Homepage > Pertanian & Pangan > Perikanan > SIKBES-Ikan, Sistem Penjejak Ikan Inovasi BPPT
Resensi
article thumbnailIndeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia

  Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


Artikel Lainnya
Advertorial
article thumbnailLomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

  Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


Artikel Lainnya

 

Data Pengunjung
Registered users : 5
Online : 1435
Guest : 1435
Members : 0

SIKBES-Ikan, Sistem Penjejak Ikan Inovasi BPPT

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 
alt
 
JAKARTA - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) berhasil mengembangkan aplikasi SIKBES-Ikan. Sistem penjejak ikan nan cerdas (intelligent fish tracker) ini dapat memprediksi lokasi potensi keberadaan ikan atau fishing ground (FG) jenis pelagis ekonomis beserta perhitungan nilai ekonomisnya.
      
Ikan pelagis disebut juga ikan berminyak adalah ikan yang memiliki minyak di jaringan tubuh mereka dan dalam rongga perut di sekitar usus. Fillet mereka mengandung hingga 30 persen minyak, angka ini bervariasi baik di dalam dan antar spesies. Contohnya tengiri, marlin, wahoo, tuna, sarden, salmon, trout, ikan teri, dan barakuda. 
 
Berdasarkan ukurannya ikan pelagis dibagi dua yaitu ikan pelagis kecil dan ikan pelagis besar. Ikan pelagis kecil contohnya teri, lemuru, tembang, japuh, kembung. Ikan pelagis kecil ditangkap dengan alat penangkap berupa jaring, seperti jaring insang, jaring lingkar, pukat cincin, payang, bagan, pukat tepi dan pakaya. Ikan pelagis kecil biasa berada di tubiran karang dan selalu berpindah tempat. 
 
Ikan pelagis besar misalnya ikan tuna, cakalang, dan cucut, bisa ditangkap dengan teknik memancing menggunakan pancing trolling atau tonda. Ikan pelagis besar biasanya ditemukan dekat terumbu karang atau tubiran dimana arus hangat dekat perairan pantai, serta di laut terbuka dengan suhu yang berubah ubah. Bahkan ada beberapa ikan pelagis besar di terumbu yang dalam.
 
Muhamad Sadly, Ketua tim pengembang SIKBES-Ikan BPPT menerangkan aplikasi ini menggunakan pendekatan integrasi antara metode sistem pakar (Knowledge-Based Expert System/KBES), penginderaan jauh (remote sensing) dan Sistem Informasi Geografis (GIS). "Dengan aplikasi ini, nelayan tak lagi mencari ikan tapi menangkap ikan. Nelayan terpandu ke lokasi ikan sehingga tak banyak bahan bakar terbuang," kata Sadly di Jakarta, Kamis (21/9/2016).
 
Menurut Sadly, Sistem SIKBES-Ikan mampu menjawab beberapa pertanyaan seperti dimana posisi koordinat FG terdeteksi, berapa jarak dan waktu tempuh dari pos pendaratan ikan ke titik FG, jenis alat tangkap yang layak digunakan, jenis ikan yang kemungkinan jadi target tangkapan, dan lain-lain. Sistem ini memanfaatkan satelit untuk mendeteksi lingkungan laut sehingga bisa diprediksi lokasi keberadaan ikan.   
 
BPPT bekerjasama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah mengimplementasikan SIKBES-Ikan di lebih dari 75 persen wilayah perairan Indonesia atau sekitar 19 wilayah perairan NKRI. Termasuk implementasi di pulau-pulau terdepan seperti Pulau Natuna, dan Nipah. Contoh implementasi SIKBES-Ikan di Perairan Banggai, Sulawesi Selatan diperoleh sebaran FG bulanan dari tahun 2007-2014. Dari hasil observasi dengan pengukuran berbasis citra satelit, diperoleh akurasi di atas 93 persen. 
 
Sistem SIKBES-Ikan juga dirancang berbasis online yang dapat diakses di http://tisda.bppt.go.id/sikbes. Aplikasi ini mampu menyediakan informasi yang cepat, akurat serta tepat guna mengenai daerah penangkapan ikan. Data monitoring wilayah penangkapan ikan disajikan dalam data harian, tiga harian, delapan harian, maupun bulanan.    
 
"Sebelum melaut, nelayan bisa mendapatkan data dari SIKBES-Ikan melalui koperasi atau instansi terkait. Pemerintah daerah juga bisa mendistribusikan data ini kepada nelayan," kata Sadly. 
 
Sadly berharap aplikasi ini bisa membantu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan nelayan, meningkatkan perekonomian daerah dan devisa negara dari sektor industri perikanan tangkap. Untuk itu, BPPT siap bekerjasama dengan instansi terkait untuk mengimplementasikan SIKBES-Ikan secara nasional. 
 

Artikel Terkait

Pacu Inovasi, Kementerian Ristek Bangun Strategi Kebersamaan

Pacu Inovasi, Kementerian Ristek Bangun Strategi Kebersamaan

Sebagai upaya mensinergikan antara sisi penyedia dan sisi pengguna Iptek, Kementerian Riset dan... READ_MORE
Kamis, 01 Juli 2010 11:02
 Liliana Yetta Pandi, Dra

Liliana Yetta Pandi, Dra

  ... READ_MORE
Selasa, 16 Maret 2010 21:50
Asep Karsidi Jabat Kepala Bakosurtanal

Asep Karsidi Jabat Kepala Bakosurtanal

Menristek Suharna Surapranata hari ini melantik Dr. Asep Karsidi sebagai Kepala Badan Koordinasi... READ_MORE
Selasa, 15 Juni 2010 16:12
Siswa SD se-Jabodetabek Kunjungi PP IPTEK

Siswa SD se-Jabodetabek Kunjungi PP IPTEK

Jakarta : Pusat  Peragaan Iptek (PP-IPTEK) menjadi bagian program acara ”Ayo Ke Museum Bersama Ibu... READ_MORE
Kamis, 17 Juni 2010 16:07
Deteksi Jantung Melalui Treadmill Test

Deteksi Jantung Melalui Treadmill Test

Jakarta : Treadmill test hingga kini kerap diabaikan dalam proses medical check up penyakit jantung ... READ_MORE
Selasa, 15 Juni 2010 14:07
Goyangan Gempa di Jakarta Utara Lebih Terasa

Goyangan Gempa di Jakarta Utara Lebih Terasa

DKI diguncang gempa. Warga DKI Jakarta sontak panik. Untungnya, hal itu baru dugaan dari seseorang... READ_MORE
Senin, 06 Juni 2011 10:24
Biogas dari Limbah Tahu

Biogas dari Limbah Tahu

Kementerian Riset dan Teknologi melalui Program Pengendalian Dampak Perubahan Iklim membuat proyek... READ_MORE
Jumat, 14 May 2010 12:01
BPPT Mengganti Empat Deputi

BPPT Mengganti Empat Deputi

Jakarta : Empat pejabat Kedeputian Badan Pengkajian Penerapan Teknologi  (BPPT) diganti. Pelantikan... READ_MORE
Rabu, 16 Juni 2010 19:19

Pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan

Ketahanan pangan selalu dikaitkan dengan masalah kekurangan gizi. Masalah kurang gizi ini bukan... READ_MORE
Selasa, 09 April 2013 10:39

2oo Pelajar Dikenalkan Budaya Iptek

Kementerian Riset dan Teknologi merangkul generasi muda untuk terwujudnya pengembangan  budaya iptek... READ_MORE
Senin, 29 Oktober 2012 11:50
Batan melantik Deputi PTDBR Baru

Batan melantik Deputi PTDBR Baru

                        Jakarta : Dr Djarot Sulistio Wisnusubroto dilantik sebagai Dep... READ_MORE
Kamis, 17 Juni 2010 15:03

Ini Dia, Sepeda Motor Berbahan Bakar Air Plus

Ternyata bukan isapan jempol air bisa menjadi bahan bakar. Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU... READ_MORE
Rabu, 06 Juni 2012 15:15

BIG Dukung Kebutuhan Informasi Geospasial Tematik Kemenkokesra

Sekretaris Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Indroyono Soesilo mengatakan Kementerian... READ_MORE
Selasa, 27 November 2012 16:52

Anggota DPR RI Azwir Dainy Tara: Perhatian Pemerintah Masih Belum Maksimal

Minimnya anggaran yang tersedia untuk kegiatan Riset dan Teknologi (Ristek), menjadi salah satu... READ_MORE
Kamis, 21 Juni 2012 11:39
KLIBS Usung Anastesi Lokal untuk Bantu Orang Miskin

KLIBS Usung Anastesi Lokal untuk Bantu Orang Miskin

Dunia kedokteran sudah lama mengenal  anastesi lokal atau bius lokal. Namun penerapan bius... READ_MORE
Selasa, 05 April 2011 15:37
Titik Terang Mencari 'Bumi Tandingan'

Titik Terang Mencari 'Bumi Tandingan'

Setelah lima tahun mencari, peneliti NASA akhirnya menemuka dua planet yang paling mirip Bumi.... READ_MORE
Rabu, 07 Januari 2015 18:03
Indonesia Peringkat ke-3 Jumlah Penderita Hepatitis

Indonesia Peringkat ke-3 Jumlah Penderita Hepatitis

Jakarta : Indonesia menempati peringkat ketiga dunia setelah China dan India untuk jumlah penderita... READ_MORE
Rabu, 28 Juli 2010 16:09

Teknologi Aquaponik di Lahan Sempit

Upaya menambah luasan lahan pertanian sebagai solusi peningkatan ketahanan pangan masih menemui... READ_MORE
Selasa, 11 Februari 2014 13:01
BIT BPPT Dorong Tumbuhnya Teknoprenur baru

BIT BPPT Dorong Tumbuhnya Teknoprenur baru

Jakarta- Kurangnya fasilitas pemerintah dalam mendorong iklim usaha, regulasi yang menunjang dan... READ_MORE
Senin, 18 April 2011 10:19
Masyarakat Indonesia Kekurangan Air Bersih

Masyarakat Indonesia Kekurangan Air Bersih

Dari 92 daerah terluar di Indonesia, 64 diantaranya merupakan daerah sulit air bersih. Selain it... READ_MORE
Kamis, 15 Maret 2012 16:16

Umum

article thumbnail DRN Sampaikan Naskah Akademik untuk Undang-Undang Inovasi
Kamis, 23 November 2017 | Setiyo Bardono

Ketua Dewan Riset Nasional (DRN), Bambang Setiadi dalam Seminar Nasional bertema “Inovasi, Invensi, dan Komersialisasi Teknologi untuk Meningkatkan Daya Saing Nasional” di Hotel...

Review

article thumbnail Kembali Menanti Energi Alternatif
Jumat, 19 Maret 2010

Hal itu, lanjut dia, semakin menaikkan ketergantungan Indonesia kepada BBM  untuk sektor transportasi. "Padahal, sekitar 60 persen BBM diserap sektor transportasi," ujarnya.

 
iklantechno
Kolom
article thumbnailMembumikan Jembatan Teleportasi Einstein-Rosen
21/08/2015 | Dedi Junaedi

Seperti kisah di novel fiksi ilmiah, ahli fisika kini berusaha merakit sebuah ‘lubang cacing’ (wormhole) magnetik untuk menjadi wahana transportasi ajaib. Menggunakan teori ‘jembatan Einstein-Ro [ ... ]


Artikel Lainnya
Profil Peneliti
article thumbnailBasuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
05/08/2017

  Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


Profil Peneliti Lainnya
LOMBA UNTUK JURNALIS

Info Produk
Angket
Artikel Apa Yang Anda Sukai?
 
iklanmapiptek