Homepage > Pertanian & Pangan > Perikanan > LIPI Rilis Data Terbaru Kondisi Terumbu Karang Indonesia
Resensi
article thumbnailSejarah Panjang Pengamatan Cuaca di Indonesia

Judul Buku : BMKG, 70 Tahun Melayani Masyarakat Penulis : Tim Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Penerbit : BMKG bekerjasama dengan MAPIPTEK Tebal : viii + 206 halam [ ... ]


Artikel Lainnya
Advertorial
article thumbnailLomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

  Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


Artikel Lainnya

 

Data Pengunjung
Registered users : 5
Online : 1022
Guest : 1022
Members : 0

LIPI Rilis Data Terbaru Kondisi Terumbu Karang Indonesia

Penilaian Pengguna: / 1
JelekBagus 
alt
 
Jakarta, technology-indonesia.com - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Penelitian Oseanografi merilis data terbaru status kondisi terumbu karang Indonesia pada 2017.  Pusat Oseanografi LIPI mengungkapkan sekitar 6,39% terumbu karang dalam kondisi sangat baik, 23,40% kondisinya baik, 35,06% kondisinya cukup dan 35,15% dalam kondisi jelek. 
 
Data tersebut merupakan hasil verifikasi dan analisis data dari 108 lokasi dan 1.064 stasiun di seluruh perairan Indonesia. Pengukuran kondisi terumbu karang didasarkan pada persentase tutupan karang hidup yaitu kategori sangat baik dengan tutupan 76-100%, baik (tutupan 51-75%), cukup (tutupan 26-50%) dan jelek (tutupan 0-25%).
 
Pengumpulan data kondisi terumbu karang Indonesia merupakan bagian dari tanggung jawab Pusat Penelitian Oseanografi LIPI yang diberi amanah sebagai Walidata Karang Indonesia dalam Program Kebijakan Satu Peta (One Map Policy) oleh Badan Informasi Geospasial (BIG). 
 
"Data status terumbu karang pada tahun ini diharapkan dapat digunakan semua pihak dalam penyusunan kebijakan, upaya rehabilitasi, pengelolaan dan konservasi terumbu karang nasional,  serta dapat memberikan prediksi kondisinya di masa yang akan datang,” ungkap Kepala Pusat Penelitian Oseanografi LIPI, Dirhamsyah dalam Penyampaian Status Kondisi Terumbu Karang dan Padang Lamun di Indonesia 2017, di Jakarta, Rabu (7/6/2017).
 
Dirhamsyah menyampaikan data tersebut merupakan kondisi terumbu karang Indonesia hingga akhir 2016. Data dikumpulkan melalui penelitian intensif dalam waktu yang cukup lama. “Idealnya data ini disampaikan pada akhir tahun 2016 atau awal tahun 2017,” lanjutnya.
 
Secara rata-rata, berdasarkan hasil monitoring jangka panjang sejak 1993, terjadi kecenderungan peningkatan kondisi terumbu karang Indonesia ke arah yang lebih baik. Walaupun di pengujung 2016 terjadi sedikit penurunan. Hal ini disebabkan pada 2015 dan 2016 hampir di seluruh perairan Indonesia terjadi pemutihan karang yang diikuti dengan infeksi penyakit dan serangan hama.
 
“Pada kondisi terumbu karang “sangat baik” walaupun cenderung konstan, namun pada 2016 terjadi kenaikan sebesar 1,39%, sebagai indikasi peningkatan luasan dan efektifitas kawasan konservasi perairan serta upaya rehabilitasi dan pengelolaan terumbu karang di Indonesia,” katanya. 
 
Peneliti senior Pusat Penelitian Oseanografi LIPI Suharsono memaparkan sebaran terumbu karang Indonesia ditemukan mulai dari perairan Sabang sampai Merauke dengan konsentrasi sebaran tertinggi berada di bagian tengah dan timur perairan Indonesia meliputi perairan Sulawesi, Papua, Nusa Tenggara, Maluku dan sekaligus menjadi pusat segitiga keanekaragaman karang dunia (coral triangle). 
 
Hasil pengukuran terkini melalui pemetaan citra satelit, luas terumbu karang Indonesia mencapai 25.000 km2 atau sekitar 10% dari total terumbu karang dunia (luas 284.300 km2). Terumbu karang Indonesia juga merupakan penyumbang terbesar sekitar 34% dari luas terumbu karang di wilayah segitiga karang dunia (luas 73.000 km2). 
 
“Menjadi pusat segitiga karang dunia, Indonesia memiliki kekayaan jenis karang paling tinggi yaitu 569 jenis dari 82 marga dan 15 suku dari total 845 jenis karang di dunia,” paparnya.
 
Suharsono mencontohkan, jenis karang Acropora di Indonesia mencapai 94 jenis dari total 124 jenis atau sekitar 70% karang Acropora ditemukan di Indonesia. Sedangkan di perairan Karibia, hanya ditemukan tiga jenis karang Acropora. Begitu juga jenis karang Famili Fungiidae, ditemukan 41 jenis dari total 43 jenis yang ada di dunia atau sekitar 90% tersebar di perairan Indonesia. 
 
Jenis-jenis karang endemik yang ditemukan di perairan Indonesia antara lain Acropora suharsonoi, Isopora togeanensis, Acropora desalwi, Indophyllia macasserensis dan Euphyllia baliensis. Jenis karang dengan sebaran terbatas dan merupakan “share stock” dari Samudera Hindia dan Samudera Pasifik juga ditemukan di perairan Indonesia antara lain Acropora kasuarini, Acropora rudis dan Acropora turtuosa.
 
Menurut Suharsono penurunan status kondisi terumbu tidak hanya terjadi di Indonesia. Terumbu karang di negara lain seperti di Australia, Jepang, dan Floridia (Caribbean) statusnya juga mengalami tren penurunan. “Akar masalahnya adalah rendahnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat akan nilai tinggi terumbu karang, kemiskinan, keserakahan, serta perubahan iklim,” paparnya.
 
Suharsono mengungkapkan penyebab utama kerusakan terumbu karang antara lain pemakaian alat tangkap ikan yang merusak seperti penggunaan bom, peningkatan pencemaran, dan peningkatan pengembangan wilayah pesisir. Pemanasan global juga memicu terjadinya pemutihan karang (coral bleaching) serta peningkatan jumlah penyakit dan hama. 
 
Kejadian pemutihan karang ini disebabkan oleh kenaikan suhu air laut akibat fenomena anomali cuaca El-Nino. Para ahli memperkirakan pemutihan karang akan sering terjadi di masa yang akan datang akibat kombinasi dengan perubahan iklim dan pemanasan global. 
 
“Suhu air laut Indonesia rata-rata 260 Celcius. Kenaikan suhu 2-3 derajat cukup membuat terumbu karang stress. Suhu air yang turun juga bisa menyebabkan coral bleaching,” terangnya.
 
Menurut Suharsono, upaya mempercepat pemulihan terumbu karang bisa dilakukan antara lain melalui transplantasi. Selain itu perlu mengelola aktivitas manusia untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya keberadaan terumbu karang.
 
 
 

Artikel Terkait

Pacu Inovasi, Kementerian Ristek Bangun Strategi Kebersamaan

Pacu Inovasi, Kementerian Ristek Bangun Strategi Kebersamaan

Sebagai upaya mensinergikan antara sisi penyedia dan sisi pengguna Iptek, Kementerian Riset dan... READ_MORE
Kamis, 01 Juli 2010 11:02
 Liliana Yetta Pandi, Dra

Liliana Yetta Pandi, Dra

  ... READ_MORE
Selasa, 16 Maret 2010 21:50
Asep Karsidi Jabat Kepala Bakosurtanal

Asep Karsidi Jabat Kepala Bakosurtanal

Menristek Suharna Surapranata hari ini melantik Dr. Asep Karsidi sebagai Kepala Badan Koordinasi... READ_MORE
Selasa, 15 Juni 2010 16:12
Siswa SD se-Jabodetabek Kunjungi PP IPTEK

Siswa SD se-Jabodetabek Kunjungi PP IPTEK

Jakarta : Pusat  Peragaan Iptek (PP-IPTEK) menjadi bagian program acara ”Ayo Ke Museum Bersama Ibu... READ_MORE
Kamis, 17 Juni 2010 16:07
Deteksi Jantung Melalui Treadmill Test

Deteksi Jantung Melalui Treadmill Test

Jakarta : Treadmill test hingga kini kerap diabaikan dalam proses medical check up penyakit jantung ... READ_MORE
Selasa, 15 Juni 2010 14:07
Goyangan Gempa di Jakarta Utara Lebih Terasa

Goyangan Gempa di Jakarta Utara Lebih Terasa

DKI diguncang gempa. Warga DKI Jakarta sontak panik. Untungnya, hal itu baru dugaan dari seseorang... READ_MORE
Senin, 06 Juni 2011 10:24
Biogas dari Limbah Tahu

Biogas dari Limbah Tahu

Kementerian Riset dan Teknologi melalui Program Pengendalian Dampak Perubahan Iklim membuat proyek... READ_MORE
Jumat, 14 May 2010 12:01
BPPT Mengganti Empat Deputi

BPPT Mengganti Empat Deputi

Jakarta : Empat pejabat Kedeputian Badan Pengkajian Penerapan Teknologi  (BPPT) diganti. Pelantikan... READ_MORE
Rabu, 16 Juni 2010 19:19

Pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan

Ketahanan pangan selalu dikaitkan dengan masalah kekurangan gizi. Masalah kurang gizi ini bukan... READ_MORE
Selasa, 09 April 2013 10:39

2oo Pelajar Dikenalkan Budaya Iptek

Kementerian Riset dan Teknologi merangkul generasi muda untuk terwujudnya pengembangan  budaya iptek... READ_MORE
Senin, 29 Oktober 2012 11:50
Batan melantik Deputi PTDBR Baru

Batan melantik Deputi PTDBR Baru

                        Jakarta : Dr Djarot Sulistio Wisnusubroto dilantik sebagai Dep... READ_MORE
Kamis, 17 Juni 2010 15:03

Ini Dia, Sepeda Motor Berbahan Bakar Air Plus

Ternyata bukan isapan jempol air bisa menjadi bahan bakar. Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU... READ_MORE
Rabu, 06 Juni 2012 15:15

BIG Dukung Kebutuhan Informasi Geospasial Tematik Kemenkokesra

Sekretaris Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Indroyono Soesilo mengatakan Kementerian... READ_MORE
Selasa, 27 November 2012 16:52

Anggota DPR RI Azwir Dainy Tara: Perhatian Pemerintah Masih Belum Maksimal

Minimnya anggaran yang tersedia untuk kegiatan Riset dan Teknologi (Ristek), menjadi salah satu... READ_MORE
Kamis, 21 Juni 2012 11:39
KLIBS Usung Anastesi Lokal untuk Bantu Orang Miskin

KLIBS Usung Anastesi Lokal untuk Bantu Orang Miskin

Dunia kedokteran sudah lama mengenal  anastesi lokal atau bius lokal. Namun penerapan bius... READ_MORE
Selasa, 05 April 2011 15:37
Titik Terang Mencari 'Bumi Tandingan'

Titik Terang Mencari 'Bumi Tandingan'

Setelah lima tahun mencari, peneliti NASA akhirnya menemuka dua planet yang paling mirip Bumi.... READ_MORE
Rabu, 07 Januari 2015 18:03
Indonesia Peringkat ke-3 Jumlah Penderita Hepatitis

Indonesia Peringkat ke-3 Jumlah Penderita Hepatitis

Jakarta : Indonesia menempati peringkat ketiga dunia setelah China dan India untuk jumlah penderita... READ_MORE
Rabu, 28 Juli 2010 16:09

Teknologi Aquaponik di Lahan Sempit

Upaya menambah luasan lahan pertanian sebagai solusi peningkatan ketahanan pangan masih menemui... READ_MORE
Selasa, 11 Februari 2014 13:01
BIT BPPT Dorong Tumbuhnya Teknoprenur baru

BIT BPPT Dorong Tumbuhnya Teknoprenur baru

Jakarta- Kurangnya fasilitas pemerintah dalam mendorong iklim usaha, regulasi yang menunjang dan... READ_MORE
Senin, 18 April 2011 10:19
Masyarakat Indonesia Kekurangan Air Bersih

Masyarakat Indonesia Kekurangan Air Bersih

Dari 92 daerah terluar di Indonesia, 64 diantaranya merupakan daerah sulit air bersih. Selain it... READ_MORE
Kamis, 15 Maret 2012 16:16

Umum

article thumbnail Ecodome, Wahana Baru di Kebun Raya Bogor
Rabu, 15 November 2017 | Setiyo Bardono

Ecodome, wahana baru di Kebun Raya Bogor (Foto Humas LIPI)   Technology-Indonesia.com - Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PKT...

Review

article thumbnail Kembali Menanti Energi Alternatif
Jumat, 19 Maret 2010

Hal itu, lanjut dia, semakin menaikkan ketergantungan Indonesia kepada BBM  untuk sektor transportasi. "Padahal, sekitar 60 persen BBM diserap sektor transportasi," ujarnya.

 
iklantechno
Kolom
article thumbnailChip Cochlear untuk Memulihkan Pendengaran
21/08/2015 | Dedi Junaedi

Kabar baik bagi yang mengalami masalah pendengaran. Sebuah model implan telinga dalam (Cohlear) telah didesain dalam sebuah chip. Ukurannya jauh lebih kecil dari implan yang selama ini tersedia. Hanya [ ... ]


Artikel Lainnya
Profil Peneliti
article thumbnailProf. Dr. Kris Tri Basuki
21/08/2015

Dua jenjang pendidikan tinggi sebelumnya, Sarjana Muda maupun Sarjana, yang ditekuni Kris, di Universitas Gajah Mada (Yogyakarta), adalah di bidang kimia. Tetapi, saat memilih program Pasca Sarjana di [ ... ]


Profil Peneliti Lainnya
LOMBA UNTUK JURNALIS

Info Produk
Angket
Artikel Apa Yang Anda Sukai?
 
iklanmapiptek