Homepage > Pertanian & Pangan > Perikanan > Teknologi MINO Microbubble Tingkatkan Kualitas Air Kolam Ikan
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 1892
    Guest : 1893
    Members : 0

    Teknologi MINO Microbubble Tingkatkan Kualitas Air Kolam Ikan

    Penilaian Pengguna: / 0
    JelekBagus 
    alt
     
    Jakarta, technology-indonesia.com - Tim MINO Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil mengembangkan teknologi microbubble generator yang mampu meningkatkan kadar oksigen terlarut dalam air kolam budidaya ikan. Hasilnya, ukuran ikan menjadi lebih besar, tingkat kemampuan hidup dan hasil panen meningkat, serta mempersingkat masa panen ikan.  
     
    Karya tiga mahasiswa UGM Muhammad Nabil Satria Faradis, Fajar Sidik Abdullah, dan Untari Febrian Ramadhani ini berhasil meraih juara pertama ajang Young Southeast Asian Leaders Initiatives (YSEALI) World of Food Innovation Challenge 2016.  Sebagai juara, mereka berkesempatan mengunjungi pusat teknologi dan inovasi Austin, Texas, Amerika Serikat yang difasilitasi oleh USAID Indonesia.
     
    Nabil Satria selaku CEO MINO menyatakan inovasi yang mereka kembangkan dilatarbelakangi keprihatinan akan kondisi perekonomian petani ikan lokal yang masih memprihatinkan. “Tim MINO memiliki mimpi bagaimana bisa meng-improve kehidupan petani ikan Indonesia agar lebih baik lagi melalui teknologi sederhana yang bisa diaplikasikan dimanapun,” ujar Nabil dalam Jumpa Pers di Jakarta, Rabu (3/5/2017).
     
    Menurut Nabil, teknologi ini bisa meningkatkan berat ikan lebih dari 40%, panjang ikan bertambah 30%, keselamatan ikan naik 9%. Teknologi MINO juga mampu mempersingkat waktu panen dari enam bulan menjadi empat bulan atau 3 kali panen setahun. “Tanpa menggunakan teknologi MINO, petani ikan hanya dapat melakukan panen dua kali dalam setahun. Hal ini tentu akan mendorong pertumbuhan perekonomian petani ikan lokal,” lanjutnya.
     
    Petani dan konsumen ikan juga tidak perlu khawatir dengan hasil panen ikan, karena teknologi ini tidak menggunakan bahan kimia apapun sehingga bersifat alami dari alam. “Berdasarkan testimoni dari petani ikan yang ikut pilot project di daerah Yogyakarta, ikan yang dipanen terlihat lebih besar dan lebih sehat, sehingga disukai konsumen” imbuh Nabil. 
     
    Pada kesempatan yang sama Fajar Sidik sebagai Chief Technical Officer Tim MINO menerangkan bahwa teknologi microbubble MINO merupakan teknologi yang bisa menghasilkan gelembung ukuran mikro berukuran kurang dari 40 mikron. 
     
    “Di akuarium biasanya ada gelembung berukuran besar yang memiliki kecepatan naik ke permukaan yang tinggi. Gelembung tersebut belum sempat ditangkap oleh biota-biota yang ada di akuarium namun sudah pecah di permukaan,” papar Fajar.
     
    Microbubble ini, lanjut Fajar, memiliki karakter yang bisa tinggal di dalam air lebih lama. Walaupun tidak terlihat secara kasat mata, tapi bisa memberikan dissolved oksigen (oksigen terlarut) di dalam air. Teknologi ini bisa meningkatkan oksigen terlarut dari 3 ppm (partikel per million) hingga 7 ppm. Efeknya pertumbuhan ikan meningkat drastis.
     
    Fajar mengatakan teknologi microbubble generator yang mereka ciptakan memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi dan harganya lebih murah dari teknologi sejenis yang beredar di pasar. Teknologi ini juga ramah lingkungan karena dengan naiknya oksigen terlarut sangat berguna bagi fitoplankton dan biota-biota sehingga kualitas kehidupan di dalam air meningkat. Kualitas air yang bagus juga menyebabkan berkurangnya penyakit ikan.
     
    Selain itu, teknologi ini merupakan solusi intensif karena selama ini petani ikan butuh lahan luas sebab mereka hanya bisa membuat kolam yang dangkal, karena oksigennya tidak bisa lebih dari 1 meter. “Dengan teknologi ini kita bisa inject oksigen hingga lebih dari 1.5 meter sehingga lahannya bisa lebih sempit,” terangnya.
     
    Menurut Fajar, teknologi MINO Microbubble dikembangkan sejak awal 2016.  Tahun ini mereka akan mencoba meletakkan beberapa alat ini di berbagai kolam di Indonesia. Rencananya tahun 2018, TIM MINO akan mempersiapkan untuk produksi massal.
     
    Rencana pengembangan selanjutnya adalah pemasangan sensor untuk mendeteksi oksigen terlarut di air. TIM MINO akan bekerjasama dengan Intel Corporation untuk membuat water quality detector agar bisa secara online bisa memantau kualitas air. Misalnya saat dissolved oksigennya rendah maka alat MINO akan bekerja secara otomatis. Energi untuk menggerakan generator MINO akan diupayakan menggunakan solar panel.
     
    Tim MINO sudah berkolaborasi dengan beberapa grup petani ikan di Indonesia yang akan menjadi distributor peralatan MINO Microbubble. Tim MINO juga akan bekerjasama dengan manufaktur lokal untuk proses produksi massal sekaligus untuk meningkatkan perekonomian lokal. 
     

    Umum

    Inilah Rekomendasi Hasil Rakernas Kemenristekdikti 2018
    Kamis, 18 Januari 2018 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat membuka Rakernas di Medan. Foto Fatimah Harahap/Kemenristekdikti   Technology-Indonesia.com – Rapat Kerja Nasional (Rakernas)...

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek