Homepage > Pertanian & Pangan > Perikanan > SIKBES-Ikan, Sistem Penjejak Ikan Inovasi BPPT
Resensi
article thumbnailSejarah Panjang Pengamatan Cuaca di Indonesia

Judul Buku : BMKG, 70 Tahun Melayani Masyarakat Penulis : Tim Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Penerbit : BMKG bekerjasama dengan MAPIPTEK Tebal : viii + 206 halam [ ... ]


Artikel Lainnya
Advertorial
article thumbnailLomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

  Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


Artikel Lainnya

 

Data Pengunjung
Registered users : 5
Online : 651
Guest : 651
Members : 0

SIKBES-Ikan, Sistem Penjejak Ikan Inovasi BPPT

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 
alt
 
JAKARTA - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) berhasil mengembangkan aplikasi SIKBES-Ikan. Sistem penjejak ikan nan cerdas (intelligent fish tracker) ini dapat memprediksi lokasi potensi keberadaan ikan atau fishing ground (FG) jenis pelagis ekonomis beserta perhitungan nilai ekonomisnya.
      
Ikan pelagis disebut juga ikan berminyak adalah ikan yang memiliki minyak di jaringan tubuh mereka dan dalam rongga perut di sekitar usus. Fillet mereka mengandung hingga 30 persen minyak, angka ini bervariasi baik di dalam dan antar spesies. Contohnya tengiri, marlin, wahoo, tuna, sarden, salmon, trout, ikan teri, dan barakuda. 
 
Berdasarkan ukurannya ikan pelagis dibagi dua yaitu ikan pelagis kecil dan ikan pelagis besar. Ikan pelagis kecil contohnya teri, lemuru, tembang, japuh, kembung. Ikan pelagis kecil ditangkap dengan alat penangkap berupa jaring, seperti jaring insang, jaring lingkar, pukat cincin, payang, bagan, pukat tepi dan pakaya. Ikan pelagis kecil biasa berada di tubiran karang dan selalu berpindah tempat. 
 
Ikan pelagis besar misalnya ikan tuna, cakalang, dan cucut, bisa ditangkap dengan teknik memancing menggunakan pancing trolling atau tonda. Ikan pelagis besar biasanya ditemukan dekat terumbu karang atau tubiran dimana arus hangat dekat perairan pantai, serta di laut terbuka dengan suhu yang berubah ubah. Bahkan ada beberapa ikan pelagis besar di terumbu yang dalam.
 
Muhamad Sadly, Ketua tim pengembang SIKBES-Ikan BPPT menerangkan aplikasi ini menggunakan pendekatan integrasi antara metode sistem pakar (Knowledge-Based Expert System/KBES), penginderaan jauh (remote sensing) dan Sistem Informasi Geografis (GIS). "Dengan aplikasi ini, nelayan tak lagi mencari ikan tapi menangkap ikan. Nelayan terpandu ke lokasi ikan sehingga tak banyak bahan bakar terbuang," kata Sadly di Jakarta, Kamis (21/9/2016).
 
Menurut Sadly, Sistem SIKBES-Ikan mampu menjawab beberapa pertanyaan seperti dimana posisi koordinat FG terdeteksi, berapa jarak dan waktu tempuh dari pos pendaratan ikan ke titik FG, jenis alat tangkap yang layak digunakan, jenis ikan yang kemungkinan jadi target tangkapan, dan lain-lain. Sistem ini memanfaatkan satelit untuk mendeteksi lingkungan laut sehingga bisa diprediksi lokasi keberadaan ikan.   
 
BPPT bekerjasama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah mengimplementasikan SIKBES-Ikan di lebih dari 75 persen wilayah perairan Indonesia atau sekitar 19 wilayah perairan NKRI. Termasuk implementasi di pulau-pulau terdepan seperti Pulau Natuna, dan Nipah. Contoh implementasi SIKBES-Ikan di Perairan Banggai, Sulawesi Selatan diperoleh sebaran FG bulanan dari tahun 2007-2014. Dari hasil observasi dengan pengukuran berbasis citra satelit, diperoleh akurasi di atas 93 persen. 
 
Sistem SIKBES-Ikan juga dirancang berbasis online yang dapat diakses di http://tisda.bppt.go.id/sikbes. Aplikasi ini mampu menyediakan informasi yang cepat, akurat serta tepat guna mengenai daerah penangkapan ikan. Data monitoring wilayah penangkapan ikan disajikan dalam data harian, tiga harian, delapan harian, maupun bulanan.    
 
"Sebelum melaut, nelayan bisa mendapatkan data dari SIKBES-Ikan melalui koperasi atau instansi terkait. Pemerintah daerah juga bisa mendistribusikan data ini kepada nelayan," kata Sadly. 
 
Sadly berharap aplikasi ini bisa membantu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan nelayan, meningkatkan perekonomian daerah dan devisa negara dari sektor industri perikanan tangkap. Untuk itu, BPPT siap bekerjasama dengan instansi terkait untuk mengimplementasikan SIKBES-Ikan secara nasional. 
 

Artikel Terkait

Pacu Inovasi, Kementerian Ristek Bangun Strategi Kebersamaan

Pacu Inovasi, Kementerian Ristek Bangun Strategi Kebersamaan

Sebagai upaya mensinergikan antara sisi penyedia dan sisi pengguna Iptek, Kementerian Riset dan... READ_MORE
Kamis, 01 Juli 2010 11:02
 Liliana Yetta Pandi, Dra

Liliana Yetta Pandi, Dra

  ... READ_MORE
Selasa, 16 Maret 2010 21:50
Deteksi Jantung Melalui Treadmill Test

Deteksi Jantung Melalui Treadmill Test

Jakarta : Treadmill test hingga kini kerap diabaikan dalam proses medical check up penyakit jantung ... READ_MORE
Selasa, 15 Juni 2010 14:07
Asep Karsidi Jabat Kepala Bakosurtanal

Asep Karsidi Jabat Kepala Bakosurtanal

Menristek Suharna Surapranata hari ini melantik Dr. Asep Karsidi sebagai Kepala Badan Koordinasi... READ_MORE
Selasa, 15 Juni 2010 16:12
Siswa SD se-Jabodetabek Kunjungi PP IPTEK

Siswa SD se-Jabodetabek Kunjungi PP IPTEK

Jakarta : Pusat  Peragaan Iptek (PP-IPTEK) menjadi bagian program acara ”Ayo Ke Museum Bersama Ibu... READ_MORE
Kamis, 17 Juni 2010 16:07
Goyangan Gempa di Jakarta Utara Lebih Terasa

Goyangan Gempa di Jakarta Utara Lebih Terasa

DKI diguncang gempa. Warga DKI Jakarta sontak panik. Untungnya, hal itu baru dugaan dari seseorang... READ_MORE
Senin, 06 Juni 2011 10:24
Biogas dari Limbah Tahu

Biogas dari Limbah Tahu

Kementerian Riset dan Teknologi melalui Program Pengendalian Dampak Perubahan Iklim membuat proyek... READ_MORE
Jumat, 14 May 2010 12:01

Pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan

Ketahanan pangan selalu dikaitkan dengan masalah kekurangan gizi. Masalah kurang gizi ini bukan... READ_MORE
Selasa, 09 April 2013 10:39
BPPT Mengganti Empat Deputi

BPPT Mengganti Empat Deputi

Jakarta : Empat pejabat Kedeputian Badan Pengkajian Penerapan Teknologi  (BPPT) diganti. Pelantikan... READ_MORE
Rabu, 16 Juni 2010 19:19

Ini Dia, Sepeda Motor Berbahan Bakar Air Plus

Ternyata bukan isapan jempol air bisa menjadi bahan bakar. Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU... READ_MORE
Rabu, 06 Juni 2012 15:15

2oo Pelajar Dikenalkan Budaya Iptek

Kementerian Riset dan Teknologi merangkul generasi muda untuk terwujudnya pengembangan  budaya iptek... READ_MORE
Senin, 29 Oktober 2012 11:50
Batan melantik Deputi PTDBR Baru

Batan melantik Deputi PTDBR Baru

                        Jakarta : Dr Djarot Sulistio Wisnusubroto dilantik sebagai Dep... READ_MORE
Kamis, 17 Juni 2010 15:03

BIG Dukung Kebutuhan Informasi Geospasial Tematik Kemenkokesra

Sekretaris Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Indroyono Soesilo mengatakan Kementerian... READ_MORE
Selasa, 27 November 2012 16:52

Anggota DPR RI Azwir Dainy Tara: Perhatian Pemerintah Masih Belum Maksimal

Minimnya anggaran yang tersedia untuk kegiatan Riset dan Teknologi (Ristek), menjadi salah satu... READ_MORE
Kamis, 21 Juni 2012 11:39
KLIBS Usung Anastesi Lokal untuk Bantu Orang Miskin

KLIBS Usung Anastesi Lokal untuk Bantu Orang Miskin

Dunia kedokteran sudah lama mengenal  anastesi lokal atau bius lokal. Namun penerapan bius... READ_MORE
Selasa, 05 April 2011 15:37
Indonesia Peringkat ke-3 Jumlah Penderita Hepatitis

Indonesia Peringkat ke-3 Jumlah Penderita Hepatitis

Jakarta : Indonesia menempati peringkat ketiga dunia setelah China dan India untuk jumlah penderita... READ_MORE
Rabu, 28 Juli 2010 16:09
Titik Terang Mencari 'Bumi Tandingan'

Titik Terang Mencari 'Bumi Tandingan'

Setelah lima tahun mencari, peneliti NASA akhirnya menemuka dua planet yang paling mirip Bumi.... READ_MORE
Rabu, 07 Januari 2015 18:03

Teknologi Aquaponik di Lahan Sempit

Upaya menambah luasan lahan pertanian sebagai solusi peningkatan ketahanan pangan masih menemui... READ_MORE
Selasa, 11 Februari 2014 13:01
Masyarakat Indonesia Kekurangan Air Bersih

Masyarakat Indonesia Kekurangan Air Bersih

Dari 92 daerah terluar di Indonesia, 64 diantaranya merupakan daerah sulit air bersih. Selain it... READ_MORE
Kamis, 15 Maret 2012 16:16
Buah Lokal Vs Buah Impor

Buah Lokal Vs Buah Impor

... READ_MORE
Senin, 11 Juli 2011 15:04

Umum

article thumbnail Sebelas Institusi Deklarasikan Konsorsium Riset Samudera
Selasa, 26 September 2017 | Setiyo Bardono

  Jakarta, Technology-Indonesia.com – Sebelas kementerian/lembaga dan universitas sepakat mendeklarasikan Konsorsium Riset Samudera, di Jakarta, Selasa...

Review

article thumbnail Kembali Menanti Energi Alternatif
Jumat, 19 Maret 2010

Hal itu, lanjut dia, semakin menaikkan ketergantungan Indonesia kepada BBM  untuk sektor transportasi. "Padahal, sekitar 60 persen BBM diserap sektor transportasi," ujarnya.

 
iklantechno
Kolom
article thumbnailInsiatif Jakarta untuk Reduksi Emisi Karbon
21/08/2015 | Dedi Junaedi

Menko Maritim Indroyono Susilo menegaskan bahwa Indonesia tetap berkomitmen untuk berpartisipasi aktif dalam memenuhi target penurunan emisi karbon. Sebagai satu bukti komitmennya, Indonesia akan mena [ ... ]


Artikel Lainnya
Profil Peneliti
article thumbnailDra. Noer Laily, Msi
21/08/2015

Usia muda tidak berarti sedikit berkarya. Dra Noer Laily, Msi mampu membuktikan di usianya yang menginjak 39 tahun, mampu membuahkan suatu temuan baru. Bersama rekan-rekannya, Noer Laily menemukan pro [ ... ]


Profil Peneliti Lainnya
LOMBA UNTUK JURNALIS

Info Produk
Angket
Artikel Apa Yang Anda Sukai?
 
iklanmapiptek