Homepage > Pertanian & Pangan > Kehutanan > UGM Rintis Sistem Pertanian terpadu di Kawasan Hutan
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 1428
    Guest : 1428
    Members : 0

    UGM Rintis Sistem Pertanian terpadu di Kawasan Hutan

    Penilaian Pengguna: / 1
    JelekBagus 

    Universitas Gadjah Mada (UGM) merintis pengembangan sistem pertanian terpadu melalui pemanfaatan areal di bawah tegakan hutan. Hal tersebut sejalan dengan progam Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) dan Perhutani terkait pembukaan lahan hutan untuk ketahanan pangan seluas satu juta hektar.

    Menurut Rektor UGM Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc., Ph.D., UGM akan mengimplementasikan seluruh hasil riset di bidang kehutanan. "Hutan tidak sekedar melindungi lingkungan, tapi sumber pangan, energi, dan sumber tekstil,” ungkapnya saat membuka workshop Rencana Aksi Pelaksanaan Integrated Farming System di Kawasan Hutan, di Yogyakarta, Jumat (16/1/2015).

    Guru Besar Fakultas Kehutanan UGM Prof. Moh Naiem mengungkapkan, selama dua dekade kebijakan pemerintah dalam mendorong kedaulatan pangan tidak dilakukan secara serius. Saat ini luas lahan produksi pangan berkisar 15,35 juta hektar padahal yang dibutuhkan mencapai 24,2 juta hektar. Program ketahanan pangan masih bertumpu pada lahan sawah yang mayoritas berada di pulau jawa yang terus menyusut.

    Karena itu, pemanfaatan hutan negara untuk mendukung sistem pertanian terpadu perlu digalakkan dengan tetap mempertahankan kondisi hutan.“Kita sudah mencoba menanam empat varietas padi di area kawasan Perhutani di Jawa Timur dan Jawa Tengah lewat sistem tumpangsari dan gumpang gilir di sela tanaman jati dan pinus,” katanya.

    Di Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Ngawi, Fakultas Kehutanan mengembangkan sepuluh varietas padi gogo. Namun saat ini, baru tiga varietas unggulan yang sudah dikembangkan yaitu Situpatenggang, Inpago 4, dan Inpari.

    Kepala Balitbang Kehutanan Prof. Dr. San Afri Awang, mengatakan Kementerian LHK dan Kementerian Pertanian sepakat menyiapkan lahan 1 juta hektar di Kalimantan dan Papua. “Dari 1 juta hektar lahan, 500 ribu untuk pangan dan sisanya untuk tanaman tebu,” terangnya.

    Penyediaan lahan 1 juta hektar ini, dalam rangka mendukung pembangunan lahan sawah baru melalui pelepasan kawasan hutan dan sistem pinjam pakai. Selain itu, juga disediakan pemanfaatan areal lahan hutan di bawah tegakan hutan seluas 250 ribu hektar, serta kerja sama kemitraan dunia usaha dengan dana CSR produktif seluas 1,6 juta hektar.

    San Afri menyebutkan sekitar 29 persen lahan hutan dipegang korporasi, hanya 0,58 persen dipegang oleh rakyat. “Kita coba naikkan 12,7 juta hektar lahan hutan untuk rakyat,” terangnya.

    Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyebutkan ada 630 ribu kawasan hutan di Jawa Tengah yang sejatinya potensial dimanfaatkan untuk lahan pertanian terpadu dan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Pemprov Jawa Tengah sebelumnya menggelontorkan dana Rp 750 juta untuk pengadaan bibit padi gogo untuk ditanan di KPH Blora, Kendal, Banyumas, Grobogan, Boyolali dan Rembang. sumber www.ugm.ac.id

     

    Umum

    Revolusi Industri 4.0 Harus Diantisipasi Secara Serius
    Sabtu, 17 Februari 2018 | Setiyo Bardono

    Presiden Joko Widodo pada Peresmian Pembukaan Konvensi Kampus XIV dan Temu Tahunan XX Forum Rektor Indonesia (FRI) Tahun 2018. Foto Biro Pers...

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek