Homepage > Pertanian & Pangan > Perikanan > Teknologi MINO Microbubble Tingkatkan Kualitas Air Kolam Ikan
Resensi
article thumbnailSejarah Panjang Pengamatan Cuaca di Indonesia

Judul Buku : BMKG, 70 Tahun Melayani Masyarakat Penulis : Tim Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Penerbit : BMKG bekerjasama dengan MAPIPTEK Tebal : viii + 206 halam [ ... ]


Artikel Lainnya
Advertorial
article thumbnailLomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

  Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


Artikel Lainnya

 

Data Pengunjung
Registered users : 5
Online : 235
Guest : 235
Members : 0

Teknologi MINO Microbubble Tingkatkan Kualitas Air Kolam Ikan

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 
alt
 
Jakarta, technology-indonesia.com - Tim MINO Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil mengembangkan teknologi microbubble generator yang mampu meningkatkan kadar oksigen terlarut dalam air kolam budidaya ikan. Hasilnya, ukuran ikan menjadi lebih besar, tingkat kemampuan hidup dan hasil panen meningkat, serta mempersingkat masa panen ikan.  
 
Karya tiga mahasiswa UGM Muhammad Nabil Satria Faradis, Fajar Sidik Abdullah, dan Untari Febrian Ramadhani ini berhasil meraih juara pertama ajang Young Southeast Asian Leaders Initiatives (YSEALI) World of Food Innovation Challenge 2016.  Sebagai juara, mereka berkesempatan mengunjungi pusat teknologi dan inovasi Austin, Texas, Amerika Serikat yang difasilitasi oleh USAID Indonesia.
 
Nabil Satria selaku CEO MINO menyatakan inovasi yang mereka kembangkan dilatarbelakangi keprihatinan akan kondisi perekonomian petani ikan lokal yang masih memprihatinkan. “Tim MINO memiliki mimpi bagaimana bisa meng-improve kehidupan petani ikan Indonesia agar lebih baik lagi melalui teknologi sederhana yang bisa diaplikasikan dimanapun,” ujar Nabil dalam Jumpa Pers di Jakarta, Rabu (3/5/2017).
 
Menurut Nabil, teknologi ini bisa meningkatkan berat ikan lebih dari 40%, panjang ikan bertambah 30%, keselamatan ikan naik 9%. Teknologi MINO juga mampu mempersingkat waktu panen dari enam bulan menjadi empat bulan atau 3 kali panen setahun. “Tanpa menggunakan teknologi MINO, petani ikan hanya dapat melakukan panen dua kali dalam setahun. Hal ini tentu akan mendorong pertumbuhan perekonomian petani ikan lokal,” lanjutnya.
 
Petani dan konsumen ikan juga tidak perlu khawatir dengan hasil panen ikan, karena teknologi ini tidak menggunakan bahan kimia apapun sehingga bersifat alami dari alam. “Berdasarkan testimoni dari petani ikan yang ikut pilot project di daerah Yogyakarta, ikan yang dipanen terlihat lebih besar dan lebih sehat, sehingga disukai konsumen” imbuh Nabil. 
 
Pada kesempatan yang sama Fajar Sidik sebagai Chief Technical Officer Tim MINO menerangkan bahwa teknologi microbubble MINO merupakan teknologi yang bisa menghasilkan gelembung ukuran mikro berukuran kurang dari 40 mikron. 
 
“Di akuarium biasanya ada gelembung berukuran besar yang memiliki kecepatan naik ke permukaan yang tinggi. Gelembung tersebut belum sempat ditangkap oleh biota-biota yang ada di akuarium namun sudah pecah di permukaan,” papar Fajar.
 
Microbubble ini, lanjut Fajar, memiliki karakter yang bisa tinggal di dalam air lebih lama. Walaupun tidak terlihat secara kasat mata, tapi bisa memberikan dissolved oksigen (oksigen terlarut) di dalam air. Teknologi ini bisa meningkatkan oksigen terlarut dari 3 ppm (partikel per million) hingga 7 ppm. Efeknya pertumbuhan ikan meningkat drastis.
 
Fajar mengatakan teknologi microbubble generator yang mereka ciptakan memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi dan harganya lebih murah dari teknologi sejenis yang beredar di pasar. Teknologi ini juga ramah lingkungan karena dengan naiknya oksigen terlarut sangat berguna bagi fitoplankton dan biota-biota sehingga kualitas kehidupan di dalam air meningkat. Kualitas air yang bagus juga menyebabkan berkurangnya penyakit ikan.
 
Selain itu, teknologi ini merupakan solusi intensif karena selama ini petani ikan butuh lahan luas sebab mereka hanya bisa membuat kolam yang dangkal, karena oksigennya tidak bisa lebih dari 1 meter. “Dengan teknologi ini kita bisa inject oksigen hingga lebih dari 1.5 meter sehingga lahannya bisa lebih sempit,” terangnya.
 
Menurut Fajar, teknologi MINO Microbubble dikembangkan sejak awal 2016.  Tahun ini mereka akan mencoba meletakkan beberapa alat ini di berbagai kolam di Indonesia. Rencananya tahun 2018, TIM MINO akan mempersiapkan untuk produksi massal.
 
Rencana pengembangan selanjutnya adalah pemasangan sensor untuk mendeteksi oksigen terlarut di air. TIM MINO akan bekerjasama dengan Intel Corporation untuk membuat water quality detector agar bisa secara online bisa memantau kualitas air. Misalnya saat dissolved oksigennya rendah maka alat MINO akan bekerja secara otomatis. Energi untuk menggerakan generator MINO akan diupayakan menggunakan solar panel.
 
Tim MINO sudah berkolaborasi dengan beberapa grup petani ikan di Indonesia yang akan menjadi distributor peralatan MINO Microbubble. Tim MINO juga akan bekerjasama dengan manufaktur lokal untuk proses produksi massal sekaligus untuk meningkatkan perekonomian lokal. 
 

Artikel Terkait

Pacu Inovasi, Kementerian Ristek Bangun Strategi Kebersamaan

Pacu Inovasi, Kementerian Ristek Bangun Strategi Kebersamaan

Sebagai upaya mensinergikan antara sisi penyedia dan sisi pengguna Iptek, Kementerian Riset dan... READ_MORE
Kamis, 01 Juli 2010 11:02
 Liliana Yetta Pandi, Dra

Liliana Yetta Pandi, Dra

  ... READ_MORE
Selasa, 16 Maret 2010 21:50
Deteksi Jantung Melalui Treadmill Test

Deteksi Jantung Melalui Treadmill Test

Jakarta : Treadmill test hingga kini kerap diabaikan dalam proses medical check up penyakit jantung ... READ_MORE
Selasa, 15 Juni 2010 14:07
Asep Karsidi Jabat Kepala Bakosurtanal

Asep Karsidi Jabat Kepala Bakosurtanal

Menristek Suharna Surapranata hari ini melantik Dr. Asep Karsidi sebagai Kepala Badan Koordinasi... READ_MORE
Selasa, 15 Juni 2010 16:12
Siswa SD se-Jabodetabek Kunjungi PP IPTEK

Siswa SD se-Jabodetabek Kunjungi PP IPTEK

Jakarta : Pusat  Peragaan Iptek (PP-IPTEK) menjadi bagian program acara ”Ayo Ke Museum Bersama Ibu... READ_MORE
Kamis, 17 Juni 2010 16:07
Goyangan Gempa di Jakarta Utara Lebih Terasa

Goyangan Gempa di Jakarta Utara Lebih Terasa

DKI diguncang gempa. Warga DKI Jakarta sontak panik. Untungnya, hal itu baru dugaan dari seseorang... READ_MORE
Senin, 06 Juni 2011 10:24
Biogas dari Limbah Tahu

Biogas dari Limbah Tahu

Kementerian Riset dan Teknologi melalui Program Pengendalian Dampak Perubahan Iklim membuat proyek... READ_MORE
Jumat, 14 May 2010 12:01

Pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan

Ketahanan pangan selalu dikaitkan dengan masalah kekurangan gizi. Masalah kurang gizi ini bukan... READ_MORE
Selasa, 09 April 2013 10:39
BPPT Mengganti Empat Deputi

BPPT Mengganti Empat Deputi

Jakarta : Empat pejabat Kedeputian Badan Pengkajian Penerapan Teknologi  (BPPT) diganti. Pelantikan... READ_MORE
Rabu, 16 Juni 2010 19:19

Ini Dia, Sepeda Motor Berbahan Bakar Air Plus

Ternyata bukan isapan jempol air bisa menjadi bahan bakar. Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU... READ_MORE
Rabu, 06 Juni 2012 15:15

2oo Pelajar Dikenalkan Budaya Iptek

Kementerian Riset dan Teknologi merangkul generasi muda untuk terwujudnya pengembangan  budaya iptek... READ_MORE
Senin, 29 Oktober 2012 11:50
Batan melantik Deputi PTDBR Baru

Batan melantik Deputi PTDBR Baru

                        Jakarta : Dr Djarot Sulistio Wisnusubroto dilantik sebagai Dep... READ_MORE
Kamis, 17 Juni 2010 15:03

BIG Dukung Kebutuhan Informasi Geospasial Tematik Kemenkokesra

Sekretaris Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Indroyono Soesilo mengatakan Kementerian... READ_MORE
Selasa, 27 November 2012 16:52

Anggota DPR RI Azwir Dainy Tara: Perhatian Pemerintah Masih Belum Maksimal

Minimnya anggaran yang tersedia untuk kegiatan Riset dan Teknologi (Ristek), menjadi salah satu... READ_MORE
Kamis, 21 Juni 2012 11:39
KLIBS Usung Anastesi Lokal untuk Bantu Orang Miskin

KLIBS Usung Anastesi Lokal untuk Bantu Orang Miskin

Dunia kedokteran sudah lama mengenal  anastesi lokal atau bius lokal. Namun penerapan bius... READ_MORE
Selasa, 05 April 2011 15:37
Indonesia Peringkat ke-3 Jumlah Penderita Hepatitis

Indonesia Peringkat ke-3 Jumlah Penderita Hepatitis

Jakarta : Indonesia menempati peringkat ketiga dunia setelah China dan India untuk jumlah penderita... READ_MORE
Rabu, 28 Juli 2010 16:09
Titik Terang Mencari 'Bumi Tandingan'

Titik Terang Mencari 'Bumi Tandingan'

Setelah lima tahun mencari, peneliti NASA akhirnya menemuka dua planet yang paling mirip Bumi.... READ_MORE
Rabu, 07 Januari 2015 18:03

Teknologi Aquaponik di Lahan Sempit

Upaya menambah luasan lahan pertanian sebagai solusi peningkatan ketahanan pangan masih menemui... READ_MORE
Selasa, 11 Februari 2014 13:01
Masyarakat Indonesia Kekurangan Air Bersih

Masyarakat Indonesia Kekurangan Air Bersih

Dari 92 daerah terluar di Indonesia, 64 diantaranya merupakan daerah sulit air bersih. Selain it... READ_MORE
Kamis, 15 Maret 2012 16:16
Buah Lokal Vs Buah Impor

Buah Lokal Vs Buah Impor

... READ_MORE
Senin, 11 Juli 2011 15:04

Umum

article thumbnail Politeknik Industri Logam Morowali Jadi Pusat Inovasi Berbasis Nikel
Selasa, 19 September 2017 | Setiyo Bardono

Technology-Indonesia.com -  Politeknik Industri Logam Morowali digadang menjadi pusat inovasi teknologi dan pengembangan produk berbasis nikel. Sekolah tinggi vokasi yang...

Review

article thumbnail Memperbesar Peluang Energi Baru Terbarukan
Jumat, 19 Maret 2010

  “Sudah ditargetkan melalui Perpres No 5/2006 untuk mengurangi penggunaan minyak bumi. Namun,  hingga saat ini, belum ada action plan pemerintah kendati secara kebijakan atau regulasi...

 
iklantechno
Kolom
article thumbnailE-Library Sumber Knowledge Ilmiah Sosek KKP
24/03/2015 | Catur Pramono Adi

(Bagian I dari Dua Tulisan) Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) memiliki dampak yang sangat besar terhadap sistem pengelolaan dokumentasi dan informasi ilmiah. Dengan teknologi digi [ ... ]


Artikel Lainnya
Profil Peneliti
article thumbnailDra. Noer Laily, Msi
21/08/2015

Usia muda tidak berarti sedikit berkarya. Dra Noer Laily, Msi mampu membuktikan di usianya yang menginjak 39 tahun, mampu membuahkan suatu temuan baru. Bersama rekan-rekannya, Noer Laily menemukan pro [ ... ]


Profil Peneliti Lainnya
LOMBA UNTUK JURNALIS

Info Produk
Angket
Artikel Apa Yang Anda Sukai?
 
iklanmapiptek