Homepage > Pertanian & Pangan > Pasca Panen > Mesin Produksi Pasta Desain BPPT akan Diproduksi Massal
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 934
    Guest : 935
    Members : 0

    Mesin Produksi Pasta Desain BPPT akan Diproduksi Massal

    Penilaian Pengguna: / 0
    JelekBagus 

    alt

    Mesin Produksi Pasta hasil desain Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) siap diproduksi massal oleh PT Barata Indonesia (Persero). Kerjasama ini merupakan salah satu upaya untuk mendukung kedaulatan pangan melalui program diversifikasi pangan karbohidrat.

    Mesin yang dikembangkan BPPT sejak 2010 ini mampu memproduksi pasta seperti mie, makaroni, serta beras buatan (analog) berbahan baku tepung pangan lokal seperti sagu, jagung, singkong, ubi jalar, dan lain-lain. Saat ini, teknologi BPPT tersebut telah digunakan di 28 industri kecil dan menengah yang tersebar di 12 Propinsi dan 22 Kabupaten di seluruh Indonesia.

    Kepala BPPT Unggul Priyanto mengatakan untuk mendukung kedaulatan pangan, Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan beras. Saat ini, konsumsi beras perkapita sebanyak 120 kilogram/tahun. Angka ini jauh di atas Tiongkok 100 Kg, Malaysia 88 Kg, dan Jepang 60 Kg. Selain itu, data penduduk Indonesia setiap tahun semakin bertambah, dengan populasi kini lebih dari 250 juta jiwa.

    Karena itu, BPPT melakukan pengkajian dan penerapan teknologi diversifikasi bahan pangan pokok dan penerapan inovasi teknologi pengolahan pangan dari hulu sampai hilir. Salah satunya melalui inovasi beras analog berbahan baku tepung pangan lokal seperti sagu. "Yang paling penting perlu sosialiasi bagaimana mengurangi kebiasaan tidak makan nasi,” kata Unggul seusai penandatangan kerjasama antara BPPT dan PT Barata di Jakarta, Kamis (15/12/2016).

    Menurut Unggul, beras tak bisa lagi menjadi andalan, karena faktor menurunnya sumber daya lahan dan air. Selain itu, pangan lokal non beras memiliki indeks glikemik lebih rendah dibanding beras. Indeks glikemik sagu paling rendah yakni sekitar 40. Sementara beras di angka 88 dan singkong indeks glikemiknya sekitar 60.

    Di samping itu, pada tahun 2030 diperkirakan jumlah penduduk Indonesia mencapai 300 juta jiwa sehingga berpotensi menimbulkan kerawanan ketahanan pangan utamanya terhadap kualitas dan kuantitas bahan pangan.

    Deputi Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi BPPT, Eniya Listiani Dewi mengatakan satu unit prototipe mesin berkapasitas 50 kg per hari harganya berkisar antara 20-25 juta. Jika sudah diproduksi massal diharapkan harganya bisa lebih murah.

    “Saat ini sudah ada pemesanan 100 unit. Kita desak agar Barata segera merealisasikan kontrak kerjasama ini,” ungkapnya.

    Selain mesin produksi pasta, BPPT juga mengembangkan alat lain untuk membantu petani mengolah batang pohon sagu menjadi tepu. Sebelumnya petani membutuhkan waktu dua minggu mengolah satu batang sagu. Alat tersebut mampu mengolah lima batang sagu dalam satu hari.

     

    Umum

    Tingkatkan Peran Guru Besar dalam Pengembangan Peradaban
    Jumat, 23 Februari 2018 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti Mohamad Nasir dalam Forum Guru Besar Institut Teknologi Bandung (FGB-ITB), di Gedung Balai Pertemuan Ilmiah ITB, Kamis (22/2/2018).Ageng Prasetyo/BKKP...

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek