Homepage > Pertanian & Pangan > Pasca Panen > Kolaborasi Pemanfaatan Hasil Riset Dukung Kemandirian Pangan
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 2536
    Guest : 2539
    Members : 0

    Kolaborasi Pemanfaatan Hasil Riset Dukung Kemandirian Pangan

    Penilaian Pengguna: / 0
    JelekBagus 
    alt
     
    Jakarta, technology-indonesia.com - Pengelolaan sumber daya alam (SDA) penghasil pangan di Indonesia masih mengandalkan pola-pola lama yang minim sentuhan teknologi dan inovasi. Pemberian nilai tambah pada produk-produk pertanian, peternakan, dan perikanan dapat dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 
     
    Peningkatan nilai tambah pada produk-produk pertanian dan peternakan harus didukung dengan riset yang kuat, baik riset dasar maupun riset-riset aplikatif/komersial yang sesuai dengan kebutuhan industri dan masyarakat. Peningkatan nilai tambah bisa dilakukan melalui penggunaan benih atau bibit unggul berproduktivitas tinggi disertai dengan praktik pertanian yang baik, pengembangan pasar dan introduksi teknologi proses produksi, dan lain-lain.
     
    Upaya terstruktur perlu dilakukan dalam rangka mempercepat pertumbuhan sektor pertanian dan peternakan nasional. Penyelesaian permasalahan pangan juga membutuhkan sinergi yang baik antar berbagai pihak. Salah satunya melalui skema pendanaan riset yang diberikan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).
     
    Direktur Inovasi Industri Ditjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti, Santosa Yudo Warsono mengatakan ada dua skema besar pendanaan dari Kemenristekdikti untuk mendukung hasil-hasil riset. Skema pertama adalah teaching industri yang pendanaannya dikhususkan untuk perguruan tinggi.
     
    “Skema kedua, pendanaan inovasi industri yang fokus utama pada industri-industri yang berkolaborasi memanfaatkan teknologi atau hasil temuan lembaga litbang atau perguruan tinggi untuk diproduksi secara massal,” kata Santosa pada acara Coffee Morning terkait penyelenggaraan Forum Industri Pangan di Jakarta, Jumat (19/5/2017).
     
    Forum Industri Pangan akan diselenggarakan oleh Ditjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti bekerjasama dengan Institut Pertanian Bogor pada 24 Mei 2017. Forum ini bertujuan untuk mewujudkan kolaborasi pemanfaatan hasil riset dalam rangka mendukung kemandirian pangan nasional. 
     
    Menurut Santosa, proposal riset fokus bidang pangan paling mendominasi, begitu juga kegiatan yang didanai. Meskipun pendanaan-pendanaan inovasi di bidang pertanian ini cukup besar dari sisi jumlahnya tapi outcome yang dihasilkan belum signifikan.
     
    Kemenristekdikti memandang ke depan pendanaan inovasi ini basisnya bukan output tapi outcome. “Kalau bicara output mudah, misalkan kita memberi dana 1 milyar menghasilkan benih sekian ton. Tapi benih sekian ton ini dimanfaatkan masyarakat berapa puluh ribu hektar?” terangnya.
     
    Dalam  forum ini akan diadakan round table discussion agar kolaborasi antara pelaku industri dengan lembaga litbang atau perguruan tinggi ini bisa mengantarkan pencapaian outcome. Diskusi ini akan menghadirkan pelaku industri, pelaku riset dan pelaku kebijakan. “Begitu kita bicara outcome, yang kita lihat bukan sekedar pendanaan dari Kemenristekdikti. Lebih luas dari itu adalah bagaimana industri dan lembaga litbang bisa bersama-sama berdiskusi dengan penentu kebijakan,” lanjutnya.
     
    Hilirisasi hasil riset dan inovasi memerlukan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak yang dikenal sebagai triple helix plus, yaitu Academia, Business, dan Government, plus Community (A-B-G-C). Kolaborasi ini berkembang dengan bantuan media (M) menjadi konsep penta helix. Kolaborasi A-B-G-C-M dalam hilirisasi hasil riset dan inovasi sangat diperlukan pada semua rantai nilai industri pangan yang terdiri atas produksi, pengolahan, manufaktur, distribusi/tata niaga dan konsumen. 
     
    Hingga saat ini masih banyak hambatan dan tantangan yang dihadapi oleh perguruan tinggi dan lembaga riset dalam proses hilirisasi teknologi/inovasi, diantaranya riset yang belum berorientasi atas kebutuhan pasar, hasil riset yang masih skala laboratorium, kurangnya kepercayaan pelaku bisnis di Indonesia untuk memanfaatkan hasil riset, serta masih kurangnya implementasi konsep open science.
     
    Santosa berharap Forum Industri Pangan dapat memperkuat kemandirian pangan nasional melalui peningkatan kolaborasi berbagai pihak dalam memanfaatkan hasil riset dan inovasi perguruan tinggi dan lembaga riset lainnya. Melalui forum ini diharapkan dapat dipetakan berbagai permasalahan hilirisasi hasil riset/inovasi dan dihasilkan suatu model kolaborasi A-B-G-C-M yang sesuai dan dapat diterapkan pada berbagai tata kelola perguruan tinggi dan lembaga riset lainnya.
     
    Forum Industri Pangan ini akan menghadirkan berbagai pemangku kepentingan di bidang pangan nasional antara lain Kemenko Perekonomian, Kemenristekdikti, Kementan, Kemenperin, LIPI, BATAN, BPPT, BIC, PUSPITEK, SEAMEO BIOTROP, dunia industri dan pemangku kepentingan lainnya. Selain itu, untuk melihat kemajuan hasil riset dan inovasi perguruan tinggi dan lembaga riset akan ditampilkan dalam pameran inovasi bidang pangan dan kunjungan ke seed center IPB di Leuwikopo Darmaga, Bogor dan PT. KAR di Rumpin, Bogor.
     
     
     
     

    Umum

    Inilah SNI Wajib untuk Mainan Anak
    Selasa, 23 Januari 2018 | Setiyo Bardono

    Jakarta, Technology-Indonesia.com - Badan Standardisasi Nasional (BSN) menetapkan beberapa Standar Nasional Indonesia (SNI)  tentang Mainan Anak. Sebagian SNI Mainan Anak...

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek