnya pengembangan  budaya iptek... READ_MORE
Senin, 29 Oktober 2012 11:50
Batan melantik Deputi PTDBR Baru

Batan melantik Deputi PTDBR Baru

                        Jakarta : Dr Djarot Sulistio Wisnusubroto dilantik sebagai Dep... READ_MORE
Kamis, 17 Juni 2010 15:03

Ini Dia, Sepeda Motor Berbahan Bakar Air Plus

Ternyata bukan isapan jempol air bisa menjadi bahan bakar. Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU... READ_MORE
Rabu, 06 Juni 2012 15:15

BIG Dukung Kebutuhan Informasi Geospasial Tematik Kemenkokesra

Sekretaris Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Indroyono Soesilo mengatakan Kementerian... READ_MORE
Selasa, 27 November 2012 16:52

Anggota DPR RI Azwir Dainy Tara: Perhatian Pemerintah Masih Belum Maksimal

Minimnya anggaran yang tersedia untuk kegiatan Riset dan Teknologi (Ristek), menjadi salah satu... READ_MORE
Kamis, 21 Juni 2012 11:39
KLIBS Usung Anastesi Lokal untuk Bantu Orang Miskin

KLIBS Usung Anastesi Lokal untuk Bantu Orang Miskin

Dunia kedokteran sudah lama mengenal  anastesi lokal atau bius lokal. Namun penerapan bius... READ_MORE
Selasa, 05 April 2011 15:37
Titik Terang Mencari 'Bumi Tandingan'

Titik Terang Mencari 'Bumi Tandingan'

Setelah lima tahun mencari, peneliti NASA akhirnya menemuka dua planet yang paling mirip Bumi.... READ_MORE
Rabu, 07 Januari 2015 18:03
Indonesia Peringkat ke-3 Jumlah Penderita Hepatitis

Indonesia Peringkat ke-3 Jumlah Penderita Hepatitis

Jakarta : Indonesia menempati peringkat ketiga dunia setelah China dan India untuk jumlah penderita... READ_MORE
Rabu, 28 Juli 2010 16:09

Teknologi Aquaponik di Lahan Sempit

Upaya menambah luasan lahan pertanian sebagai solusi peningkatan ketahanan pangan masih menemui... READ_MORE
Selasa, 11 Februari 2014 13:01
BIT BPPT Dorong Tumbuhnya Teknoprenur baru

BIT BPPT Dorong Tumbuhnya Teknoprenur baru

Jakarta- Kurangnya fasilitas pemerintah dalam mendorong iklim usaha, regulasi yang menunjang dan... READ_MORE
Senin, 18 April 2011 10:19
Masyarakat Indonesia Kekurangan Air Bersih

Masyarakat Indonesia Kekurangan Air Bersih

Dari 92 daerah terluar di Indonesia, 64 diantaranya merupakan daerah sulit air bersih. Selain it... READ_MORE
Kamis, 15 Maret 2012 16:16

Umum

article thumbnail Ecodome, Wahana Baru di Kebun Raya Bogor
Rabu, 15 November 2017 | Setiyo Bardono

Ecodome, wahana baru di Kebun Raya Bogor (Foto Humas LIPI)   Technology-Indonesia.com - Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PKT...

Review

article thumbnail Memperbesar Peluang Energi Baru Terbarukan
Jumat, 19 Maret 2010

  “Sudah ditargetkan melalui Perpres No 5/2006 untuk mengurangi penggunaan minyak bumi. Namun,  hingga saat ini, belum ada action plan pemerintah kendati secara kebijakan atau regulasi...

 
iklantechno
Kolom
article thumbnailInovasi Teknologi untuk Mendukung Swasembada Pangan
21/08/2015 | Dedi Junaedi

Swasembada pangan telah menjadi isu penting pada setiap era pemerintahan di Indonesia. Orde Baru, misalnya, amat gencar mengejarnya lewat program Panca Usaha Tani, Bimmas dan  Insus. Hasilnya, swasem [ ... ]


Artikel Lainnya
Profil Peneliti
article thumbnailDra. Noer Laily, Msi
21/08/2015

Usia muda tidak berarti sedikit berkarya. Dra Noer Laily, Msi mampu membuktikan di usianya yang menginjak 39 tahun, mampu membuahkan suatu temuan baru. Bersama rekan-rekannya, Noer Laily menemukan pro [ ... ]


Profil Peneliti Lainnya
LOMBA UNTUK JURNALIS

Info Produk
Angket
Artikel Apa Yang Anda Sukai?
 
iklanmapiptek