Homepage > Pertanian & Pangan > Perikanan > Membumikan Jembatan Teleportasi Einstein-Rosen
Resensi
article thumbnailIndeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia

  Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


Artikel Lainnya
Advertorial
article thumbnailLomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

  Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


Artikel Lainnya

 

Data Pengunjung
Registered users : 5
Online : 1480
Guest : 1480
Members : 0

Membumikan Jembatan Teleportasi Einstein-Rosen

Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 

Seperti kisah di novel fiksi ilmiah, ahli fisika kini berusaha merakit sebuah ‘lubang cacing’ (wormhole) magnetik untuk menjadi wahana transportasi ajaib. Menggunakan teori ‘jembatan Einstein-Rosen’, perangkat ‘teleportasi’ ini dimungkinkan memindahkan materi dari satu lokasi ke lokasi berjauhan secara spontan melalui terowongan medan magnit yang tidak kasat mata (invisible).

"Perangkat ini dapat mentransmisikan medan magnit dari satu titik ke titik lain, melalui lintasan magnetik yang tak kasat mata,’’ kata Jordi Prat-Camps, seorang kandidat doktor ilmu fisika di Autonomous University of Barcelona (AUB) di Spanyol. "Dari sudut pandang magnetik, perangkat ini berfungsi seperti ‘lubang cacing’ yang bisa mengirim medan magnit melalui dimensi khusus (extra special dimension)," ungkapnya kepada Scientific American (Agustus 2015).

Ide wormhole berasal dari  teori Albert Einstein. Ceritanya, pada tahun 1935, Einstein dan koleganya, Nathan Rosen, menyatakan bahwa teori relativitas umum memungkinkan adanya ‘jembatan’ yang  menghubungkan dua titik berbeda dalam dimensi ruang waktu. Secara teoritis, jembatan Einstein-Rosen atau (wormholes) memungkinkan materi dapat berpindah secara instan dalam jarak jauh melalui terowongan yang amat kecil. Jika terbukti ini akan menjadi wahana antariksa luar biasa. Namun sebegitu jauh, belum ada satu pun ahli menemukan bukti ‘lubang cacing’ magnetik itu hadir dalam dunia realitas.

Lebih 70 tahun, tesis adanya jembatan ajaib itu seperti karangan fiksi ilmiah saja. Baru pada 2007 ada sekelompok fisikawan baru menyebutnya sebagai wahana riset yang futuristik. Dimuat dalam jurnal Physical Review Letters, sebuah gagasan wormhole dirancang menggunakan karakteristik gelombang elektromagnetik. Sayang, upaya ini gagal menjadi kenyataan karena untuk membuatnya diperlukan material yang luar biasa ringan namun kuat, dan itu sulit disediakan secara praktis, jelas Prat.

Kini, kata fisikawan AUB itu, ternyata bahan-bahan untuk membuat ‘lubang cacing’ magnet itu sudah bisa diadakan. Bahkan, menurutnya, lebih sederhana dari yang dibayangkan sebelumnya. Dengan superkonduktor khusus, yang dapat membawa arus listrik tingkat tinggi dan partikel-partikel bermuatan, garis medan magnet dapat diusir dari interior mereka, atau dapat dibelokkan dari alur alaminya. Esensi dasarnya, kini dimungkinkan merekayasa medan magnet pada lingkungan 3D, sebagai langkah pertama dalam upaya menyembunyikan gangguan dalam medan magnet.

Jadi tim terpadu merancang objek tiga lapis, yang terdiri dari dua bola konsentris dengan interior spiral-silinder. Lapisan interior akan mentransfer medan magnet dari satu ujung ke ujung, sementara dua lapisan lain bertindak untuk menyembunyikan keberadaan medan magnet.

Silinder bagian dalam dibuat dari logam feromagnetik mu-metal. Bahan ferromagnetic menunjukkan karakter magnetik yang kuat, sementara mu-metal sangat permeabel dan sering digunakan untuk melindungi perangkat elektronik.

Sebuah kulit tipis terdiri dari bahan superkonduktor suhu tinggi yang disebut teyttrium barium berlapis silinder tembaga oksida berfungsi untuk menekuk medan magnet yang berjalan melalui bagian interiornya.

Bagian kulit luar juga telah dibuat dari mu-metal yang lain, terdiri dari 150 buah potong dan ditempatkan sempurna untuk membatalkan gejala pembengkokkan garis medan magnet oleh kulit superkonduktor. Seluruh perangkat ditempatkan di kolam nitrogen cair (superkonduktor suhu-tinggi memerlukan suhu rendah nitrogen cair untuk bekerja).

Biasanya, garis medan magnet memancar keluar dari lokasi dengan pembelokan tertentu dari waktu ke waktu dan meluruh dalam waktu lama. Tetapi, keberadaan medan magnet dapat terdeteksi dari titik –titik di sekelilingnya. Dengan cara itu, lubang cacing magnet baru menyalurkan medan magnet dari satu sisi silinder ke yang lain sehingga "tak terlihat" saat transit, dan dapat tampak muncul tiba-tiba dari sisi yang lain, para peneliti melaporkan dalam Scientific Reports (20/8).

"Dari sudut pandang magnetik pandang, Anda seperti memiliki medan magnet dari magnet menghilang di salah satu ujung lubang cacing dan muncul lagi di ujung lubang cacing yang lain," kata Prat seperti dikutip Live Science.

Tidak ada cara untuk mengetahui apakah ‘lubang cacing’ magnetik bisa diterapkan di ruang angkasa, tetapi teknologi bisa memiliki diaplikasikan di Bumi, kata Prat. Bayangkan, bagaimana mesin magnetic resonance imaging (MRI), yang menggunakan medan magnet raksasa harus dilekatkan pada sekujur tubuh paien untuk mendiagnosa citra magnetik orang sakit. Tetapi, jika perangkat MRI telah dimodifikasi dengan teknik ‘lubang cacing’, maka dimungkinkan pasien-pasien dapat diperiksa atau didagnosa dari jarak jauh, tanpa harus bersentuhan dengan perangkat MRI secara langsung.  Jadi, suatu ketika, perangkat MRI  paling mutakhir itu bisa menyalurkan medan magnet dari satu tempat ke yang tempat yang lain, sehinga dimungkinkan mengambil gambar citra magnet utuh dari seseorang  dari jarak jauh, jelas Prat.

Untuk bisa melakukan itu, para peneliti perlu memodifikasi bentuk perangkat lubang cacing magnetik mereka. “Sebuah bola adalah bentuk yang paling sederhana untuk model, tetapi jubah silindris akan menjadi yang paling berguna untuk diterapkan dalam aplikasi medis,’’ tegas Prat.

 
Pacu Inovasi, Kementerian Ristek Bangun Strategi Kebersamaan

Pacu Inovasi, Kementerian Ristek Bangun Strategi Kebersamaan

Sebagai upaya mensinergikan antara sisi penyedia dan sisi pengguna Iptek, Kementerian Riset dan... READ_MORE
Kamis, 01 Juli 2010 11:02
 Liliana Yetta Pandi, Dra

Liliana Yetta Pandi, Dra

  ... READ_MORE
Selasa, 16 Maret 2010 21:50
Asep Karsidi Jabat Kepala Bakosurtanal

Asep Karsidi Jabat Kepala Bakosurtanal

Menristek Suharna Surapranata hari ini melantik Dr. Asep Karsidi sebagai Kepala Badan Koordinasi... READ_MORE
Selasa, 15 Juni 2010 16:12
Siswa SD se-Jabodetabek Kunjungi PP IPTEK

Siswa SD se-Jabodetabek Kunjungi PP IPTEK

Jakarta : Pusat  Peragaan Iptek (PP-IPTEK) menjadi bagian program acara ”Ayo Ke Museum Bersama Ibu... READ_MORE
Kamis, 17 Juni 2010 16:07
Deteksi Jantung Melalui Treadmill Test

Deteksi Jantung Melalui Treadmill Test

Jakarta : Treadmill test hingga kini kerap diabaikan dalam proses medical check up penyakit jantung ... READ_MORE
Selasa, 15 Juni 2010 14:07
Goyangan Gempa di Jakarta Utara Lebih Terasa

Goyangan Gempa di Jakarta Utara Lebih Terasa

DKI diguncang gempa. Warga DKI Jakarta sontak panik. Untungnya, hal itu baru dugaan dari seseorang... READ_MORE
Senin, 06 Juni 2011 10:24
Biogas dari Limbah Tahu

Biogas dari Limbah Tahu

Kementerian Riset dan Teknologi melalui Program Pengendalian Dampak Perubahan Iklim membuat proyek... READ_MORE
Jumat, 14 May 2010 12:01
BPPT Mengganti Empat Deputi

BPPT Mengganti Empat Deputi

Jakarta : Empat pejabat Kedeputian Badan Pengkajian Penerapan Teknologi  (BPPT) diganti. Pelantikan... READ_MORE
Rabu, 16 Juni 2010 19:19

2oo Pelajar Dikenalkan Budaya Iptek

Kementerian Riset dan Teknologi merangkul generasi muda untuk terwujudnya pengembangan  budaya iptek... READ_MORE
Senin, 29 Oktober 2012 11:50
Batan melantik Deputi PTDBR Baru

Batan melantik Deputi PTDBR Baru

                        Jakarta : Dr Djarot Sulistio Wisnusubroto dilantik sebagai Dep... READ_MORE
Kamis, 17 Juni 2010 15:03

Pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan

Ketahanan pangan selalu dikaitkan dengan masalah kekurangan gizi. Masalah kurang gizi ini bukan... READ_MORE
Selasa, 09 April 2013 10:39

Ini Dia, Sepeda Motor Berbahan Bakar Air Plus

Ternyata bukan isapan jempol air bisa menjadi bahan bakar. Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU... READ_MORE
Rabu, 06 Juni 2012 15:15

BIG Dukung Kebutuhan Informasi Geospasial Tematik Kemenkokesra

Sekretaris Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Indroyono Soesilo mengatakan Kementerian... READ_MORE
Selasa, 27 November 2012 16:52

Anggota DPR RI Azwir Dainy Tara: Perhatian Pemerintah Masih Belum Maksimal

Minimnya anggaran yang tersedia untuk kegiatan Riset dan Teknologi (Ristek), menjadi salah satu... READ_MORE
Kamis, 21 Juni 2012 11:39
Titik Terang Mencari 'Bumi Tandingan'

Titik Terang Mencari 'Bumi Tandingan'

Setelah lima tahun mencari, peneliti NASA akhirnya menemuka dua planet yang paling mirip Bumi.... READ_MORE
Rabu, 07 Januari 2015 18:03
KLIBS Usung Anastesi Lokal untuk Bantu Orang Miskin

KLIBS Usung Anastesi Lokal untuk Bantu Orang Miskin

Dunia kedokteran sudah lama mengenal  anastesi lokal atau bius lokal. Namun penerapan bius... READ_MORE
Selasa, 05 April 2011 15:37
Indonesia Peringkat ke-3 Jumlah Penderita Hepatitis

Indonesia Peringkat ke-3 Jumlah Penderita Hepatitis

Jakarta : Indonesia menempati peringkat ketiga dunia setelah China dan India untuk jumlah penderita... READ_MORE
Rabu, 28 Juli 2010 16:09

Teknologi Aquaponik di Lahan Sempit

Upaya menambah luasan lahan pertanian sebagai solusi peningkatan ketahanan pangan masih menemui... READ_MORE
Selasa, 11 Februari 2014 13:01
BIT BPPT Dorong Tumbuhnya Teknoprenur baru

BIT BPPT Dorong Tumbuhnya Teknoprenur baru

Jakarta- Kurangnya fasilitas pemerintah dalam mendorong iklim usaha, regulasi yang menunjang dan... READ_MORE
Senin, 18 April 2011 10:19
Menyambut Harteknas ke-20

Menyambut Harteknas ke-20

Hari ini, 20 tahun lalu, Indonesia mencatat sejarah. Untuk pertama kalinya, sebuah pesawat komuter... READ_MORE
Senin, 10 Agustus 2015 09:54

Umum

article thumbnail Inilah Penerima Apresiasi Lembaga Litbang 2017
Kamis, 14 Desember 2017 | Setiyo Bardono

  Jakarta-Teknology-Indonesia.com - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) kembali memberikan Apresiasi kepada Lembaga Penelitian dan...

Review

article thumbnail Kembali Menanti Energi Alternatif
Jumat, 19 Maret 2010

Hal itu, lanjut dia, semakin menaikkan ketergantungan Indonesia kepada BBM  untuk sektor transportasi. "Padahal, sekitar 60 persen BBM diserap sektor transportasi," ujarnya.

 
iklantechno
Kolom
article thumbnailCapaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
23/10/2017 | Setiyo Bardono

Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


Artikel Lainnya
Profil Peneliti
article thumbnailTri Panji
20/06/2016

Pria kelahiran Sragen, 29 Mei 1961 ini menyelesaikan  pendidikan  di  Jurusan  Kimia,  Fakultas Matematika  dan  Ilmu  Pengetahuan  Alam,  Universitas  Gadjah Mada  1983. Tri Panji merup [ ... ]


Profil Peneliti Lainnya
LOMBA UNTUK JURNALIS

Info Produk
Angket
Artikel Apa Yang Anda Sukai?
 
iklanmapiptek