Homepage > Pertanian & Pangan > Kehutanan > Mengintip Rafflesia Patma Di Kebun Raya Bogor
Tanya Jawab
Hakteknas 2017, Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan
25/04/2017

Jakarta - technology-indonesia.com - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun i [ ... ]


Lainnya
    Resensi
    Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia
    22/11/2017

      Judul Buku : Indeks Kesehatan Terumbu Karang di Indonesia Penulis : Giyanto, Peter Mumby, Nurul Dhewani, Muhammad Abrar, dan Marindah Yulia Iswari Penerbit : Coremap-CTI, Pusat  [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Advertorial
    Lomba Fotografi Kiprah 50 Tahun LIPI

      Technology-Indonesia.com - Memperingati 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk bangsa, LIPI bekerjasama dengan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi [ ... ]


    Artikel Lainnya

     

    Data Pengunjung
    Registered users : 5
    Online : 1428
    Guest : 1428
    Members : 0

    Mengintip Rafflesia Patma Di Kebun Raya Bogor

    Penilaian Pengguna: / 9
    JelekBagus 

    patmaKRBJakarta : Rafflesia patma  kembali mengundang perhatian pengunjung Kebun Raya Bogor. Bunga raksasa berwarna merah marun muda dengan bercak-bercak krem ini , mekar sempurna sejak Rabu (2/6).

    Menikmati kecantikan bunga ini agak sulit , karena tidak dapat ditentukan kapan akan mekar kembali, dan biasanya masa mekar bunga hanya akan berlangsung sekitar 4 hari saja, dan  kemudian layu.

    Tanaman yang konon mempesona Sir Stamford Raffles dan Dr. Joseph Arnold  (penemu Rafflesia arnoldi  di belantara Sumatra 1818) ini juga tak bisa tumbuh di sembarang tempat. Tumbuhan ini hanya ditemukan di tempat-tempat sangat spesifik  yang menjadi habitatnya.  “Pohon ini hidup sebagai benalu alias parasit dan masih belum ditemukan cara untuk membudidayakannya,” ujar Sofi Mursidawati MSc, Peneliti Kebun Raya Bogor di Jakarta, Jumat.

    Ditinjau dari garis evolusinya,  dalam dunia tumbuhan  Rafflesia dikenal sebagai salah satu tumbuhan paling modern karena memiliki strategi bertahan hidup  yang canggih dan efisien. Organ-organ vegetatif yang penting  seperti daun dan akar tidak dimiliki, namun tubuhnya  hanya berupa  bunga yang berfungsi sebagai organ reproduksi penerus keturunannya. Cara hidup parasit ditempuhnya sebagai efisiensi dan kompensasi dari ketiadaan daun dan akar yang layaknya dimiliki tumbuhan lain.

    Sebagai parasit sejati  Rafflesia sama sekali tidak mempunyai  klorofil atau butir hijau daun. Akibatnya ia tidak mampu melakukan proses fotosintesis dan seratus persen menggantungkan seluruh hidupnya pada pohon inang.

    Karena Rafflesia hidup dan berbiak didalam batang atau akar pohon inang, maka tanaman ini muncul sewaktu-waktu dari bagian dalam tumbuhan inang sehingga  ia dikenal juga sebagai tumbuhan endoparasit (endo = di dalam).

    Tanaman inang yang ditumpanginya adalah Tetrastigma spp, yaitu sejenis tumbuhan pemanjat yang masih berkerabat dengan anggur.  “Rafflesia harus pandai-pandai menjaga diri agar tidak menyebabkan inangnya mati karena inanglah yang menjadi tempatnya makan dan berbiak,” ujar Sofi.

    Keseimbangan dengan inangnya dijaga dengan melakukan pembatasan jumlah populasinya agar tidak sampai mematikan pohon inang. Rafflesia akan mengurangi jumlahnya sendiri jika terlalu banyak.  “Kepandaian Rafflesia menjaga keseimbangan ini diduga menjadi strategi hidup sekaligus  penyebab kelangkaannya. Evolusi Rafflesia bersama  inangnya sudah berjalan sejak ribuan tahun silam,” ujarnya.

    Sofi menambahkan Rafflesia memiliki hubungan yang  erat dengan habitatnya sehingga kehidupannya sukar untuk dimanipulasi. “Ia akan tergantung pada ekosistemnya  mulai dari pohon inang, serangga penyerbuk, penyebar biji hingga iklim mikro dan makro habitatnya yang sangat spesifik,” ujarnya.

    Sejak 2004,  bunga Rafflesia Patma berada di Kebun Raya Bogor. Menurut Sofi keberhasilan Kebun raya Bogor dalam memindahkan R. patma kali ini baru merupakan langkah awal dari sebuah pekerjaan besar untuk membuat sebuah populasi Rafflesia yang hidup di luar habitatnya. “Sebagian  kehidupan biologisnya masih menjadi misteri bagi para ahli konservasi tumbuhan. Regenerasi, konservasi dan budidaya tumbuhan endemik ini bukanlah sesuatu yang mustahil tetapi sebuah tantangan yang menakjubkan untuk ditelaah secara lebih mendalam,” ujarnya. (Lea)

     

     

    Umum

    Revolusi Industri 4.0 Harus Diantisipasi Secara Serius
    Sabtu, 17 Februari 2018 | Setiyo Bardono

    Presiden Joko Widodo pada Peresmian Pembukaan Konvensi Kampus XIV dan Temu Tahunan XX Forum Rektor Indonesia (FRI) Tahun 2018. Foto Biro Pers...

    iklantechno
    Kolom
    Capaian Kinerja 3 Tahun Kemenristekdikti
    23/10/2017 | Setiyo Bardono

    Menristekdikti saat menyampaikan Capaian Kinerja Selama 3 tahun Kemenristekdikti di Gedung Binagraha, Jakarta, Senin (23/10/2017). Foto Timeh Harahap/Kemeristekdikti   Technology-Indo [ ... ]


    Artikel Lainnya
    Profil Peneliti
    Basuki Hadimuljono: Infrastruktur Handal Kunci Utama Daya Saing
    05/08/2017

      Jakarta, Technology-Indonesia.com - Infrastruktur yang handal merupakan kunci utama dalam daya saing Indonesia. Penempatan infrastruktur dalam posisi sentral kebijakan pembangunan nasio [ ... ]


    Profil Peneliti Lainnya
      LOMBA UNTUK JURNALIS

      Info Produk
      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      WL-330NUL, Router Terkecil di Dunia dari ASUS

      ...
      Senin, 03 Juni 2013 14:45

      Inaco Siap Hadapi Pasar Global ASEAN

      P...
      Minggu, 05 April 2015 14:09

      Wellcomm Hadirkan Pelapis Ponsel Ekslusif

       ...
      Sabtu, 12 September 2015 23:41
      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      Piagio Terus Gali Pasar Indonesia

      ...
      Jumat, 04 Desember 2015 16:29
      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      Wellcomm Shop Merambah Pulau Lombok

      ...
      Kamis, 10 Desember 2015 12:12
      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      Plantronic Smartwearable Teman Beragam Aktivitas

      ...
      Senin, 25 Januari 2016 23:07
      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      BIPBIP, Jam Tangan Pintar Pelindung Buah Hati

      ...
      Senin, 01 Februari 2016 11:21
      Angket
      Artikel Apa Yang Anda Sukai?
       
      iklanmapiptek