Homepage > Pertanian & Pangan > Kehutanan > Rekayasa Teknologi Dukung Pengelolaan Gambut
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 1401
    Guest : 1401
    Members : 0

    Rekayasa Teknologi Dukung Pengelolaan Gambut

    Penilaian Pengguna: / 0
    JelekBagus 

    Pengelolaan lahan gambut berwawasan lingkungan bisa dilakukan melalui rekayasa teknologi tata kelola air (ekohidro). Inovasi teknologi ini mampu mempertahankan fungsi lahan hutan sebagai penyimpan karbon dan menjaga kelangsungan plasma nuftah.

    Sekjen Himpunan Ilmu Tanah Indonesia (HITI) Dr. Suwardi mengatakan ekohidro bisa diterapkan di lahan masyarakat hingga perkebunan skala besar. Luasan lahan gambut di Indonesia mencapai 14,9 Hektar (ha) dan 55% masih dalam bentuk hutan alam. Sekitar 90% dari luasan itu masih belum dimanfaatkan.

    “Bila dikelola dengan tepat, gambut merupakan lahan masa depan bagi pertanian, perkebunan, dan Hutan Tanaman Industri (HTI). Untuk itu perlu teknologi dan pengelolaan yang bertanggung jawab,”  kata Suwardi dalam acara diskusi “Penerapan Teknologi dalam Pengelolaan Gambut Lestari,” di Jakarta, 23 Desember 2014.

    Menurut Suwardi, lahan gambut yang dimanfaatkan untuk pertanian, perkebunan, dan HTI saat ini baru 20% atau 2,4 juta ha. Sebagian lahan dimanfaatkan untuk perkebunan sawit seluas 1,6 juta ha. Sisanya sekitar 20% atau 3,9 juta ha adalah lahan terdegradasi, 0,6 juta ha lahan bekas tambang, dan 10% untuk infrastruktur serta fasilitas umum.

    “Pemanfaatan lahan gambut di Indonesia belum optimal. Sebagian pihak menuding pemanfaatan lahan gambut sebagai penyebab emisi. Padahal pengelolaan lahan yang baik mampu menekan emisi, dibanding lahan terdegradasi,” paparnya.

    Penerapan Ekohidro merupakan teknologi untuk mengatur sumberdaya air pada gambut berdasarkan integrated  land and water zoning system untuk menjaga gambut tetap lembab. Kondisi permukaan air yang terjaga bisa memaksimalkan pertumbuhan tanaman, meminimalisir resiko kebakaran, meminimalisir subsidensi, dan menjaga emisi karbon pada kondisi alamiah.

    Pemilihan tanaman yang adaptif untuk lahan gambut juga sangat penting. Tanaman pangan dan hortikutura dapat ditanam pada gambut subur di pinggir sungai yang mendapat limpasan lumpur dan air  sungai. Tanaman Akasia crassicarpa, karet, dan kelapa sawit dapat tumbuh baik pada gambut dengan penerapan ekohidro dan teknologi pupuk.

     

    Diskusi yang diselenggarakan oleh Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (MAPIPTEK) juga menghadirkan Dr Agus Kristiyono, Peneliti Georadar BPPT dan Dr. Ricky Avezora, Ketua Program Studi Pasca Sarjana Manajemen Ekowisata dan Lingkungan IPB. SB

     

    Umum

    Revolusi Industri 4.0 Harus Diantisipasi Secara Serius
    Sabtu, 17 Februari 2018 | Setiyo Bardono

    Presiden Joko Widodo pada Peresmian Pembukaan Konvensi Kampus XIV dan Temu Tahunan XX Forum Rektor Indonesia (FRI) Tahun 2018. Foto Biro Pers...

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek